Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Antara si selebor dan si kampret


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Mansion wijaya


Hari ini adalah hari acara siraman untuk tujuh bulan kiara di laksanakan .


Suasana di mansion wijaya yang biasanya sepi layaknya kuburan sekarang ramai seperti pasar murah.


Di halaman mansion sudah hadir ratusan anak yatim, janda serta kaum duafa seperti yang di rencanakan oleh duo kakek nyetrik kakek bagus dan bakrie di awal pembicaraan.


Akan ada Acara adat seperti siraman dan pengajian lalu di lanjut dengan ceramah kemudian memberikan santunan.


Kakek bakrie dan bagus ingin semua orang mendoakan kebaikan untuk cicit mereka yang akan lahir ke dunia dengan tulus, dan menurut agama yang mereka yakini doa anak yatim, janda dan duafa pasti di jabah oleh yang kuasa apalagi doa dari hati tulus.


Dirga meski rutin memberi sumbangan di beberapa panti asuhan dan jompo, di acara 7 bulan istrinya saat ini ia memberi lebih banyak dengan ikhlas agar semua juga ikut merasakan kebahagiaannya.


Karena ini adalah acara perdana dari cucu tunggal ( dirga) kakek bakrie, maka kakek bakrie pun membuat acara yang meriah untuk cicit pertamanya meski tanpa musik yang memekakan telinga.


Di antara tamu undangan yang sudah memenuhi barisan kursi yang telah di siapkan ada raka yang bertugas sebagai seksi kerepotan.


Iya benar benar repot... Ia harus bolak balik layaknya setrikaan saat pengaturan tempat duduk tamu yang sudah hampir terisi dan juga menyambut tamu yang berdatangan .


Raka juga harus menertibkan tamu anak anak yang terkadang saling bertengkar bersama panitia yang lainya karena lama menunggu acara di mulai.


Meski raka demen dengan bocah tapi lama lama raka gondok juga.


" Elah... Ni bocah pada berantem, mana acaranya masih lama" batin raka nggak sabar


" Nah.. Adek adek semua, acaranya mau mulai nih yang tenang ya semuanya kasihan calon dedek bayi nanti takut loh kalau ada berisik berisik, pada ngerti kan.... Nanti kakak janji deh beliin es krim buat semuanya kalau pada nurut" seru raka sabar, dengan nada suara lembut dan menjelaskan dengan pelan membuat bocah bocah ubrek di hadapannya kompak bilang " Iya" dengan serempak dan semangat saat mendengar kata " es krim" dari raka yang langsung tersenyum kaku, gemes sama kelakuan bocah yang bisa bisanya langsung kompak nurut pas udah ada sogokan.


" ck... Giliran di sogok pada anteng, liat aja es krim nya gue beli pake duit si songong biar bangkrut" batin raka dengan rencana sucinya.


( sorry aja yee kalau cuma es krim mah kecil, bulan perlu gue bel.., nggak usah sombong ga)


Raka yang menampilkan raut wajah lembut tidak sadar sedang jadi bahan cuci mata cewek remaja dari risma gaul di sekitarnya, mereka memandang raka dengan mata lope lope di sertai pekikan kecil menilai betapa tampan nya raka dalam balutan baju koko modern saat ini.


Bisik bisik dari remaja labil sampe di telinga amira yang memperhatikan raka dari ujung tenda halaman mansion, amira juga terpesona saat melihat penampilan raka yang beda dari biasanya.


Raka biasa memakai baju kasual jika sedang bekerja dan hanya memakai pakaian formal di saat meeting penting serta acara pesta resmi seperti pernikahan, lain dari itu ia lebih nyaman memakai kaos oblong polos berwarna gelap dengan luaran blazer, apalagi dulu kalau sedang nongkrong bareng genk strong nya celana robek belum di jahit juga di pakai yang penting comfotable alias nyaman.


Coba tanya ke raka lebih suka pakai kaos oblong apa kemeja rapih kalau pilih pakaian untuk di pakai, pasti jawabannya kaos oblong. soalnya apa? Begini kata raka saat dirga bertanya...


" kaos oblong adem coy... Semriwing gimanaaaaa gitu... Lagian kalau buru buru lagi mau nggak susah tinggal tarik ke atas terus tancep gas poll"


Itu jawaban raka yang nggak jauh jauh dari hal mesum pas dirga bertanya, padahal menurut dirga kalau takut repot mengganggu pas adegan uhuy lebih baik seperti dirinya yang nggak pake baju kalau di rumah jadi tinggal plorotin yang bawah tancep gas pol...


( nah... Malah tambah ngelantur, ini kan lagi ngomongin pakaian raka. Sorry thor kebablasan )


Oke fokus...


Amira melihat dengan wajah merona malu saat melihat senyum lembut yang di tampilkan raka untuk menenangkan anak anak di depan sana.


Amira tahu kok butuh kesabaran ekstra untuk mengatur anak anak di usia segitu agar menurut dan tertib, tapi melihat raka yang seperti itu amira tidak menyangka.


Amira kira selain tingkah sengkleh bin absurd bin kampret bin edannya tidak ada yang lainnya lagi dari seorang raka ferdinant benedict.


Melihat sendiri bagaimana sikap raka membuat amira merasa yakin jika ia memang menyukai raka, bukan hanya karena ke-baddas-an dari raka tapi semua yang ada pada raka .


Dulu ia kira karena raka tampan dan baddas ia menyukai raka, tapi nyata nya sisi manis dan lembut raka yang saat ini ia lihat sendiri malah membuat nya semakin terpesona.


" gila si kampret bisa juga ya tersenyum lembut gitu" batin amira dengan jantung berdebar kencang beserta rona merah di pipinya.


Puk


" Oy.... Malah ngelamun, di cariin mba kiara tuh di kamar " seru seseorang di belakang amira tiba-tiba dengan tangan menepuk bahu nya pelan, membuat amira tersentak kaget hampir aja jantungnya copot.


" Akh.. Kirain siapa, fania ngagetin aja sih untung aku nggak punya riwayat penyakit jantung" sewot amira mendelik galak saat melihat fania sepupu kiara yang malah mendengus tidak perduli.


" Suruh siapa ngelamun, udah tau lagi pada repot" ujar fania cuek

__ADS_1


" Emang lagi liat apa sih?" lanjut fania bertanya dengan nada kepo.


Fania ini seumuran dengan amira cuma tua beberapa bulan sama amira, jadi cepat akrab waktu bertemu di pesta pernikahan dirga dan kiara.


" Mau tahu aja,kepooo....." balas amira asal nyeplos aja meledek fania yang malah tambah kepo


" Apa apa, cowok bening Yahhh.... Coba mana mana liat" seru fania heboh nggak perduli sama amira yang udah pusing saat tubuhnya di guncang barbar oleh fania


" Ck... Cokocip stop ih, copot nih pundak aku" sewot amira kemudian menampik tangan fania yang memegang pundaknya erat.


" Apasih selebor, ini bukan Cokocip ini andeng andeng tauk tapi ukurannya emang besar" dumel fania dengan tangan menunjuk hidung nya yang memang ada tahi lalat ukuran bigsize di ujung hidungnya sendiri.


" Bagi aku sama, cuma beda nya nggak bisa di makan" balas amira nggak peduli


" Mba kiara kenapa cariin aku?" lanjut amira bertanya


" Minta dampingin buat jalan ke tempat siraman" balas fania menjelaskan tujuan awal ia menghampiri amira.


" Oh... Oke, thanks" ujar amira singkat kemudian berbalik menuju ke arah dalam mansion menemui kiara yang sedang menunggunya di ruang tamu, seperti apa kata fania sebelum ia benar-benar meninggalkan fania yang langsung ngacir mendekati raka di sana.


Eeehh tunggu...


Amira seketika berbalik saat melihat fania menampilkan raut wajah semangat mendekati raka yang saat ini sedang berdiri mengawasi anak anak di ujung sana.


Hati amira serasa di remas saat melihat fania yang mengobrol akrabvdengan raka dan raka yang juga cekekekan santai dengan fania yang sifatnya emang easy going.


Tangan nya mengepal erat cemburu saat fania dengan santainya menempel dengan raka yang nggak merasa canggung malahan senang saat di tempeli oleh fania.


" apa bang raka sebenarnya juga dekat fania yah... Kok mereka akrab gitu" batin amira gelisah, ia menahan rasa sesak saat cowok yang mulai dekat dengannya ternyata juga dekat dengan sepupu dari istri abang sepupunya.


" tapi aku nggak boleh egois, bang raka juga belum tentu suka sama aku" lanjutnya dalam hati.


Melihat bagaimana keakraban antara fania dan raka membuat hatinya sakit, kemudian amira pun lebih memilih pergi dari pada hati nya yang sakit bertambah sakit.


" Aku bahkan baru ini jatuh cinta, tapi udah patah hati sebelum menyatakan cinta , duhhh nasib"


Amira berlari dengan terburu sambil menahan laju air mata nya, membuat raka yang ingin memanggil nama amira saat melihat amira berlari pun mengernyitkan dahi bingung dengan tingkah laku amira yang tidak biasa.


" kenapa tuh si selebor?" batin raka bingung


" Kenapa si amira, kok buru buru gitu?" tanya raka kepada fania yang berdiri di sampingnya ikut membantu mengawasi.


" Cari tahu dong " balas raka gemas, menepuk kepala fania yang sedang mamakai pashmina sebagai penutup kepala, dengan tepukan ringan membuat yang di tepuk merona salah tingkah.


" Apa sih... Tadi itu mba kiara panggil amira tauk, mungkin buru buru takut mba kiara ngambek " ujar fania gugup saat merasakan kelembutan tepukan di kepalanya dari raka yang memasang senyum usil.


" Apa nih... Kok salah tingkah gitu, suka yah di manja manja gini? " tanya raka menggoda fania yang langsung menampilkan ekspresi salah tingkah level lanjut saat melihat raka yang terkekeh kecil saat mentertawai tingkahnya.


" Uuuhhh.... Tampan nggak kalah sama bang dirga " batin fania terpesona.


" Bleeeeh.... Enak aja biasa aja tuh..." balas fania memeletkan lidah nya meledek raka yang akhirnya tertawa, untung saja mereka berdiri agak jauh sewaktu mengawasi anak anak.


Raka dan fania asyik bercanda dan tertawa di ujung sana, tanpa tahu jika ada seseorang yang melihat keakraban mereka dengan perasaan campur aduk di ujung pintu masuk acara, dengan kiara di sampingnya yang untungnya tidak memperhatikan tingkahnya karena kiara sedang mengobrol dengan mama sarah yang kebetulan juga mendampingi kiara berjalan.


" Sepertinya aku udah kalah deh" batin nya sedih


Acara demi acara berjalan dengan lancar, bahkan dirga yang biasanya mangkir dari tugas yang namanya memberikan sambutan turut ikut memberi sambutan dengan nada gembira yang tidak di tutup tutupi meski ada relasi bisnis nya yang juga ikut hadir di acara terbuka mereka saat ini.


Meski tidak mengundang wartawan tapi yang namanya keluarga terpandang dan terkaya sudah pasti jadi sorotan dengan berita berita nya.


lagian dirga juga dulu sudah berjanji saat di rumah sakit, jika ada kabar gembira darinya maka ia akan dengan terbuka akan menyiarkan kabar gembira ini.


Alhasil acara yang melibatkan ratusan tamu undangan yang syukurnya mampu di tampung di halaman luas mansion wijaya ini tidak luput dari pemberitaan dan tayang eksklusif di stasiun televisi swasta.


Selesai acara


Saat ini keluarga penyelenggara acara sedang istirahat setelah selesai menjalani rangkaian demi rangkaian acara yang tadi berjalan dengan lancar dan sempurna.


Melihat bagaimana kebahagiaan dari orang yang menerima santunan dari mereka, serta mendengar doa tulus di sertai senyum bahagia dari mereka ( yatim piatu dan duafa) membuat hati mereka bahagia dan tentram.


Kiara juga tidak keberatan saat ada seorang nenek dengan pakaian ala kadarnya mengusap lembut dan mendoakan dengan senyum di wajah keriputnya untuk kesehatan bocil dan kebahagiaan ia dan dirga.


Bahkan kiara terisak saat sekelebat masa lalunya bersama sang nenek yang sudah berpulang muncul di fikirannya, saat melihat nenek yang tulus berdoa untuknya.


Saat ini Di samping kiara ada papa fandi, yang senantiasa mengusap sayang rambut kiara dan sesekali mengusap perut kiara yang besar.

__ADS_1


" Aktif banget cucu kakek, senang yah kakek usap seperti ini?" tanya fandi saat tangannya mengusap pelan perut milik anaknya yang sedang duduk di sebelahnya tanpa niat melirik sang menantu yang saat ini sedang iri, terbukti dari mata dirga yang menampilkan raut wajah lempeng nggak ikhlas untuknya.


" rasain.... Liat aja kalau cucu ku lahir, kiara dan cucu nanti aku boyong ke rumah tanpa ajak ajak bapak songong nya" batin fandi dendam


Dirga yang melihatnya tentu saja iri, tapi tenang aja nggak sampe parah kok.


" Oi ga... Sini ada yang mau gue omongin" panggil raka dari ujung ruang tamu dimana memang keluarga dirga sedang berkumpul


" Yoo" suhut dirga singkat, kemudian berjalan mendekati kiara untuk mengecup dahi dan perut kiara bergantian, lalu melenggang pergi setelah menatap papa fandi dengan ekspresi kemenangannya bermaksud mengejek.


" bleeee... Rasakan papa mertua durhaka"


" mantu kurang ganteng... Liat aja nanti" batin fandi tertantang melihat dirga yang sedang berbicara dengan sahabat nya di ujung sana dengan mata memicing tajam.


" kenapa?" tanya dirga singkat saat sudah ada di hadapan sahabat nya raka, sedangkan faro sedang duduk bersama elisa yang memakan mangga muda dan sesekali elisa menyuapi faro dengan potongan mangga muda.


" Mamam tuh bini ngidam" batin dirga senang saat melihat ekspresi wajah faro yang terlihat menyedihkan sekaligus lucu di mata dirga saat ini.


Tahu sendiri batapa asemnya rasa mangga muda kesukaan ibu tekdung itu seperti apa, rasanya lebih asem loh dari ketek author yang jarang mandi pagi.


(wah... Ngajak gelud, itu aib oy jangan di umbar. Bleeee.... Serah gue dong****)


" Bagi duit?" balas raka dengan watados nya di sertai tangan menengadah ke arah dirga yang saat ini melongo gagal paham.


" kenapa minta duit sama gue, lah bocah ngapa ya?" batin dirga bertanya


" Lah ngapa minta duit sama gue?" tanya dirga heran


" Minta sana sama bokap lu kampret" lanjut dirga sewot, kirain apa yang mau di omongin tauk nya...


" gue kaya raya, duit banyak juga bukan buat sembarangan coy" batin dirga pelitnya kumat


" Ck... Gue lupa bawa dompet" gumam raka nggak nyambung


" Lah masalahnya apa bambank?" tanya dirga senewen


" Gue mau beli es krim" balas raka santai


" Hah?"


" Ck... Bangke, lu kira bikin bocah bocah di sana tadi itu gampang apa? Heh... Gue kudu ngerayu pake embel embel beliin mereka es krim baru pada anteng .


Kalau cuma 10 biji duit gue cukup, nah ini 5 panti asuhan yang jumlah anak nya tak terkira yang harus gue beliin.


Duit Dari mana gue beliin mereka es krim? Gue lupa bawa dompet Bangke.... Siapa juga yang mau minta sama lu. Akh sial " seru raka sewot sendiri saat menjelaskan dengan panjang lebar kepada dirga yang malah melihatnya dengan ekspresi songongnya seperti biasa.


" Si kampret sok baik ujung ujungnya gue juga yang kena, akh... Untung hari ini gue lagi baik.


Nih... Kartu gold gue, lu beliin dah semua anak anak tadi es krim sesuai janji.


Nanti balikin kalau udah selesai" dumel dirga baru paham kemudian mengambil dompet dari saku celananya, mengeluarkan kartu limited edition berwarna emas kepada raka yang berbinar cerah saat melihat kartu yang bisa di pakai buat beli mobil mewah tanpa takut saldonya abis.


" oke si.."


" Eeits..... Inget lu buat beli es krim bukan buat beli kon**m rasa strawberry jangan lupa di balikin" sela dirga cepat menjauhkan kartunya sebelum raka memegangnya.


" Iya Bangke.... Lagian gue juga udah lama nggak main bola , udah tobat gue" balas raka sewot mengambil dengan kasar kartu di tangan dirga yang malah terkekeh.


" Tobat dari zimbabwe, besok juga kumat lagi.


Udah sana buru pergi... Nah ajak amira aja ke supermarket nya" ujar dirga dengan alis naik turun menggoda setelah terkekeh lucu


" Oi raslebor sini... Pergi sama raka beli es krim"


" hah?"


" haaaaaahhhhh"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya....


Jangan lupa loh jejak komentar dan klik jempol nya...


Serta vote dukunganya yaaaa....

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2