
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
"loh kenapa pah?" tanya kiara penasaran
Fandi diam melihat dirga yang ada di depan nya dengan pandangan tegas nya dan tidak membuka suara untuk menjawab pertanyaan dari kiara.
Suasana pun menjadi tegang karena keterdiaman fandi.
Sarah dan kiara menanti dengan perasaan berbeda beda menunggu fandi berbicara, sedangkan dirga merasakan jantung nya berdetak kencang antara khawatir dan takut
" jangan bilang gue di tolak lagi" batin dirga cemas
" karena dirga nggak perlu nantangin papa main catur lagi, besok kamu datang lah kemari dengan papa dan mama mu untuk membicarakan tanggal pernikahan kalian" ujar fandi dengan nada tegas namun hangat di saat bersamaan bahkan kini bibir nya tersenyum bahagia, baginya cukup melihat perjuangan dirga.
Membuat putri kesayanganya kembali merasakan apa itu cinta lagi tanpa terbayang dengan masa lalu, serta menyayangi kiara dengan tulus.
Bukan nya ia tidak tahu jika dirga sedang melancarkan aksi rayuan nya, mulai dari mengajak nya main golf bahkan saat ini juga ia sadar jika ini usaha dirga untuk membuat nya mengizinkan dia agar bisa menikah dengan kiara anak nya.
Dirga yang tadi nya sudah dad dig dug takut jika usaha nya gagal lagi seketika menampilkan senyum sumringah nya, ia tidak menyangka akhirnya perjuangan nya merayu papa mertua berhasil.
" papa serius kan" tanya dirga dengan nada tidak percaya.
Demi apa ini papa mertuanya yang kemarin bikin dia kesal setengah mampus
" ya lord akhirnya...."
Batin dirga bahagia
" iya... Kenapa? kamu nggak mau bawa hendri sama mama kamu kesini hemm?" tanya papa fandi galak
" tidak, bila perlu malam ini mama dan papa kemari" balas dirga cepat
" enak aja.... Mau sekalian gue bawa penghulu tah?" batin dirga ngaco
" jangan di bawa serius nak dirga papa mertua mu ini memang suka becanda" ujar sarah menengahi
Ia mengelus bahu suami nya pelan, seakan bilang jika ia sudah melakukan yang paling benar dan di balas usapan dari fandi di lengan sarah.
" kamu denger yank, akhirnya kita bisa menikah. Aku senang sekali terima kasih pah, mah" ujar dirga semangat.
ia hampir saja memeluk kiara dengan semangat jika tidak ada suara centeng mengingat kan nya, membuat gelak tawa pun memenuhi ruang tamu saksi dari kejadian mengagetkan sekaligus membahagiakan bagi dirga.
Ia sudah merasa jika malam ini akan gagal lagi tapi ternyata ia berhasil dan mendapatkan lampu hijau dari papa mertua nya.
Dirga pun akhirnya pulang karena hari sudah malam, kiara mengantar nya hingga sampai mobil yang ia parkir di samping mobil milik keluarga kiara.
" aku bahagia banget akhirnya kita bisa segera menikah, terima kasih ya sayang atas perjuangan kamu" ujar kiara saat ia dan dirga sedang berdua di samping mobil dirga.
" aku yang paling bahagia, akhirnya aku bisa memiliki kamu seutuh nya" balas dirga ia menggengam kedua tangan kiara lembut dan memandang kiara dengan sorot mata sayang
" besok jadi om dan tante akan datang kemari?" tanya kiara sedikit gugup
" um.. Aku mau secepatnya tanggal pernikahan untuk kita di pastikan.
Kenapa kamu kok khawatir gitu?" tanya dirga Penasaran
" nggak kok, tapi aku sedikit merasa Nggak enak dengan om dan tante karena dulu aku sempat kabur dan menghindari perjodohan ini" balas kiara sedih ia menundukkan kepala nya menyesal
__ADS_1
" pasti om dan tante nggak suka sama aku" lanjut nya
" kata siapa? Mereka justru sangat ingin bertemu dengan kamu sayang, tapi karena satu alasan yang kamu sendiri tahu, ya begini deh jadi nya" balas dirga menjelaskan jika apa yang di khawatirkan kiara itu tidak benar
" benar kah?" tanya kiara semangat, mata nya berbinar senang memandang dirga yang tersenyum melihat nya.
" um... Tentu saja" balas dirga lembut, tangan nya mengusap rambut kiara sayang.
" aku nggak sabar bertemu mereka berdua" ujar kiara semangat
" kok berdua, bertiga sayang kan ada kakek aku juga" balas dirga gemas
" oh iya... Ini kan karena rencana kakek kakek kita ya, hehe" ujar kiara terkekeh
" dasar.... Ya sudah aku pulang dulu" ujar dirga
" um.. Hati hati di jalan" balas kiara ceria
" gitu aja nih nggak ada yang lain?" tanya dirga jahil
" eh... Emang apa la... Ah... Dasar mesum" pekik kiara setelah mengerti maksud ucapan calon suami nya yang kini sedang terkekeh
" oh ayolah.. Kan aku sudah berjuang tapi aku belum di kasih reward nya" ujar dirga lesu,
" uh... Kamu aja deh yang mulai" jawab kiara pasrah, ia bahkan sudah memejam kan mata nya dengan kening berkerut
" yakin nih aku yang mulai?" tanya dirga dengan suara menggoda nya.
" emang kenapa?" tanya kiara heran, mata nya ka buka kembali melihat dirga dengan pandangan penuh tanya
" kamu tahu sendiri kalau aku yang mulai nggak cukup 1 jam loh" balas dirga santai membuat kiara pun refleks menampol bahu dirga main main di ikuti seruan "mesum" berulang ulang.
Dirga terkekeh kemudian menangkap tangan kiara yang sedang menampol nya dengan barbar.
" he he he... Udah yank, kapan di cium nya nih" tanya dirga menggoda, dirga menangkap tangan kiara dan membawa nya untuk di kalung kan di leher nya sedangkan tangan nya sendiri ia letakan di pinggang ramping kiara membawa nya agar mendekat ke arah nya.
Kiara merona, dengan posisi nya saat ini meski pernah lebih dekat dari pada ini tapi tetap saja kiara malu apalagi ini di lakukan di halaman rumah nya, bagaimana jika papa atau mama nya memergoki mereka sedang bermesum ria.
Dirga pun mulai memiringkan kepala nya mendekati bibir kiara dan kiara sendiri memejamkan mata nya bersiap menerima ciuman dari dirga.
Dekat
Dekat
Dekat
De...
" Ehemmm...... Bukankah seharusnya kamu sudah pulang kenapa masih di sini? Dan apa apaan tangan kamu, cepat singkirkan dan lepaskan anak saya"
Yah... Seperti nya malam ini dirga tidak mendapat reward nya, yang ada malah di hadiahi pelototan dan ancaman pembatalan pernikahan yang bahkan belum di tentukan tanggal nya.
" awas ya kamu berani macam macam sebelum anak saya di halal kan" itu ancaman terakhir dari papa mertua sebelum dirga masuk mobil dan tancap gas meninggalkan kiara yang malu, fandi yang mencak mencak serta sarah yang sedang berdiri di ujung pintu terkekeh atas kelakuan suami nya yang diam diam mengintip kegiatan dirga dan kiara.
Dan sebenarnya ada satu lagi yang menyaksikan nya tanpa ada yang tahu,
Siapa kah?
Author... Oh bukan author justru mau nya dirga dan kiara bermesum ria ehhhh...
Maksudnya dia adalah kakek bagus yang sebenarnya belum benar benar tidur, ia segera menelpon sahabat nya tidak perduli jika ini sudah waktunya istirahat pokok nya ia harus mengabari kabar baik ini.
__ADS_1
Tut.. Tut.. Tu
Klik
" kamu kira ini jam berapa heh bagus?" ujar bakrie dengan nada kesal
" oh... Kamu mau marah marah? Kalau gitu pernikahan cucu kita di undur saja" balas bagus santai
" oh kamu berani nya main ancam, jadi katakan jika ini bukan masalah serius aku berjanji besok akan mendatangi mu dan menendang kaki reot mu" ujar bakrie dengan kejam nya
" sesama reot tidak perlu saling menyakiti, besok memang kalian harus datang kemari karena kita harus membicarakan tanggal pernikahan secepatnya" balas bagus senang meski awal nya menyindir
" apa? Jadi cicit kita sebentar lagi bisa nongol di dunia? Akhirnya tuhan.. wijaya Junior nongol lagi" balas bakrie heboh membuat bagus yang merasa kesal pun memutuskan telpon nya sepihak, karena dia yakin jika ia meladeni ucapan dari sahabat nya yaitu bakrie wijaya bisa bisa sampe besok pertengkaran mereka terus berlanjut.
Tentu saja kejadian tempo hari pun jika menantu nya tidak lekas menengahi mereka pasti tidak akan ada ujung nya.
Tut..
" enak saja wijaya, sudah di bilang wicaksono ngeyel" gumam bagus jengkel
Ia segera menaiki kasur nya dan beristirahat menghiraukan handphone nya yang berdering,
" rasain, emang enak nggak di ladenin" batin bagus senang ia pun terlelap dengan senyum di bibir nya
Sedang kan di kediaman wijaya, bakrie kakek dari dirga tampan kita segera keluar kamar nya dan mengetuk maksud nya menggedor pintu kamar milik anak nya hendri yang saat ini sudah hampir terlelap.
Dok dok dok...
" astaga.... Kenapa itu pi" seru putri kaget saat mendengar suara pintu yang di gedor dengan bar bar nya dari luar.
" masker wajah kuuu" batin putri nalangsa saat melihat masker yang hendak di pakai nya jatuh ke lantai karena kaget mendengar suara yang ia yakin seisi rumah bisa mendengar nya.
Hendri terbangun dari tidur tampan nya, baru saja ia selesai mengerjakan pekerjaan nya dan menjamah ranjang hangat nya ia sudah di kagetkan dengan suara keras dari pintu kamar nya.
" nggak tahu mih, pasti papa tuh" tebak hendri tepat sasaran.
Tentu saja siapa lagi yang akan berani menggedor pintu kamar nya jika bukan seorang bakrie mahesa wijaya pemilik perusahaan yang juga adalah papa ter-gaul-nya.
Ceklek
Putri membuka pintu dan segera menutup telinga nya saat mendengar seruan heboh dari papa mertua nya
" segera persiapkan kamar untuk cicit ku yang akan nongol ke dunia" seru kakek bakrie senang lupa jika cucu nya dirga bahkan belum menentukan tanggal untuk pernikahan nya.
Ckckckc..... Boleh kah hendri koprol sekarang juga mendengar permintaan luar binasa dari papa ter-uWu-nya
" salah apa punya papa model begini"
Batin fandi dengan muka datar tanpa minat nya.
Khik.... Yang sabar ya hendri dan putri, hadapi semua dengan senyuman....
Sekian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya ya
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih