
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading.
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Tidak kerasa hari hari berlalu dengan bahagia bagi pasangan dirga dan kiara, mereka berdua melewati hari penuh suka cita bersama keluarga serta sahabat.
Meski pekerjaan menghabiskan waktu mereka lebih banyak dari pada kebersamaan mereka, tapi baik dirga maupun kiara tidak mempermasalahkan jika masih ada sedikit waktu luang untuk mereka berkomunikasi di sela sela pekerjaan mereka.
Dirga juga bisa bernafas lega karena apa yang di takutkannya ternyata tidak terbukti, tapi meskipun begitu dirga juga tidak melengahkan pengawasan untuk keamanan kiara.
Namun dirga tidak mengetahui jika terkadang kiara mendapatkan pesan dari seseorang yang jika dirga tahu pasti akan marah, kiara menyimpan nya sendiri agar dirga tidak khawatir kepadanya.
Bagi kiara, jika hanya sebuah pesan berisi ajakan makan atau bertemu dari faya itu bukanlah termasuk tindak kejahatan, yang penting ia tidak meng-iya-kan ajakan tersebut.
Skip
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sebuah kamar hotel terdengar suara desahan bersahutan dari dua orang beda jenis kelamin yang sedang bermain hingga menimbulkan keringat dan menyisakan bau khas bercinta saat keduanya pelepasan, mengakhiri adegan dewasa yang tidak perlu di jelaskan .
Di sana sang wanita memeluk leher pria nya dengan menggoda dan berbisik mengulangi permintaannya beberapa saat yang lalu.
" Lu udah dapat bayarannya, gue harap lu cepet habisin tu cewek sesuai kesepakatan kita" nada yang di keluarkan si wanita sarat akan dendam dan marah, membuat si pria yang mendengar nya terkekeh keji.
Wajah pria yang sedang terkekeh itu sedikit seram dengan luka melintang di pipi nya, maklum saja dia adalah penjahat kelas kakap dengan label mafia di belakang nya.
" Informasi lu terlalu minim, lu cuma sebut nama tanpa ada keterangan." balas si pria melepaskan pelukan si wanita kemudian tanpa tahu malu berjalan memungut dan memakai kemeja bermerek yang tadi sempat di buangnya.
" Jadi siapa dia sebenarnya faya" lanjut si pria menyebut nama faya yang saat ini sedang menggigit bibir gelisah.
" kenapa mesti pake informasi lengkap sih, apa dia bakal tetep setuju kalau gue bawa nama wijaya juga"
" Lu mau tetep di lanjutin nggak?" tanya si pria dengan nada seram nya.
" Tapi lu nggak boleh mundur kalau gue sebutin nama keluarga cewek ini, lu udah janji Joe " balas faya dengan gelisah.
" Next.." ujar si pria bernama Joe itu dengan nada datar nya.
" Wijaya... Kiara wicaksono istri dari dirga wijaya" gumam nya melihat Joe yang malah tertawa setan
" Cewek pel***r kayak lu gini bisa kenal sama wanita nya wijaya, hebat juga lu" seru joe menghina, bertepuk tangan saat mengetahui siapa target sebenarnya.
Faya tidak perduli akan hinaan Joe yang terkekeh sinis dan kemudian diam saat melihatnya.
Joe berfikir lagi untuk kedepannya jika ia sampai berani menyentuh keluarga wijaya yang di kenal sebagai keluarga berkuasa.
Dengan Perusahaan besar hingga ke negri Eropa dan Amerika membuat nama wijaya di takuti di dunia bisnis, meski tidak ikut campur masalah dunia bawah, wijaya juga tidak pernah menyinggung apalagi menyenggol dunia bawah.
Wijaya bersih dengan hasil kerja keras nya tanpa membawa bawa politik di belakangnya, padahal banyak perusahaan lain yang memakai jasa dunia bawah untuk menghabisi saingan Bisnis nya.
Dan dengar dengar juga walaupun banyak saingan bisnis yang mencoba mencelakai mereka, keamanan wijaya terjamin karena mereka memakai jasa bodyguard dari orang orang pilihan di bidang seni beladiri dan material art , kehebatannya hampir menyamai tim FBI bahkan ada juga yang dari FBI itu sendiri.
" kalau gue bantu ni cewek gue bisa abis sih di tangan wijaya, tapi gue juga penasaran sama wanita milik wijaya" batin Joe dengan seringai mengerikannya.
" Apa lagi keuntungan buat gue, lu kira gue **** heh? Bahkan cuma dengan tubuh lu itu nggak akan setimpal dengan apa yang gue tanggung nanti kalau gue ketahuan" ujar Joe dingin, bertanya kepada faya yang melototkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Sialan.... Setelah gue harus ngelayinin nafsunya yang luar biasa, gue harus bayar lagi" batin faya emosi
" Kalau gue bisa gantiin posisi itu cewek di keluarga wijaya, gue bisa kasih lu banyak" balas faya gugup , meski tidak yakin dengan apa yang di katakannya ia berharap bisa kembali di pelukan dirga lagi.
Ini semua demi mendapatkan dirga lagi
" gue harus menyingkirkan kiara kalau mau dapetin dirga lagi" batin faya kejam
" Gila... Lu mimpi ya mau dapetin seorang wijaya yang sempurna itu? Ckck... Lu mau si budi ngamuk ya? Apa jangan jangan budi nggak tahu anj***g nya lagi nyoba menggigit mangsa lain?" ujar Joe dengan kejam.
Deg.. Deg..
Jantung faya seketika berdetak cepat, Ia melupakan fakta soal daddy candy nya yang terkenal kejam dan lebih mementingkan keuntungan.
" nggak perduli, dengan wijaya di samping gue santoso bukan apa-apa " batin faya mencoba menenangkan dirinya sendiri.
" Nggak usah banyak bacot, lu harus melakukan apa yang udah kita sepakati" balas faya nggak perduli, baginya konsekuensi adalah hal belakangan sekarang kiara harus mati dulu.
__ADS_1
" Oke... Gue cuma bisa bantu lu dengan nyulik target dan sisa nya lu urus sendiri, gue nggak mau ikut campur lagi. Gimana deal?" ujar Joe memilih aman.
Baginya secantik apapun wanita milik wijaya, jika itu harus mengorbankan kelompoknya yang sudah ia bangun dan pertahankan susah payah hancur lebih baik ia kehilangan kesempatan untuk mencicipi wanita itu.
" Apa.... Nggak bisa gitu dong" seru faya dengan nada tinggi nggak terima nya.
Apa apaan ini, ia sudah melakukan hal menjijikan menahan perasaan nggak nyaman saat harus melayani seseorang yang memiliki luka di seluruh badannya, lalu apa yang ia dengar dan dapat, nggak sesuai dengan apa yang di sepakati sebelumnya .
" Lu mau oke... Nggak ya terserah lu" ujar Joe santai tepatnya nggak perduli.
" sialan..."
" Oke... Gue terima" balas faya pasrah, dari pada nggak ada bantuan mengingat pengawalan kiara yang ia amati beberapa minggu terakhir ini sangat ketat.
mesti tidak berada di samping kiri kanan kiara, tapi entah kenapa faya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mendekati kiara.
Jangan kira faya tidak mencoba untuk mendekati kiara, ia sudah mencoba mulai dari mengirim pesan hingga mendatangi kantor kiara, pasti berujung ia yang tidak di terima dengan alasan tidak jelas.
Seakan akan jika ada foto dirinya, yang terpasang sebagai tersangka bagi pengawal kiara yang berjaga baik di luar atau dalam kantor.
Ia hanya mampu melihat dari kejauhan saat kiara dan dirga yang selalu mesra dan bahagia sedangkan dirinya tersiksa.
Dulu bahkan dirga tidak pernah menggengam tangan nya membawa ia berjalan jalan, menyenangkan nya, mungkin uang masih ia dapatkan tapi sikap dirga kepada nya sangat berbeda dengan kiara yang ia lihat tidak ada apa-apanya dengan dirinya yang seksi dan pasti lebih hebat di ranjang.
