
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Pukul. 19.48 wks
13 jam menjelang pernikahan
Di kamar nya kiara sedang melakukan pijat badan dan wajah, di temani elisa yang juga ikutan pijat badan.
Saat di tanya kenapa dia ikutan pijat jawaban yang di berikan elisa ambigu banget.
kiara jadi berfikir yang tidak tidak, jika saja yang di suudzonin tidak langsung memukul kepala nya menggunakan gulungan majalah yang memuat berita tentang butik nya.
" mentang mentang mau nikah, fikiran nya kotor banget" sewot elisa yang di tanggapi kekehan dari kiara.
" sa..."
" hmmmm...." gumam elisa
"Aku gugup banget, besok kan acara nya yah.
Tapi aku pengen banget deh denger suara dirga walau cuma voice note " gumam kiara pelan, ia menikmati setiap sensasi pijatan yang membuat otot dan sendi nya rileks seketika.
" umbbhhh... Udah lama nggak massage" lanjut kiara dengan desahan lirih nya.
" kangen banget ya sama doi?" tanya elisa dengan senyum kecil nya, ia juga penasaran apakah waktu ia akan menikah nanti begini juga ya rasa nya.
" lagian baba kenapa nggak pulang pulang sih" batin elisa sebal.
Padahal sudah di kabari dan di minta pulang tapi baba nya tercinta belum juga kedengaran berita kapan pulang nya, elisa sudah nggak sabar menunggu lamaran ulang dari faro.
( ehem....siapa tuh yang awal nya nolak. Siapa emang thor?. Ngeles ae kamu sa)
" kangen campur pake banget campur pake sekali campur pake parah camp.."
" stop ra... Iya aku tahu rasa kengen kamu sama dirga udah stadium akhir tahap kronis jadi nggak usah di pake campur lagi ya" sela elisa cepat, ia sampai menghitung kata campur dan pake yang di ucapkan kiara berapa kali.
" nyhehehe.." kekeh kiara tanpa dosa, ia senang melihat sahabat nya snewen saat mendengar kalimat nya yang belepotan saat mengucapkan nya, sangking senang dan menggebu nya.
" malah ngekek, dasar bawel kesayanganya dirga" ledek elisa menuai gerutuan dari yang ledek
" bhuuuuuu... Aku nggak bawel yaa"
" maaf mba kiara, abis ini pakai body scrub ya, Lalu face treatment " sela seorang terapis yang tadi memijat nya.
" um... Iya mba" gumam kiara menjawab perkataan mba terapis.
" sa, ikut face treatment juga nggak?" tanya kiara tanpa melihat elisa yang ada di samping nya yang juga sedang menikmati pijatan
" nggak usah ya' " balas elisa kemudian memakai lagi kimono mandi nya saat mba terapi menyudahi acara pijit di badan nya.
" aku ke balkon dulu ya" ujar elisa yang di jawab kiara anggukan kepala singkat.
Elisa kemudian membawa serta handphone nya ke arah balkon kamar kiara.
Melihat bagaimana indah nya halaman belakang rumah kiara yang saat ini sudah di sulap menjadi tempat ijab dan resepsi.
Nggak salah emang, wijaya dan kekayaan nya tentu saja akan membuat pesta yang mewah dan meriah.
Elisa tersenyum melihat nya, ia turut senang akhirnya setelah melalui berbagai cobaan, sahabat nya kiara bawel nya akhirnya mendapat kebahagian tak terkira juga.
Ia juga berharap pernikahan kiara akan menjadi pertama dan terakhir, hidup dengan bahagia dan tentram selamanya hingga maut yang memisahkan.
" kalau pelakor sih aku percaya dirga nggak mungkin tergoda, khi Khi.." batin elisa terkekeh
Teringat akan hal yang ingin ia lakukan, elisa pun membuka kunci sandi handphone nya dan muncul lah wallpaper berupa foto ia dan faro yang sedang snorkeling saat golden week kemarin bersama dirga dan kiara.
Elisa menekan nomor telepon milik faro dan menunggu panggilan nya di terima.
Tut.. Tut...
Klik
" ya sa kenapa?"
" kamu lagi sama siapa?" tanya elisa ia memandang ke arah di mana ada dua kursi yang nanti nya akan di gunakan untuk ijab qobul
" ngomong ngomong dirga udah belajar belum ya" batin elisa Penasaran
" lagi sama dirga raka, ada apa sayang? "
Mendengar panggilan sayang yang di ucapkan faro dengan santai nya membuat elisa merona, please deh padahal ini bukan kali pertama ia di panggil faro dengan panggilan mesra tapi masih aja belum terbiasa.
" itu..." balas elisa ragu
" itu apa? Kasih tahu aja"
" aku kasihan sama kiara, kelihatan banget kalau dia kangen berat sama dirga" ujar elisa dengan suara sedih nya.
Ia mengerti kok rasa nya memendam rindu seperti apa sakit nya, meski tidak berdarah tapi lebih parah.
" bukan kiara aja kali sa, tapi juga tuh dirga lebih parah"
" ehhhh..."
Kamar dirga di kediamanan wijaya
" ehhhhh....."
Mendengar pekikan kaget dari kekasih nya faro pun dengan segera menjauhkan handphone dari telinga nya, takut tuli mendadak saat mendengar pekikan ekstra membahana milik kekasih sipit nya.
" sipit gembil.... Niat ya buat telinga aku tuli hmmm" ujar faro meledek elisa yang ia yakini pasti sedang mencak mencak marah di sana
" ye....emang iya sengaja, kenapa nggak suka?"
Nada suara yang di gunakan elisa seperti sedang marah tapi faro yakin pasti elisa juga terkekeh terdengar kok di telinga faro meski di tutup tutupi.
" terus kamu mau dirga ngapain? kalau dia nggak nahan sebenarnya udah dari 3 minggu yang lalu si songong nyamperin kiara malahan dia punya niat mau nyulik kiara terus di endepin biar beranak" ujar faro dengan sengkleh nya membongkar niat mulia dirga yang memang benar adanya.
" ehhh... Seriusan fa?"
" iya.. Kenapa? Nggak percaya ya... Percaya aja deh lagian dirga dan otak nya nggak ada yang tahu mana yang serius dan mana yang cuma bercandaan" balas faro saat mendengar pertanyaan elisa yang kedengaran banget Penasaran nya.
Saat ia menyelesaikan kalimat nya terdengar suara kekehan merdu dari kekasih sipit nya, membuat senyum faro merekah.
" aih... Untung nggak ada orang nya disini, kalau ada di sini udah gue Ehemmm lu"
Batin faro edan.
__ADS_1
" ada ada aja yah, kirain kiara doang yang kangen nya sampe tahap kronis tahu nya dirga lebih parah. Hehe"
" kamu nggak tahu aja gimana nasib aku, raka dan dani waktu dirga dalam mode gloomy nya" ujar faro membuat elisa Penasaran dan bertanya dengan cepat
" serem banget yaa?"
" bukan serem serem lagi, ibu ibu lewat yang lagi bunting langsung ngelahirin liat dirga walau dalam jarak pandang 1 km" balas faro lebay dengan sinting nya seperti biasa.
Elisa yang orang nya terbuka bisa di ajak gokil gokilan sehingga faro pun tidak canggung jika sedang bercandaan.
Seketika terdengar tawa kencang dari seberang sana, tentu nya dari elisa yang mungkin saja saat ini sedang ngekek sambil guling gulingan.
Di ujung sana dirga yang sedang belajar mengucapkan ijab qobul buat akad besok mendadak telinga nya tegak saat mendengar nama nya di sebut sebut.
" bangke lagi ngomongin gue nih kayak nya" gumam dirga pelan, dengan persimpangan jalan 💢 tercetak jelas di dahi nya.
" kamu kenapa?" tanya papa hendri saat mendengar gumaman kecil dari dirga yang sedang belajar mengucapkan ijab qobul bersama nya.
" pah.. Udahan ya, kan aku udah bisa.
Besok pasti lancar kok tenang aja" balas dirga ingin buru buru nyamperin faro yang sedang asyik telponan di ujung sana.
Niat nemenin ia belajar malah ujung ujung nya bermesraan tanpa memandang ia yang sedang berjuang menahan rindu yang tinggal hitungan jam berakhir.
" emang bangke... Piiiipp... Piiip" batin dirga emosi
" ya sudah, jangan sampai mengulang ya pas waktu nya nanti.
Ingat jangan malu maluin nama wijaya loh kamu, emang kamu mau di ketawain fandi?" tanya papa hendri menggoda dirga yang langsung mendengus songong seperti biasa.
" liat besok pah, satu kali nggak pake jajal langsung cus pokok nya " ujar dirga dengan percaya diri tingkat dewa nya.
" ya ya...terserah apa kata yang mau nikah aja" balas hendri sebal, entah dosa apa punya anak songong bin narsis bin nggak mau kalah nya.
"papa kebawa dulu nemuin om bibi kamu yang lain" lanjut nya menepuk bahu dirga kemudian pergi meninggalkan kamar dirga menuju ruang keluarga yang saat ini mendadak penuh karena acara besok.
Cekllek.. Blam..
Ceklek....
Pintu kamar dirga terbuka lagi di susul raka masuk, ia abis ke bawah ntah melakukan apa tapi saat ini di tangan nya banyak berbagai macam makanan.
Seperti nya habis nyolong di toko sebelah
( itu makanan dari mana? Di kasih thor sama bibi nya dirga. Oh... Kirain nyolong. Enak aja, kalau mau nyolong kenapa nggak sekalian hati pembaca iya nggak tuh, iya in ajalah. Sa ae lu rakampret )
" dari mana?" tanya dirga memasang wajah lempeng saat pertanyaan nya di jawab raka dengan cengiran dan piring penuh kue di tangan nya.
Raka kemudian mendudukan dirinya di karpet beludru yang ada di kamar dirga dan ngaso sambil menghidupkan televisi besar milik dirga dengan santai nya, tidak perduli dengan dirga yang saat ini sedang menuju ke arah faro yang cekikikan di ujung sana.
" hahaha... Iya, menurut kamu besok lancar nggak dirga ngucapin ijab qabul nya?" tanya faro belum menyadari kehadiran hawa kuburan yang tiba-tiba tersebar di belakang nya.
" emang nya nggak belajar?"
Itu suara elisa dirga hafal akhir akhir ini, karena keseringan denger faro bertelpon ria dengan maksud membuat nya iri.
" belajar tap.."
" TAPI APA HEMMMMMM"
Glek..
" mampus..." batin faro menelan slavia nya susah payah saat merasakan buku kuduk nya meremang.
Dengan gerakan kaku faro pun menolehkan kepala nya ke belakang dan menemukan dirga dengan mode garong nya di sertai senyum semanis pare?
" haloo... Faro.. Kamu dengar aku, faro?"
Suara elisa yang memanggil nama nya dengan nada khawatir membuat faro menampilkan senyum terpaksa
" udahan kah ngegosip nya heh... Faro geovan wardhana hmmm?" tanya dirga dengan senyum iblis nya
" brooooo....udahan ya belajar nya kok nggak bilang bilang" seru faro sok polos kemudian menepuk bahu dirga berulang dengan gerakan heboh nya.
" mati aja luuuuuuu....." seru dirga kemudian memulai balas dendam nya.
Enak aja mau nge julid seorang dirga ( devil) mahesa wijaya, nehi yaaa
Dan selanjutnya yang terjadi adalah hal yang nggak perlu di jabarkan karena akan menimbulkan pro dan kontra
( nggak usah sok pro dan kontra, bilang aja males nulis adegan kekerasan , giliran yang melipir ke adegan anu aja baru semangat. Wahai anak muda nggak usah sok tahu emang itu kenyataan nya karena yang anu itu lebih enu Wkwk)
" faro.. Kamu denger aku kan?"
" halo elisa ya, Sorry ya faro nya lagi tiduran bareng raka tuh ngikut ngintip majalah dewasa yang di bawa raka.
Ada yang mau di sampein?" ujar dirga santai menyahuti panggilan dari elisa di sebrang sana.
" oy... Bangke nggak usah ngada ngada... "
Seru faro kuat saat dirga bilang yang nggak nggak sama elisa.
" eh.. Ini dirga, kenapa si faro? "
" nggak apa-apa sa, oh iya.. Kamu lagi sama kiara ya? Aku dengar kiara kata nya kangen aku ya" tanya dirga beruntun tanpa basa basi bin pede nya seperti biasa.
" haha... Kamu denger ya? Iya nih.... Kiara bawel kesayangan kamu udah kangen stadium akhir tuh sama kamu"
Dirga tersenyum mendengar nya, selama 3 minggu ini ia menahan diri untuk tidak menelpon kiara.
Ia juga hanya dapat kabar tentang kiara dari mama, amira atau elisa melalui faro.
Tapi mendengar sendiri jika kiara nya sangat merindukan nya membuat hati nya pun berbunga bunga.
" benarkah? Aku juga kangen banget sama bawel kesayangan aku.
Betewe si bawel lagi apa?" tanya dirga nggak malu mengakui jika memang benar ia juga merindukan kiara, bagi nya jika itu kiara maka tidak ada kata malu untuk jujur.
" tadi sih abis massage, terus lanjut facial treatment, yah... Pokok nya malam ini kiara perawatan buat besok kalau ketemu kamu mempesona dan buat pangling"
" nggak perlu perawatan bawel aku udah mempesona kok" balas dirga cepat saat elisa memberi tahu kegiatan kiara apa di sana saat ini.
" ga... Kamu bisa kirim voice note buat kiara nggak, biar dia bisa tenang untuk malam ini?"
" ehh..."
Dirga tidak menyangka akan permintaan elisa yang terlihat sekali perduli dengan bawel kesayangan mereka.
" maksud nya, suara aku?
" um iya.."
__ADS_1
" tapi ngomong apa ya?" tanya dirga bingung
" apa aja yang penting kiara bisa denger suara kamu"
" baiklah..."
Di kamar kiara
Elisa yang sudah mendapatkan apa yang dia mau segera masuk kembali kedalam dan menemukan kiara yang sedang perawatan badan bagian perempuan nya.
" abis ngapain sih sa? Suara tawa kamu Kedengeran tahu sampai sini" tanya kiara penasaran saat elisa masuk dan mendekat ke arah nya.
" ada deh" balas elisa cengar cengir membuat dahi kiara berkerut lucu karena penasaran
" hehe.. Mau tahu ya, Kamu mau denger nggak? Aku ada lagu baru niiih" ujar elisa bahagia, ia yakin jika kiara mendengar nya pasti akan memekik sangking senang nya
" lagu apa ?" tanya kiara cepat dan semangat kalau udah bicara soal lagu.
" oke... Kamu mau denger pake headset atau loudspeker hmmm?" tanya elisa menawarkan pilihan.
" loudspeker aja... Biar semua dengar" putus kiara tanpa pikir panjang, nggak tahu jika elisa yang mendengar jawaban dari nya udah kembali cengar cengir nggak jelas
" oke denger ya..." ujar elisa semangat kemudian memutar voice note dari handphone nya.
Lagi reff Promise Z . Toa
Yòngxīn lái shǒuhù de mìmì🎶
Jiùsuàn wǒ hěn wěiqu
Wèi nǐ wǒ yě yuànyì🎶
Wǒ dāyìngguò nǐ
Bù huì zài ràng nǐ shòudào shānghài
I I promise to you I I promise to you 🎶
Nǐ wǒ zhī jiān dì měihǎo🎶
Nù huì zài chūxiàn lièfèng
Ràng wǒ lái shǒuhù
Wǒ dāyìngguò nǐ🎶
Yǒngyuǎn péi nǐ bù ràng nǐ kūqì
I I promise to you I I promise to you🎶
Tidak lama setelah elisa menekan tombol play, Terdengar suara husky dari orang yang sangat di kenal nya dan suara yang sangat di rindukan nya
"sa... Ini..." ujar kiara tidak percaya melihat ke arah elisa yang mengangguk semangat dan tersenyum
" ya tuhan..." batin kiara terharu
Lagu dengan makna lumayan menyentuh..
Lalu terdengar untaian kata yang membuat kiara seketika menangis karena bahagia.
*Hiks..
Kiara ku apa kabar? Aku harap kamu baik baik saja di sana...
Aku kangen banget loh sama kamu.. Apa kamu kangen juga sama aku? Ahh... Pasti kamu juga kangen banget kan sama aku hehe...
Tapi kamu tenang aja besok seperti apa yang sudah aku janjikan akan menjadi hari terakhir untuk kita berpisah.....
Dan Besok... Di hadapan tuhan dan kedua orang tua kita aku akan meminta izin kepada mereka untuk berjanji menemani dan menyayangi mu sepenuh hati aku.
Tidak ada hal yang berharga di kemudian hari selain kamu...
Dan aku juga akan selalu dan selalu mencintai mu hingga akhir hayat dan maut memisahkan kita...
Hanya kehendak tuhan yang mampu memisahkan kita...
Finally... I Miss you so bad dear... But tommorow we can see each other again...
wait me hmmmm*....
Hikss.. Hiks...
Tangis kiara pecah saat mendengar voice note dari dirga yang tulus untuk nya, ia tidak menyangka dirga akan semanis itu.
Kiara tidak bisa berkata apa apa, ia hanya memeluk elisa dengan pelukan maut nya dan terisak lagi.
Air mata bahagia nya di malam terakhir penantian nya..
Bukan hanya kiara yang menangis, ternyata dua mba terapis juga sudah ikut menitikan air mata nya sangking terharu nya.
" ya gusti punya calon suami romantis banget" batin mereka berdua kompak.
Sedangkan elisa yang mendengar suara lembut dan tulus dari dirga tidak menyangka akan membuat sahabat nya terharu dan menangis seperti ini.
" kiara memang sangat mencintai dirga, begitu juga dirga sangat mencintai kiara" batin elisa bahagia.
Dirga yang sedang melihat langit malam bertabur bintang, merenung sejenak dengan kisah hidup nya yang penuh dengan perjuangan.
Lahir dengan sifat nya yang buruk ia tidak menyangka akan mendapatkan cinta yang begitu sempurna seperti kiara.
Pluk...
Merasakan tepukan pada kedua bahu nya membuat dirga tersentak kaget tapi, mendapati kedua sahabat nya yang berdiri di samping kanan dan kiri nya membuat dirga rileks lagi.
Mereka bertiga melihat langit kompak masing masing berdoa untuk kebaikan diri dan sahabat di dekat nya dengan doa yang sama.
" semoga kami bisa sama sama mendapat kebahagiaan yang kekal bersama cinta kami nanti dan tetap bersama meski kami nanti sudah punya kehidupan keluarga masing masing"
" amin.." batin mereka kompak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Besok wedding nya, udah pada dapet undangan belum?
Kalau belum sama-sama hadir yuk dengan cara ikuti terus kelanjutan nya..
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya..
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1