Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Make A Wish


__ADS_3

Selamat membaca


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Di saat bersamaan, saat Dirga dan Kiara duduk istirahat.


Raka, Faro, Elisa dan Amira saling melihat lalu mengangguk kepala serempak.


Mereka menelpon Seseorang yang sudah mereka beri tahu sebelumnya, untuk menyimpan kue yang akan menjadi kejutan untuk keponakan mereka.


Kemudian Mereka berjalan dan berdiri di belakang sahabatnya, yang kebetulan posisinya membelakangi mereka saat ini.


Raka menghadap ke arah ketiga orang yang berarti dalam hidupnya, lalu membuat aba-aba tanpa suara dan mengangguk mengiyakan.


"Satu ... Dua .... Tiga, sekarang!"


"Surprise!"


Seru mereka bersamaan, membuat Kiara dan Dirga menoleh kebelakang. Meraka melihat ke arah sahabatnya dengan ekspresi terkejut dan terharu.


"Happy Birth Day, Gavriel!" seru Elisa dan Amira kompak.


"Py bes, Tav. Hi-hi!"


"Bes, Tav!"


Quenee dan Ezra ikut memberikan ucapan, dengan gerakan heboh dan bahasa ambigu yang cukup di mengerti orang tuanya.


Sedangkan Dirga dan Kiara yang tadi kaget, tersenyum dengan lebar di ikuti Gavriel yang bertepuk tangan semangat.


"Hi-hi!"


"Wah ... Dapat kejutan, lihat kuenya lucu sekali sayang!" seru Kiara semangat.


"Kapan kalian menyiapkan kue ini, bukan kah Kita tadi sama-sama menikmati waktu tanpa ada kotak kue yang di tenteng?" tanya Dirga bingung.


"Tentu saja kalian tidak tahu, Kita sudah siapakan dari awal. Hanya tinggal tunggu kesempatan," ujar Elisa menjawab pertanyaan bingung dari Dirga.


"Gue kira Kita hanya jalan-jalan biasa, ah ... Kalian ini benar-benar penuh kejutan. Terima kasih semuanya!" seru Dirga bahagia.


Di sampingnya Kiara mengangguk dan tersenyum haru, Ia tidak menyangka Para sahabatnya menyiapkan kejutan seperti ini.


"Terima kasih yah, semuanya .... Gavriel senang sekali!" seru Kiara semangat.


"Nah ... Gavriel tampan, tiup lilinnya ... Tapi sebelum itu buat permintaan dulu yah!" seru Amira semangat.


Ia menyodorkan kue karakter Spons kuning, dengan lilin angka satu di tengah-tengah.


"Siap, Onty!" seru Kiara menggantikan Gavriel yang sudah heboh, melihat kue di hadapannya dengan mata bulat berbinarnya.


Dirga mengusap kepala Sang anak, membuat Gavriel yang sedang melihat ke arah kue, berganti melihat ke arahnya dengan pandangan polosnya.


"Dadd!"


"Everything for you son, wish you all the best!" gumam Dirga dengan senyum hangatnya.


Gavriel yang masih belum mengerti apa ucapan Sang Daddy, hanya bisa mengedip-ngedipkan mata bulatnya lalu terkekeh polos.


"Hi-hi!"


Senyum geli terulas di bibir Dirga, Ia mengecup sayang kepala Sang anak lalu menepuknya pelan.


"Kita tiup barsama," gumam Dirga ke arah Kiara.


"Kalian juga, Kita sama-sama tiup lilin untuk kebaikan Gavriel, semoga kedepannya meskipun Kita sibuk dengan kehidupan masing-masing, Kita bisa selalu bersama seperti ini. Amin!" lanjut Dirga melihat ke arah sahabatnya dan tersenyum tulus.


Mereka yang mendengar p


Ucapan tulus dari Dirga mengangguk, lalu berdiri dan jongkok berdekatan dengan Gavriel, yang sudah tidak sabar ingin menipu cahaya yang terlihat menarik di matanya.


"Amin!" seru mereka bersamaan.


"One ... Two ... Three, epy besdey Gav!" seru Dirga memimpin dan semuanya kompak


mengucapkan lagi selamat untuk Gavriel.


"Semoga kedepannya tidak ada lagi cobaan di rumah tangga kami, kesehatan untuk anakku dan suami hebatku!" batin Kiara berharap dengan sungguh-sungguh.


"Apapun yang terbaik, akan Gue lakuin untuk mereka kesayangan Gue," batin Dirga Ia memejamkan matanya berdoa dalam hati dengan harapan yang terbaik untuk Sang anak.


Lilin padam di ikuti dengan tepuk tangan semangat , dari telapak tangan mungil anak-anak mereka.


Tawa kebahagiaan dari Dirga dan istri serta sahabatnya, juga tidak ketinggalan anak-anak mengakhiri sesi kejutan lanjutan untuk Gavriel.


Mereka pun melanjutkan acara bersenang-senang, berkeliling taman bermain dan tentu saja makan-makan dengan Dirga sebagai donatur.


Skip


Tidak terasa hari sudah menjelang petang, langit sudah mulai menunjukan warna jingga dengan rona hitam hampir mendominasi.


Di parkiran Aquariums Park Seaworld, berkumpul tiga keluarga muda dengan masing-masing Daddy menggendong anak mereka, yang saat ini sedang tidur tampan kelelahan seharian bermain.


Mobil yang tidak terparkir bersisihan, membuat mereka saling berpisah di persimpangan, tempat mereka menyimpan mobil masing-masing.


"Thanks for all, Guys!" seru Dirga semangat.


Ia tersenyum dan mengulurkan kepalan tangannya, ke arah sahabatnya yang juga mengulurkan kepalan tangan bersamaan.


"Yoo!"


"Its oke!"


Mereka menjawab dengan serempak, dengan tangan mengepal saling mengadu tosnya lalu terkekeh kecil.


"Queene ulang tahun hadiahnya bungalow yah!" ujar Faro menaik-turunkan alis kurang ajar.


"Beli sendiri," balas Dirga cepat dengan nada sewotnya.


"Elah Ga, anggep aja mahar untuk masa depan," ujar Faro Ngawur.

__ADS_1


"Iya nggak, Mpret?" lanjut Faro meminta dukungan Raka yang sudah ngekek.


"Aku sih Iyes," sahut Raka cepat.


"Sialan pada,"


Tawa renyah dengan nada menyebalkan terdengar dari keduanya, saat melihat Dirga yang misuh-misuh sendiri.


Dirga ingat saat Ia membahas masalah ini dengan Sang istri, yang sebenarnya ingin saja berbesanan dengan sahabatnya, namun tidak ingin memaksakan kehendak juga.


Para istri yang melihat kebiasaan luar biasa dari Para suami hanya bisa geleng kepala maklum. Mereka cukup mengerti bagaimana cara para Suami berteman, kata-kata indah nan menyejukan qalbu juga sudah kebal di pendengaran sangking seringnya terucap.


"Sudah hampir malam, sayang. Kasihan anak-anak tidurnya tidak nyenyak," ujar Kiara ke arah Suaminya, yang mengangguk dengan tersenyum canggung.


Jika sudah kumpul dengan sahabat edannya, Ia merasa tidak bisa untuk tidak membalas bacod dari mereka.


"Oke, sayang. Maaf!" seru Dirga meminta maaf canggung.


"Semuanya, sekali lagi terima kasih. Hari yang sangat indah dan menyenangkan, Aku harap lain waktu Kita bisa berkumpul seperti ini lagi!" seru Kiara senang.


Ia tersenyum dengan tulus, ke arah sahabatnya yang juga tersenyum.


"Tidak masalah, Yaya sayang. Akan ada hari berikutnya, untuk Kita semua berkumpul seperti ini!" seru Elisa semangat membalas ucapan sahabat dari sepopoknya.


"Iya Mba Yaya, tapi berkumpulnya dalam keadaan senang loh!" sambung Amira tidak kalah semangat.


Kiara mengangguk mendengar perkataan sahabat dan sepupu iparnya.


"Tentu saja," ujar Kiara membalas keduanya.


"Oke ... Sampai sini dulu semua, sampai jumpa lagi!" seru Raka.


"Oke, bhaybay semuanya!"


Mereka pun berjalan ke arah mobil masing-masing, masuk kedalam mobil dan meninggalkan parkiran taman hiburan, untuk menuju rumah masing-masing.


Pukul. 19:00. WKS.


Sekitar satu jam lamanya perjalanan dari Aquariums Park, menuju kerumah mereka saat ini.


Di dalam mobil ada Dirga bertugas sebagai sopir, sedangkan Kiara yang duduk di sampingnya terlelap, dengan tangan mendekap erat tubuh Sang anak.


Hari ini mereka menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan, kurang hadirnya keluarga besar, tapi Ia sangat bersyukur dengan semua yang di alaminya.


Meskipun beberapa waktu belakangan ini keluarga kecilnya terkena sedikit kendala, cobaan dan kesengsaraan. Namun akhirnya kebahagiaan menghampiri mereka setelahnya.


Ia yakin dengan Tuhan yang maha kuasa, jika di balik kesengsaraan dan musibah, akan ada kebahagiaan setelahnya bahkan kebahagiaan itu bukan satu tapi berkali-kali lipat.


Terbukti dengan semuanya, bukan hanya dalam rezeki berupa perusahaan, namun juga bertambahnya ikatan batin antara dirinya, istri dan Anaknya.


Kediamanan Wijaya Muda


Akhirnya setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya Dirga bisa melihat bangunan megah dengan pagar besi menjulang tidak jauh dari tempatnya sekarang.


Ia melihat petugas keamanan dan juga beberapa anggotanya sedang patroli di sekitar rumahnya.


Tin! Tin! Tin!


Ia menekan klakson sebanyak tiga kali, saat sudah ada di depan pagar rumahnya, lalu pagar pun terbuka lebar.


Mobil yang di kendarai Dirga memasuki parkiran, dengan mobil lainnya yang berjejer rapih.


Setelah memarkirkan mobil, Ia mematikan mesin dan menoleh ke samping, di mana Sang istri masih terlelap dengan Gav yang juga dari awal memang sudah tertidur.


"Kalian lelah yah?" gumam Dirga bertanya tanpa ada jawaban.


Ia pun mengulurkan tangannya, mengusap pelan pelipis Kiara yang tidurnya terganggu.


Kelopak mata itu akhirnya terbuka, setelah berkedip-kedip membiasakan cahaya.


"Umh!" gumam Kiara pelan lalu melihat Suaminya dengan senyum polosnya.


"Sudah sampai?" ujar Kiara pelan. Bertanya ke arah Suaminya yang mengangguk sebagai jawaban.


"Sudah, baru saja. Tadinya Aku mau gendong Kamu sekalian dengan Gav, tapi sayang sekali Kamu bangun duluan!" seru Dirga dengan nada kecewa di buat-buat.


Kiara terkekeh pelan, lalu menguap kecil menghilangkan kantuknya.


"Sik kiwit ih! (sok kuat ih!)" balas Kiara setelah kesadarannya kumpul.


"Nggak percaya?" tanya Dirga cepat.


Ia merapihkan rambut panjang Sang istri, lalu mengusap sudut bibir Istrinya.


"Ada iler!" seru Dirga menggoda Sang Istri , membuat Istrinya menampol lengan Sang suami manja.


"Reseh, mana ada Aku ileran!" seru Kiara sewot, melihat Suaminya dengan pipi menggembung lucu.


"Nih buktinya!" balas Dirga tidak mau kalah.


"Ih, sayang!"


"He-he, iya-iya ... Nggak ada iler, hanya basah sedikit," ujar Dirga mengalah namun tetap saja melanjutkan ledekannya.


"Yank!"


"Oke-oke, jangan di tampol lagi!" seru Dirga cepat saat melihat Sang istri yang Otewe mengacungkan telapak tangan ke arahnya.


Ia terkekeh dengan tangan iseng, mencubit hidung istrinya gemas.


"He-he, bawel. Masuk yuk! Kasih Gav bobok tampannya tidak berkualitas," ujar Dirga.


"Um!" gumam Kiara dengan kepala mengangguk imut.


Dirga yang lebih dulu turun, lalu membuka pintu samping dan mengambil alih Gav kedalam gendongannya.


"Bisa sendiri?" tanya Dirga khawatir saat melihat Kiara yang bejalan sedikit oleng..


"Bisa yank," balas Kiara mengangguk kepala meyakinkan.

__ADS_1


Mereka pun memasuki rumah mereka, di sambut oleh Bi Ana yang mengambil alih tas perlengkapan milik Tuan kiciknya.


"Selamat datang Nyonya, Tuan!" sapa Bi Ana sopan.


"Terima kasih, Bi!" balas Kiara.


"Baju kotor Gav di ambil ya Bi, sisanya letakkan di kamar kicik seperti biasa!" lanjut Kiara sebelum meninggalkan ruang tamu, berjalan menaiki tangga menyusul langkah Suaminya yang lebih dulu pergi ke kamar mereka.


Ceklek!


Pintu terbuka dengan Kiara yang lebih dulu masuk,. Menghidupkan lampu kamar dan bergegas menuju ranjang bayi, tempat Gav biasa tidur.


