Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Hadir kembali...


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Hari ini Kiara pulang ke apartemen sendirian, karena sang suami hari ini harus lembur ada proyek besar sangat penting yang harus di kerjakan...


kiara merasa bersyukur karena setidaknya dirga tidak perlu melihat wajahnya yang pucat pasi, bahkan jika ia tidak meminta tolong sama asisten nya qori untuk menutup kotak makan yang sama sekali belum ia makan, serta menyemprotkan ruangan milikinya dengan sebotol pengharun ruangan , mungkin kiara tidak akan bisa melanjutkan pekerjaan nya karena keburu muntah lagi dan lagi.


Qori juga membawakannya segelas teh hangat, yang untungnya bisa membuat perut nya sedikit membaik.


" sebenarnya ada apa dengan ku?" gumam kiara saat melihat pantulan wajahnya di cermin kamar mandi apartemen nya.


Pukul. 23.00 wks


Kiara menunggu dirga hingga larut malam, tapi suami tampannya belum juga pulang.


Kiara melirik jam di dinding ruang tamu dan melihat jarum jam sudah menunjukan pukul 11 malam, mata nya sudah mengantuk tapi ia ingin menyambut dirga pulang.


Kiara merasa sangat merindukan suami nya, padahal baru 15 jam ia berpisah tapi entah kenapa ingin peluk dan menghirup wangi ketiak suaminya.


Aneh... Kemarin nggak seperti ini


Kelopak mata kiara lama lama berat dan tertutup, tidak kuat menahan rasa kantuk akhirnya kiara tertidur dengan posisi menyender di sofa empuk di ruang tamu.


Ceklek


Tidak lama setelah kiara jatuh ke alam mimpi pintu apartemen terbuka dan menampilkan dirga dengan tampang lelah memasuki ruang tamu miliknya dengan langkah lunglai.


Deg..


" kiara..."


Seketika tenaganya yang sudah hilang entah kemana kembali menjadi semangat saat melihat istrinya yang tertidur dengan posisi tidak nyaman.


Dirga kecewa dengan diri sendiri karena membiarkan istri bawel nya menunggu ia pulang kerja hingga larut malam bahkan sudah menjelang dini hari.


Segeralah dirga menghampiri kiara dengan langkah terburu buru dan jongkok di samping sofa yang di duduki kiara yang sedang tertidur pulas.


Melihat raut wajah pucat istrinya membuat hati dirga mencelos, ia bahkan tidak memperhatikan kesehatan kiara akhir akhir ini karena kesibukan dan juga tingkah antik yang tiba-tiba muncul pada istrinya.


Tidak ingin mengganggu tidur sang istri dirga segera mengangkat kiara ke bopongannya dan membawa kiara masuk ke dalam kamar tidur nya berada.


Ini hanya perasaannya saja atau kiara bertambah berat, terakhir ia mengangkat tubuh kiara dirga masih bisa mengira ngira sekitar 45kg ke atas nah sekarang kok bisa menyamai induk gajah hamil kembar ya?


( bilang aja ga lu nggak kuat ngangkat kiara yang emang orangnya demen makan, enak aja sembarangan, ini mah nggak ada apa-apanya tauk)


Dirga membuka pintu dengan susah karena beban yang di bawanya, namun akhirnya berhasil terbuka setelah ia mengeluarkan kekuatan dalam nya.


(Kentut ya ga? Sembarangan thor)


Ceklek


Pintu akhirnya terbuka dirga mendorong pintu lebih lebar dengan bantuan kaki kirinya lalu melenggang masuk tanpa menutupnya.


Dirga membaringkan kiara di ranjang saksi bisu setiap kegiatan menyenangkan mereka dengan hati-hati dan lembut takut membangunkan kiara yang langsung ngulik mencari posisi enak dengan tangan meraba samping mencari dirinya seperti biasa.


Tidak lama kiara membuka matanya saat di sampingnya tidak ada orang yang di cari dalam tidurnya.


Kedip kedip kedip


Kiara mengucek matanya yang agak pedas karena terbangun dan melihat wajah dirga yang terlihat lelah tapi tetap tersenyum untuknya.


" Kamu ke bangun, maaf ya sayang" ujar dirga dengan nada bersalahnya kemudian mengusap rambut kiara yang agak berantakan bangun tidur.


" Eem... Nggak kok, maaf ya aku ketiduran" balas kiara menggeleng kepala kemudian memegang tangan dirga yang sedang mengusap rambutnya sayang untuk ia kecup punggung tangannya.


" Kamu tidur lagi aja yah, aku mandi dulu. Badan aku lengket banget nih" ujar dirga mengecup lembut kening kiara sebelum beranjak dari duduk nya dan melepas satu persatu kain yang di pakainya menyisakan boxer berwarna biru lalu melenggang ke arah kamar mandi setelah kiara mengangguk mengiyakan perintah nya.


Tidak lama dirga keluar dari kamar mandi dengan air mengalir di dadanya yang polos hanya memakai boxer seperti biasa dan tangannya sibuk mengeringkan rambut nya.


" Loh... Kamu belum bobok yank?" tanya dirga kaget saat melihat kiara yang masih duduk menyender di kepala ranjang.

__ADS_1


" Nggak ngantuk lagi" balas kiara dengan senyum kecil nya


" Sini rambutnya aku keringin yank" lanjut kiara mengayunkan tangannya memanggil agar dirga mendekat


Dirga menuruti lalu berjalan mendekat kiara dan duduk lesehan di lantai kamar sedangkan kiara duduk di atas ranjangnya dengan tangan sibuk mengeringkan rambut nya menggantikan tugas tangannya yang tadi juga mengeringkan rambut miliknya sendiri.


" Emang besok nggak ngantor?" tanya dirga menikmati kelembutan pijatan di kepalanya oleh kiara, iya... sambil mengeringkan rambutnya kiara juga menekan nekan kepala dirga seperti gerakan memijit.


" Ngantor kok... Tapi males sih, tapi nanti kerjaan aku numpuk lagi kalau nggak masuk kantor" balas kiara plin plan membuat dirga yang mendengarnya pun mendengus geli.


" banyak banget tapi nya, padahal tinggal bilang nggak aja cukup" batin dirga terkekeh lucu.


" Jadi intinya mau masuk atau nggak bawel?" tanya dirga gemas sendiri


" Liat aja deh, mood masuk nggak mood ya masuk. Hehe...." balas kiara usil di akhiri kekehan nya saat dirga bergumam


" bawel plin plan tukang makan"


Yang membuat kiara terkekeh lagi saat mendengar gumaman mirip gerutuan dari suaminya yang saat ini sedang tiduran di pangkuan paha nya, karena posisi dirga yang di bawah duduk di lantai dan ia sendiri di atas duduk di kasur.


" Kamu nggak mau berenti aja apa yank? Nanti aku bilang sama papa untuk limpah tugas ke aku aja. Aku masih sanggup kok ngerjain yang lainnya" tanya dirga khawatir, kiara yang mendengarnya hanya bisa mendesah lelah saat pertanyaan ini di bahas lagi.


" Yank... Kita udah bahas loh, bukannya kamu setuju sampai aku hamil baru kamu bisa larang aku kerja?" ujar kiara memperingatkan dengan lembut kesepakatan mereka saat baru pindah ke apartemen.


Butuh kerja keras saat merayu dirga yang kekeh melarangnya pergi bekerja meski itu di kantor perusahaan milik keluarga sendiri.


Tapi kiara akhirnya bisa membuat dirga menyetujui keinginan dengan syarat jika kiara hamil kiara akan berhenti dan tugasnya di limpahkan ke dirga atau di ambil alih kembali dengan papa fandi dan kakek bagus.


" Oke... Tapi kalau kamu emang nggak mood buat pergi ke kantor jangan di paksa ingat yah.. Aku nggak mau kamu stress sama kerjaan kalau butuh bantuan aku langsung bilang" Balas dirga pasrah.


" Oke... Ma'acih tayank, hoaamss..." seru kiara senang kemudian menguap lebar seperti singa tanpa malu yang malah membuat dirga tertawa.


" ahaha.. Dasar, ya sudah kamu bobok duluan. Aku masih harus liat laporan terakhir meeting tadi. Okey... Nice dream Dear... " seru dirga memerintahkan dengan lembut saat kiara hanya mengangguk pasrah nggak kuat nahan kantuk.


" Jangan di sofa, di sini aja yahhh " ujar kiara manja menepuk nepuk samping ranjangnya tanda dirga harus menuruti.


" Hai.. Hai...wakatta ( mengerti) " balas dirga pasrah, seenggaknya istri bawel nya mau manja manjaan lagi dengannya.


Akhirnya dirga mengerjakan sisa kerjaannya di atas ranjang King size nya dengan kiara yang memeluk pinggang nya dari samping.


" sebenarnya lu kenapa sih bawel, kok aneh banget" batin dirga Penasaran


" Rumah yang lagi di bangun nanti ada kantor pribadi, semoga aja bisa lebih lama ngabisin waktu dengan kiara kalau ada kantor sendiri di rumah tanpa harus ke kantor". Gumam dirga tersenyum tipis saat membayangkan jika ia bisa setiap saat di temani istrinya bekerja di rumah tanpa harus ke kantor.


" selamat tidur sayang" bisik dirga mengecup pelipis kiara sayang, kemudian ikut membaringkan diri di samping kiara yang langsung melesakan tubuhnya lebih dalam kepelukan dirga yang tentu saja di sambut dirga tanpa banyak protes.


Sepertinya kiara sudah kembali ke mode manja lengkap dengan sensor nya


" dasar... Untung cinta mati " batin dirga geli sebelum ikut memejamkan matanya dan berlayar ke dunia mimpi.


Dimana dirga bermimpi memegang burung merpati kecil dengan sayap putih lembut.


Keesokan harinya


Hoek... Hoek...


Dirga terbangun dari tidurnya saat telinganya mendengar suara orang muntah di kamar mandinya yang tidak tertutup.


Jam di meja menunjukkan pukul. 5:30. Masih terlalu pagi untuknya bangun, tapi saat melihat istrinya tidak di samping dengan bonus suara orang muntah membuat matanya segar dan segera berlari ke arah kamar mandi.


Di Sana di hadapan closet sedang berjongkok kiara dalam keadaan mengenaskan menyender tanpa jijik di dudukan closet setelah berulang kali muntah.


" Sayang kamu kenapa?" tanya dirga panik ia segera menyenderkan tubuh lemas kiara ke dada nya dan melihat keringat dingin mengalir di dahi kiara bahkan wajah nya juga pucat lebih pucat dari pada tadi malam.


" Sayang hei.... Jawab aku" seru dirga mengulangi pertanyaan yang tidak di jawab kiara, tangannya menepuk pipi kiara pelan.


Dirga cemas saat kiara pasrah menyender padanya.


" Ak.. Aku ng.. Ugh... Hoek Hoek".


Kiara kembali memuntahkan air karena isi perutnya yang sudah terkuras dan kosong.


Dirga di belakang memijat tengkuk kiara pelan, mengurangi efek sehabis muntah.


" Sayang kita ke dokter yah" ujar dirga panik namun kiara hanya menggeleng tanda jangan

__ADS_1


" Aku nggak apa-apa yank, sepertinya masuk angin dari semalam aku tidak makan" balas kiara dengan suara lemah lalu menyender lagi di dada dirga saat rasa mual nya berkurang.


Ia menghirup aroma khas dirga dan seketika mual nya mereda.


" Kenapa kamu nggak makan sayang?" tanya dirga dengan suara sedikit keras sehingga membuat kiara yang ada di pelukannya menegang sebelum isakan lirih terdengar.


Deg..


" ya lord... Gue lupa kiara nggak bisa di bentak" batin dirga panik


" Ssssstttt.... Maaf maaf, bukan maksud aku ngebentak kamu sayang. Aku hanya khawatir kamu kenapa napa, lagian kenapa kamu nggak makan sayang?" lanjut dirga kali ini dengan suara lembut dengan tangan mengusap punggung kiara pelan..


" Aku... Hiks.. Aku nggak nafsu, nggak ada kamu yang nemenin " balas kiara lirik di sela isakannya.


" Fine maafin aku... Kalau gitu kamu hari ini nggak usah masuk kerja. Nanti aku bilang ke papa kamu sedang tidak enak badan, oke?" seru dirga mengalah yang di balas anggukan oleh kiara.


" Kamu tiduran lagi, aku bikinin kamu teh hangat dulu" lanjut dirga kemudian mengangkat tubuh kiara di gendongan setelah mengelap sudut bibir kiara menggunakan tissu yang ia basahi dengan air.


Dirga membawakan kiara secangkir teh hangat manis jambu yang di terima kiara dengan kedua tangan dan tersenyum lemah


" Terima kasih sayang" bisik kiara sedangkan dirga segera mengusap lembut perut kiara meringankan rasa tidak nyaman dan ternyata ampuh.


" Aku di rumah aja yah nemenin kamu? Atau aku telpon mama nemenin kamu di sini?" tanya dirga di sela sela usapannya


" Nggak... Jangan, kamu harus tatap ke kantor dan jangan kasih tahu mama kalau aku masuk angin, nanti mereka khawatir.


Setelah ini aku minum obat aja, nanti juga hilang kok yank mual nya " tolak kiara memandang dirga dengan tatapan memohonnya.


" Tapi.."


" Please.... Aku janji nggak akan ada apa-apa" sela kiara cepat saat melihat dirga yang akan menolak


" Aku mohon... Aku nggak mau buat mereka khawatir, yah sayang...." lanjut kiara saat dirga menatapnya ragu


" Okay... Tapi jangan matiin sambungan telepon dari aku ya, aku akan menemani kamu selama aku di kantor dan kamu di sini sendiri" putus dirga final.


" Gimana kalau setiap sejam sekali, aku juga butuh istirahat sayang. Dan kamu juga pasti repot, please yahh.... Aku janji" bujuk kiara lembut memandang dirga dengan tatapan yang membuat dirga lagi lagi mengalah.


Tatapan legendaris puppy eyes


Ughh...


" you got it.... One hour once call " balas dirga mengalah


" terima kasih sayang, aku mencintaimu" ujar kiara pelan masih dengan senyuman lemas tak berdaya nya.


" humm... Aku lebih mencintaimu" balas dirga mencium kening kiara


" kalau gitu aku siap siap kerja dulu" lanjut dirga kemudian berlalu untuk mandi dan setelahnya berangkat ke kantor dengan perasaan was was dan khawatir.


Setelah dirga pergi meninggalkannya di apartemen menuju ke kantor nya berada, kiara segera masuk ke kamar mandi dengan membawa benda strip kecil yang tersedia di kotak obat sebagai persiapan.


Kiara menampung urine milik nya di wadah yang tersedia di kotak dan mencelupkan sesuai instruksi yang tertera.


Menunggu dengan perasaan harap harap cemas... Berharap apa yang ada di fikiran nya benar terjadi.


Tidak lama kiara melihat di benda strip tipis yang di kenal orang dengan nama test pack memunculkan garis dua.


Ia melihat lagi kecocokan pada keterangan di kotak dan membaca dengan air mata mengalir terharu dan bahagia..


Akhirnya setelah kehilangan dan menunggu hingga 6 bulan ia bisa hamil lagi...


" ya tuhan... Terima kasih Hikss... Hikss.... Anakku.... Mommy kali ini tahu kamu ada di sini, mommy akan jaga kamu sayang... Mommy hiksss hiks... Mommy senang sekali hu.. Hu.. Hiks. Hiks. " gumam kiara senang memeluk perut nya erat.


Kiara menangis bahagia saat mengetahui jika ia sekarang sedang hamil kembali, maka ia segera memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan untuk memastikan terlebih dahulu sebelum memberitahukan kabar gembira ini untuk suaminya serta keluarga besarnya.


" ya tuhan terimakasih...."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah selanjutnya...


Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya...


Vote dukung aku yaaaa

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2