
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara side
Seperti yang di ketahui sekita sebulan yang lalu kiara dan dirga melakukan honeymoon trip nya, untuk refreshing sebelum kiara kembali ke aktivitas kantor nya.
Dan entah kenapa kiara merasa aneh semenjak sepulang nya ia dari honeymoon ke 2 nya,
Tepatnya seminggu yang lalu, ia merasa tidak senang jika berdekatan dengan dirga dan akan merasa mual saat mencium bau dirga yang biasanya malah senang ia hirup dalam dalam.
Waktu itu jika kiara tidak salah, ia sedang memasak makan malam dan dirga yang sehabis mandi memeluknya dari belakang seperti biasa.
Tapi entah kenapa ia tidak suka apalagi saat mencium aroma tubuh dirga, maka malam itu kiara dengan nada ngambek melarang dirga untuk memeluknya lagi.
Lalu juga di kantor saat ia sedang mengerjakan laporannya yang sudah menumpuk kemudian ada telepon dari dirga tapi entah mengapa ia malas menerima, ia fikir karena pekerjaan nyata nya saat sudah selesai pun ia enggan menelpon balik dirga apalagi mengirim dirga pesan singkat sebagai penjelasan.
tentu saja sewaktu dirga pulang dari kantor dirga menanyakan alasannya kenapa ia tidak menerima panggilan dari nya.
Dan lagi lagi jawaban aneh keluar dari mulutnya...
" bosen sayang dengar suara kamu"
Kiara bingung loh apalagi sewaktu ia menatap dirga dengan pandangan jijik dan kesal nya, entah apa kesalahan dirga sehingga ia melakukan itu.
Emang sih dirga pernah memakan pocky stik nya, tapi dirga langsung minta maaf dan ia juga tidak mempermasalahkanya.
Di ruang tamu ia melihat suami nya sedang duduk di sofa ruang tamu dengan layar laptop menyala.
Kiara memeluk dari belakang tubuh dirga dan berubah jadi manja, bahkan ia juga bilang ingin ikut ke kantor karena malas kerja.
Dirga sih langsung setuju, mungkin ini hanya tindakan atas sikap buruk nya kemarin.
Lalu besoknya.... ia yang biasanya malu jika kelihatan terlalu intim dengan dirga, di depan orang malah nempel layaknya perangko hingga masuk ruangan milik dirga di tambah duduk di pangkuan dirga yang sedang bekerja.
" yank... Aku lagi kerja" bisik dirga
" Kamu nggak suka" tanya kiara cemberut
." Aku suka, tapi nanti yah tunggu aku selesai"
Balas dirga cepat
" Ya udah deh aku tur..."
" Oke.... Kamu boleh duduk di sini selama kamu mau, jangan marah hem?" sela dirga cepat
" Hehe..." kekeh kiara
" Ada yang bangun" kiara berbisik, saat merasakan adik milik suaminya memegang, lalu ia pun membisikan sesuatu dengan nada menggoda
" mau di tidurin nggak?"
Kiara yang mendengar geraman rendah dari dirga terkekeh kecil, kemudian dengan sengaja membuat gerakan maju mundur pelan yang di balas desisan enak dari dirga.
Kiara menghitung sudah berapa hari dari terakhir mereka melakukan itu...
"wah... Cukup lama juga, apalagi aku udah diemin dirga 10 hari" batin kiara takjub
Karena biasanya dirga tidak bisa kalau tidak menyentuh nya, tapi sepuluh hari kemarin dirga dengan patuh menuruti apa maunya.
Normal side
" aku lagi kerja sayang, kenapa waktu di rumah malah nggak mau sih? Sebenarnya ada apa dengan kamu?" tanya dirga, meski mulut nya menolak tapi tidak dengan satu tangan nya yang manahan pinggang kiara agar tetap di tempat.
Kiara juga bingung, lalu ia harus jawab apa...
" Nggak tahu yank... Tiba-tiba gitu aja, sebel liat kamu terus eneg cium bau kamu " balas kiara memandang dirga dengan dahi mengernyit bingung.
" Kok bisa gitu?" tanya dirga Penasaran namun kiara hanya mengangkat bahu nya tanda tidak tahu.
" Lalu sekarang masih sebel sama aku? " lanjut dirga bertanya.
Hati nya dag dig dug karena takut, kali aja kiara masih atau malah bertambah kesal kepadanya kan nggak lucu loh .
" Nggak... Tapi aku mau nya nempel sama kamu terus, gimana dong yank?" ujar kiara bingung
" Ya syukur kalau maunya nempel terus, tapi aku lagi tanggung nih yank sebentar lagi selesai dokumen nya" ujar dirga, membahas tentang adik nya yang sedang di tekan kuat oleh kiara yang di ada di pangkuan nya.
" gila.... Nggak cukup gini doang mah" batin dirga Ingin lebih
" Lalu? Aku harus apa?" tanya kiara menantang
" Kamu kasih aku waktu 10 menit, aku selesain ini lalu kita bisa bersenang senang" bisik dirga senang di telinga kiara.
Kiara mengangguk kemudian turun dari pangkuan dirga dan berjalan ke jendela tempat di mana dirga menunjukan pemandangan kota saat pertama kali ia main ke kantor dirga.
__ADS_1
Grep..
Sebuah lengan dengan kemeja berwarna navy melingkar diperutnya, yang tentunya ia tahu itu siapa apalagi aroma yang kemarin sempat membuat nya mual kini menjadi aroma kesuksaannya lagi.
" Aku udah selesai, mau di lanjut?" tanya dirga berbisik dengan tangan meraba perut rata kiara sayang
Deg..
" Kok gue seneng yah pas raba perut kiara?" batin dirga bingung
" Nggak jadi deh...." balas kiara santai kemudian melepaskan pelukan dirga dan melihat ekspresi tidak percaya dari suami nya yang sangat menggemaskan.
" Kok nggak jadi?" seru dirga kecewa
Lagi lagi kiara PHP-in dia, mana lagi kentang banget.
" Nggak mau aja, udah nggak mood..." balas kiara ceria terbanding balik dengan dirga yang melihat nya dengan tatapan merananya.
" Yang bener aja sih Yank.... Aku lagi tanggung loh" tanya dirga gemas, tadi aja godain dia yang lagi kerja, nah giliran udah kelar kerjaan nya malah di giniin.
" sial.... Jangan bilang kumat lagi" batin dirga horor saat mengingat kiara punya kebiasaan unik akhir akhir ini
" Kan aku mood nya tadi bukan sekarang, suruh siapa nolak rejeki" tolak kiara beralasan.
Ia terkekeh dalam hati saat melihat ekspresi dirga yang sudah mau mewek.
Tapi gimana geh, entah mengapa hasrat nya lenyap tiba-tiba dan malah ganti
" Aku mau es krim, makan es krim di toko perhiasan yuk?" lanjut kiara memandang polos dirga yang sudah pasang wajah
Seakan bilang....
" sayang... Toko perhiasan jual keramik loh bukan es krim"
Bercanda... Hehe...
" Kamu lagi ngerjain aku lagi ya? Kalau kamu mau makan es krim ya restoran yang jual es krim dong sayang" balas dirga gemas, tangan nya mencubit pipi kiara yang malah langsung di tepak nya keras.
" Jangan pegang pegang, mau beliin nggak? Kalau nggak mau beliin aku bisa minta beliin sama dani " ujar kiara judes, bonus menghapus pipi nya dengan tangan nya yang mengelap ngelap heboh seakan tangan dirga ada najis mughallazhah lalu ia mendengar bisikan gerutuan dari kiara seperti
" hih.... Tissu mana, mesti di basuh nih..."
" Sialan si dani... Awas ya nanti " batin dirga dendam, padahal dani nggak salah apa-apa loh
Dani yang sedang di ruangan sebelah mendadak tidak enak hati....kemudian Mengusap leher nya yang tiba-tiba meremang
" Kok perasaan gue nggak cihuy yah?" batin dani horor...
