Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Stalker dan si pengirim bunga


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kejadian sampingan Pada saat golden weak kiara dan elisa.


Kaisar tersenyum saat melihat gadisnya sedang tertawa dan bercanda dengan sahabat nya elisa.


" tidak pernah berubah, kalian selalu bersama" gumam nya pelan


Posisi mereka yang duduk di dekat jendela kafe membuat kaisar bisa melihat dengan jelas dari posisi nya sekarang,


Kaisar sendiri saat ini ada di dalam mobil nya, yang ia parkirkan di area parkir kafe.


Tepat sekali menghadap jendela kafe dan dengan kaca mobil berwarna gelap


sehingga ia bisa dengan leluasa memandangi mereka tanpa khawatir ketahuan.


" cantik..... Benar benar cantik..." gumam nya dengan senyum tulus yang ia rasa sudah lama tidak muncul.


Membuat wajah nya yang tampan semakin tampan ( meski masih tampan kakang dirga).


Sebenarnya tidak sulit baginya untuk mencari pengganti dari chabi nya, tapi mau bagaimana lagi.


Cinta kan tidak bisa di paksa dan lagi ia sudah menutup rapat hati nya untuk cewek lain.


Perpisahan mereka juga bukan atas kehendak nya, dulu ia bukan apa-apa tapi sekarang dia beda.


Sekarang ia tahu bagaimana cara membungkam mulut papa nya, jadi hanya tinggal membuat kiara kembali lagi pada nya, urusan yang lain bisa dengan mudah ia selesai kan.


Apalagi hanya pertunangan sepihak nya dengan keluarga sudirjo.


Ia memegang kartu as untuk membuat keluarga sudirjo tunduk pada nya, jika berani membantah siap siap saja bom waktu meledak


" dan booom...." gumam nya dingin


Kemudian tersenyum iblis.


Kaisar punya rencana bagus, tapi ia tidak sadar jika lawan nya bukan orang sembarangan.


Terlebih lagi ini sudah lima tahun berlalu tidak ada yang tahu apakah kiara akan tetap memiliki perasaan pada nya atau sudah benar-benar melupakan nya.


Belum lagi tunangan kiara yang ternyata adalah dirga.


Belum ada yang mengetahui rahasia ini kecuali keluarga wicaksono dan wijaya, bahkan kiara pun tidak tahu.


Drt.. Drt.. Drt...


Kaisar merogoh saku jas nya saat Merasakan getaran pada handphone nya,


Nama Ronald tertera di layar handphone


Klik


"hmm..." gumam kaisar


"......"


" tunggu 10 menit lagi" balas kaisar


Tut...


Tanpa menunggu balasan dari Ronald kaisar langsung memutuskan panggilan.


" gue pergi dulu ya, besok ketemu lagi" gumam nya entah pada siapa


Kaisar meninggalkan tempat parkir setelah puas memandangi dalam diam wajah gadisnya.


Besok mungkin ia akan mengikuti kiara lagi, Ia tidak ingin terlewat sedikit pun setiap kegiatan kiara nanti.


Sebut ia stalker, tapi ia acuh... Baginya sah sah saja jika itu untuk kiara nya .


Kaisar sampai di kawasan gedung perkantoran milik keluarga wiratmadja.


Gedung besar lumayan mewah ini memiliki 15 lantai.


Ruangan Kaisar sendiri ada di lantai tertinggi yaitu Lantai 15, lantai yang hanya berisi ruang kerja papa nya, untuk nya, asisten pribadi dan sekretaris .


Kaisar melangkahkan kaki dengan mantap, jika dulu senyum nya selalu terpasang apik di wajah nya maka sekarang jangan harap ia akan menampilkan nya selain senyum bisnis.


Setiap langkah nya di iringi oleh sapaan dari karyawan dan hanya akan kaisar jawab dengan anggukan atau deheman sebagai balasan.


" selamat siang pak. Kaisar" sapa salah seorang karyawati yang berpapasan dengan nya.


" hmm..." gumam kaisar kali ini ia tersenyum sangat tipis karena suasana hati nya bahagia ( abis lihat kiara). Membuat karyawati itu diam dengan muka shock


" kyaaaa...demi apa itu pak. Kai bisa senyum...


Omg Omg.... Tambah ganteng aja


Ah.... Aku beruntung" batin nya sadar dari rasa shock membuat wajah nya berubah jadi merona.


Ting

__ADS_1


Kaisar memasuki lift khusus untuk direktur dan naik menuju lantai dimana ruangan nya berada.


Ting


Kaisar keluar dari lift Melangkahkan kaki menuju ruangan yang ada di tengah antara ruangan asisten dan sekretaris nya.


Ceklek.


Membuka menutup pintu ruangan nya, kaisar berjalan menuju kursi kebesaran nya.


Lalu Menekan dial di tombol pesawat telpon di meja nya untuk memanggil Ronald asisten pribadi nya.


Klik


" keruangan ku sekarang"


Tut


Tidak lama pintu ruangan terdengar bunyi ketukan dari luar.


Tok.. Tok


" masuk" perintah kaisar


Ronald masuk dengan beberapa berkas di tangan nya.


" ada yang menarik" tanya kaisar datar


" ya... Gue harap ini bisa sedikit bikin lu seneng kai" balas Ronald santai, karena saat ini hanya ada mereka berdua.


" apa...." tanya kai singkat


Ronald meletakkan kertas laporan di meja tepat di hadapan kaisar membuat kaisar mengangkat alis sebelah bingung


" baca...." ujar Ronald kurang ajar di hadiahi dengusan keras dari kaisar yang diam diam ngedumel tentu nya dalam hati


" punya anak buah kok kampret, untuk sahabat"


Akhir nya dengan perasaan gondok karena kelakuan Ronald tadi, kaisar pun membaca baris demi baris kalimat yang ada di kertas tersebut.


Senyum nya perlahan terbit,


Senyum yang membuat Ronald merasa bangga karena berhasil membuat kai setidaknya tersenyum walaupun tipis


Kaisar merasa ini adalah angin segar untuk nya,


Jelas sekali ia yakin dengan pemikiran nya.


" jadi begitu cerita nya.... Drama banget sih" batin kai puas


Ia sangat tahu watak dari chabi imut nya,


" apa yang akan terjadi kalau ternyata kekasih nya adalah tunangan yang tidak di inginkan nya" fikir nya senang.


" bisa dapat informasi bagus seperti ini, hebat juga lu ron" puji kaisar setelah lama terdiam


" thanks " balas Ronald singkat


" terus apa yang akan lu lakukan kai" lanjut nya bertanya


Kaisar tersenyum misterius membuat Ronald tidak enak perasaan.


" semoga kai nggak macem macem"


Batin Ronald khawatir


" ron... Kirimin bunga setiap hari ke kantor kiara, gue mau bunga nya beda beda di tiap hari nya" ujar kaisar nggak nyambung


" ah... Nanti gue kasih notes nya, besok kirimin bunga anyelir. Nggak usah pake kartu nama pengirim.


Gue mau ini jadi kejutan buat chabi di tiap hari nya" lanjut kaisar menjelaskan dengan detail keinginan nya.


" gue mau dia pelan pelan nerima gue lagi" gumam kaisar pelan namun cukup terdengar jelas di telinga Ronald.


Mendengar nya ada sedikit perasaan sedih di hati Ronald, membuat ia mau tidak mau harus menuruti keinginan dari sahabat nya


meski cara ini kelihatan sedikit menakutkan.


Siapa yang nggak takut jika setiap hari harus menerima bunga dari orang yang nggak di kenal.


Meski pun ada sebagian cewek suka dengan kejutan manis seperti ini.


tapi ini lain cerita jika yang di hadapi kiara cewek yang sudah berhasil membuat kaisar bertekuk lutut.


Dan juga ia pun lumayan mengetahui sifat dari kiara seperti apa.


" oke... Besok gue pesenin bunga nya" balas Ronald pasrah.


" thanks" ujar kaisar pelan


" ada lagi" tanya kaisar


" pertemuan dengan perusahaan dari kota Y, di percepat jadi jam satu siang nanti" jelaa Ronald pada kaisar


" hn.. Siapin aja dokumen yang diperlukan, kita harus ada di tempat setidaknya lima belas menit sebelum waktu pertemuan" balas kaisar yang di mengerti oleh Ronald.

__ADS_1


" baik" jawab Ronald singkat kemudian pamit undur diri.


Setelah Ronald pergi, Kaisar mengerjakan lagi pekerjaan nya yang sempat tertunda karena acara mengintai chabi nya.


Mata nya kemudian melirik ke arah di mana figura yang sengaja ia letakan di samping laptop nya,


Kaisar tersenyum melihat foto tersebut,


Tapi tidak lama karena senyum tipis nya segera di gantikan Oleh wajah suram nya


" sorry aja, lu fikir kalau dengan lu kasih gue pertunjukan kecil gitu gue bakal mundur" batin nya marah mengingat lagi laporan dari orang suruhan nya.


Dimana iya mendapat laporan berupa dua lembat foto dua orang beda jenis kalamin sedang berpelukan yang membuatnya harus menahan geraman emosi nya.


Seakan belum cukup membuat nya emosi foto selanjutnya bahkan lebih jelas di mana seorang perempuan yang hanya menampilkan punggung nya ( meski cuma punggung tapi kai tahu jika itu chabi nya) sedang berciuman dengan seorang pria dengan mesra.


di tambah dengan si pria melihat ke arah kamera dengan sorot mata penuh kemenangan.


Seakan memberi tahu bahwa ia sadar sedang diawasi dan memberitahu secara tidak langsung jika ia sudah kalah.


Kaisar yang saat itu sedang mengerjakan dokumen kerja sama penting pun kalap, ia dengan membabi buta merobek foto, dokumen, laporan penting


bahkan jika saja saat itu Ronald tidak segera masuk ke ruangan nya pun ia yakin jika laptop tempat ia menyimpan file dokumen penting nya ikut menjadi korban emosi nya.


Keesokan nya


Kaisar sedang menulis notes kecil untuk ia kirim bersama buket bunga pesanan nya,


Ia menulis dengan sangat hati hati seakan jika ia salah menulis maka pesan dari nya pun tidak akan tersampaikan.


Kaisar tersenyum melihat tulisan tangannya, ia yakin jika kiara masih mengingat bentuk khas tulisan nya.


" gue sayang banget sama lu chabi" gumam nya pelan mengecup notes itu sayang seakan sedang mengecup si penerima notes.


Akhirnya bunga terkirim, kurir khusus nya melapor jika bunga sudah di terima oleh kiara.


Kaisar senang, tentu saja setidaknya nya ia berharap dengan perhatian kecil nya kiara akan mengingat nya kembali.


Hari hari berikutnya kaisar juga menulis notes kecil untuk di selipkan di buket bunga.


Seminggu ini kaisar bahagia, rencana kecil nya berjalan dengan lancar.


Perasaan bahagia tertular pada Ronald,


Ia ikut senang kaisar akhirnya bisa tersenyum lagi.


Prang...


Di ruangan kaisar. Sebuah vas bunga melayang dan menabrak dinding lalu hancur berantakan , sang pelaku kaisar sedang emosi karena kurir khusus nya membawa kembali buket bunga mawar beserta laporan yang membuat nya kalap dan lebih emosi.


" Apa maksudnya, kenapa bisa di tolak" tanya kaisar dengan nada suara tinggi nya.


" maaf tuan, biasa nya saya mengantar sampai reseptionist tapi kali ini ada penjaga yang mencegah saya sebelum memasuki lobby kantor tuan, dia tidak mengizinkan saya masuk dan mengusir saya dengan alasan yang tidak jelas" jelas kurir itu panjang lebar dengan nada takut.


Kepala nya menunduk tidak berani melihat ekspresi dari tuan nya saat ini


" tamat lah riwayat ku" batin nya takut.


" sial...." umpat kaisar bahkan kaki nya ikut menendang kursi tempat nya duduk dengan kasar.


" sepertinya dia udah tahu" batin nya.


" kamu pergi.... Tetap coba setiap hari nya apapun yang terjadi" ujar kaisar datar


" baik tuan" jawab kurir singkat lalu pergi meninggalkan ruangan kaisar.


Tok. Tok. Tok


" masuk" ujar kaisar dengan teriakan emosi nya.


Ceklek...


Pintu terbuka menampilkan Ronald yang memandang ruangan kaisar yang berantakan dengan ekspresi horor nya.


" sepertinya kai emosi lagi" batin Ronald mengerti


Ronald sudah tahu dengan apa yang telah terjadi,


Jadi ia memutuskan untuk lebih memilih memanggil office boy dari pada menanyakan sesuatu di saat kaisar masih emosi.


Sementara itu Di kantor kiara , hari ini kiara menjalani hari nya dengan perasaan nyaman. Kiara sedikit merasa ada yang beda, biasanya ia akan menerima sebuket bunga yang tiap hari nya berbeda.


Tapi hari ini ia tidak mendapatkan nya.


" sepertinya dirga menepati janji nya, syukurlah" gumam kiara lega


Mengangkat bahu acuh kiara melanjutkan lagi pekerjaan nya yang masih menumpuk dengan hati yang ceria.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan kemana mana tetap tunggu kisah selanjutnya


Jangan lupa vote dukunganya


Tinggal kan jejak komentar serta klik jempol nya ya

__ADS_1


Terimakasih


Sampai babai


__ADS_2