
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Hari ini adalah hari pernikahan Fania, semua Saudara dan Tamu undangan sudah berkumpul. Menghadiri acara Ijab Qobul, yang akan di ucapkan oleh mempelai lelaki yaitu Kaisar. Di tengah tenda ada sepasang kursi, lengkap dengan penghulu dan calon mempelai. Acara berlangsung dengan khiknat dan lancar, Kai datang dengan pendamping Ronald, Raka dan Amira, karena Mama dari Kaisar sendiri sudah Berpulang. Sedangkan Papanya, Ia bahkan sudah enggan untuk menghubunginya.
Saat ini, di bagian belakang tempat acara ada Kiara, di temani oleh Elisa dan Amira, serta para Bayi di pangkuannya, masih ada tambahan calon Istri Ronald, namanya Tara.
Kiara lebih memilih berada di belakang, karena Gavnya tidak bisa diam, akan selalu heboh jika melihat yang menurutnya asing, maka dari itu hanya Ronald, Dirga, Faro dan Raka , yang berada di dekat acara sebagai kerabat dekat.
Samar-samar Ia mendengar, rangkaian demi rangkaian acara, yang di bawakan oleh MC. Membuatnya seketika teringat, akan hari pernikahannya, yang beberapa bulan kemarin sudah mencapai 1 tahun, tepatnya pada saat Ia masih mengandung Gav.
" Saudara Kaisar Wiratmadja bin Darius Wiratmadja"
" Saya"
" Aku nikahkan Engkau, dengan Anak saya Fania budiman dengan Mas kawin Emas seberat 40 gram, di bayar Tunai"
" Saya terima, nikah dan kawinnya, Fania Budiman binti Barly Budiman, untuk saya sendiri, dengan Mas Kawin tersebut di bayar Tunai"
" Bagaimana para saksi?"
" Sah"
" Sah"
" Alhamdulillah"
Kiara mendesah lega, saat Kakaknya akhirnya lancar mengucapkan kalimat sakralnya. Senyum dan bulir air mata, mengalir dari sepasang mata indahnya. Gav yang ada di pangkuannya, menepuk-nepuk kedua tangannya girang, dengan celotehan huruf konsonan yang belum jelas.
Da da bhu
" Daddy di depan sayang, lagi nemenin Unkel Kai. Nanti kalau selesai, nemenin Gav lagi kok" ujar Kiara lembut, membawa Sang anak menghadap ke arahnya, sehingga Ia bisa melihat senyum khas miliknya di wajah Sang anak.
Wajah turunan Sang Daddy toyyib, namun memiliki senyum khasnya, dengan lesung pipi dalam di kedua pipinya, hanya tinggal gigi saja yang belum Ia ketahui, belum numbuh soalnya.
Si kecil Queene , hanya menatap kedepan dengan tatapan polos, Bayi perempuan hasil Embrio Faro ini akan banyak tingkah, jika ada di lingkungan sendiri, tapi akan berubah diam saat ada di tempat asing. Seperti Elisa, hanya akan berceloteh jika ada di Zona nyaman menurutnya.
Para tamu undangan mengucapkan selamat, Kiara dan yang lainnya ikut maju, memberi selamat untuk pengantin baru, yang sedang mengumbar senyum bahagia di depan sana.
Da da bhu bhu
Saat mendekat ke arah Sang Daddy, Gav segera heboh meronta, ingin pindah ke gendongannya Dirga, membuat Kiara kualahan karena badan buntal Anaknya melonjak tidak sabar.
Dirga terkekeh melihatnya, Ia segera menghampiri Kiara, yang kesusahan menenangkan Si kecil Gendut Gav, yang langsung tertawa senang di pelukannya.
" Baby senang heum?" tanya Dirga, mengecup pipi Gav yang kali ini meronta lagi , melihat ke arah hiasan menggantung tidak jauh dari tempatnya berdiri.
" Gav maunya kemana sih, sayang?" tanya Kiara lelah, menggeleng kepala saat melihat Suaminya, menahan badan anaknya agar tetap diam di dekapannya.
Entah menurun dari mana, yang pasti Gav akan senang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, jika sudah berkumpul seperti ini.
