
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail)
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Keesokan hari nya
Dirga manatap datar pada sekumpulan orang orang di hadapan nya, mulai dari anak muda, ibu ibu hingga nenek nenek yang gigi nya tinggal 2, yang saat ini sedang sibuk memotret dengan objek yang adalah diri nya sendiri.
Saat ini ia sedang menerima hukuman dari istri tercinta yang kemarin ngambek, karena perbuatan ena-ena mereka sehingga menciptakan maha karya yang sangat indah ( menurutnya)
Kemarin
" kamu harus memakai hanbok, dan berdiri di bawah pohon sakura tanpa melakukan apapun bahkan bergerak juga tidak boleh. Dan jika ada pengunjung yang mengambil foto kamu, kamu juga jangan melawan. Oke"
Dan di sini lah dirga berada, di pusat kota Seogwipo, Jeju Sports Complex.
berdiri dan hanya berdiri di bawah pohon King Cherry Tree Blossoms, dengan mahluk betina mulai dari tua hingga muda yang sibuk menempel pada nya, mengambil foto diri nya dengan heboh serta berbicara dengan bahasa yang untungnya ia mengerti meski sedikit.
Demi cinta ku pada mu, Gunung kan ku daki. Lautan kan ku sebrangi... Lalala
( nggak usah nyanyi heh author gebleg, cie.. Jangan ngambek ga, liat tuh nenek nenek berubah jadi perawan liat muka angker lu)
" demi apa, kenapa orang orang pada harus lewat sini sih" batin dirga kesal
Matanya melirik di bangku jalan, yang tidak jauh dari tempat nya berdiri saat ini dengan pandangan pasrah dan melas.
Di sana duduk santai seorang wanita, dengan tangan memegang minuman hallabong jus.
sedang melihat ke arah nya dengan bibir tersenyum lebar kelihatan sekali bahagia saat melihat ia menderita seperti ini.
" awas yaa..... Jangan harap celupan selanjutnya bakal Gue kasih kendor dan belas kasihan"
Batin dirga penuh dengan janji nikmat
Sedangkan di sisi kiara
Kiara yang sedang duduk santai di temani sebotol hallabong jus, terkekeh kejam saat melihat suami nya (yang sebenarnya tidak suka di pepetin mahluk bergender perempuan selain ia dan mama mami nya) sedang melihat ke arah nya dengan pandangan pasrah dan memelas, meminta bantuan tanpa suara melalui tatapan mata.
" He.. He.. Emang enak, di gandilin sama perempuan yang heboh minta foto" gumam kiara dengan kekehan senang nya.
Ia juga tadi sempat mengambil sebuah foto moment di mana raut wajah dirga, yang biasanya terlihat selalu kuat seakan ingin pingsan karena sangking banyak nya orang yang mengelilinginya,dan itu adalah foto paling nista yang pernah ia abadikan.
Ia puas bisa membuat suami mesum nya menderita seperti itu, dan juga ia senang karena dirga memenuhi syarat hukuman dari nya walaupun dengan raut wajah tidak ikhlas.
Ia jadi semakin mencintai dirga, yang selalu mengalah pada nya dan mau berbuat apapun untuknya.
" udahan kali yah... Kasihan juga kalau begitu terus bisa bisa trauma..." batin kiara iba namun bibir nya tidak henti untuk terkekeh senang dan geli di saat bersamaan.
Kiara melihat jam di tangan kirinya yang menunjukkan UTC 09:00, berarti sudah 2 jam dirga berdiri dengan sekumpulan ibu dan anak muda yang mengelilinginya.
Pengunjung yang datang kebanyakan orang orang yang akan dan sedang berolahraga, karena memang saat ini mereka sedang ada di kompleks stadium di daerah seogwipo pulau jeju.
Mereka memang di pinggir jalan bukan di area dalam stadium , dan dirga berdiri di bawah pohon sakura yang sudah lewat masa mekar nya.
Mungkin jika mereka datang di bulan maret, mereka bisa menikmati sakura bermekaran.
" oke.... Saat nya menjemput pangeran.. Hihi" gumam kiara geli sendiri kemudian berdiri dari tempat nya duduk, berniat menghampiri dirga yang saat ini sudah seperti kehilangan sebagian roh nya.
dan juga karena sudah tidak terlalu ramai lagi orang yang mengelilingi dirga, ia pun dengan langkah ringan melangkah mendekati tempat dirga berdiri.
Dirga melihat kiara yang sedang berjalan ke arah nya dengan pandangan lega seakan bilang " akh.. Akhirnya selesai juga"
Tap...
" oppa oppa.... Anyeonghaseo..." ujar kiara menggoda dirga yang memasang wajah cemberut nya.
" oppa... gwaenchanh-a...." lanjut kiara saat dirga yang hanya diam saja, masih lelah pasca menjalani hukuman darinya
"......"
__ADS_1
Kiara tersenyum saat dirga melihat nya dengan wajah ngambek imut nya,
Cup...
" mianhe....(maaf) "
" gomawo... Sarangheo oppa..." bisik kiara manja, setelah mencium singkat bibir dirga meski harus menjinjitkan kaki nya karena perbedaan tinggal badan yang lumayan banyak.
Dirga luluh dan balas tersenyum , saat melihat kiara yang tersenyum manis di depan nya, setelah mencium singkat bibirnya dengan menjinjitkan sedikit kaki karena perbedaan tinggi badan mereka.
" Sudah puas heummmmm?" tanya dirga, ia memeluk pinggang kiara kemudian membawa nya mendekat sehingga kini tubuh nya dan kiara menempel seperti ada lem nya.
" Puas, gomawo....hehe.." balas kiara manja, dan terkekeh saat dirga menciumi pipi nya gemas mendengar suara manja nya.
" kucing nakal..." batin dirga senang, meski ada rasa kesal karena hukuman yang tadi ia lakukan, namun saat melihat wajah berseri seri bahagia dari istri nya rasa kesal pun berubah menjadi bahagia.
" aku udah boleh ganti baju kan? Gerah nih" tanya dirga dengan sebelah tangan mengipasi wajah nya yang saat ini ada beberapa bulir keringat.
" eumm... Boleh" balas kiara singkat, ia mengelap keringat dirga menggunakan telapak tangan nya, meski tidak menghilangkan namun cukup untuk menghalau agar tidak mengalir bercucuran.
" gomawo.... Nae sarangh... ( cintaku)"
Ujar dirga lembut.
Hari ini dirga sengaja tidak menghubungi farhan karena letak lokasi yang mereka kunjungi saat ini tidak jauh dari villa nya, dan juga ia ingin menghabiskan waktu hari ini hanya bersama istri nya tanpa harus ada yang menjadi obat nyamuk.
" gaja... ( ayu jalan)" seru dirga, menggengam tangan kiara dan membawa nya kembali ketempat penyewaan baju hanbok yang ia pakai, karena pakaian nya pun ia tinggal di sana.
" ye .... (iya)" balas kiara,
Skip
Saat ini dirga dan kiara sedang berada di sekitar seogwipo maeil olle market food, tempat penjual makanan tidak jauh dari tempat ia menjalani hukuman.
Kiara bawel kesayanganya ribut minta makan, dan ingin mencoba jajanan jalanan ( street food ) di sepanjang jalan pasar tradisional seogwipo.
Dirga tidak khawatir karena di sana mereka akan menemukan makanan yang bisa di konsumsi.
rata rata penjual menjual makanan berbahan dasar sayur, tepung, ayam dan juga dari laut, sehingga aman untuk mereka konsumsi.
" semua nya...." jawab kiara cepat, kemudian memandang ke arah nya dengan mata berbinar senang.
Mungkin saja jika ini di dunia kartun, dirga bisa melihat iler menetes dari bibir kiara dengan mata berbintang di sertai efek bunyi cling.
" oke.... Fine, everything you want dear ..." balas dirga lembut, kemudian harus pasrah saat bawel kesayanganya menyeret ia dari stand makanan satu ke stand makanan lainya dengan riang gembira.
Reaksi semangat dari kiara itu Seakan kiara akan menemukan harta karun dari satu tempat ke tempat lainya.
Benar-benar membuatnya kualahan, meski terkadang harus terkekeh ketika melihat kiara yang makan dengan noda saus menempel di sekitar bibir dan dagu nya saat makan sekotak tteokbokki, ataupun noda krim menempel ketika makan jeju hallabong ice cream.
" pelan pelan sayang makan nya" ujar dirga lembut, mengusap noda kuah bening saat kiara memakan eomuk ( bakso ikan khas korea) dengan semangat.
Dan kiara sendiri hanya bisa terkekeh dan membalas dirga dengan menyodorkan satu tusuk eomuk ke hadapan dirga sebagai ganti kata Terimakasih.
Skip
Puas berwisata kuliner, kiara dan dirga pun memutuskan untuk menghabiskan sore mereka di laut sekitar villa melihat sunset.
" Kamu seneng banget sih dear, lihat sunset di pantai begini?" ujar dirga bertanya kepada kiara, yang saat ini kepala nya sedang menyender di bahu nya dengan nada Penasaran.
Sekarang mereka sedang duduk bersebelahan, dengan kiara yang memeluk lengan dirga erat.
" nggak apa-apa, aku seneng aja... " ujar kiara seadanya
" tapi sebenarnya apapun yang aku lakukan seperti melihat bintang sekalipun jika itu sama kamu aku senang kok" lanjut kiara, memandang lurus kedepan dengan senyum bahagia nya.
Deg... Deg...
" gila... Kenapa cuma karena kata kata sederhana dari kiara, kok ngefek banget ya sama jantung gue" batin dirga Penasaran, di iringi dengan degub jantung serta rona merah di pipi nya.
" oh yaaa... Jadi kalau aku ajak kamu nonton pertandingan bola di stadium dan kamu sendiri nggak mengerti bagaimana? apa kamu masih senang, hemm?" tanya dirga menantang.
" uemmm..... Senang aja sih.
__ADS_1
dan kalau masalah bagaimana, aku hanya perlu ada di samping kamu, terus kalau kamu bersorak gembira aku juga ikut gembira dan juga kalau kamu bersorak kesal aku ikutan kesal juga. Bereskan? Yang penting kan ada kamu di samping aku. Hehehe.... " ujar kiara santai
" dan lagian nih yah, dimana pun tempat nya jika itu ada kamu di samping aku, bagi aku tempat itu adalah tempat menyenangkan" lanjut kiara dengan senyum lebarnya.
"........"
" kenapa? Kok ngeliatin aku kayak gitu banget? " lanjut kiara bertanya saat ia melihat dirga tidak menanggapi perkataan nya, malah menatap nya dengan pandangan seakan ia adalah cewek paling uwu sedunia?
( pede banget kamu nak. Emang iya thor)
" sepertinya hari ini kamu kebanyakan makan makanan manis deh yank" ujar dirga nggak nyambung
" maksudnya?" tanya kiara cepat
" kenapa hari ini omongan kamu manis banget sih yank?" ujar dirga bertanya dan kiara hanya menampilkan raut wajah tidak mengerti
" kamu lagi ngegombalin aku ya? Dari tadi perkataan kamu yang manis itu membuat aku hampir melayang ke angkasa tahu nggak?" ujar dirga menjelaskan maksudnya, dan kiara yang saat ini sedang menghadapnya hanya bisa nyengir, lalu mencium pipi nya dengan kecupan basah dan kemudian ngacir meninggalkan ia sendiri yang bengong atas kelakuan antik kiara di iringi seruan heboh dari kiara seperti
" kena gombal nih yee..."
" yeye.... Yang terbang ke angkasa"
Dan terakhir adalah kekehan usil nya serta wajah mengejek yang membuat nya bangkit berdiri dan segera mengejar kiara yang malah menantang ia dengan perkataan...
" kejar daku, kamu ku tangkap"
Dan lari dengan cepat meninggalkan nya....
Matahari akhir nya benar-benar terbenam dan langit menampilkan warna gelap menjelang malam.
Dirga dan kiara yang kelelahan sehabis berlarian sama-sama terlentang di atas pasir tanpa takut kotor, dengan nafas memburu lelah di akhiri dengan kekehan bahagia ketika saling menoleh.
" terima kasih" ujar kiara kepada dirga yang wajah nya sedang menghadap ke atas melihat langit malam yang belum di hiasi bintang, menuai gumam sebagai ganti kata tanya dari dirga.
" terima kasih, hari ini aku senang sekali.
Kamu, meski tidak ingin tapi tetap menjalani hukuman dari aku.
Kamu, meski risih tapi tetap bertahan agar bisa menyelesaikan hukuman dari aku.
Dan kamu, sabar menghadapi sikap aku yang terkadang ingin menang sendiri.
Terima kasih sayang "
Ujar kiara panjang lebar, menoleh ke arah dirga saat ia selesai mengatakan kalimat nya.
Dirga pun menoleh kan wajah nya menghadap kiara, lalu tersenyum tulus.
" karena kamu adalah segalanya untuk aku, dan marah nya kamu adalah hal yang terakhir paling aku hindari, sayang" balas dirga dengan mata menatap kiara sayang.
Mereka saling memandang, mengagumi masing masing keindahan orang di depan nya saat ini.
" i wana kiss you..." bisik kiara, menatap mata dirga sayu
" i'm yours my majesty" balas dirga balik menatap mata kiara dengan sama sayu nya.
Dan kiara pun memajukan wajah nya, membawa bibir nya mendekati bibir dirga yang tipis namun sungguh menggoda.
Cup...
Dan entah siapa yang memulai, yang pasti saat ini mereka sedang saling menyesap.
Bercumbu di bawah langit malam berhiaskan langit berbintang, serta di alasi pasir putih pantai dan batu karang besar sebagai dinding alami menutupi kegiatan kedua nya dari penglihatan mata orang yang ada di sekitar nya.
Sekian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya...
Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya serta vote dukungan juga yaaaaa....
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih