
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Perjalanan dari Mall Grand Elty, menuju tempat Raka saat ini memakan waktu setengah jam, tentu saja Dirga membawa Mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sehingga Kiara yang di sampingnya harus menahan pekikan Histerisnya.
" Ga ... Kamu mau bikin Kita berdua mati ya" sewot Kiara sebal, memegang dadanya tepat di mana Jantungnya berada yang saat ini berdetak cepat.
"Kalau berdetak karena gugup sih gak apa-apa, lah ini bawa mobil kok kayak setan, dasar Dirga bodoh" omel Kiara dalam hati, saat melihat Dirga yang cengengesan senang.
" Sorry Dear ... Soalnya ini penting sih, nanti janji nggak kebutan lagi" mohon Dirga memegang tangan Kiara yang lainnya, Kiara mendengus
" Nggak ada lain kali, mending Aku naik Taksi " ujar Kiara setelah menormalkan nafas dan detak jantungnya yang berlebih.
" Yaaa ... Jangan gitu dong Dear , maaf yaa yaa yaa..." pinta Dirga dengan manja dan sungguh-sungguh membuat Kiara yang melihatnya pun luluh. karena jujur saja di penglihatan Kiara saat ini, di kepala Dirga muncul telinga kucing yang kuyu ke bawah seperti Minta maaf terhadap Majikannya
" Lucunya!" batin Kiara gemas sendiri,
Kiara melengoskan kepala ke samping
" Oke ... Jangan di ulangi ya" ujar Kiara seperti layaknya seorang Ibu memarahi Anaknya yang berbuat nakal.
" Yes my Lady" balas Dirga kemudian mengecup tangan Kiara, yang tadi di pegang nya.
" Oke .. Turun yuk" ajak Dirga yang di balas gumaman Kiara
" Umm "
lalu mereka turun bersama-sama.
Dirga membawa Kiara naik ke lantai dua, di mana tersedia Kafe dan Restoran keluarga, Ia memesan ruang VIP untuk Kiara duduk sambil menunggunya menyelesaikan masalahnya dengan Raka.
Gedung lima lantai ini memiliki beda-beda isi di tiap Lantainya, memiliki Base Ment bawah tanah. Lalu lantai satu adalah Meja Informasi, ruang Staf dan Devisi lainya, lantai dua tempat Kiara saat ini Kafe dan Restoran , lantai tiga Bar Galaxy merupakan Bar mewah yang hanya kalangan atas saja yang bisa masuk.
Lantai empat berupa kamar untuk sewa tamu, dan Lantai lima sendiri Kantor Menager, kepala dari Devisi yang tadi ada di lantai satu dan tentu saja kantor Raka , Kantor yang luas dengan Desain Interior khas Raka.
" Kamu tunggu di sini ya Ra .." perintah Dirga yang membuat wajah Kiara mengerut tidak suka.
" Kamu mau kemana, kok Aku di tinggal sendiri" tanya Kiara khawatir, melihat raut wajah kiara yang khawatir serta melihat sekeliling takut dirga pun duduk di sebelah kiara lalu menepuk kepala nya sayang
" Nggak apa-apa sayang, aku mau ke lantai lima. Nemuin temen aku sebentar aja kok, kalau udah selesai aku temenin kamu di sini" jelas Dirga lembut kemudian tersenyum
" Janji ya sebentar aja! " tanya Kiara memegang tangan Dirga, yang tadi menepuk kepalanya.
__ADS_1
" Iya ... Aku janji sayang" balas Dirga berjanji
" Kamu pesen apa aja yang Kamu mau, nanti aku panggil Pelayan kemari, Oke ?" lanjut Dirga Yang di balas " Oke " oleh Kiara.
" Good Girl " ujar Dirga kemudian meninggalkan Kiara sendiri di ruang VIP yang di pesannya.
Dirga melangkah berjalan menuju Lift , untuk naik ke lantai lima di mana Kantor Raka berada,
" Liat aja nanti kalau nggak penting siap-siap jadi Samsak tinju Gue lu dasar curut" gumam Dirga kesal di ikuti dengan hawa suramnya, untung saja saat ini hanya ada Dirga sendiri jika tidak, mungkin saja Orang yang berada satu Lift dengannya akan merasakan sesak akibat Hawa suramnya.
" Mimpi apa Gue semalem" batin Dirga makin merasa kesal .
Ting
Lift terbuka
Dirga segera keluar berjalan menuju Ruang Kantor Raka berada. Sepanjang perjalanan menuju ruangan Raka , Ia mengeluarkan Aura Gloomy sehingga Reseptionist di meja depan yang ingin menyapa pun mengurungkan niatnya, karena Dirga saat ini dalam mode siap makan orang. Tidak ada yang berani menyapa Dirga , hanya membungkuk badan menyambut kemudian berlalu seperti tidak melihat sesuatu yang Auranya bisa menyesakan dada.
" Shit .... Bahkan malaikat pencabut nyawa juga kalah seramnya" batin Karyawan itu serempak.
Ceklek...
Bunyi pintu yang di buka, membuat Raka yang sedang duduk di kursi kebesarannya serta Faro yang sedang sibuk membaca Majalah di Sofa pun menolehkan kepala serempak.
" Kenapa sih penting banget ya? " tanya Dirga setelah melakukan salam khas Mereka kemudian mendudukan Dirinya di sebelah Faro.
" Ada barang baru! " jawab Raka kemudian menunjukan sesuatu ke Dirga dan menjelaskan dengan semangat,
Membuat Dirga yang melihatnya Auto mengepalkan Tangannya menahan emosi.
" Gimana-gimana? " tanya Raka semangat, merasa bahwa Barang baru yang di tunjukkannya adalah Hal yang sangat mengejutkan.
" Raka Ferdinan Benedict! " ujar Dirga memanggil Raka lengkap dengan nama Keluarganya.
" Yes ... Sir Wijaya! " balas Raka, belum merasa akan bahaya yang sebentar lagi menimpanya, Faro yang sudah Memprediksi kejadian selanjutnya hanya memandang datar.
"Rakanya ****, Dirganya songong, Ck ... Gue rasa cuma Gue doang yang normal di sini" batin Faro heran dengan dua orang di depannya, yang saat ini sedang Bergulat karena kebodohan teman Sengklehnya.
" Ck ....apa Gue bilang! " gumam Faro tanpa niat melerai adu kekerasan antara Dirga dan Raka saat ini.
Sebenarnya apa sih, yang di tunjukkan Raka kepada Dirga sehingga membuat Dirga murka seperti itu????
Oke mundur waktu sedikit
__ADS_1
pada saat Raka menunjukkan Barang yang ternyata adalah sebuah botol berisi Red Wine bernama Penfolds Ampoule yang cuma diproduksi 12 botol, minuman yang harganya setara dengan Rumah mewah plus Mobil Lamborghini ini di beli oleh Raka dari Rekannya di Australia.
Menurut Raka jika Dirga tidak di sini dan mencobanya sendiri rasa dari Wine tersebut tidak mampu di jelaskan, maka dari itu Raka menyuruh Dirga kemari untuk mencobanya, tapi bukan untuk di jual dan hanya akan di pajang di lemari Bar sebagai koleksi Red Wine kunonya, maklum hanya 12 botol yang di Produksi sehingga Anggur Merah ini salah satu Red Wine kuno yang di milikinya.
Kira kira seperti itu lah alasan, mengapa Dirga sampe ngamuk.
" Kampret .. Lu kan bisa aja kirim gambarnya ke Gue, nanti juga Gue bakal cobain" amuk Dirga setelah puas menganiaya Raka yang kini terkapar tak berdaya di Sofa single sebelahnya.
" Bangke Lu .." balas Raka singkat yang kini sedang menetralkan nafasnya yang memburu.
"nj**r... Lagi PMS kayak nya nih bocah" batin Raka sambil merapihkan rambutnya, yang tadi jadi korban ke barbaran Dirga.
" Kalian berdua ini, nggak bisa ya akur dikit? " ujar Faro dengan muka lempeng dan suara datar, antara niat dan tidak niat menasihati dua teman Stresnya.
" Nggak / No " balas Dirga dan Raka serempak yang membuat Faro mendengarnya terkekeh
" Kompaknya" ledek Faro membuat Mereka berdua, Raka dan Dirga auto menerjang Faro bersamaan kemudian hal yang berbau kekerasan pun terjadi selanjutnya,
Becanda ....
Nggak sampe baku hantam kok cuma sedikit Adegan dewasa yang nggak perlu di perinci karena sesuai Tema maka Adegan ini pun di cut saja.
Setelah puas saling menganiaya, Mereka Bertiga pun terduduk dengan nafas sebelas dua belas, kemudian terkekeh bersama.
Beginilah jika mereka sudah berkumpul... Jadi maklum saja ya.
" Lagian napa sih Lu kayak lagi PMS aja, jarang-jarang Kita kumpul gini coeg.." ujar Faro setelah diam beberapa saat,
" Iya nih" timpal Raka setuju dengan apa yang d katakan oleh Faro
" Ck ... Ganggu Gue aja lu berdua, Gue tuh lagi Kencan dengan kesayangan Gue di...
Belum juga Dirga selesai bicara, Raka yang pendengaran nya paling Sensitif pun menyela kalimat dirga
" Wait .. Wait .. Wait... Apa Lu bilang tadi? Kencan? Kesayangan?" tanya Raka dengan nada menyelidiki ke arah Dirga, yang saat ini mematung tidak percaya dengan omongannya sendiri.
" Mampos ..." batin Dirga
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tbc
Sampai babai
__ADS_1