Sama persis, saat acara pemberian nama Si kecil Queeneira, Gav Yang masih berusia 3 bulan tidak ingin diam duduk di pangkuannya, Dia ingin ke sana kemari, dengan orang berbeda, tapi akan berhenti jika Sang Daddy turun tangan yang menggendongnya.
Puk Puk Puk
Dirga harus menahan perih, saat matanya di tepuk dengan bar-bar oleh buntalan bernama Gav. Sepertinya protes, karena keinginannya tidak di turuti, Anaknya suka berkeliling, mungkin karena Dia jarang keluar rumah. Jadi saat melihat hal asing, apapun itu pasti membuatnya senang.
" Haih, tambah bikin sedih aja" batin Dirga menyesal.
" Fine, kita kesana, tapi setelah kasih selamat ke Unkel Kai yah." Seru Dirga mengalah, padahal Anaknya belum mengerti apa-apa, yang pasti Gavnya ganti menepuk pipinya pelan, tidak sebar-bar tadi.
__ADS_1
Bhuuuu ahihie
" Dasar Bayi gendut" batin Dirga, dengan senyum gelinya.
Mereka berdua, melangkah menghampiri pasangan bahagia, yang baru bisa menikah setelah Fania menyelesaikan kontraknya, karena di kontrak di larang untuk menikah. Jadi Kai dengan sabar, menunggu masa berakhirnya kontrak.
" Kai, selamat yah, Aku ikut senang." Seru Kiara, setelah ada di hadapan pasangan pengantin. Dengan senyum lebar, Ia menyalami Kai dan Fania bergantian dan mencium kedua pipi adik sepupunya dengan sayang.
" Terima kasih Ra, Kalian sudah mau bantu aku sampai sini. " balas Kai tulus, tersenyum ke arah Dirga dan Kiara, yang di balas senyum juga, meski senyum Dirga hanya segaris tapi Kai tahu itu senyum tulus.
" Selalu bahagia yah, cepat punya Dedek biar Gav, banyak temen main." Seru Kiara, dengan kedipan mata menggoda Fania, yang saat ini pipinya merah merona, sepertinya malu karena omongan Kiara sudah melipir, ke arah Anu.
Kaisar terkekeh, mengusap kepala Istrinya yang salah tingkah.
" Banyak gaul sama Si Songong yah, jadi ketularan mesum?" tanya Kai, menuai dengusan dari yang di tuduh.
" Kalau Gue nggak mesum, malaikat sama Gav, nggak akan nongol, koplak" sewot Dirga, tidak di terima saat Ia di tuduh mesum, padahal Ia cuma tidak tahan, jika ada Kiara yang bobok di sampingnya memakai baj ...
Bletak
( Fokus Ga, ini lagi acara pernikahan sakral, Thor Thor , baru juga nongol udah main kekerasan aja )
Mereka tertawa, mendapatkan balasan khas Dirga yang sarkas dan datar. Tidak lama, pasangan Edan menghampiri beserta pasangan yang lainnya.
" Siap-siap Kai, kita pindah ke tempat acara. Mobilnya sudah siap juga, nanti Sopir yang bawa, nganter ke Gedung resepsi." ujar Ronald, setelah berdiri bersisian dengan Bos merangkap sahabat koplaknya.
Kaisar mengangguk paham.
" Oke, thanks Ron" ujar Kai tulus, dengan senyum lebar di bibirnya.
Beruntung Kai masih memiliki Ronald, dengan tambahan Rival menjadi temannya saat ini, apalagi bantuan dari sahabat Rivalnya yang sangat membantu. Baginya Cukup, meskipun Sang Papa tidak ada, Kai merasa mereka lebih dari segalanya.
Acara resepsi yang di adakan di Gedung berjalan lancar, dengan tamu yang hadir rata-rata Relasi bisnis, serta teman dari pasangan dan keluarga. Rekan sesama model juga turut hadir, belum lagi Wartawan yang meliput. Maklum saja, kehadiran keluarga Wijaya membawa dampaknya, apalagi Fania juga model terkenal, meski masih pendatang baru.
Acara berlangsung selama 5 jam, inilah yang tidak di enakkan jika menyewa Gedung, waktu terbatas, tidak seperti di rumah sendiri. Seperti saat pernikahannya waktu itu, tapi Ia juga tahu sih, apa alasan mereka memilih Gedung dari pada Rumah sendiri. Apalagi kalau bukan karena tidak ingin lelah, menghadapi tamu yang jumlahnya tidak terkira. Setidaknya jika di Gedung, Tamu undangan akan datang secara langsung, karena waktu yang terbatas.
Di meja tempatnya saat ini telah berkumpul, sahabat Strong dengan tambahan Ronald dan tunangannya. Cewek yang pendiam, sehingga hanya akan menyahut jika di tanya, dan selanjutnya diam dengan senyum yang selalu terpasang di bibirnya.
" Jadi, rencananya kapan Ron, Lu mau melangsungkan pernikahan?" tanya Raka. seperti biasa, Ia adalah yang paling easy going di antara ketiga sahabatnya.
" Tahun depan, tunggu Tara memenuhi syarat tempat kerjanya." balas Ronald, sedikit kesal saat mengetahui peraturan, tempat tara bekerja yang tidak mengizinkan karyawannya menikah, sebelum masa kerja 1 tahun.
" Elah, kasihan banget deh, sabar yah Bray" sahut Raka, menggeleng kepala tidak habis fikir.
" Dimana kerjanya? Perlu Gue turun tangan?" sahut Dirga, mengangkat alis sebelah, gemes sama peraturan perusahaan yang ada-ada saja.
" Santai elah Ga, jangan bilang mau di bantai" ujar Faro, yang tahu banget maksud ucapan Dirga, sahabat songongnya jarang ngikutin perasaan, tapi akan sensitif jika menyangkut temannya.
Dirga terkekeh mendengar pernyataan Faro, yang memang benar apa adanya. Nggak sampai di apa-apain kok, sentil dikit aja yang di sentil pasti luluh lantak.
" Nggak apa-apa Bro santai aja, sekalian ngumpulin modalnya, belum cukup nih." balas Ronald bercanda, padahal pundi di ATMnya sudah lebih dari cukup.
Mereka terkekeh, mendengar candaan merendah dari seorang Ronald, bekerja sebagai Asisten kepercayaan Perusahaan terkenal, mana mungkin Ronald tidak mempunyai cukup tabungan, Ronald memang berasal dari keluarga sederhana bukan seperti mereka, yang dari lahir sudah kaya dari keturunannya.
Di penghujung acara, Kai dan Fania yang sudah tidak menerima tamu, mereka menghampiri sahabatnya yang sedang berbincang seru.
" Seru banget, pada bahas apa sih?" tanya seseorang, yang adalah Kai. Bertanya dengan nada Penasaran, sedangkan Fania di sampingnya hanya tersenyum bahagia dan mengangguk.
Mereka yang di meja serempak, menoleh ke arah Pengantin baru anget-angetnya.
" Yang di omongin dateng." balas Raka nyengir, saat yang di julid nongol.
Kaisar curiga, menatap satu per satu temannya dengan mata memicing.
" Dosa loh, ngegosipin mahluk Tuhan paling suci seperti Gue gini, mau di Azab sama Gusti nu Agung?" seru Kai sok polos, menuai sorakan dari yang lainnya. Ia menarik kursi untuk Istri barunya terlebih dahulu, kemudian menarik untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
" Polos, Ndasmu gundul " sahut Raka.
" Ehem ... Romantis banget, mentang-mentang masih anget. " ledek Ronald, nyengir saat mendapat pelototan dari yang di ledek.
" Iri aja, Gue duluan yang kawin" balas Kai, memberikan senyum mengejeknya.
" Nggak usah sombong, tanpa bantuan dari Big Bos mana berhasil Lu" ledek Ronald telak, menuai kekehan dari yang lainnya, dengusan sombong dari Dirga, sedangkan Ia sendiri melengos mati kutu.
" Bacod" balas Kai, dengan bibir mencebik kesal. Sahabat satu-satunya sekarang pindah Lapak , berpihak pihak pada Si Songong Wijaya tengik.
