Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Maafin aku ya


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga memperhatikan kiara yang meniup luka nya dengan penuh perhatian, membuat nya tidak bisa menahan rasa senang yang membuncah di hati nya.


" tahan ya bentar lagi selesai" bisik kiara pelan seakan jika bersuara lebih keras maka kiara akan menambah sakit yang ia rasa.


Kiara dengan telaten membersihkan luka dan menutup luka dirga dengan plaster.


" untung nya nggak sampe robek, kamu jangan berantem gini lagi ya ga.


Aku nggak suka sama cowok yang bisa nya main pukul, bukan nya kelihatan gantleman malah jadi banci Man.


Kamu tahu sendiri kalau bla bla bla...".


Ah... Dirga bahkan rindu mendengar celotehan kiara yang seperti biasa selalu panjang layak nya mtr yang sedang beroperasi.


Saat ini yang jadi perhatian nya adalah ekspresi yang di perlihatkan kiara di setiap kalimat yang kiara keluar kan.


" sumpah gue kangen banget sama bawel satu ini, boleh cium nggak ya... Eh"


Batin dirga mupeng


( ngarep sih ga baikan aja belum udah main sosor, mau di tabok sendal? Nih tak kasih)


" nah sudah selesai" seru kiara bangga


" ga... Oi... Yuhuuuu" panggil kiara pada saat ia melihat dirga yang hanya melihat nya dengan mata tidak berkedip.


Tangan kiara mengayun di depan wajah dirga yang melamun


" ga.... Euy denger ak.."


Grep


" maafin aku sayang" seruan kiara di sela dengan bisikan lirih dari dirga.


Ia menggenggam tangan kiara lembut kemudian di bawa ke pipi nya yang terluka dan menggerakkan tangan kiara di sana, seakan kiara sendiri lah yang sedang mengusap pipi nya lembut.


Dirga memejam kan mata nya merasakn telapak tangan kiara di pipi nya,


" ahh... Gue juga kangen usapan lembut yang kayak gini"


Deg deg


Jantung keduanya berdetak dengan tidak normal, merasakan sengatan dari kulit masing-masing.


" aku nggak akan paksa kamu untuk mendengarkan penjelasan aku kalau kamu belum siap ra " ujar dirga membuka mata nya menatap tepat di mata kiara yang juga menatap nya.


Mata kiara berkaca-kaca mendengar nada sabar dari dirga, hati nya mencelos dan mengatakan untuk mendengarkan tapi diri nya belum siap.


" kalau gitu aku pergi dulu, terima kasih ya atas perawatan nya" ujar dirga dengan ceria.


Kiara tidak menjawab ia hanya melihat dengan bibir terkunci rapat


" aku cinta kamu ra"


Cup


Dirga mengecup kening kiara lembut dan lama kemudian tersenyum sedih melihat kiara yang bahkan bersuara pun tidak.


" bye ra.. "


Ucap dirga yang terakhir kali nya sebelum meninggalkan kiara yang berurai air mata tanpa suara.


" dirga..."


Blam..


Pintu pun tertutup dengan kiara yang mulai sesegukan.


Hu hu hu... Hiks


Dirga di balik pintu mendengar nya bagaimana kesayangan nya menangis setelah kepergian nya.


Menyenderkan tubuh nya di pintu, dirga mendongakkan kepala nya ke atas berdoa semoga kiara bisa memaafkan nya dan kembali pada nya.


Setelah nya dirga menghela nafas dan kembali berjalan menjauhi pintu ruangan kiara dan melangkah ke arah lift.


" bukankah masa muda itu masa yang paling merepotkan" gumam papa fandi pelan saat melihat ekspresi dirga yang bermuram durja


Di sela pintu nya yang memang dekat dengan lift berada.


Sedangkan kiara saat ini sedang menahan perasaan sesak di hati nya.


Dulu ia kehilangan kaisar karena kebohongan dan sekarang haruskah ia kehilangan lagi cinta nya karena kesalahan yang sama?


Jika kaisar saja memiliki alasan di balik kebohongan nya, tentu saja dirga pun demikian.


Bukan kah begitu?


Bukan kah ia juga dari awal berbohong dengan dirga?


Lalu kenapa hanya dirga yang di salah kan?


Tidak, ia salah dan dirga pun salah bahkan kakek serta keluarga nya pun bersalah.


Deg


" ya tuhan, aku egois hanya melihat semua dari satu sisi.


Seharusnya aku tidak kekanakan seperti ini.


Ya tuhan aku bersalah. Bagaimana ini dirga ku selalu mencoba memperbaiki hubungan kami tapi aku selalu egois seperti ini"


Tubuh kiara terguncang menahan segala rasa bersalah nya.


Bukan hanya terhadap dirga, kepada kakek nya yang sangat menyayangi nya, mama nya yang selalu mengerti nya dan papa nya yang selalu ada untuk nya.

__ADS_1


Hiks... Hiks..


" apa yang harus aku lakukan"


Dirga membelokkan mobil nya ke arah sebalik nya, bukan ke kantor tujuan nya saat ini melainkan bar galaxy di mana sahabat nya berada.


Bukan untuk curhat ya karena tanpa curhat pun sahabat nya sengkleh kayak kampret itu pun pasti tahu, mereka memiliki kadar kepekaan terhadap apapun di sekitar nya.


Memasuki kawasan bar, dirga segera menuju parkiran khusus vip dan memarkirkan mobil nya di sebelah mobil milik raka.


Hampir sama dengan bar yang ada di kota Y. bar galaxy cabang yang baru di buka ini nanti nya akan jadi kantor pusat untuk raka.


Yang membedakan hanya tidak ada kamar yang di sewakan.


Dirga masuk ke dalam dan melangkah kan kaki nya dengan langkah biasa, hawa gloomy yang di keluarkan dirga sukses membuat pengunjung merinding seketika.


" apa ada setan lewat ya tadi"


Itu isi suara hati pengunjung yang merasakan hawa kuburan dari dirga.


Ceklek..


" njiiiiirrrrr....."


Blam


Dirga mengumpat setelah membuka dan buru buru menutup pintu ruangan raka, saat mata suci nya di suguhkan pemandangan 21+ dari raka.


" bangke.... Maen di sembarang tempat" umpat dirga kemudian buru buru meninggalkan kamar milik raka.


Kamar yang di khusus kan untuk mereka berbeda, tapi karena sering berkumpul di kamar raka jadi dirga pun tidak segan membuka tanpa mengetuk pintu kamar milik raka


" sial.... Mata gue seharus nya cuma lihat benda kembar punya kiara. Akh... Rakampret" amuk dirga mengumpat di sepanjang koridor menuju kamar nya sendiri.


Ceklek


Blam


Lock


Dirga dengan terburu buru membuka dan menutup pintu kemudian mengunci nya dari dalam karena ia yakin raka pasti akan menemui nya setelah selesai bermain tentu nya.


" sial... Jadi kangen bawel kesayangan gue kan" gumam dirga sebelum menutup mata nya berharap bayangan nista tadi hilang dari otak suci nya


( prett.... Rendem dulu pake pemutih biar bersih ga. Iri aja sih thor)


Sedangkan di kamar raka sendiri, dua orang beda gender yang sedang melakukan olah raga menyehat kan sama sama saling pandang dengan raut wajah bingung


" tadi siapa ka?" tanya wanita atau sebut saja bunga bertanya dengan nada bingung nya.


" em... Itu iblis dalam bentuk manusia tampan.


Udah nggak usah di fikiran" jawab raka cuek kemudian melanjutkan lagi kegiatan yang tadi tertunda menuai desahan nikmat dari bunga.


Nggak perlu di perpanjangan ya, nanti ada yang iri di kamar sebelah.


( berisik thor diem aja deh)


" oi bangke... Buka pintu nya" ujar raka dengan tangan menggedor pintu keras


Ceklek


" apa sih berisik" sentak dirga sinis setelah membuka pintu kamar nya untuk raka yang sedang berdiri dengan wajah segar habis mandi.


" woah... Udah lama gue nggak liat lu berantem, sialan nggak ngajak ngajak gue" balas raka heboh.


" sial..." sahut dirga ketus


Dirga meninggalkan raka di depan pintu dan berjalan menuju ranjang nya kembali untuk merebahkan tubuh nya lagi,


Ngomong ngomong dirga sempet tidur, berarti lama juga raka main nya (yang ini nggak udah di fikirin ya dosa).


Dirga belum sempat mengisi lemari nya jadi terpaksa ia melepaskan kemeja dan jas nya saat ini sehingga ia pun tidur dengan nyenyak hanya memakai boxer pendek gambar bunga bunga nya ( bercanda dong).


" kenapa lagi lu, di usir sama mami putri?" tanya raka ngawur.


" hn..."


" ya udah si ga, yang nama nya cewek tuh kalau lagi emosi ya gitu.


Nanti juga kalau kangen nyamperin lagi"


Ujar raka tanpa melihat dirga yang menampilkan raut muka lempeng namun menyimpan kesedihan.


Raka tahu itu jadi nggak perlu cerita lagi, dan dirga bukan orang yang suka di kasihani.


" mau nyoba minuman baru" tawar raka yang di jawab anggukan pelan dari dirga


Akhirnya mereka turun ke bawah di mana bar berada mencoba minuman baru seperti kata raka.


" ya seenggak nya gue bisa lupain sejenak masalah gue"


Malam nya di kediaman wicaksono


Kakek, papa, mama dan kiara sedang duduk di ruang tamu atas permintaan kiara untuk membahas permasalahan kemarin yang belum selesai.


" jadi sayang kamu tahu rahasia ini dari kaisar" tanya sarah mengulangi lagi apa yang di bilang kiara.


" iya mah" jawab kiara dan mengangguk pelan.


" itu yang membuat kiara marah, kenapa kakek bercerita dengan kaisar tapi tidak dengan kiara."


" loh tapi kakek tidak cerita apa apa loh sayang sama kaisar selain meminta kaisar tidak mendekati kamu dan hanya memberi tahu jika kiara sudah memiliki calon tunangan tanpa memberi tahu nama keluarga, bukan kah begitu pah? " jelas sarah kemudian meminta pembenaran dari papa mertua nya.


" benar apa yang di katakan mama mu kiara, kakek sama sekali tidak bercerita tentang dirga yang tunangan mu, kakek hanya bilang kamu sudah punya tunangan " ujar kakek bagus membenarkan perkataan sarah.


" berarti kai sudah membohongi aku lagi, tapi apa maksudnya " batin kiara bingung.


" dan sebenarnya kakek juga sudah membatalkan perjodohan kalian " ujar papa fandi.


" apa "

__ADS_1


Kiara shock mendengar perkataan papa nya


" lalu kenapa bisa ada rahasia ini? " tanya kiara bingung


" nak dirga cerita mengenai pertemuan kalian di kota Y tempo hari dan bilang jika ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kamu sayang" balas sarah mewakili suami dan papa mertua nya.


" ternyata dirga mencintai ku dari awal"


Batin kiara senang.


" nak dirga juga bilang, dia mau kamu menerima nya bukan hanya karena perjodohan tapi karena kamu menerima dia dengan tulus" lanjut sarah dengan senyum hangat nya


" ahh.. Akhirnya kiara bisa lebih menyikapi masalah nya dengan dewasa"


" tapi kenapa dia nggak bilang jujur dari awal?" tanya kiara belum puas atas penjelasan dari keluarga nya.


" karena dari awal kamu menolak bahkan pergi dari rumah untuk menghindari perjodohan ini kiara" jawaban tegas dari kakek nya membuat kiara mau tidak mau mengakui nya jika ini dari awal adalah memang salah nya.


" maafin yaya kek, mah pah... Hiks... Yaya salah" ucap kiara menyesal.


Sarah menghampiri kiara yang duduk sendiri di sofa single kemudian memeluk bahu nya erat.


" tidak apa-apa sayang, ini pelajaran untuk kita semua" ujar sarah lembut, tangan nya mengusap pinggung kiara yang berguncang karena menangis.


Fandi ikut duduk di sebelah kiara yang kosong dan ikut memeluk dua wanita kesayangan nya dengan pelukan besar nan hangat nya.


" anak papa sudah dewasa, berhenti menangis ya. Selanjutnya kamu tidak boleh menghindari dirga lagi." ujar fandi menasehati anak kesayangan nya.


Kakek bagus tersenyum bahagia melihat pemandangan di depan nya.


" syukur lah akhirnya satu masalah selesai"


" Ehem... Apa kakek nggak dapet pelukan juga?" ujar kakek bagus dengan ekspresi cemberut yang di buat buat.


Kiara terkekeh kemudian menghambur ke pelukan kakek yang sangat ia sayangi.


Grep.


" kiara sayang banget sama kakek" bisik nya serak kemudian mengeratkan pelukan nya yang di balas tak kalah erat nya dari kakek bagus.


" kakek juga cucu ku sayang" balas kakek bagus dengan setitik air mata di sudut kedua mata nya.


" terima kasih tuhan".


Keesokan hari nya.


Kiara berniat untuk menemui dirga di kantor nya tapi setelah ia sampai di gedung kantor tinggi dan besar milik keluarga wijaya orang yang di cari nya tidak ada.


Hanya ada dani asisten kepercayaan dirga yang kebetulan sedang berjalan ke arah lobby seperti nya habis dari luar.


" ah selamat siang nona kiara " sapa dani ramah.


" eh.. Siang juga, ini Dani kan?" tanya kiara ragu


" benar nona kiara, ada yang bisa saya bantu?" tanya dani masih dengan ramah


" ano... Apa dirga ada? Aku tanya reseptionist tapi kata nya kalau tidak ada janji tidak bisa bertemu " balas kiara menjelaskan alasan datang ke kantor.


" oh itu tuan dirga kebetulan sedang tidak di kantor " jawab dani ragu


" eh... Dirga kemana?" tanya kiara penasaran


" kebetulan tuan sedang istirahat di bar galaxy" jawab dani


" oh bar baru punya raka itu kan?" tanya kiara semangat


" iya nona kiara" balas dani singkat


" sudah kenal ternyata"


"kalau gitu aku kesana, terima kasih informasinya dani" ujar kiara ceria kemudian meninggalkan dani yang berdoa semoga besok ada hawa bunga bunga bermunculan.


" nona kiara tolong setan nya di jinakan ya"


Batin dani kurang ajar


Dani melangkah kan kaki nya menuju meja receptionist kemudian memasang wajah serius.


" siapa yang terima tamu perempuan tadi"


Tanya dani datar,efek bertemu bos datar setiap hari jadi ia terbawa kebiasaan bos nya .


" saya pak" jawab karyawan perempuan sebut saja kembang dengan nada takut karena melihat tampang datar dari dani.


" lain kali jangan buat nona tadi menunggu, ingat semua nya nama nya nona kiara dia adalah tunangan dari tuan dirga apa semua mengerti?" jelas dan tanya dani dan di jawab angguka kepala mengerti


"mengerti pak dani" jawab mereka serempak.


" good" ujar dani singkat kemudian meninggal kan lobby san berjalan menuju lift untuk naik menuju ruangan nya Berada.


Bar galaxy


Tok.. Tok.. Tok...


Ceklek


" hai...."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung


Ikuti terus kisah nya ya


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya yaaa


Vote nya juga loh ☺️


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2