Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
HONEY MOON ~ where are you kiara...


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail)


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Hari hari berlalu, tidak kerasa sudah satu minggu kiara dan dirga berada di pulau jeju.


Sesuai rencana yang sudah di susun,7 hari jeju dan 3 hari akan mereka habiskan di seoul.


Kiara sebenarnya masih betah di pulau jeju karena pantai nya yang indah, hampir menyamai pantai di hawaii.


Seperti saat ini, padahal kiara sendiri sudah packing tapi masih sesekali merengek kepada dirga untuk menunda perjalanan ke seoul beberapa hari lagi.


Dirga hanya bisa geleng kepala di buatnya, padahal kiara sendiri yang punya rencana tapi dia sendiri yang mewek nggak mau ninggalin jeju.


Kan... Sudah ia bilang kiara itu kalau minta 1 harus di siapin 5, si bawel gendut nya ini emang sesuatu.


" siapa yang bilang mau ke itaewon, mau lihat masjid korea heummmmm?" tanya dirga gemas dengan tangan mencubiti pipi kiara barbar.


Saat ini mereka ada di balkon kamar, menghabiskan malam terakhir di pulau jeju sambil melihat bintang di temani se- meja penuh dengan cemilan dan minuman.


Karena kiara bilang di mana pun tempatnya, jika ada ia di sampingnya maka itu adalah tempat yang menyenangkan.


Jadi dirga, yang sudah melayang ke angkasa karena di gombali sang istri mengajak kiara santai di villa saja.


" Iyhaw Iyhaw... Aku tawuuu" balas kiara, karena saat ini pipi nya sedang di aniaya oleh suaminya maka suara nya pun terdengar lucu dan itu membuat dirga mau tidak mau terkekeh.


Tuk


" Dasar bawel...." gumam dirga, melepas cubitan di pipi kiara lalu mengetuk dahi kiara pelan dengan dua jari nya.


" Bhuuuuuu... Aku nggak bawel ya" seru kiara, memeletkan lidah nya mengejek dirga yang tersenyum geli


" Nggak bawel tapi cerewet" ujar dirga menanggapi kiara.


" Biarin aku bawel, kamu nggak tahu malu ...." balas kiara tidak mau kalah


" Loh... Aku nggak tahu malu dari mana nya?" tanya dirga


" Iya kamu nggak tahu malu, di jalan cium cium aku, mana banyak orang lagi. Itu kan nama nya nggak tahu malu... Dasar mesum" seru kiara heboh, menunjuk nunjuk dirga dengan satu stick pokky rasa coklat di tangan nya.


Krauk.. Jilat jilat


Dirga yang mendengar alasan nggak masuk akal, di tuduh menjadi orang nggak tahu malu karena kemesuman nya dengan gemas memakan stick pokky di tangan kiara kemudian menjilati jari jari tangan kiara dengan sensual yang tentu nya langsung di tarik sama kiara si yang punya tangan.


" Yak... Baru juga di bilang mesum udah di praktekin" seru kiara, menjauhkan dan menyembunyikan tangan nya di dalam baju yang ia pakai kemudian melototkan mata ke arah dirga yang malah terkekeh mesum.


" Masa yang gitu di bilang mesum terus nggak tahu malu lagi" ujar dirga protes melihat kiara yang yang melengos dan bergumam " emang iya " dengan suara pelan.


" Kalau yang gitu aja mesum apalagi yang lainya, lagian mesum sama istri sendiri siapa yang bakal ngelarang hummm?" lanjut dirga bertanya


" Tapi Nggak di jalan umum juga kali sayang ". Balas kiara nggak mau kalah


" Jadi kalau nggak di jalan umum nggak apa-apa? "tanya dirga dengan senyum menyembunyikan sesuatu


" Ya boleh aja, kan kata kamu tadi udah jadi suami istri " balas kiara tidak memperhatikan pertanyaan dirga yang mengandung unsur tersembunyi


" beneran niiiii..... " tanya dirga dengan senyum usil nya


"....."


Oh kiara sekarang sadar apa yang akan di lakukan suami mesum nya, tinggal bersama selama satu minggu penuh dengan suami nya membuat ia tahu bagaimana nada bicara dan senyum yang di tampilkan dirga beserta apa artinya ia sudah hafal.


Jadi saat alarm di kepala nya sudah memberi peringatan tanda bahaya, saat itu juga ia pelan pelan bangkit dari kursi nya dan ngacir secepat yang ia bisa, meninggalkan dirga yang awal nya bengong karena ia yang tiba-tiba kabur menjadi terkekeh saat mendengar seruan dari nya


" dirga mesum... Jangan harap bisa makan aku lagi "


" khu khu khu.... Janga harap bisa kabur.."


selanjutnya dirga ikut masuk di iringi kekehan ala om om mesum, meninggalkan cemilan di meja yang ternyata tinggal bungkus nya saja.


