Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Siapa Nama Bocil ?


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Rumah Sakit Ibu Dan Anak Kota S


Saat ini telah berkumpul sanak saudara dari pihak keluarga Kiara maupun Dirga. Bergantian, karena peraturan Rumah Sakit tidak memperbolehkan lebih dari 5 orang berkunjung. Meski ada permintaan spesial dari keluarga Wijaya , tapi hanya bertambah hingga 10 orang.


Di Box bayi, ada Bocilnya dirga yang sedang tidur lelap dengan kumpulan Bibi dan Paman mengelilinginya. Pekikan dengan rata-rata berisi ungkapan betapa lucu dan tampannya Baby bocilnya dirga memenuhi ruangan vip mereka saat ini.


Berbagai Hadiah, dari yang besar hingga kecil memenuhi sudut ruang inap kiara. Bahkan, di televisi juga sudah beredar kabar mengenai kelahiran Anaknya . Dirga tidak melarang, hanya memberikan syarat untuk menyensor wajah Anaknya pada saat Wawancara, jika nanti di tayangkan.


Di sofa, ada dua kakek nyetrik sedang menebak-nebak siapakah nama Cicit mereka sebenarnya? , memang sih Dirga belum memberitahukan siapa gerangan nama dari Anak mereka. Karena Setiap di tanya pasti hanya akan di jawab senyuman tipis khas Dirga untuk saudara yang bertanya, sedangkan Senyum mengejek untuk dua Sahabat Strongnya.


Bahkan Kiara sendiri belum tahu, siapa nama Anaknya?


( Jangankan kalian, Author sendiri aja belum tahu. Cius Thor? Bo'ong aja nyoh)


" Jadi siapa Nama Cicit kami? Nak Dirga. " tanya Kakek Bagus Penasaran untuk kesekian kalinya.


Dirga yang sedang melihat laporan perusahaan milik keluarga wicaksono. Tugas yang sebelumnya di pegang oleh Kiara, menoleh ke arah Kakek Bagus lalu tersenyum tipis, lagi-lagi senyum yang membuat perempuan di luar sana meleleh. Senyum yang maknanya banyak, tapi bagi Kakek Bakrie yang melihatnya itu adalah senyum menjengkelkan.


" Bocil ... Panggilannya bocil Kek! " balas Dirga santai , menuai gerutuan dari Kakek Bagus dan Bakrie tentang betapa kurang ajarnya kelakuan cucu Songongnya.


Dirga terkekeh kecil. Kemudian, menghadapkan layar Laptopnya ke arah dua Kakek yang masih menggerutu sehingga mereka kompak melihat ke arah laptop.


" Jadi Namanya itu toh ! Ada Nama Kakek juga " seru Kakek Bagus senang. meskipun nama belakangnya bukan dari keluarga Wicaksono , tapi Bagus cukup senang.


" Lihat Wijaya yang menang! Haha ... Cicitku" Ujar Kakek Bakrie meledek Kakek Bagus yang melengos kesal.


" Kakek tenang saja, Anak kedua Kami nanti akan Dirga sertakan Nama Wicaksono!" seru Dirga bahagia tidak sadar ada sebuah bantal otw menghantam Kepalanya.


Bruakkk


" Argghhh ..."


" Senang sekali Tuan Dirga hari ini! Heum ..."


Dirga terkekeh kecil saat melihat Kiara, pelaku pelempar bantal tepat sasaran sedang melotot ganas Kearahnya.


" Nanti loh Mommy nanti , maksud Daddykan nanti ! Hehe ... " seru Dirga tanpa dosa, terkekeh saat Kiara masih melotot ganas.


" Hemb ... "


Tok ... Tok ...


Ceklek


" Haloo .. Epri badi ! " seru Raka heboh di ikuti Amira dan Faro serta Elisa di belakang.


Elisa beserta Amira berjalan ke arah ranjang Kiara, sedangkan Raka dan Faro ke arah sofa duduk dengan Dua Kakek dan Dirga.


" Yaya bawel ... Gimana, Bisa tidur nyenyak nggak? " tanya Elisa menggoda kiara yang hanya bisa balas dengan cengiran Khasnya. Setelah Ia duduk di samping kanan Kiara, sedangkan Amira duduk di samping kiri.


" Bocil satu jam sekali minta ASI Beb, bagaimana Aku bisa tidur Nyenyak?" ujar Kiara membalas godaan Elisa yang melotot tidak percaya.