" Udah ih, jangan pada ribut, ini kan hari bahagia Fania Dan Kaisar. Seharusnya kita tanya-tanya tentang rencana kedepannya, yah ... Misalnya, kapan punya Dedek bayi" lerai Kiara, namun ujung-ujungnya malah menggoda pasangan baru yang langsung salah tingkah.
Mereka semua akhirnya tertawa lagi, wajah merona dari Si koplak Kai sungguh menggemaskan, apalagi Fania yang tiba-tiba tersedak dan melotot ke arahnya.
" Yak, Mba Kiara. Seneng banget godain aku, ketularan Mas Dirga nih pasti!" pekik Fania malu, sedangkan Kiara sendiri hanya terkekeh senang, apalagi saat Suaminya menepuk kepalanya lembut.
" Ini baru istri Wijaya, bagus, Lanjutkan Istriku" gumam Dirga edan, menuai kekehan dari yang lainnya.
" Oh iya, kalian mau Honey bulan kemana?" tanya Elisa, mengakhiri sesi kekehan semuanya. Kasihan juga pengantin anget-angetnya di ketawain mulu, emang sih dulu juga pas Ia dan Faro menikah, mereka di ledek abis-abisan sama Si Kampret, sahabat Strong Suaminya.
" Em, Maunya sih ke Milan. Tapi Mas Kai mau ajak ke Bali, katanya pantainya bagus" ujar Fania, menjawab pertanyaan Elisa.
" Ke Bali yah, di daerah Jimbaran, Mas punya saham di dekat Pantai Muaya, di Hotel Six Jimbaran. Mau nggak ke situ aja? Hitung-hitung hadiah pernikahan." ujar Dirga, menuai pekikan senang dari Fania.
" Geratis, lumanyun deh" batin Kai aji mumpung.
" Gimana Mas Kai?" tanya Fania, menoleh ke arah Suaminya yang mengangguk setuju.
" Kalau Adek setuju, Mas juga setuju" balas Kai, dengan tangan mengusap sayang rambut Fania.
" Elah, Bang-kai. Nggak usah sok malu-malu gitu, tinggal bilang Iyes atau ho'oh susah amat" celetuk Raka dengan Watadosnya, menuai kekehan Lagi dan lagi, merasa puas membuat seorang Kai jatuh wibawanya, di hadapan Istrinya yang juga ikut terkekeh.
" Yeh, kok Adek ikut ngekek?" tanya Kai ngambek, membuat Fania mencubit pelan pipi Kai gemas.
" Kalian lucu, jadi nggak bosen kalau ngobrol sama semuanya" seru Fania, menghadap ke arah di mana Sepupu, Ipar dan sahabat yang tersenyum membenarkan. Beda dengan Raka, Ia malah cengengesan bareng Amira, jangan lupa bertos ria dengan Dirga dan Faro yang ikut membenarkan.
Sahabatnya memiliki keunikan sendiri, Dirga yang Songongnya kebablasan, tapi lihat sendiri. Apapun tidak ada yang tidak bisa Dia lakukan, Dia mampu pasti Dia dapatkan. Lalu Raka , Si kampret dengan segala kekampretannya, namun akan menjadi yang paling mengerti tanpa harus di beri tahu. Sedangkan Ia sendiri, hanya seorang Pengacara Gesrek, yang selalu mengandalkan Otak untuk menghasilkan pemikiran ide jenius.
" Welcome to the Strong, guys" sahut Raka di sela kekehannya.
" Welcome to the Edan Iyes, kampret" balas Kai sewot, namun ikut terkekekh setelahnya.
Keseruan mereka terganggu, saat Dua Orang Mommy di panggil oleh suara khas Buntalan Manusia di sebut Bayi, Gav yang mulai Konser serta Queeneira yang akan ikut menyanyi, menyumbangkan suara merdunya.
Bhuu da da hha hueweeee
Ngiih ba tu huweeee
" Nyonya "
Yang terakhir adalah seruan Anita, yang di hadapankan dengan Dua Bayi ganas kelaparan.
" Mommy datang Gav sayang / Mami leila Queene (Mama datang Queene ) "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya...
Jangan lupa kirim komentar dan klik jempolnya yaaaa....
Serta vote dukunganya...
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1