Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Papa fandi ber-ulah


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Keesokan hari nya.....


" tidak bisa, kapan kapan saja kamu dan keluarga ke rumah, saya sibuk" ujar papa fandi cuek


Dirga saat ini sedang menghadap papa fandi di kantor nya untuk memberitahu jika malam nanti keluarga nya akan datang ke kediamanan.


" kalau begitu, kapan papa punya waktu?" tanya dirga sopan, keringat sebiji jagung mampir di pelipis nya menghadapi tingkah calon mertua nya yang tiba-tiba jadi berubah sensitif terhadap nya.


" njirrrr....ni orang tua satu bikin susah aja"


Batin dirga jengkel


Oy... Siapa yang nggak jengkel kalau di perlakukan seperti dirga.


Di saat kiara belum tahu tentang ia yang sebenarnya adalah tunangan kiara, papa fandi gencar mendorong nya untuk cepat cepat mengakui dan jujur agar cepat menikah dengan kiara .


Dan sekarang lihat kelakuan nya


Papa nya kiara alias calon mertua nya alias bapak fandi arya wicaksono dengan santai nya bilang.


" sebaik nya tunda dulu, mungkin dua tahun lagi tunggu kiara dewasa saat ini ia masih belum cukup umur, masih harus belajar banyak"


Please dirga sudah tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat menghadapi kelakuan calon papa mertua nya.


Jika hanya melarang ia untuk tidak terlalu sering bertemu kiara dirga masih bisa menerima setidaknya ia bisa ber-video call sepuasnya dengan bawel kesayangan nya tapi ini


" cih.... Sialan, mau nya apa itu bapak" umpat dirga kesal.


Tenang saja saat ini dirga sudah ada di ruangan nya lagi.


Tidak lama setelah dirga bilang akan melamar resmi malam nanti dan di tolak dengan alasan papa fandi sibuk, ia langsung cabut dengan langkah lunglai.


Ingin mampir ke ruangan kiara, tidak bisa.


Kenapa?


Jangan tanya bikin kesal saja,


Kenapa melotot?


Jangan paksa dirga kasian nanti ada yang jadi korban kekesalan nya.


Oke author yang kasih tahu


Psstttt sini kuping nya deketin ke saya


(karena ternyata centeng sebutan untuk papa fandi sekarang, itu mengikuti dirga hingga keluar ruangan dan memasuki lift.)


Kring Kring...


Telepon di meja dirga berbunyi, dirga yang sedang tidak dalam mood bagus menggeram marah saat mendengar nya


( emang tiap hari kerjaannya marah marah aja kok. Emang iya kenapa? Nggak suka lu thor)


Klik


" hn...


"........


" antar ke ruangan saya"


".....


" hn..


Tut


" ada apa dia kemari..." gumam dirga Penasaran


Tidak lama Pintu ruangan ada yang mengetuk dari luar.


" masuk" sahut dirga keras


Ceklek


tamu yang tadi di bicarakan di telpon tadi membuka pintu dan masuk dengan langkah tegap nya.


" ada apa?" tanya dirga datar, meski tidak menampilkan ekspresi tapi tamu itu tahu jika dirga menerima nya.


" gue mau minta tolong sama lu" balas tamu itu tanpa basa basi.


Dirga mengangkat sebelah alis heran,


" kayak nya serius"

__ADS_1


" duduk dulu kai, kita obrolin pelan pelan" ujar dirga ia pun ikut duduk di sofa single sedangkan kai duduk di sofa panjang.


Iya kaisar wiratmadja yang itu, yang dulu cari masalah dengan dia.


Tapi karena masalah sudah beres dan dirga bukan orang yang buta jadi ia pun mencoba untuk menerima kai seperti kiara menerima kai sebagai teman dan seorang kakak.


" thanks..." balas kai pelan.


" so... Bisa di jelasin?" tanya dirga Penasaran.


" bantu gue menghadapi.........."


Dirga mendengar dengan seksama penjelasan kaisar yang detail.


Dan menilai perlu kah ia membantu kai dalam masalah kali ini.


" jadi gitu maksud gue, lu fikirin lagi aja.


Gue udah selesai, thanks udah mau denger.


Gue cabut dulu " ujar kaisar kemudian ia meninggalkan dirga dengan otak nya yang sedang bekerja memikirkan baik dan buruk untuk nya.


Setelah kepergian kaisar, dirga berjalan mendekati jendela lebar ruangan nya untuk melihat pemandangan ibu kota di bawah nya.


Letak ruangan yang berada paling tinggi di gedung kantor nya membuat dirga bisa melihat dengan jelas pemandangan sekitar nya.


Kota yang terlihat kecil, bahkan mobil dan kendaraan lainya di bawah seperti kerumunan semut yang sedang berbaris rapih.


" di balik sikap lu yang sengak ternyata lu menyimpan banyak derita dan menanggung nya sendiri, gue salut sama lu kai" gumam dirga pelan.


Dirga mengambil handphone nya di saku celana nya dan melihat wallpaper di layar handphone.


Foto seseorang,


(foto author lagi ngorok? Ck... Bukan jangan mimpi)


foto seorang cewek cantik siapa lagi kalau bukan kiara yang sedang memamerkan cincin di jari manis dari nya tadi Malam.


dengan pose lima jari menutupi sebelah mata sedangkan sebelah mata nya menampilkan binar mata bahagia dengan bibir tersenyum lebar, terlihat sekali jika kiara sangat bahagia.


" kiara beruntung di cintai cowok seperti kai, yang rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi melindungi cewek yang di cintai nya"


Gumam dirga kagum


" berikutnya biar gue yang jaga kiara, karena gue yakin cinta gue lebih besar dari lu atau kiara sekali pun" lanjut nya melihat foto kiara dengan pandangan sayang.


" sial.... Jadi kangen kan" ujar dirga


Deg


Sebelumnya


Kiara sedang memeriksa pekerjaan bawahan nya di kantor marketing.


Di Saat ia sedang berjalan menuju devisi lain nya, ia tidak sengaja mendengar percakapan yang mencurigakan karena ia mendengar nama dirga di sebut.


"dirga ke sini? Kok dia nggak kasih tahu aku" gumam kiara sebel.


" sebaik nya aku ke ruangan papa" lanjut nya kemudian memutar arah.


Ia membatalkan niat nya yang ingin memeriksa pekerjaan bawahan nya.


" bisa nanti lagi, sekarang aku harus bertemu dirga" batin kiara sebal tidak mau mengaku jika ia senang.


Sebel dong masa datang ke kantor nya nggak bilang bilang, ia kan ingin bertemu juga.


( oh... Tsunder ternyata)


Ting


Kiara segera keluar dari lift dan buru buru menuju ruangan ayah nya, yang kebetulan berdekatan dengan pintu lift.


Belum juga ia mengetuk pintu, ia sudah mendengar suara dari ayah nya yang terdengar menjengkel kan,


" tidak bisa, kapan kapan saja kamu dan keluarga ke rumah, saya sibuk"


" sibuk dari mana sih, papa ini bikin alasan aja" gumam kiara pelan.


Kiara belum tahu saja perkataan ayah nya lebih menjengkelkan sebelum ia sampai tadi.


Ia tidak sadar jika dirga sudah berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan menuju pintu,


Kiara buru buru masuk ruangan nya dan menunggu dirga di ruangan nya tapi apa daya papa tersayang nya ternyata mengikuti dirga hingga dirga masuk ke dalam lift.


" papa ih... Rese" ujar kiara kesal.


Kiara memutuskan untuk pergi menemui dirga di kantor nya, untuk menenangkan hati dirga yang pasti nya sedang kesal dengan kelakuan papa nya.


Kiara sampai di lobby kantor dirga, ia di sambut dengan ramah dan langsung di persilahkan masuk tanpa menyebutkan nama.


Kiara bingung, tapi ia tidak perduli karena saat ini tujuan utama nya adalah bertemu dirga.

__ADS_1


" loh kai kesini juga?" tanya kiara kaget,


Ia berpapasan dengan kai yang baru keluar dari lift kantor dirga.


" kamu ke sini juga ra?" tanya balik kai


" hehe iya... Mau ada yang di omongin" balas kiara dengan kekehan kesukaan kaisar.


Kai tersenyum kemudian menepuk kepala kiara sekali.


" bilang aja kangen" ledek kaisar yang tentu saja membuat kiara cemberut tapi tidak dengan pipi nya yang merona.


" bwleee.... Kata siapa nggak tuh" balas kiara ia menggembung kan pipi nya kesal.


" kata aku barusan, aku kan tahu kamu my chabi" ujar kaisar dengan senyum usil nya.


Kiara akhir nya bisa melihat kaisar seperti dulu yang ia ingat.


" kai, terima kasih".


" nggak tuh, huh... Sok tahu" elak kiara


" oke oke... Nggak kangen, tapi rindu" balas kai menggoda


" ih nyebelin... Kai reseh" ujar kaisar ngambek.


" oke... Dari pada kamu lama di sini nanti tambah rindu sama dirga, mending kamu naik ke atas temuin dirga gih sana" usir kai masih menggoda kiara yang semakin cemberut


" kai reseh... Nyebelin" omel kiara memukul main main lengan kaisar pelan.


" haha... Oke oke... Aku pergi dulu.


Have fun ya chabi ku" kai tertawa kemudian meninggalkan kiara yang masih me ngomel di belakang nya.


" semoga lu bahagia kiara ku sayang"


Kiara melihat kai yang berjalan meninggalkan nya dengan pandangan lega.


" akhirnya kai bisa menerima nya dengan ikhlas"


" terima kasih kai, aku menyayangi mu"


Kiara sampai di depan ruangan dirga dan membuka pintu pelan.


Ia melihat dirga yang memandangi pemandangan di luar jendela


" sial..... Jadi kangen kan"


" kangen sama aku maksudnya?" ujar kiara membuat dirga menoleh cepat ke arah nya yang saat ini sedang menyender di pintu ruangan nya.


" sayang...."


Dirga melangkah cepat menuju kiara dan membawa kiara dalam pelukan erat nya.


Padahal tadi malam mereka bertemu, tapi kenapa rasa nya seperti sudah berbulan bulan tidak bertemu


" kamu di sini?" tanya dirga tidak percaya


" bukan... Ini kembaran nya kiara kenalin aku jemilah" balas kiara melucu


Dirga terkekeh kemudian mengajak kiara ke jendela ruangan nya,


Dirga Ingin memperlihatkan kan pemandangan yang setiap hari menjadi pelepas penat nya saat lelah bekerja.


" bagus kan....?" tanya dirga saat kiara sudah berada di depan jendela besar yang memperlihatkan pemandangan yang selalu membuat dirga merasa sedikit tenang.


" ummm...." gumam kiara, bukan hanya pemandangan yang sedang ia nikmati tapi juga pelukan dirga di belakang nya.


Dirga menunduk dan menyandar kan dagu nya di bahu kiara, kemudian mendesah lelah.


" ada apa hemmm...." tanya kiara lembut, tangan mengelus lengan dirga yang melingkar di perut nya.


" nggak apa-apa" bisik dirga pelan.


" oh ya... Tapi kok seperti ada apa-apa sih" balas kiara curiga


" huft.... Kamu yang paling ngerti aku" balas dirga menyerah.


" jadi?" tanya kiara penasaran.


" aku......"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terus ikuti kisah nya ya


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya ya


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2