__ADS_1


" Eh! Benarkah? Wow emejing " seru Elisa takjub, Ia tidak menyangka akan semerepotkan itu.


" Em ... Tapi kata Dokter cuma sementara, kesananya bisa 2 - 3 jam sekali. Tapi, itu juga tergantung Babynya beb." ujar Kiara menjelaskan apa sesuai yang Ia ketahui.


" Berarti Aku juga gitu dong yah , hehe ..." balas Elisa dengan kepala mengangguk paham. Kemudian terkekeh, Ia jadi tidak sabar menunggu Baby Girlnya lahir 2 bulan lagi.


" Jadi tidurnya nggak teratur yah Mba? Ngantuk juga harus bangun" ujar Amira menyahuti obrolan antara Kiara dan Elisa.


Amira sendiri memasuki usia 2 bulan, Beda 5 bulan dari Elisa, tapi herannya Amira tidak merasa Mual atau pusing. Kalau kata orang dulu sih bilangnya Hamil kebo alias Ngebo , Entahlah Raka bilang yang penting sehat.


" Iya! Tapi di nikmati aja, nanti juga terbiasa" balas Kiara dengan senyum bahagianya.


" Eh ! Tapi kamu katanya nggak mual gitu ya Am?" lanjut kiara bertanya, saat Dirga menceritakan jika Raka sering Mual jika mereka sedang kumpul bersama.


" Iya Mba, hehe ... Biar Bang Raka rasain betapa nikmatnya Fase Ngidam" balas Amira dengan kekehan senangnya.


" Bisa gitu ya , haha ... Ada - ada aja. Terus itu kamu ...


Mari kita tinggalkan Para Lady larut yang sedang larut dalam obrolannya seputar masalah ngidam dan persalinan.


Sedangkan para pria, saat ini sedang berbincang dengan dua Kakek Nyetrik. Membahas masalah Bisnis ataupun masalah keluarga masing-masing, apalagi tentang Calon dan Anak mereka.


" Jadi beneran tuh Si Selebor sama sekali nggak Mual muntah mpret? Strong banget Si Selebor ! " ujar Dirga takjub, menggeleng kepala tidak percaya.


Sesaat setelah dua Kakek pamit undur diri, mereka akhirnya bisa berbicara dengan Bahasa yang nggak sesuai EYD. Dirga nggak berani kalau bicara dengan kosa kata warna warni, saat ada dua Kakek Nyetrik di sekitarnya.


" Iya ... Si Selebor nggak mual muntah , Gue yang kena. Gue yang kadang mual kadang ngidam." balas Raka ngedumel, menuai kekehan dari dua Sahabat Strongnya.


" Jangan-jangan lu yang Bucin banget ya sama Si Selebor?" tanya Faro dengan senyum mengejek, meledek Raka yang auto menampol kepala Faro menggunakan telapak tangannya. Maksudnya telapak tangan dengan Dokumen tebal milik Dirga, hingga bunyi ( Buaak) terdengar di susul jeritan sakit dari Faro.


" Arg ... Bang Mmpphh "


Dirga segera menutup mulut luknut milik Faro yang hampir saja membuat Medusa di atas ranjang sana melotot ke arah mereka saat ini.


Raka terkekeh tanpa dosa, sedangkan Faro mendengus saat melihat pelaku utama cuek.


Plak


" Akh .."


" Mamam tuh " dengus Faro senang, saat berhasil membalas perbuatan Raka yang gantian mendesis sakit.


" Berarti Cewek itu masa ngidamnya beda beda yah? Gue jadi merinding kalau sampai Kiara hamil lagi, apa mungkin yah ngidamnya lebih aneh contohnya aja ngidam minta Gue manjat pohon toge" seru Dirga horor, saat Ia membayangkan jika Kiara hamil lagi nanti.


Mereka terkekeh saat membahas mengenai perilaku masing-masing pasangannya, dan mulai membahas hal lainya.


" Eh , betewe. Lu masih inget janji kita waktu itu nggak bro?" tanya Dirga kepada Faro yang langsung pasang wajah bingung.


" Yang mana ?" tanya Faro singkat


" Yang kita taruhan itu, tentang rasa senang memegang calon anak kita di perut istri kita?" ujar Dirga mengingatkan dengan jelas maksud pertanyaannya.


" Akh! Iya Gue ingat, batal deh Gue dapet Mobil limited edition " gerutu Faro, namun bibirnya tersenyum sumringah.


" Apa kata gue, rasanya gurih gurih cihuy gitu kan? " tanya Dirga semangat, topeng lempengnya Ia buang entah kemana di hadapan Sahabat Strongnya.


" Kerenyes - kerenyes kayak ada Micinnya, wkwkw ..." balas Faro dengan kekehan edannya.


" Ck ... Ayok taruhan sama Gue juga! Gue juga mau dong dapat kesempatan menang undian berhadiah!" seru Raka antusias, menuai jawaban serempak dari dua Strong edan di depannya.

__ADS_1


" Beli aja tuh Al* - al* di warung depan , gosok sampe jebol"


" Bangke ... Cih, giliran Gue nggak ada kesempatan dapat hadiah ." ujar raka sewot


" Wkwkkw ...."


" Lagian ada - ada aja , kalau emang lu mau gini aja deh. Keuntungan Gue bulan ke - 7 usia kandungan Si Selebor buat lu semua, itu juga kalau emang nggak bikin perasaan lu Nona-Nona pas pegang perut Si Selebor, Gimana deal? " ujar Dirga memberi pilihan, kasian juga giliran si kampret punya bocah nggak di kasih challenge.


Raka berfikir. kemudian menghitung cepat , Rupiah yang di dapat dari keuntungan pribadi dirga dengan rumus matematika tepat tanpa kaleng-kaleng , jangan salah masalah hitung-hitungan, apalagi money Raka jagonya.


" banyak deh pokoknya " batin Raka setelah nggak sanggup menghitung angka nol ( 0 ) di belakang keuntungan Dirga.


Heran ... Padahal Orkay semua tapi sama money pada gercep


" Oke Deal ..." balas Raka menjabat tangan Dirga dengan semangat.


" Deal! " seru Dirga santai, nggak masalah ngeluarin Uang segitu kalau bisa membuat Raka sumringah lagi.


" Terus Lu apa Bleg?" tanya Raka melihat ke arah Faro.


" Em ... Sama deh , tapi 50% aja yah! Sisanya lumayan beli Beras" seru Faro nyengir, menuai sorakan cemen dari Raka yang kurang ajar nggak tahu diri.


" Untung - Untung Lu Gue kasih hadiah" gerutu Faro menuai kekehan geli dari kedua sahabatnya.


" Kalian lagi bahas apa sih? " tanya Elisa tiba-tiba . Berjalan ke arah sofa, dimana Trio Strong sedang diskusi ala Meja Kotak , soalnya meja di ruang rawat Kiara bentuknya Kotak bukan Bundar .


" Nggak ada apa-apa Pityang ( Sipit sayang ), cuma lagi bahas masalah keuntungan" balas


" Ooh , kirain apa. Abis kalian seru sendiri Sih" ujar Elisa, duduk di sebelah Suaminya dengan Faro yang sigap membantu.


" Pelan - pelan!" bisik Faro perhatian


" Terima kasih Baba ( Ayah)" balas Elisa dengan nada logat imut khas bayi.


Semenjak Elisa hamil, memang mereka memanggil pasangannya dengan sebutan ayah dan ibu dengan bahasa mandarin. Sebutan Baba untuk Faro dan Elisa sendiri Mama.


" Jadi Bang Dirga , nama Bocilnya bang Dirga siapa? Katanya kalau kita udah Kumpul mau ngasih tahu?" tanya Amira Penasaran, yang di angguki oleh sahabatnya serempak.


" Kalian pada penasaran yah?" tanya Kiara terkekeh senang, senang berhasil membuat sahabatnya memasang raut wajah Penasaran.


" Nggak sabar banget sih, hehe ... " Seru Dirga melanjutkan kalimat Istrinya.


Pasangan kompak , maksudnya kompak bikin orang penasaran.


" Lagian kenapa Namanya Di sumputin sih, masa iya Embrio sendiri mau di panggil dengan sebutan Bocil sampai besar nanti! " ujar Raka gemas sendiri.


Dirga terkekeh sebentar, kemudian membuka File Folder kumpulan foto Bocilnya. Lalu memutar layar Laptop menghadap ke arah sahabatnya yang mengernyit dahi bingung gagal paham dengan kompak.


Mereka kan minta di kasih tahu nama bukan mal ...


" Namanya ....."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya...


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempolnya yaaa....


Serta vote dukunganya..

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2