" Jadi apa lu tahu kapan kira kira waktu tepatnya" tanya Joe setelah faya menerima kesepakatan baru nya.
" penjagaan kiara sangat ketat, tapi waktu gue perhatiin lagi akan ada beberapa waktu lengah saat kiara melakukan kegiatan mingguannya sama ibu dan mertuanya" balas faya, menjelaskan hasil pengamatannya selama 4 minggu yang ia kira percuma ternyata ada guna nya juga.
" Oke... Lu atur aja, gue yang eksekusi" ujar Joe menutup pembicaraan mereka.
Joe lebih dulu keluar kamar dan menuju mobil nya meninggalkan hotel dan pergi ke markas nya untuk menunjuk anak buah nya untuk rencana yang di buat faya.
" gila ni cewek, apa cinta bisa bikin buta ya? Kalau gue sih mending bercinta dari pada main cinta" gumam Joe edan, melaju Mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai.
Keesokan harinya
Hari ini akhir pekan, seperti biasa akan di habiskan kiara dengan berjalan jalan dan belanja bersama mama dan mami nya.
Kegiatan rutin yang ia lakukan semenjak 4 minggu lalu , agar mami dan mama nya tidak merasa jika anak nya melupakan mereka karena tidak tinggal bersama.
Tapi entah kenapa perasaan dirga aneh, tidak seperti biasanya.
Padahal kegiatan belanja ini rutin di lakukan oleh kiara dan kedua mamanya.
" yank... Hari ini di apartemen aja yah..." rengek dirga manja, merayu kiara yang sedang memakai jepit hadiah sederhana dari nya tapi membuat kiara memekik senang dengan tambahan ciuman di bibirnya.
Ia memeluk kiara erat seakan jika ia melepasnya maka kiara akan pergi jauh darinya.
" Kok perasaan gue nggak gurih yah" batin dirga gelisah
" Nggak bisa yank... Nanti mama sama mami kecewa, lagian kan emang udah tiap minggu gini" balas kiara menolak dengan lembut rengekan manja dari suami nya yang sedang mendusel duselkan wajah di perpotongan leher miliknya, membuat ia pun terkekeh geli karena ulah jahil dirga.
" Nggak mau tahu tuh" ujar dirga masih merengek.
" hihihi... Padahal baru 5 kali di tinggal pas week end" balas kiara dengan kikikan renyah nya sehingga dirga pun mau tidak mau meng-iya-kan apa yang di katakan kepada istri bawel nya yang memang benar ini baru ke 5 kali nya ia di tinggal.
Emang sih 4 minggu yang lalu juga sempat nggak rela tapi kenapa minggu ini tambah nggak rela yah...
" apa karena hari ini gue nggak ada kerjaan yah ?" batin dirga bertanya
" oke you win..." ujar dirga pasrah saat kiara mengecupi pipinya untuk merayu
" hehee... Ma'acih tayank" balas kiara dengan imutnya.
" everything you want dear..." balas dirga kemudian mencium bibir berpoles liptint rasa strawberry milik kiara yang sangat menggoda nya dengan dalam seakan merasa jika besok tidak ada lagi .
Kiara akhirnya berangkat dengan sopir pribadi yang di pekerjakan oleh nya selagi ia tidak bisa menjemput atau mengantar kiara bepergian.
" Kalau gitu gue ke bar aja, sekalian ngomongin pesta pernikahan faro" gumam dirga memutuskan untuk pergi main bersama sahabat edan nya dari pada gabut di apartemen sendiri.
Dan akhirnya dirga berangkat dengan mobil lamborghini kesayangan nya tanpa memiliki firasat sedikit pun meski hati nya sudah menghidupkan alarm tanda bahaya.
" semoga ini cuma perasaan gue doang" batin dirga Mengendarai mobil nya dengan cepat meski hati nya khawatir dan gelisah.
Di depan mall kota S
__ADS_1
" makasih ya pak anto , bapak parkir tempat biasa aja dulu.
Yaya tunggu mami di depan situ aja" ujar kiara saat akan membuka pintu mobil
" Tapi non, kenapa nggak di tempat biasa nunggu aja?" tanya pak anto heran
" Yaya mau mampir dulu ke sana pak, ada yang mau di beli" balas kiara tersenyum ceria lalu keluar dari mobil tanpa ada firasat buruk yang di rasa.
Kiara berjalan sedikit ke arah pojok di mana ada toko buku, ia rencana nya mau membeli buku tentang kehamilan.
Entah lah ia juga tidak mengerti kenapa ingin membeli nya, padahal ia belum hamil tapi ia merasa ingin saja.
Seperti kata dirga kalau kita membeli kan artinya membantu.
" hihi... Jadi inget dirga kan, emang yah dia itu mau nya menang sendiri" gumam kiara terkekeh geli saat mengingat debat unfaedah mereka waktu selesai berbelanja
Sekitar 6 minggu yang lalu
" wah... Berarti aku sudah 7 minggu nikah sama dirga, ngomong ngomong aku udah telat sih meski baru 8 hari, tapi nggak ada tanda tanda nya tuh..." gumam kiara dalam hati, memikirkan siklus haid nya yang tumben lewat hingga 8 hari biasanya paling lama lewat 3 atau 4 hari.
Kiara mengangkat bahu acuh, berfikir positif siapa tahu hanya karena masalah hormon atau...
" alhamdulillah deh kalau benar... Hehe" lanjutnya dalam hati dengan senyum mengembang.
Kiara hampir saja membuka pintu masuk toko buku sebelum seseorang memanggil nama nya..
" kiara..."
Dan tiba tiba gelap...
Di dalam mall kota S, mama sarah dan mami putri menunggu kiara yang belum juga muncul dengan gelisah.
Sudah terhitung 1 jam namun belum juga muncul, padahal pak anto sudah bilang jika mereka sudah sampai dan kiara sendiri sedang membeli sesuatu di toko buku yang ada di pojok pintu mall.
" Kenapa kiara belum sampai yah Jenk... Coba kamu tlponin kiara" seru putri gelisah saat menanti menantu kesayanganya nya yang belum muncul juga.
" Sudah Jenk... Tapi nggak di angkat" balas sarah ikut gelisah, sudah lebih dari 3 kali ia menelpon namun anak nya belum juga mengangkatnya.
" Ya tuhan... Ada apa ini, nggak biasanya" ujar putri, kepala nya menoleh kanan dan kiri siapa tahu saja ada kiara yang sedang berjalan ke arah mereka.
" hoshh...hoshh..hosh..."
" Loh pak anto kenapa?" tanya putri kaget saat melihat sopir pribadi kiara menghampiri mereka dengan nafas ngos ngosan.
" Nyonya... Nona kiara, nona kiara nggak ada di toko buku dan pengawal juga di temukan pingsan di dekat toko buku saat mengawal nona kiara " lapor pak anto dengan buru buru saat menerima telpon dari majikannya jika nyonya muda nya belum muncul juga di dalam tempat biasa bertemu hingga akhirnya ia mengecek dan malah mendapat pemandangan 2 bodyguard nya dalam keadaan pingsan.
" Apa... Jadi maksudnya bagaimana? " tanya putri kaget dengan suara tingginya sehingga mendapatkan beragam tatapan dari pengunjung lainya namun ia tidak perduli.
" Sepertinya nyonya muda di culik" balas pak anto antara yakin dan tidak, sebab toko yang tidak seberapa ramai di kunjungi letaknya jauh dari cctv dan keramaian sehingga ia sendiri tidak yakin dengan jawabannya.
Brugh..
" Astaga... Sarah... Sarah... Bangun"
Putri terpekik kaget saat mendengar suara benda jatuh yang ternyata adalah sarah yang pingsan saat mendengar jika kiara kesayangan mereka di culik.
kerumunan dari pengunjung pun mulai terbentuk, mengelilingi sarah yang kepala nya di pangku oleh putri.
" dirga... Telpon dirga pak anto" seru putri panik dengan kepala sarah di pangkuannya.
" baik nyonya..."
Deg.. Deg...
" perasaan apa ini".
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya...
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol serta vote dukunganya...
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih