Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
My Bambino ...


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Rumah Sakit Ibu Dan Anak Kota S


Di ruangan Amira saat ini, ada Mertua serta Mama dari Amira, sedang mengurus Cucu pertama mereka. Walaupun tidak sedekat layaknya Putri dan Sarah sebagai besan, tapi Mereka cukup kompak dalam hal mengurus Cucunya.


" Yah, Amira jangan banyak gerak. Bekas Operasinya nanti terbuka lagi." seru Sang Mama, gemas karena Si Selebor seperti biasa nggak bisa diam.


" Yah, Mama Aku kan bosen loh mah, nggak mau pake Kateter lagi, mau ke kamar mandi langsung aja." balas Amira dengan nada bengkeng seperti biasa,ini sudah hari ke 2 dan Ia merasa sudah mampu.


Maklum Mamanya sangat khawatir, ini baru pertama kali di dalam hidupnya, Anak sebijinya melahirkan dan harus Cesar.


Ceklek


Pintu terbuka, dengan Raka yang masuk di ikuti oleh perawat mendorong Box berisi Bayi, yang sudah bersih dan wangi.


" Ah Cucuku tampan ku" seru Kedua Mama hebring. Mereka Kemudian mendekati Box, sedangkan Raka yang baru selesai mengurus Administrasi mendekati Amira, yang saat ini sedang duduk dan menyandar di kepala ranjang dengan tampang di tekuk.


" Kenapa?" tanya Raka singkat, dengan alis terangkat sebelah Penasaran. Satu-satunya yang bisa membuat Istrinya cemberut hanya Dia, maksudnya Mama Mertuanya.


" Bang, Ay minta di lepas aja yah ininya." balas Amira, menunjuk bagian bawahnya saat bilang ini.


" Belum di bolehin kan? emang udah bisa?" tanya Raka, kemudian mengecup dahinya sekilas.


" Oke, jangan pasang raut wajah begitu. Nggak cocok sama tampang Ay yang selebor, nanti Gue tanya Dokter. " Lanjutnya, saat melihat tampang Istrinya yang tumben manis banget.


" Am, Dedeknya minta ASI nih. " Seru Mama Rita, Mama dari Amira. Ia Melangkah mendekati Amira dan Raka, yang sedang ngobrol tentang ini. ( kateter )


" Iya Mah " balas Amira singkat.


Mama Rita pun membawa Baby , yang sedikit protes karena lapar ke arah Amira.


Lalu, Sebelum Sang Istri memulai ritualnya. Raka menyempatkan diri menggendong sebentar, saat Amira sedang mempersiapkan ASInya. Ia mengecup Bambino dan mendekapnya sayang, baru kemudian memberikan kepada Sang Istri.


" Mum yang banyak yah Tong, biar cepat besar. Nanti kita main PS bareng, ok ... Aarrg


Gumamam edan Raka terpaksa berhenti, saat sang Istri mencubit pinggangnya bar-bar.


" Sembarangan Bang, masa main PS sih " sewot Sang pelaku, yang adalah Amira. Ia protes, saat Suaminya membisikan kata-kata ngawur.


" Sakit Ay"


Lirihan sakit dari Suami kampretnya ia cuekin, lebih baik Ia fokus dengan Baby saja, yang saat ini sedang lahap meminum minuman fresh dari miliknya.


" Bambino kesayangannya Mimi, jangan ikutin langkah sengkleh Pipi yah. Nanti kalau sudah besar, harus jadi pria yang bisa di andalkan seperti namanu Sang penyelamat. " bisik Amira, menuai dengusan kesal dari Suaminya yang tidak terima.


" Gue itu contoh yang baik, buat Bambino Ay" sahut Raka Pede, tentu saja balasan dari Amira hanya memutar bola mata meledek


" Preeeet"



Skip


Siangnya, sahabatnya mengunjungi Si kacil Bambino lagi. Mereka datang tanpa membawa apa-apa, hanya membawa diri mereka sendiri lengkap dengan Bayi gembul di gendongan para Daddy.