" Oke... You got it... Sekarang kita beli es krim makan di toko perhiasan hemm... Kamu senang? " tanya dirga mengalah, menahan rasa gemas nya saat kiara malah tersenyum cerah sambil mengandeng tangannya.
" Nyoh...tadi kejijik-an sekarang malah peluk peluk, abis ini di apain lagi coba? " batin dirga merana antara gemas dan kesal.
Tidak ingin membuat istri antik nya marah lagi dirga pun segera mengambil kunci mobil nya dan membawa kiara ke toko perhiasan setelah membeli sebucket es krim besar di supermarket di samping gedung kantor nya.
Seriusan tuh makan di toko perhiasan?
Iya tentu saja... Dirga bahkan harus bilang dengan bos yang punya toko untuk menyewa sehari tokonya, yang tentunya di sambut antusias sama yang punya toko.
Tapi ora opo opo lah melihat istrinya makan es krim dengan semangat dan berbinar senang ia juga ikut senang.
Skip
Beberapa hari berikutnya
Mood kiara balik lagi seperti dulu, pagi hari menyiapkan sarapan dan menyiapkan kemeja kerja serta memasang dasi untuk nya seperti biasa..
Iya dirga senang sekali tentu saja tapi yang jadi masalahnya adalah selera istrinya kok jadi sesuatu ya.... Alhasil di sepanjang jalan menuju ke ruangannya, dirga harus memasang wajah angker saat ada bawahannya yang cekikikan meskipun nggak bersuara tapi dirga bisa lihat dari ekspresi dan bibir menahan tawa yang bergetar.
" Sialan mau marah tapi sayang.... Malah pake di ancam segala"
Tadi pagi itu......
" sayang kemeja kerja aku udah kamu siapin belum?" tanya dirga kepada kiara yang saat ini sedang menuang kopi di cangkir miliknya.
" Aku tarok di atas ranjang loh sayang" balas kiara melihat dirga yang hanya memakai handuk mandi di pinggulnya , memperlihatkan dada dan perut ber-abs nya yang membuat kiara menelan slavia pengen
" Maksudnya kemeja warna pink sama dasi pink itu? aku nggak ngerasa pernah beli kemeja warna pink " ujar dirga bingung, ia langsung merinding saat melihat warna mencolok kesukaan istri nya.
" jangan bilang.... Mampus" dirga segera memasak raut wajah horor nya saat melihat kiara yang tersenyum tanpa dosa menatap nya dengan berbinar
" Aku yang beli kemarin, bagus kan? Kamu pake yah sayang... Awas loh kalau nggak di pakai" ancam kiara.
Dengan semangat membara di sertai senyum gigi kelinci nya kiara bilang seperti itu tanpa melihat keringat dingin menetes dari dahi nya...
" ppfffftttt......"
Dirga segera melirik dengan judes saat tangan kanan kurang ajar nya tanpa repot repot menahan tawa ketika melihat penampakan nya sekarang, saat ini dani sedang melaporkan akan ada meeting dengan rekan bisnis dari kota sebelah.
" Dani lu Pesenin tiket pesawat ke zimbabwe sekarang juga " ujar dirga tiba-tiba tanpa melihat nya yang memasang raut wajah menahan ketawa yang langsung berubah menjadi bingung
" untuk apa pesen tiket kalau ada pesawat pribadi?" batin dani bertanya
__ADS_1
" Untuk apa bos?" tanya dani tanpa curiga saat dirga menatap nya dengan senyum manis, semanis brotowali dan dengan cueknya berkata..
" Buat tangan kanan gue, yang pekerjaan nya santai banget .... Di zimbabwe kebetulan ada proyek ngangsur air pake sedotan, buru gih beres beres"
" Hah?"
" emang enak, bos sendiri di ketawain"
Batin dirga nggak perduli saat melihat raut wajah syok dani dan melanjukan pekerjaannya tanpa mendengar rengekan dani yang meminta maaf kepadanya.
Kantor kiara
Sementara itu kiara yang sedang mengerjakan laporan, tidak sengaja melirik tanggalan duduk yang ia letakan di pojok meja kerjanya.
Ia melihat tanggal yang ia tandai sebagai agenda dan tanggal periode nya,
Tunggu... Ada yang salah
Kiara segera mengambil dan membolak balikan tanggalan yang sudah terlewat 2 bulan
" seharusnya ini periode aku, aku lupa balik kalender sampai aku nggak ke inget periode aku sendiri?" gumam kiara bingung
" Tapi kenapa belum dapet ya?" ujar kiara bertanya entah pada siapa.
Tok.... Tok.. Tok..
" masuk.." seru kiara keras saat ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Ceklek..
Pintu terbuka di susul qori asisten kiara yang berjalan menuju ke arah nya membawa kotak entah berisi apa, lalu berdiri di hadapan nya yang memandang dengan raut wajah seakan bertanya..
" Nona kiara ini ada kiriman dari nyonya besar sarah, beliau bilang ini makanan kesukaan nona yang sengaja di masak oleh beliau" ujar qori menjelaskan kemudian meletakkan kotak makan favoritnya yang memang sengaja tidak ia bawa serta ke apartemennya.
" Ooh... Oke, tapi tadi emang mama kesini qor?" tanya kiara sambil menarik kotak makannya mendekat ke arah nya.
" Reseptionist bilang sopir yang mengantarnya nona kiara" balas qori sopan
" Oke... Kamu boleh kembali bekerja qor, terima kasih ya" ujar kiara tersenyum kecil yang di balas qori senyum juga.
" Permisi nona kiara" pamit qori meninggalkan ruangan kiara, setelah kiara mengangguk kecil.
Setelah kepergian qori kiara membawa kotak makan dari sang mama ke sofa untuk segera ia makan, jujur saja ia sudah sangat merindukan masakan sang mama yang saat ini jarang ia nikmati karena ia sendiri memasak untuknya dan suaminya di apartemen .
Tak..
Kiara membuka tutup kotak makan dan harum bau masakan pun tersebar di ruangan hingga ke indra penciuman kiara.
Ugh...
Kiara dengan segera menutup mulut dan hidung nya saat merasakan perutnya bergejolak, lalu dengan terburu buru memasuki toilet di ruangannya dan memuntahkan makanan yang tadi menjadi sarapannya.
Hoek... Hoekk..
Ughh..
Lambung kiara rasanya penuh hingga sampai ketenggorokannya.
Hoek... Hoek..
Dan lagi lagi memuntahkan isi nya saat terngiang bau masakan sang mama.
Beberapa kali kiara memuntahkan isi perutnya dan setelah kiara merasa baikan ia medudukan dirinya di atas closet.
Kiara lemas, tenaga nya hampir terkuras karena muntah nya tadi..
" Ada apa denganku?" batin kiara bertanya
Akhirnya setelah kiara memiliki sedikit tenaga lagi, ia bangkit dan membasuh bibir nya berulang serta wajah nya yang sedikit pucat saat ia melihat pantulan wajahnya di cermin.
" Ya tuhan... Kenapa tiba tiba pucat begini? " gumam kiara bingung
Ia merasa tadi baik-baik saja sampai membuka makanan yang di kirim mamanya, nggak mungkin salah makanan karena itu adalah makanan kesukaannya.
Tidak ingin ambil pusing, kiara segera keluar dari toilet dengan langkah terseok lemas.
Saat ia berada di luar seketika ia merasakan mual lagi dan akhirnya ia memuntahkan lagi isi perutnya yang sudah kosong, sehingga hanya air lah yang keluar.
Hoek... Hoek
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jadi ada yang bisa menebak kenapa kiara berubah jadi antik?
Ikuti terus kisahnya...
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya...
Serta vote dukunganya...
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih