Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Adu kecepatan


__ADS_3

Monmap manteman jika Typo mengganggu saat membaca


Happy reading guys


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Pagi ini tidak seperti biasanya, Dirga berangkat ke Sekolah tanpa di antar Mama atau sopirnya.


Hari ini Ia membawa sendiri Mobil hadiah dari Kakek Bakrie, saat Ia berhasil memenangkan tender dalam bidang Konstruksi pembangunan Untuk perumahan di salah satu Kota Y.


Mobil Audi a4 keluaran terbaru yang jarang di pakainya, karena Mamanya terlalu merecokinya saat Ia akan pergi kemana pun, Tapi kerena kejadian kemarin, Dirga merasa di rendahkan oleh pecundang yang bahkan tidak di kenalnya, membuat Iya berfikir untuk sedikit melawan keinginan Mamanya.


" Sayang kenapa kamu bawa mobil sendiri?" tanya Mama Putri heran, Dirga yang sedang membuka pintu mobilnya berhenti sejenak dan menghadap Mamanya


" Mah ... Aku bukan anak kecil lagi, yang kemana-mana harus di antar" jawab Dirga berharap Mamanya mengerti apa maunya saat ini


"God .... I'm sixteen years old" batin Dirga jengkel,


" Tapi kamu masih belum dewasa sayang, Walau kamu udah bisa bawa mobil, kalau di jalan ada apa-apa gimana sama Mama , kamu tega ninggalin mama Papa sendirian?" tanya Mama Putri beruntun persis seperti Kereta.


Dirga mengacak rambut yang sudah di sisirnya rapih dengan gemas


" Nah mama gue kebanyakan nonton drakor jadi gini, lagian anak satu-satunya di doain kenapa-napa di jalan, kan durhaka" batin Dirga Facepalm.

__ADS_1


" Mama doain Aku kecelakaan di jalan? " kata Dirga di sambut gelengan oleh Mamanya


" Nggak dong sayang, mana mungkin" jawab Mama cepat


" Nah, kalau gitu biarin Dirga mulai sekarang kendarain mobil sendiri, Dirga udah besar dan Dirga akan hati-hati di jalan, okey Mah? Dirga janji..." ucap Dirga menenangkan


" Baiklah ... Tapi kamu jangan kebut-kebutan di jalan ya! " wanti Mama ke Dirga


" Okey mah" jawab Dirga kemudian mengecup pipi Mamanya sebelum menaiki Mobilnya dan tancap gas ke Sekolah .


Dirga merasakan sedikit kebebasan saat berada di balik kemudinya, ini lah yang ia mau. Entah di sadari atau tidak sepertinya Raka lah yang membuatnya sedikit berani menyuarakan keinginan di benaknya.


Dari pelan menjadi sedang kemudian Dirga menaikan kecepatan mobilnya , jangan salah walau Ia jarang berkendara sendiri, Dirga termasuk mahir untuk membawa Mobil dengan kecepatan rata-rata.


Dirga berniat menyalip ke arah kanan jalan, namun ternyata aksesnya di tutup karena Mobil di depannya juga mengambil jalan kanan dan seterus nya seperti itu.


kemudian, terjadilah salip menyalip antara dua Mobil satu merek beda tipe tersebut. Di dalam Mobil Faro menyeringai karena merasa mendapat lawan lumayan seimbang. Bermula dari iseng menyalip Mobil yang ada di depannya, kemudian menjadi saling menyalip Ia tidak menyangka akan ada pengendara mobil yang menantangnya adu kecepatan di jalan seperti ini, untung saja keadaan sedang sepi. Kalau tidak mungkin pengendara yang menantangnya itu akan tertinggal di belakang karena tidak bisa mencari celah untuk menyalip jalan atau Mobil lain darinya.


" Siapa tuh orang? gila mau maen serodotan sama gue, di liat dari gaya mengemudinya seperti nya masih Amatiran." gumam Faro


"Terlalu cepat buat Lu menang dari Gue." Faro memimpin di depan mobil Dirga , area sekolah pun sudah terlihat Dirga menatap heran dengan mobil yang berada di depannya saat ini


"Kenapa dia juga masuk di area Sekolah Gue ?jangan-jangan Dia juga siswa di Sekolah gue" batinya.

__ADS_1


Dirga menurunkan kecepatannya, saat memasuki wilayah parkir Sekolah dan Memakirkan Mobilnya di samping Mobil yang tadi mengajaknya adu kecepatan.


Mematikan mesin mobilnya dirga melihat lagi ke arah cermin untuk menata lagi rambut yang tadi sempat di acaknya, setelah memastikan penampilannya rapih, Dirga pun keluar di ikuti oleh pengendara mobil di sampingnya.


Faro sampai lebih dulu Di parkiran, kemudian sengaja menunggu Partner balapan dadakannya tadi pagi, Ia sendiri pun heran karena baru melihat mobil ini di area parkir sekolah nya.


"Mobilnya lumayan mahal nih" batin Faro menilai, namun melihat siapa yang Mengendarainya Faro pun hanya bisa berkomentar seadanya


"Oh ... Pantas aja" Gumamnya yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri.


Dirga melihat Faro yang turun dari mobilnya, memandang sekilas kemudian Dirga berpura-pura cuek, meninggalkan Faro yang masih melihatnya hingga di ujung koridor kelas. Niat hati ingin menanyakan Teknik Drift dengan Partner balapan dadakannya, Namun apa daya Dirga bukanlah Mahluk sosial yang akan dengan mudahnya mengucapkan kata "haloo" kepada Orang asing yang tidak cukup kenal baik dengannya.


Faro sendiri hanya mengangkat bahu cuek


"Masa bodo ah..." Fikirnya.


Karena sedang asyik melihat Dirga yang sedang jalan meninggalkannya, Faro pun tidak sadar dan terkejut dengan tepukan tiba-tiba di bahunya.


Puk


\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya nya ya jangan lupa jempol dan coment nya ya guys

__ADS_1


__ADS_2