( Orang kaya pelit, candaan elah Thor )


Kiara bilang hadiahnya akan di kirim langsung ke Apartemen miliknya, menghindari ribet saat akan keluar dari Rumah sakit. Pengalaman Dirga , menjadi contoh untuk Raka dan Faro.


" Bambino , Onty Yaya sama Onty Elisa datang lagi nih." Seru Kiara semangat, saat melihat adik sepupu iparnya sibuk dengan cemilan. Sedangkan Raka, menimang Si kecil Bambino yang belum mereka ketahui namanya siapa.


" Onty dateng lagi, yey rame." Sahut Amira senang, sedangkan Raka memberikan cengiran khasnya.


" Ulu-ulu ... Princess Queeneira perempuan sendiri, nanti jadi rebutan sama Bambino dan Bocil yah." Seru Raka semangat, saat membayangkan jika ada cerita cinta segitiga antara anak-anak mereka.


" Kampret, asal Lu tahu. Banyak di luar sana, yang promosiin anaknya jadi pasangan Bocil Gue. Gile aje, masih piyik gini mau main jodoh-jodohan." sewot Dirga, saat Raka dengan hayalan absurdnya membayangkan hal yang tidak-tidak.


" Eh, seriusan! Haha ... Siap-siap dapet lamaran berkedok tuh,tahu sendiri gimana seremnya aji mumpung. " Sahut Faro nggak habis fikir.


Apa mereka nggak tahu ya, bahwa calon istri dari pewaris Wijaya selanjutnya sudah di tentukan yaitu ...


" Enak aja, anak Gue kali yang akan jadi bininya Gav, iya kan Queene? " batin Faro pede, bertanya kepada anaknya yang bahkan tidak bisa mendengar ucapan dari Qolbu Sang Baba ( Ayah ) .

__ADS_1



Queeneira, hanya bisa memandang Sang Baba serta sekeliling dengan pandangan polosnya. Apalagi saat teman seperbayiannya Si buntal Gav, melihat ke arah Bayi baru, yang ada di gendongan Onty Yaya dengan tangan bertepuk girang .


" Gav, nanti main karambol yah sama Bambino , kalau sudah besar nanti." Seru Raka ngaco, membuat Dirga ngekek tapi tidak dengan Faro.


" Eh mpret, kalau mau ngajak main, yang bisa di mainin anak Gue juga dong. Masa Amui Gue di ajakan main karambol, jadi laki anak Gue nanti nyet. " sewot Faro, yang merasa anaknya di anak tirikan.


Masa bapaknya main bareng anaknya kagak, justru penting memulai hubungan sejak dini.


" Aduh kalian ini, anak-anak ya belum pada ngerti lah. Ini lagi Bapak mpret, malah ngajakin Gav main yang nggak-nggak." lerai Kiara pusing sendiri, kalau sudah kumpul pasti aja ada yang di perdebatkan.


Mereka selanjutnya berbincang apa saja, hingga akhirnya Raka, yang sudah mempersiapkan cara spesial perkenalan menginterupsi mereka tiba-tiba.


" Oit Guys, pada mau tahu nggak nih nama Bambino kami?" tanya Raka, dengan alis naik turun sok pentingnya.


" Males, nanti di kacangin lagi." balas Faro menyerah, dari pada di isengin lagi sama sahabat kampretnya.


Raka terkekeh, saat mendengar nada ngambek dari sahabat sepopoknya. Apalagi Dirga yang emang sengaja, nahan diri agar tidak kelihatan antusias. Jangan kira Ia tidak tahu, mereka kan sudah berteman lebih dari 10 tahun.


Puk Puk


Merasakan tepukan di lengannya, serta suara dari buntalan yang ada di pangkuannya, membuat Dirga membawa Gav ke hadapannya.


Bhu da da nyih ae


Dirga melihat Gavnya yang seperti biasa, akan mencari perhatian kalau tidak di ajak main. Anaknya yang sangat aktif, selalu kesal saat di cuekin.


" Iya Daddy tanya nama teman kamu deh, dasar kepo." ujar Dirga, membuat kernyitan heran dari sahabatnya, yang melihat Ia seakan-akan tahu, apa maksud dari ucapan nggak jelas anaknya.


" Seriusan Ga, Gav nanyain nama anaknya Si Kampret siapa?" tanya Faro terkejut. Jika memang Dirga bisa tahu bahasa bayi, Ia akan belajar private dengan Dirga 24 jam non-stop.


Dirga nyengir, lalu menggeleng kepala sambil terkekeh. Sedangkan Kiara, hanya bisa terkekeh karena ulah jahil suaminya.


" Kalau Gue ngerti bahasa bayi, Gue buka kursus kali Bro." balas Dirga setelah puas terkekeh, akibat raut wajah Faro yang terlihat kaget dan ingin belajar juga.


" Sialan"


" Jadi pada mau tahu nggak nih?" tanya Raka, mengulangi pertanyaan seriusnya. Reseh banget giliran Ia serius, malah pada nggak percaya.


" Apa?" tanya mereka serempak, kasian juga Raka yang biasanya tengil, berubah serius tapi nggak di ladenin.


Sebelum menjawab, seperti biasa cengiran andalan muncul sebagai pembukaan.


Mereka kompak melihat Raka dengan tatapan bertanya, sedangkan yang di tanya hanya nyengir bersama Istrinya yang juga cekikikan.


" Buka aja kali, kalau Penasaran." Seru Raka santai.


Tidak ingin Penasaran, akhirnya mereka semua membuka dengan gerakan slow motion paper bag putih tersebut.


" Kaos?" gumam Kiara Gagal paham.


" Ukuran Bocah?" lanjut Dirga mengernyit bingung


" Gambar tengkorak mangap! " sahut Faro mulai curiga.


" Ezra setiawan Benedict?" tanya Elisa melihat ke arah Raka, yang entah kapan sudah memakai kaos abu-abu bergambar tengkorak mangap, lengkap dengan nama Ezra di punggungnya.


" Yoi guys, hehe ... Bajunya buat kapelan yah. Khusus Queeneira Bambino buatin Rok juga, nanti foto bareng yah!" seru Raka, dengan Ezra di gendongannya.


" Kampret, ada-ada aja"


Tawa pun memenuhi ruangan amira, dengan Si Bocil dan Si Amui yang ikut tertawa. Seakan mereka berdua ikut menyetujui, jika kelak nanti bisa bersahabat bersama.


" Ezra "


" Gav "


" jaga Queeneira yah, kalau sudah besar nanti"


Batin ketiganya , berharap jika kelak anak mereka bisa tumbuh dan berkembang bersama.


Skip


Keluarga kecil Dirga saat ini sedang perjalanan pulang, hari sudah mulai sore dan anaknya harus segera mandi agar terhindar dari penyakit serta kuman.


Sesampainya di rumah, Kiara segera memandikan Gav yang sebenarnya sudah ngiyep-ngiyep minta bobok . Seharian ini anaknya bermain dengan Amui Queene, sehingga melupakan waktu tidur siangnya.


" Loh, bukannya tadi mau bobok yah, itu Si buntal?" tanya Dirga, saat melihat anaknya yang cengengesan segar lagi, tengkurap di matras tempat main yang ada di kamar tidurnya.

__ADS_1


Sekarang anaknya sudah bisa guling kesana-kemari , terkadang juga posisi gaya bebas, tengkurap dengan bokong ke atas alias nungging.


Sebelum menjawab, Kiara mencubit pipi Suaminya gemas, lalu terkekeh geli.


Gyutt ...


" Ja'at, anak sendiri di bilang buntal." balas Kiara, masih dengan tangan mencubit pipi Dirga gemas. Membuat Dirga, yang di cubit gemas pun ikut terkekeh senang.


Bagaimana tidak di sebut buntal, kiloan anaknya sudah mencapai 7 kg di umurnya yang ke 5 bulan, untung saja panjangnya juga bertambah menjadi 70 cm. Awalnya Gav punya berat badan 3.6 kg serta panjang 40 cm. Pertumbuhan yang pesat, naik hingga 2 kali lipat luar biasa.


" Segini belum makan tambahan, anak Gue doyan makan juga" batin Dirga takjub.


" Yah nggak salah sih, Gue juga doyan kok" Lanjutnya masih dalam batin, dengan mata melihat ke arah sesuatu.


" Apa liat-liat? Mau di colok matanya heum?" sentak Kiara, saat menyadari keterdiaman Suaminya, tapi matanya tidak bisa berbohong.


Dirga terkekeh, saat sensor Istrinya berfungsi. Radar anti mesumnya sudah mulai terasah, sehingga Ia pun tidak bisa macam-macam lagi.


" Apa sih Yank, cuma liat doang kok." balas Dirga setelah terkekeh. Ia dengan cepat mengecup pipi Istrinya dengan kecupan basah, meninggalkan bunyi muaach berhiaskan jejak yang tentu saja basah di sengaja oleh Dirga.


Da da tu tu bhuuu bhufff


( Daddy jangan nakalin Mommy )


Protesan Kiara terpaksa di telan kembali, saat mendengar nada sewot dari putra umur 5 bulan lewat seminggunya. Melihat ke arah mereka, dengan mata berkaca-kaca ngambek.


Ahahaha ...


Keduanya sampai lupa, jika saat ini sedang mengajak Gav bermain, sambil tiduran di kasur matras.


Dirga segera mengangkat anaknya, untuk di pindah ke atas dadanya.



" Yang nakalin siapa sih Bocil? Daddy kan lagi manja-manjaan sama Mommy" ujar Dirga, melihat wajah Anaknya, yang ada di atasnya saat ini.


" Mommy, Gav ileran nih. Tissue yank!" Lanjutnya, saat anaknya malahan terkekeh, membiarkan liurnya berjatuhan.


Bhu da da tu


" Oh sengaja ya? Mau balesin dendamnya Mommy?"


Bhuu


" Jadi lebih sayang Mommy?"


Ahi hi Bhuu tu tu hi bhu hihi


Tepat saat Dirga selesai bertanya, Ia langsung menghujani Gav dengan kecupan gemas, sehingga Gav pun terkekeh dengan suara khas bayinya.


Ahi khi hi bhuuu tu tu ngih


Kiara hanya bisa tertawa, saat anaknya memanggilnya meminta bantuan. Tangan kecilnya menampol wajah Daddynya, namun Sang Daddy tidak perduli.


Sesaat Ia merasa sedih, saat mengingat jika lagi-lagi besok Gav akan bermain sendiri lagi, meskipun ada dirinya.


Tapi terkadang, Gav akan memanggil da da yang artinya Daddy jika ia melihat sekeliling saat bermain.


Aneh, padahal baru saja jalan ke umur 6 bulan, tapi anaknya seakan tahu siapa saja orang terdekatnya. Dengan panggilan berbeda di setiap katanya, membuat Ia tahu kapan Gav akan merindukan Sang Daddy ataupun keluarganya.


" Andaikan seperti ini terus, bisa bermain bersama tanpa takut keesokan harinya kembali menjalani kehidupan lain." batin Kiara muram. Namun saat kedua pangerannya melihat ke arahnya, seketika senyum berkembang di bibirnya.


" Mommy datang, siap- siap Daddy kalah"


Ahi khi bhuuu tu tu


" Yah curang, Daddy di serbu."


" Rasakan, kita menang sayang. "


Bhuu hi khi Khi da da tu tu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya...


Jangan lupa kirim komentar dan klik jempolnya yaa...


Serta vote dukunganya...

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2