Ia mengangkat selimut dan menata ulang bantal milik Gav, sebelum di tempati Sang anak yang masih tertidur nyenyak.


Dirga meletakkan Anaknya dengan hati-hati, takut membuat jagoannya bangun, kaget lalu menagis jika terbangun tiba-tiba dari tidurnya.


"Mimipi indah sayang," bisik Dirga lalu mengecup pelan pelipis Sang anak, diikuti oleh Kiara yang juga mengecup pipi Anakku pelan.


"Nice dream, Baby!"


Setelah meletakkan Gavriel di ranjangnya sendiri, Kiara dan Dirga duduk di ranjang mereka lalu mendesah panjang.


"Huft ... Hari yang menyenangkan!" gumam Kiara senang dengan senyum kecilnya.


"Lain kali Kita jalan seperti tadi, Kita bertiga. Bagaimana?" ujar Dirga.


Ia merebahkan tubuhnya terlentang, merasakan lelah yang menggelayut di pundaknya, efek menggendong Putra buntalnya seharian.


"Kemana?" tanya Kiara senang. Ia mengikuti jejak Sang suami, merebahkan tubuhnya di samping dan menghadap ke arah Suaminya.


"Eropa! Sekalian memeriksa kondisi perusahaan di sana, bagaimana?" balas Dirga menjelaskan.


Kiara terpekik dengan mata berbinar, memandang Sang suami dengan wajah berseri-seri.


"Yuk!" balas Kiara cepat.


"Tapi masih lama, mungkin bulan depan," gumam Dirga setelah mengingat jadwalnya.


"Oke, kapan aja deh!" seru Kiara cepat.


"Oke!" balas Dirga mengusap pipi Kiara pelan.


"Aku mandi dulu," lanjut Dirga lalu bangkit dari rebahanya.


"Oke, Daddy!" balas Kiara dengan senyum lebar.


"Oke aja? Kamu nggak mau ikut?" ujar Dirga dengan alus bertaut pura-pura kecewa.


"Tidak, blee!" seru Kiara cepat meledek Dirga setelah menolak dengan kejam ajakan Sang suami.


"Sudah sana mandi," lanjut Kiara memerintah.


Dirga mendengus pura-pura kesal, lalu mengecup cepat bibir Sang istri dan segera berlari meninggalkan Kiara yang bengong dengan mata melotot kaget.


Blam!


Suara Pintu yang tertutup membuat Kiara sadar dari acara bengongnya , Ia menggeleng kepala pelan lalu terkekeh kecil.


"Dasar!" gumam Kiara geli.


Ia pun kembali memejamkan matanya, tidur sebentar sambil menunggu Suaminya selesai mandi dan setelahnya suara dengkuran halus terdengar dari belah bibir milik istri dari seorang Dirga Mahesa Wijaya.


Ceklek!


Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, dengan Dirga yang keluar berbalut handuk di pinggang, terlihat tetesan air mengalir dari rambutnya yang basah.


Ia menolehkan kepalanya ke arah ranjang, dimana istrinya tertidur dengan posisi menyamping.


Ide jahil terlintas di benaknya, Ia pun tersenyum lalu berjalan perlahan mendekati ranjang.


Ia duduk di samping Kiara, lalu dengan sengaja menjulurkan kepalanya dan membuat rambut basah dengan tetesan air membasahi wajah Sang istri.


Tes! Tes! Tes!


"He-he!"


Kekehan Dirga keluar tanpa bisa di cegah, saat melihat ekspresi terganggu dari wajah mengkerut Sang istri yang terlihat lucu di matanya.


"Ugh!"


"Banjir, huwaa!!"


Kiara terbangun dengan tidak elitnya, membuat Dirga Sang pelaku kejahilan tambah terkekeh dengan kekehan gelinya.


"Ha-ha!"


"Uh!"


"Banjir di mana sayang?"


"Usil banget,"


"He-he, Surprise!"


"Gundulmu Surprise!"


"Ha-ha-ha!"


"Ih ... Ngeselin!"


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya .....


Bungalow adalah akomodasi berbentuk rumah, biasanya berlokasi di daerah pantai, pegunungan, atau taman. Jadi kamu bisa merasakan atmosfir menginap di pedesaan yang dekat dengan tempat wisata alam. Bangunannya juga khas, kebanyakan menggunakan kayu atau atap dengan banyak jerami.


Arti sakau belum terjawab, next time yah.

__ADS_1


__ADS_2