" kiara sayang.... Om datang nih, mana kecupan basah nya... "

__ADS_1


Dan


Teriakan membahana dari kiara menutup malam terakhir mereka di pulau jeju


" kyaaaaaaa..... Om om cabul, pergi sana syuh syuh..."


" khe...khe...khe...."


Skip


Pagi hari nya....


Dirga lebih dulu bangun di banding dengan istri nya yang saat ini masih terlelap dengan selimut menutupi tubuh polos mereka.


Hari ini mereka akan meninggalkan pulau jeju dan bertolak ke seoul, seperti yang di rencana kan sebelum nya.


farhan yang akan mengantar mereka ke bandara dan selanjutnya dirga sendiri yang akan jadi guide tour khusus istri terbawel nya.


Dirga melihat jam digital yang ada di nakas samping spring bed nya, tertera UTC 06:08 masih terlalu pagi, mereka akan take off UTC 10:00 nanti.


Karena waktu masih lumayan lama, maka ia putuskan untuk berbaring lagi memeluk istrinya yang saat ini bergerak seperti mencari nya karena memang ia sempat melepaskan pelukannya.


" sensor nya udah mulai kerja yah..." batin dirga senang


Iya... Kiara sekarang akan sibuk meraba tempat tidur jika ia tidak ada di samping nya saat kiara tidur.


semenjak mereka menyatukan tubuh mereka sejak itulah kiara akan secara otomatis gelisah jika tidur tidak di pelukannya.


Dirga terkekeh saat mengingat kiara yang tiba-tiba bangun, saat ia tinggal untuk mengerjakan laporan di meja tak jauh dari tempat tidurnya.


Pokok nya sekarang kalau kiara belum benar-benar terlelap, dirga tidak bisa kemana mana dan saat di tanya apa alasan nya, kiara hanya bisa nyengir menunjukan senyum gigi kelinci nya dan bilang


" Abis badan kamu hangat dan wangi. Hehe"


Kiara ngomong nya santai banget dengan wajah polos dan jujur nya, membuat ia pun harus ekstra menahan diri agar kedua pipi nya tidak merona malu dan bergerak salah tingkah saat mendengarnya.


Kadang dirga suka heran, bahkan sampai saat mereka sudah menikah kenapa kiara masih saja bisa membuat nya tersipu malu dan gemas di saat bersamaan.


" beruntung ya dapetin istri kayak lu gini ra, jujur dan apa adanya, saat marah ya lu marah dan saat lu seneng pasti bisa bikin gue juga senang" batin dirga di ikuti senyum heran nya.


UTC 09:00 at jeju airport


Saat ini dirga dan kiara ada di bandara pulau jeju, pesawat mereka sebentar lagi akan take off


" sampai jumpa lagi tuan dirga dan nyonya kiara, semoga perjalanan Di seoul menyenangkan.


Terima kasih sudah memakai jasa pelayanan perjalan kami" ucap farhan saat mereka akan berangkat ke seoul.


" terima kasih atas bantuan selama di sini farhan, bye bye..." balas kiara ceria sedangkan dirga hanya tersenyum tipis dan mereka pun akhirnya memasuki kabin pesawat, terbang menuju bandara gimpo dan selanjutnya menuju distrik yongsan-gu pemukiman itaewon.


Karena Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, maka 1 jam 38 menit berikutnya dirga dan kiara sudah ada di hotel mewah yang akan menjadi tempat tinggal selama 3 hari kedepan untuk menghabiskan waktu di seoul.


" mau langsung jalan jalan?" tanya dirga saat melihat kiara yang semangat melihat di luar sana melalui jendela besar hotel mereka saat ini berada.


" No... Nanti malam aja, lebih seru" tolak kiara, menghadap ke arah dirga yang saat ini sedang meletakkan koper mereka di dekat lemari pakaian.


Hotel yang mereka tempati ini memiliki fasilitas lengkap baik di dalam maupun luar kamar.


" Oke..." balas dirga singkat, lalu ikut melihat apa yang sedang di lihat oleh kiara saat ini.


" Lain kali kesini lagi yuk yank" ujar kiara semangat, mengajak dirga yang di balas dengusan..


" Iya... Kamu mau keliling dunia juga selagi aku nggak sibuk akan aku turuti" balas dirga, memeluk kiara dari belakang dengan bibir sibuk mengecupi sisa sisa bekas tanda cinta nya yang mulai memudar.


Dirga sendiri aja nggak tahu apa bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan kiara sepulang nya mereka dari bulan madu nanti.


Mengingat banyak nya kerja sama yang harus ia tangani dan juga banyak rapat dengan perusahaan yang ia sendiri punya saham di dalam nya.


dirga lemas jika sudah memikirkan kenyataan, setelah ini ia akan sibuk banget dan artinya waktu nya bersama kiara akan semakin dikit.


Sesuai perkataan kiara, malam nya pun mereka menghabiskan waktu dengan bersenang senang di itaewon, tempat yang selalu ramai di kunjungi.


Itaewon sendiri adalah Daerah umat muslim di kota seoul, sehingga di sepanjang jalan bukan hanya ada tulisan hangul tapi juga tulisan arab dan Jepang.


Mereka juga bebas berwisata kuliner karena makanannya sudah ada label halal.

__ADS_1


Hingga waktu berlalu cepat, mereka bahkan tidak sadar saat melihat jam tangan sudah menunjuk angka 10, karena sangking seru nya.


" Sudah hampir larut, besok di lanjut ya.


Besok Kita ke seoul centra mosque mau nggak?" tanya dirga yang di balas anggukan kepala cepat dan semangat dari kiara.


" Oke..."


Keesokan hari nya sesuai janji, dirga mengajak kiara mengunjungi masjid si'ul al markaz.


Mereka berkeliling, melihat keindahan arsitektur dari masjid yang memiliki ciri khas nya sendiri.


dirga tidak melepas barang sejenak tangan kiara di gengamannya karena ramai nya turis yang kebanyakan dari arab di tempat mereka saat ini berkunjung hampir seperti lautan manusia.


Lelah berkeliling dirga pun memutuskan mengajak kiara istirahat sejenak, di salah satu restoran di islamic street center.


" kamu tunggu di sini dulu yah, aku mau ke toilet sebentar" ujar dirga, kepada kiara yang hanya mengangguk karena saat ini sedang melihat buku menu di depan nya.


Dirga pun meninggalkan kiara yang sibuk memilih makanan yang ada di buku menu tanpa rasa curiga.


Tidak lama dirga pergi, kiara mendengar ada ramai ramai dari luar pintu restoran, seperti suara musik dan seruan semangat dari penonton.


Karena kiara penasaran, maka kiara pun beranjak dari tempat nya duduk berniat melihat sejenak sambil menunggu dirga yang sedang pergi ke toilet.


Niat nya hanya ingin melihat, kiara malah ikutan menonton pertunjukan parade berjalan yang menampilkan kebudayaan sekitar.


Kiara tidak sadar, jika ia turut ikut berjalan mengikuti sekelompok pekerja seni itu


Karena ramai nya penonton yang menonton pertunjukan , kiara tidak bisa keluar dan akhirnya terjebak di dalam nya.


Tapi Saat kiara berhasil keluar, Kiara bingung ia sekarang ada di mana?


Ia tidak tahu ini daerah mana dan sialnya ia juga melupakan handphone dan tas tangan nya yang ia letakan di kursi tempat ia dan dirga akan makan.


" ya tuhan... Aku di mana" gumam kiara bingung, ia celingak celinguk melihat sekitar nya dan melihat ada petunjuk arah yang tulisan nya sama sekali tidak ia mengerti.


Di saat ia sedang bingung, seseorang menepuk bahu nya dari belakang.


Puk


" hai..."


Di restoran


Dirga segera kembali ke meja tempat ia terakhir meninggalkan kiara untuk ke toilet dengan tergesa.


Dirga mengernyit dahi bingung Begitu sampai di dekat meja tempat nya duduk dan tidak menemukan istri nya yang seharusnya duduk manis di sana.


" kemana si bawel...?" gumam dirga saat sudah sampai dan duduk di kursi miliknya


" tapi tas nya ada di sini" batin nya gelisah saat melihat tas kiara tergeletak begitu saja di kursi samping nya tanpa ada yang menjaga.


" apa dia ke toilet juga" gumam dirga menebak


" tapi, kiara nggak pernah ninggalin tas nya kalau ke Mana mana" lanjut nya dengan kepala menoleh ke arah toilet wanita berharap seonggok cewek cantik dengan label istri sah bernama kiara keluar dari sana.


Tapi sayang sekali hingga 15 menit berlalu yang di harapkan pun belum muncul dan itu semakin membuat dirga gelisah.


" sial.. Handphone nya di tas" gumam dirga kesal saat ia mencoba menghubungi kiara melalui sambungan telepon, terdengar nada dering handphone milik kiara yang ternyata ada di dalam tas di samping nya.


Dirga semakin gelisah karena sudah hampir menunggu lama namun belum datang juga, dan ia pun memutuskan untuk bertanya kepada pelayan di bagian kasir dan menyebut ciri ciri dari istri nya dan mendengarkan jawaban nya dengan hati gelisah


" gamsahamida...." ujar dirga setelah ia mendengar jika sempat ada perempuan dengan ciri yang di sebut dirga keluar pintu saat mendengar parade musik di jalan.


Dan dirga pun segera keluar, tidak jadi makan untuk mencari kiara yang ia yakini mengikuti pertunjukan jalanan tersebut dengan hati bertambah gelisah.


" sial.... Kiara lu di mana" batin dirga cemas


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya


Jangan lupa loh tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya serta vote dukungan nya.


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2