
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Satu minggu ini dirga tidak bertemu dengan kiara di kerenakan kesibukan kiara.
Dirga sangat merindukan kekasih bawel nya,
Chat atau telepon bahkan video call pun tidak bisa meringankan rasa rindu nya.
Dirga sudah mengambil keputusan jika saat bertemu kiara nanti ia harus mengakui kebenaran dan kebohongan dia selama ini.
Dirga juga sudah menyiapkan sepasang cincin untuk melamar secara resmi kiara di hadapan keluarga nya dan keluarga kiara.
Dirga tidak sabar menantikan nya, tapi entah mengapa akhir akhir ini merasakan perasaan tidak nyaman.
" gue harap semua nya berjalan lancar dan yang pasti belum terlambat" batin dirga berharap
Rencananya pekan ini ia akan mengajak kiara ke suatu tempat spesial untuk mengungkapkan nya semua tentang nya.
Dirga berharap kiara akan menerima nya bukan hanya sebagai dirga yang di kenalnya, namun juga dirga yang sebenarnya adalah pilihan keluarga sebagai calon tunangan nya.
Dirga masih mengingat pesan singkat minggu lalu yang ia percaya jika itu dari kaisar.
Seminggu pula ia di hantui oleh bayang bayang buruk tentang hubungan nya dengan kiara.
Akan sangat kacau jika kiara hanya mengetahui dari satu sisi tanpa mengetahui sisi lainya, apalagi kiara pernah mengalami kesalahpaham dengan seorang pria.
" gue harap kiara bisa mengerti apa alasan gue ngelakuin ini semua" gumam dirga pelan
Kafe
" selamat ya atas pertunangan kamu dengan keluarga wijaya " ujar kaisar tiba-tiba dengan senyum palsu nya
"eh..." respon kiara bingung.
kiara terdiam mencerna ucapan yang di katakan kaisar di depan nya saat ini
" sejak kapan aku tunangan dengan dirga"
" maksudnya apa kai?" tanya kiara bingung dan penasaran.
" loh... Kamu kok malah nanya, kan kamu yang tunangan" balas kai memasang raut wajah bingung nya
" seharusnya setelah ini kiara benci dengan wijaya itu kan ?" batin kai sotoy
" aku nggak ngerti" ujar kiara bingung
Kiara memandang kai yang di depan nya menampilkan ekspresi terkejut
" masa sih? Kemarin aku...."
Kaisar menceritakan dengan lancar skenario yang telah ia buat, ia yakin jika kiara pasti akan membenci keluarga nya bahkan dirga sekalipun.
Kiara yang di kenal nya tidak suka di bohongi atau benci dengan seorang pembohong.
" dengan ini tinggal menunggu kiara berpaling lagi, di saat itu gue akan masuk pelan dalam kehidupan kiara .
Gimana wijaya bukan kah ini yang lu mau? Perusahaan gue hampir bangkrut karena ke aroganan lu dan kiara adalah cara gue balas lu".
Kaisar menampilkan raut wajah seolah jika ia bersalah saat melihat ekspresi kiara yang kecewa.
" maaf ra... Aku nggak maksud bik.."
" nggak apa-apa kai, ini bukan salah kamu.
Hari ini sampai sini dulu, aku harus pergi ada yang harus aku lakukan" balas kiara cepat memotong kalimat yang belum sempat kaisar selesaikan.
" baik lah.... Hati hati di jalan" ujar kaisar tersenyum kecil
" ya..."
Kiara meninggalkan kafe dan buru buru menghampiri mobil nya terparkir.
Kaisar memandang kiara yang berjalan menuju mobil nya dengan langkah buru buru.
" selamat menikmati wijaya" gumam kai
" indah sekali siang ini" lanjut kaisar dengan senyum bahagia nya
Ceklek... Blam..
Pintu mobil terbuka dan tertutup setelah kiara masuk duduk di kursi kemudi nya.
Kiara meletakkan kepala nya di setir mobil nya dan mengepalkan tangan nya kuat
__ADS_1
Bagaimana perasaan kiara saat ini?
Tentu saja sangat kacau.
" bagaimana bisa mereka melakukan ini terhadap aku? .
Kenapa lagi lagi hanya aku yang nggak tahu"
Gumam kiara lirih
Hati nya merasa sakit mendengar cerita kaisar tadi.
Kiara kemudian menghidupkan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan cepat secepat yang ia bisa.
" hiks... Hiks... Kenapa kamu jahat banget sama aku, hiks... Kenapa"
Kiara menangis dengan apa yang telah menimpa nya.
Belum cukup kah sekali dalam hidup nya di bohongi oleh orang yang pernah ia cintai dan saat ini lagi lagi ia di bohongi bahkan bukan hanya pria yang ia cintai namun oleh keluarga nya sendiri.
Kini terjawab sudah rasa penasaran nya kenapa mama nya menanggapi santai hubungan nya dengan dirga.
" jadi ini alasan mama tetap merasa senang dengan hubungan aku dengan dirga, kakek yang tidak mencari aku waktu aku pergi dari rumah, papa yang membiarkan bawahan dirga berkeliaran di sekitar kantor.
Jadi semua ini karena mereka sudah tahu dan ikut bersekongkol dengan dirga.
Dan hanya aku yang tidak mengetahui kerja sama antara mereka." batin kiara pada saat menghubungkan setiap peristiwa di hidupnya.
Kiara menepikan mobil nya di pinggir jalan sepi pengendara,
Ia sadar dengan kondisi jika memaksa melanjutkan menyetir akan sangat berbahaya.
Air mata nya menghalangi jarak pandang nya,
Dan ia tidak mau sampai celaka.
Hiks.. Hiks...
" aku benci kamu ga.... Aku benci... "
Teriak kiara tangan nya memukul dada nya kuat mengurangi rasa sakit yang menyesakan dada.
" hu.. Hu.. Hiks..."
Sekitar 10 menit kiara menangis dan mencoba meredakan sakit di dada nya.
Di rasa mulai bisa mengendalikan fikiran nya dan emosi nya lagi kiara kembali melanjutkan perjalanan nya.
seuchyeo jinaga beorin unmyeong ape seo isseo🎶
kkaeji mothal kkumieosseulkka uri🎶
meoreojineun neoege jeonhaji mothaesseo🎶
hanbeondo🎶
Kiara melihat sejenak ke layar handphone nya pada saat berdering,
Di layar tertera nama love memanggil.
Kontak nama yang di ubah oleh dirga sendiri.
Kiara sedang tidak ingin berbicara dengan dirga, ia abaikan panggilan dari dirga hingga nada dering berhenti dan kemudian berbunyi lagi dengan masih menampilkan nama love memanggil.
" sorry ga"
Saat ini tujuan utama nya adalah rumah nya, ia akan meminta penjelasan dari apa yang sebenarnya terjadi.
Apa alasan mereka melakukan ini kepada nya.
Kantor dirga
Dirga menekan nomor kiara untuk menghubungi kekasih bawel nya yang pasti saat ini sedang sibuk bekerja.
Dirga Ingin mengganggu kekasih nya sebentar, sebelum ia juga di sibukan meeting nya yang sebentar lagi akan di mulai.
Menunggu dengan sabar panggilan nya di terima, dirga memutar mutar kursi yang ia duduki saat ini dengan kening berkerut heran.
" tumben kok nggak langsung di angkat, apa sibuk banget ya?"
Mencoba mengulangi lagi panggilan nya tetapi sayang tetap tidak di angkat.
Dirga cemas, ada apa ini.
Tiba-tiba perasaan nya tidak enak,
Dan itu membuat suasana hati dirga berubah.
__ADS_1
Saat ini sebenarnya dirga sedang berada di ruang meeting lengkap dengan peserta meeting.
Dirga mengeluarkan hawa muram nya saat panggilan nya tidak di terima kiara berulang kali dan itu membuat bawahan nya mendadak sesak nafas.
Aura bunga saat sedang mencoba menelpon kiara berubah menjadi aura gloomy.
Dani yang sedang berdiri di belakang dirga bahkan harus menelan slavia nya susah payah, keringat dingin nya sudah mulai muncul.
Sedangkan bawahan lainya meskipun sudah terbiasa dengan bawaan aura gloomy dari bos nya tetap saja merasa takut.
Dani yang sudah jadi makanan sehari hari saja sampai sasak di buatnya, apa lagi bawahan lainya yang hanya bertemu dirga di saat meeting seperti ini.
" hiyyyyyyy.......ini manusia apa iblis berwajah tampan ehh"
( ini sih karyawan cewek yang takut masih aja muji.. Ckckc)
" mulai rapat nya" perintah dirga dengan nada dingin nya
Bahkan wajah nya lebih seram dengan awan mendung di atas nya.
" baik pak" jawab dani untung saja suara nya nggak ikut bergetar seperti tangan nya saat ini.
Firasat dani tidak enak dan benar saja apa yang di khawatir kan nya terjadi.
Rapat berlangsung dengan dirga yang selalu menyela galak setiap laporan yang menurut nya nggak memuaskan.
Tidak ada yang bisa melakukan apapun selain menunduk dan meminta maaf,
" dani tunda rapat sampai semua laporan siap dan sempurna, saya nggak mau denger susunan laporan seperti ini.
Kalian ini sudah bekerja lama kenapa masih nggak bikin saya puas dengan kinerja kalian.
Kalian itu di gaji..
Bla... Bla.." cerca dirga mengkritik kekurangan segala nya dengan luapan emosi nya.
" ampuuuuunnnn..... "
Puas mengeluarkan siraman qalbu menyesakan jiwa untuk bawahan nya,
dirga meninggalkan ruang rapat dengan meninggalkan debaman pintu kuat.
Brak...
Peserta meeting segera menghirup dan menghela nafas lega sesaat setelah dirga keluar ruangan.
Meninggalkan dani yang memandang mereka semua kasihan.
" ini pasti ada hubungan nya sama nona kiara, karena menurut gue laporan hari ini bagus seperti biasa. Mungkin ada sih sedikit yang kurang memuaskan tapi nggak biasa nya pak bos murka seperti itu"
" ehem... Semua nya, seperti nya saat ini suasana tuan dirga sedang tidak baik.
Kalian benahi laporan nya, beri tahu pak Adi jika sudah siap.
Pak adi yang akan atur jadwal meeting nya, Kita adakan meeting ulang sesuai keinginan tuan dirga.
Kalian boleh bubar dan silahkan kembali bekerja "
Ujar dani menutup meeting berantakan kali ini, menggantikan dirga yang sudah ngacir entah kemana.
Kiara sampai di rumah nya, dan segera menemui keluarga nya minus papa nya yang sedang di kantor saat ini.
" aku pulang " sapa kiara datar.
Sarah dan kakek bagus yang sedang ngobrol di taman belakang mengernyit kan kening mereka bingung dengan kiara sikap yang tidak seperti biasa nya
" ada ada dengan kiara" batin mereka kompak
" sudah pulang sayang, apa lancar kerjaan nya" tanya mama sarah lembut meski sedikit bingung dengan ekspresi wajah kiara yang tidak seperti biasanya.
" kiara nggak mau basa basi mah...apa maksud kalian melakukan ini terhadap kiara" ujar kiara datar membuat mama sarah dan kakek bagus seketika menegang.
" apa kiara sudah tahu"
" ada apa cucu ku..." tanya kakek bagus lembut
" kenapa kalian tega melakukan ini sama kiara?.
Kalian sengaja bersekongkol dengan dirga untuk membuat kiara menerima perjodohan ini kan" ujar kiara dengan air mata menetes tanpa bisa di tahan.
" apa"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tunggu kelanjutan nya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya ya
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih