
Happy reading vrohh...
¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Saat ini, Kiara sedang berendam di Bathtub kamar mandinya, kedua telinganya di sumpal dengan Headset agar suara dering telpon tidak mengganggunya saat ini, dan Ia tahu itu dari siapa.
Ia ingin menenangkan dulu degub Jantungnya, pasca mendengar ucapan terakhir Dirga yang di dengar langsung dari bibir Dirga sendiri.
" Ra ... Aku suka sama kamu, Aku mau lebih deket dengan kamu, tolong kasih aku kesempatan"
Itulah kata kata terakhir yang di dengarnya, sebelum ia berbalik dan berlari, benar-benar meninggalkan Dirga di danau tersebut. Ia tidak menyangka dengan semua yang terjadi belakangan ini, pertemanannya dengan Dirga ternyata menumbuhkan benih-benih lain yang sesungguhnya membuat Ia bingung.
Kiara tentu mengerti apa maksud dari perkataan Dirga, tapi Kiara tidak ingin itu dan Ia teringat kembali Trauma di masa lalunya, masa lalu yang ingin Ia lupakan.
Baginya Dirga adalah teman yang bisa mengertinya walaupun baru bertemu, namun Dirga tahu dan mengerti setiap keinginannya. Kiara tidak ingin merasakan sakit kedua kalinya, Ia takut Dirga meninggalkannya baginya cukup berteman, yang penting ia bisa bersama dengan dirga menjalani hari menyenangkan seperti sebelumnya. Lagi pula, Ia merasa bahwa ini hanyalah rasa suka sementara, rasa suka karena sekarang mereka masih bersama dan akan memudar pada saat keduanya tidak bertemu lagi. Apalagi Kakek dan Papanya sudah mewanti-wantinya, untuk segera kembali dan itu artinya masa liburan dari aktivitas kantornya akan segera berakhir, kemungkinan Ia dan Dirga bertemu juga tidak akan seintens sekarang.
Drtdrt drt...
__ADS_1
Kiara merasakan handphonenya bergetar lagi, melihat sejenak siapa yang meneleponnya, Kiara akhirnya mengangkatnya karena kali nama Elisalah yang tertera di layar handphonenya
Klik
" Hmmmm ...." jawab kiara tidak bersemangat
" What's wrong beibh... ... Kenapa suara kamu nggak semangat begitu?"
" Nggak ada apa-apa Sa .... Aku cuma lagi berendam santai jadi suara aku ikut ikut santai, hehe" mendengar tawa garing dari Kiara, Elisa yang mendengar pun mengernyit dahi
"ada yang gak beres" batin elisa
Saat ini hanya helaan nafas sajalah yang terdengar, karena Kiara masih memilih antara menceritakan atau menutupi masalahnya saat ini, tidak kunjung mendapat jawaban dari orang yang berada di seberang telepon sana Elisa membuang nafas.
" Oke ... Sekarang ceritain ke aku pelan pelan ya ra.." pinta elisa lembut, akhirnya mendengar bujukan Elisa, Kiara pun menceritakan kejadian yang di alaminya selama ia tinggal di Kota Y , tidak ada yang di tutupi sedangkan Elisa, sebagai pendengar mendengarkan setiap kata yang di ucapkan Kiara dengan sesama tidak ingin melewati satu kata sekalipun.
" Sa aku......"
__ADS_1
Sebelumnya di danau, Pasca Kiara meninggalkan Dirga.
" Ra ... Aku suka sama Kamu , Aku mau lebih deket dengan Kamu, tolong kasih Aku kesempatan" ujar Dirga memberanikan dirinya untuk jujur, mengatakan apa yang di rasakannya kepada Kiara.
"Apapun yang terjadi Gue harus menyatakan dengan jelas, apa yang Gue rasa ke dia" batin Dirga menyemangati dirinya sendiri, namun bukan Nya jawaban yang di dapat Dirga, Kiara malah berlari meninggalkan nya sendiri di pinggir danau, dalam keadaan terpaku tidak bisa bergerak sehingga hanya tangannyalah yang mampu bergerak seperti ingin mencegah namun tidak sampai.
Rasa kaget akan reaksi Kiaralah yang membuatnya tidak mampunya bergerak. Dirga menatap punggung Kiara nanar, tidak menyangka akan menyakitkan seperti ini. Dalam kehidupannya, ini kedua kalinya cinta membuatnya terpuruk, jika yang pertama adalah penghianatan di tengah tengah ikatan dan saat ini adalah kedua bahkan belum mempunyai ikatan sudah membuatnya sakit. Apakah ini karmanya karena selalu menolak dengan sadis setiap Wanita yang menyatakan cinta Kepadanya?.
Akhirnya, Dirga meninggalkan danau dengan langkah lemah, di temani kunang-kunang seperti memberi penerang di setiap langkahnya.
\=\=\=\=\=\=
Menurut teman teman, apa harus di bikin data pribadi untuk stiap karakter cerita ini
Jangan lupa coment nya ya
Dan tentu jempol nya
__ADS_1
Ariga thanks