Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Di mulai


__ADS_3

Happy reading vrohh....


¶¶¶¶¶¶¶


Dirga memperhatikan dari belakang apa yang di lakukan Kiara, mulai dari sekedar memotret Angsa di tepi sungai, Bunga liar yang tumbuh di sepanjang jalan.


Bahkan kerbau yang sedang memakan rumput pun tak luput dari jepretan kameranya.


"Segitunya, sampai kerbau jadi foto model," batin Dirga geli sendiri.


"Lihat lihat.... Bukankah ini kumbang tanduk" seru Kiara heboh, saat menunjuk sesuatu di salah satu pohon yang menjadi tempat Mereka istirahat saat ini.


Ini baru setengah perjalanan mereka dan di setengah perjalanan itu, Dirga tidak absen di suguhkan dengan suara merdu pekikan heboh dari kiara.


Saat ini Kiara sedang melihat kumbang yang ukurannya agak besar sedang berjalan menunju atas pohon, lalu Ia berniat untuk menangkapnya. Tapi sayang sekali, kumbang tersebut terbang sehingga Kiara tidak dapat menangkapnya.


"Yaaaaa .... Kok terbang," gumam Kiara kecewa.


Kiara tidak sadar sedari tadi Dirga memperhatikanya, bagaimana antusiasnya Kiara hanya karena Seekor kumbang hingga menampilkan raut wajah yang menurutnya lucu karena gagal menangkap Kumbang.


"Sumpah, kenapa lama-lama makin ngegemesin sih?" batin Dirga heran.


Ia pun tidak kuasa menahan tawanya, jadi Ia dengan sengaja menyembunyikannya namun tetap keluar juga.


Pfttt!!!!


Mendengar suara tawa yang tertahan dari belakang, membuat Kiara menolehkan kepalanya ke sumber suara yang ternyata dari Dirga.


Kiara menghentak kaki kesal, lalu berkacak pinggang tersinggung karena merasa di tertawakan.


"Kenapa kamu tertawa memang ada yang lucu ya?" sewot Kiara, Ia membuat Raut wajahnya seperti macan mengaum untuk menggertak Dirga, namun sebaliknya yang di lihat Dirga justru seperti kucing, yang sedang mengeong lucu karena merajuk.


.


"Ada kucing ngamuk di tengah hutan" batin Dirga geli.

__ADS_1


Pfttt!!!!


Masih menahan kekehannya, Dirga menjawab pertanyaan Kiara dengan kalimat yang lagi lagi membuat kiara jengkel


"Gak ada" balas Dirga cuek.


Udah jawabnya gitu aja? kan reseh. Sudah diem nggak jelasin apa apa seperti pemandu umumnya, sekali di tanya yang keluar cuma kalimat singkat padat dan gak jelasnya.


"Kamu nyebelin Ga, reseh ih!!!" ujar Kiara sewot.


"Lagian Kamu kenapa diem aja sih nggak ngasih Aku penjelasan ini dan itu seperti Pak Teguh kemarin? Kamu mau makan gaji buta ya?Terus apa masih jauh jarak dari tempat kita ke taman bunga? Oh ya Please jawab dengan jelas. Kalau yang ke luar dari mulut kamu cuma satu dua kata nggak jelas, fix mending Kita puter balik ke penginapan. Biar saya bisa ganti pemandu lainya!" ujar Kiara sewot, gemes dengan pria di hadapanya ini.


Akhirnya Dirga mengalah, kasihan juga anak orang di godain melulu.


"Oke .... Nggak usah ngambek nanti cepet tua loh, jangan galak-galak gitu nanti nggak ada cowok yang mau sama Kamu," ujar Dirga meledek Kiara .


"Hmppph ..." dengus Kiara tidak perduli. Ia membuang muka ke arah lain, sudah terlanjur kesel dengan ke usilan pemandu barunya.


"Bodo ah, kata orang kan jodoh mah nggak akan kemana," batin Kiara nggak nyambung.


Tidak ingin membuat kiara tambah kesal, Dirga berdehem guna meredakan kekehannya.


"Ehem .... Pertama apa Boleh saya panggil nona Kiara, dengan Kiara saja?" tanya Dirga serius.


Mendengar suara Dirga yang lembut, membuat Kiara mengalihkan kepalanya ke arah Dirga,ternyata bukan hanya suara saja yang berubah lembut, tapi juga Kiara melihat seulas senyum lembut yang membuat Kiara Sedikit tersipu.


"Ternyata dia bisa tersenyum juga ya," batin Kiara dengan jantung berdebar.


Kiara membalas pertanyaan Dirga dengan sedikit sewot.


"Boleh .... Tapi Kamu nggak boleh jawab pertanyaan Aku singkat-singkat lagi yah! Jawaban Kamu bikin kesel tahu!" balas Kiara sok cuek.


Lagian Ia juga merasa akan lebih santai, jika saling memanggil nama dan umur mereka juga terpaut tidak terlalu jauh.


"Oke .... Kita lanjutin perjalanan kita, udahan kan istirahatnya?" tanya Dirga yang di jawab anggukan kepala oleh Kiara. Ia pun mengulurkan tangan kanannya, hendak membantu Kiara yang saat ini duduk lesehan.

__ADS_1


"Em ... Yuk, Kita lanjut!" balas Kiara semangat.


lalu Ia Menggapai tangan yang di ulurkan Dirga, Ia merasa tidak risih sama sekali, berbeda dengan jika ada orang asing yang hendak memegang tangannya (kecuali pada saat ketemu klien).


"Jangan di ulangi loh, Aku beneran marah nih!" ujar Kiara memperingati.


"Hn,"


"Yah, masih di ulangi. Kan aku bilang jangan ada kata hn, masa Kamu nggak ngerti?" tanya Kiara sewot.


Dirga terkekeh, gemas saat mendengar nada sewot dari Kiara yang saat ini sedang menggembungkan pipinya sebal.


"Oke fine, nggak ada lagi kata 'hn', puas?" balas Dirga mengalah.


"Hn," balas Kiara ganti meledek Dirga.


"Kamu sendiri pakai 'hn'?" tanya Dirga geli.


"Biar Kamu tahu, nggak enak tahu di tanya orang jawabnya cuma 'hn', kamu sendiri kesal kan?" tanya Kiara telak.


Dirga mendengus kecil, lalu terkekeh.


"Iya, terserah Kamu aja lah!" balas Dirga pasrah.


Kiara pun terkekeh, melanjutkan perjalanannya dengan semangat.


"Bleeee ... Kalah!!" ledek Kiara.


Dan sepanjang perjalanan, mereka menghabiskannya dengan saling meledek. Menikmati kebersamaan aneh, di kedua kali pertemuan mereka.


\=\=\=\=


Good Dirga tunjukkan Pesona mu


Bhubey.....

__ADS_1


__ADS_2