
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Di tengah-tengah acara sarapannya, Kiara baru menyadari jika ada yang aneh dengan hari ini.
Dahinya mengernyit bingung, saat memperhatikan lagi jika saat ini memang benar ada yang salah.
"Kenapa Dirga ada di sini dan bisa duduk
dengan santainya?" batin Kiara bingung.
Tidak ingin termakan rasa penasarannya, Ia pun bertanya dengan nada heran terlihat jelas.
"Ga ... Kamu kok nunggu Aku di sini, biasanya kan nunggu di depan di samping Kereta? " tanya Kiara heran.
Dirga tersenyum jahil saat mendengar pertanyaan Kiara, yang terlihat sekali herannya.
"Suka-suka Aku donk!" balas Dirga santai, sambil manaik turunkan alisnya menggoda Kiara.
"Nanti kamu juga tahu" Lanjutnya sok misterius.
"Apa sih ... Kasih tahu Aku dong!" seru Kiara memaksa. Ia tidak ingin penasaran dengan apa yang akan terjadi nanti.
"Ssshhttt ... Cepet deh abisin makanannya, terus itu baru kita berangkat!" balas Dirga. Nada perintah yang dari Dirga, membua Kiara manyun kesal dengan tingkah Bossy teman barunya.
"Dasar Dirga, nggak bisa yah bikin Aku sahari aja nggak penasaran," gumam Kiara pelan.
"Dan sebenarnya Kamu itu siapa?" Lanjutnya dalam hati.
Dirga yang mendengar gumamam dari Kiara, tersenyum usil dan bertambah lebar saat melihat ekspresi lucu dari cewek di depannya.
"Dasar kucing kecil tukang penasaran, apa-apa mau tahu ... Kalau nggak di kasih tahu manyun bikin gemes, pengen gangguin terus kan jadinya," batin Dirga sangat gembira.
"Nggak bisa, ganggu Kamu itu hal yang menyenangkan!" balas Dirga menggoda.
"Apa sih, jahat!"
"Biarin!"
__ADS_1
Setelah menyelesaikan sarapannya, Mereka berdua berjalan beriringan menuju pintu keluar penginapan.
"Jadi mau kemana kita hari ini? " tanya Kiara penasaran.
"Ra-ha-si-a!" ujar Dirga menekan suara di setiap katanya, isyarat kalau tempat yang akan mereka datangi memang sangat rahasia
"Dan jangan banyak tanya, yuk buruan jalannya" Lanjutnya cepat.
Kemudian Dirga menggenggam tangan dan menyeret Kiara untuk cepat mengikuti langkahnya.
"Yaaa ... Dirgasil lepasin tangan Aku , Kamu mau bawa Aku kemana!" swru Kiara berteriak kesal.
Teriakan cempreng Kiara, membuat hampir Tamu di penginapan melihat ke arah mereka dan berbisik-bisik.
Walaupun Kiara sendiri tidak dapat mendengarnya dengan jelas, karena bisik-bisiknya persis seperti lebah sedang berdengung.
"Huh ... Bikin malu aja" batin Kiara dengan wajah merona malu.
Dirga segera membungkam mulut Kiara dengan telapak tangannya,Sehingga yang selanjutnya hanya gumaman tidak jelas yang terdengar dari Kiara
"Hmmp .... Hhmppkk (Dirga bere***ek)" gumam kiara tidak jelas,dengan tubuh meronta.
"Sssttt berisik Ra ... Jangan ribut yang penting buruan jalan, nggak malu yah di liatin orang?" tanya Dirga dengan polos dan watadosnya (wajah tidak berdosa).
Karena kesal dengan perbuatan Dirga, Kiara pun menggigit telapak tangan Dirga sehingga bekapan tangan pun terlepas.
"Akh ... Sakit Ra!"
"Phuahh .... Rasakan,"
"Lagian Reseh banget sih Dirga, Aku pergi sendirian saja lah," lanjut Kiara kesal.
"Shit. .. Sakit juga" batin Dirga menahan sakit.
Melihat Kiara yang marah dan mau meninggalkannya pergi, Ia pun mengejar lalu menangkap tangan Kiara segera.
Grep!
"Ra ... Tunggu, iya deh aku salah. Maafin Aku yah, nggak lagi-lagi deh bercanda kaya gitu," ujar Dirga meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Kiara terdiam saat melihat Dirga yang menampilkan raut wajah sungguh-sungguh, akhirnya Ia pun memaafkan tapi dengan syarat, jangan seenaknya lagi memperlakukan ia semaunya.
"Iya, Aku janji!"
"Huemb!!" dengus Kiara kesal.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya pergi ke tempat tujuanya, dengan Dirga yang masih menggengam tangan Kiara.
Lelah akan perilaku seenaknya dari Dirga akhirnya Kiara pun menurut dan diam mengikutinya setiap langkah Dirga yang lagi-lagi menyeretnya dengan sesuka hati.
"Dasar kampret" dumel Kiara dalam hati.
Dirga membawanya ke parkiran, di mana terparkir kereta kuda mereka dan tentu saja Pak Teguh yang setia menunggunya.
" Loh ... Itu bukannya Pak Teguh? " tanya kiara kaget.
Ia menoleh ke arah Dirga, yang mengangguk semangat dengan bibir tersenyum bukan maksudnya menyeringai.
"Yups ... Karena mulai saat ini, Pak Teguh yang akan jadi pemandu Kita berdua ..." jawab Dirga dengan sumringah.
Kiara refleks membalikkan tubuhnya menyamping, benar-benar menghadap ke arah Dirga.
"Hah ... Maksudnya apa bedua?" tanya Kiara bingung.
"Ya berdua, jalan-jalan bersama!" balas Dirga santai.
"Maksudnya, Kita akan bersama-sama berwisata berdua?"
Dengan wajah horornya, Kiara menatap Dirga kaget, saat ini Kiara seakan melihat ada tanduk dan ekor imajiner pada diri Dirga.
"Humm ... Tul-tul-tul, mulai saat ini Kita akan jadi rekan seperjalanan!" jawab Dirga enteng.
Ia tidak sadar bahwa sekarang Kiara sedang mencerna maksud dari perkataan nya.
"Mohon bantuannya yah, Nona Kiara!" Lanjutnya, dengan nada yang di buat-buat.
Bersambung
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hatur nuhun ...