Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Si Tsundere Terpesona


__ADS_3

Happy reading minna san....


¶¶¶¶¶¶


Keesokan harinya


Pukul delapan pagi Dirga sudah siap di depan penginapan Kiara.


Hari ini Dirga memakai kaos polos hitam, sebagai dalamanya dan kemeja biru dongker yang tidak di kancing, serta celana pendek berwarna Abu-abu.


Di kakinya terpasang apik sepasang sepatu sneaker berwarna putih, serta tidak ketinggalan jam tangan kesayangannya Rolex Daytona, jam tangan yang yang jika di jual bisa membeli sepuluh unit Rumah mewah.


Pakaian yang dikenakan membuatnya tampil sederhana (menurutnya), namun tetap mempesona di setiap mata yang melihatnya.


Mau bukti?


Tidak perlu jauh-jauh, lihat saja segerombolan kaum hawa di sekitarnya.


Mulai dari yang muda hingga yang yang tua, baik yang masih gadis maupun janda menatapnya lapar.


Bahkan kaum Adam, yang terindikasi belok pun melihatnya dengan pandangan memuja, Dirga mengernyit jijik, pada saat lelaki di seberangnya mengirim kedipan nakal tidak tahu malu Ke arahnya.


"Sial ... Mimpi apa Gue semalem di godain mahluk yang sama-sama berbatang**!" batin Dirga horor.


Tubuhnya merinding seketika, saat lagi-lagi matanya tidak sengaja melihatnya.


"Sial," batin Dirga kesal.


Tidak ingin memikirkannya lebih jauh, Dirga memasang raut wajah super Flat dan jangan lupa aura dinginnya, sehingga membuat orang di sekitar yang tadi mengeluarkan aura love-love menjadi merinding seketika, merasa seperti ada Malaikat maut yang sedang lewat siap mengambil nyawa mereka.


"Lain kali jangan tunggu di luar, bahaya," gumam Dirga pelan.


Puk!


"Haloo ... Selamat pagi!!"


Tepukan di bahunya serta sapaan dari suara yang di kenalnya, membuat Dirga membalikkan badan untuk melihat sang Empunya suara, wajah yang tadi flat kini digantikan raut wajah berseri dengan senyum tipis, serta aura dingin pun telah berganti dengan aura Musim semi.


"Hai ... Selamat pagi juga!!!" sapa Dirga balik.

__ADS_1


Dengan senyum cerahnya Kiara tidak sadar,jika Ia membuat yang di sapa tersipu walau tidak mengakui.


"Cantik," batin Dirga terpesona.


Ternyata baik Dirga maupun Kiara sama-sama terpesona dengan penampilan masing-masing.


"Tampan," batin Kiara tersipu.


Hari ini Kiara memakai celana Jeans berwarna hitam sebagai bawahan, atasan Tank top putih sebagai dalaman dan sweater Biru langit yang Ia sampirkan di punggungnya, lalu memakai Sneaker putih sebagai pelengkap penampilannya.


Rambutnya yang lurus dan sedikit ikal di bagian bawahnya, di ikat rapih menjadi ekor kuda.


Dan jangan lupa, Kamera yang menggantung di lehernya tidak ketinggalan, sebagai benda wajib yang harus di bawanya selama kunjungannya di Desa ini.


Kiara tidak ingat sudah berapa ribu foto yang Ia hasilkan selama memakai Kamera ini.


"Ga ... Hari ini kita ke taman bunga lagi ya!!" ujar Kiara meminta kepada Dirga yang sudah duduk di kursi kemudinya.


"Hn," gumam Dirga pelan.


Dirga sendiri menjawab pertanyaan Kiara hanya dengan gumamam, yang Kiara artikan sebagai jawaban setuju.


"Bisa tidak, sehari saja tidak bergumam?" tanya Kiara kesal.


"Hn,"


"Hn, pagi-pagi sudah cerewet saja," ujar Dirga datar.


"Dirga!!!!" seru Kiara memanggil nama Dirga kesal.


"Ha-ha-ha!!!"


Di sepanjang perjalanan, Kiara selalu menjadi yang paling cerewet. Ia selalu menanyakan apapun yang di lihat oleh matanya.


sedangkan Dirga akan menjawab seadanya, Kiara sudah mulai terbiasa dengan jawaban dari Dirga, yang selalu singkat dan apa adanya.


Meskipun terkadang kesal, tapi Ia sudah tidak terlalu memikirkannya lagi.


"Kenapa desa ini di sebut desa buatan?" tanya Kiara iseng.

__ADS_1


"Karena memang desa ini bukan desa yang terbentuk dengan sendirinya," balas Dirga seadanya.


"Kenapa namanya desa Nuan?"


"Karena sungai desa ini bernama Nuan," balas Dirga masih datar dan sabar.


"Lalu kenapa sungainya, di beri nama Nuan?"


Oke Kiara sepertinya sangat senang, saat mendengar Dirga yang dengan sabar menjawab pertanyaan iseng darinya.


"Kenapa perempuan sangat cerewet sekali?" tanya Dirga tanpa membalas pertanyaan.


"Karena perempuan di ciptakan seperti itu!" balas Kiara semangat.


"Kenapa kamu suka sekali makan?" tanya Dirga tidak nyambung.


"Karena makanan lebih enak, dari pada yang lainnya!" balas Kiara cepat.


"Kenapa kamu gemuk seperti b*bi?"


"Yah, ngajak berantem yah?" seru Kiara dengan membahana.


"Ha-ha-ha!!!"


Percakapan mereka berakhir setelah Dirga tertawa dengan santainya, sambil melihat ekspresi wajah Kiara yang menggemaskan.


Obrolan pun mengalir lagi, terkadang Dirga akan menggodanya, yang ditanggapinya dengan kekehan imut atau pun pipi cemberut lucu.


Terkadang pula teriakan kesal terdengar , karena lagi-lagi Dirga Mengoloknya rakus dan berat seperi b*bi.


Bahkan Kiara tidak akan segan, untuk menghadiahi Dirga berupa cubitan maut yang membuat Dirga mendesis sakit, bagi Kiara maupun Dirga mereka sama-sama tidak merasakan canggung dengan suasana saat ini.


"Melihatnya tertawa karena Aku adalah sesuatu yang membahagiakan" batin Mereka berdua bersama.


"Dasar cerewet gendut!!!


"Yah, lagi-lagi seperti itu!!!!"


Perjalanan yang jauh pun menjadi dekat, karena suasana yang menyenangkan.

__ADS_1


Mereka berharap bukan hari ini saja, hari yang menyenangkan untuk mereka berdua, tetapi hari selanjutnya dan selanjutnya lagi.


Bersambung


__ADS_2