
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" emhhh..."
Deg.. Deg..
" nah loh, suara apa itu"
" ga..." bisik kiara lirih
" hmmm..." gumam dirga
" tangan kamu, ngapain?" tanya kiara masih berbisik
" Ee.." seru dirga, kemudian melihat ke arah tangan nya, di mana yang satu sedang menahan untuk menarik resleting ke bawah, sedang kan yang satu nya lagi...
" nah.. Loh, dari kapan tangan gue nemplok di situ?" batin dirga heran saat melihat tangan nya yang sudah asyik menemplok di punggung terbuka kiara, mending cuma nemplok.. dengan tanpa di sadari nya, jari pintar nya sedang menelusuri tulang punggung terbuka milik kiara yang ternyata memang halus bin licin .
" anjiwww, kelepasan..."
" ah... Maaf sayang, jari jari tangan aku nggak punya GPS jadi nyasar kemana mana" ujar dirga ngaco, membuat kiara yang mendengar nya malah terkekeh.
" apasih, jari jari kok di pasang GPS, lucu deh" ujar kiara di tengah tengah kekehan nya.
Dirga tersenyum, dia kira ia akan kena gampar ternyata malah ditanggapi santai sama yang punya punggung.
( lah... Masa udah nikah masih takut di gampar ga? Kata nya hak dan kewajiban Wkwk... Berisik thor)
" sudah turun kan yank, ya sudah kamu keluar dulu gih, aku mau mandi dulu.
Nanti gantian, aku siapin juga baju ganti nya" ujar kiara mengusir halus dirga yang di protes langsung oleh dirga.
Ia tidak terima, baru juga sebentar ***** ***** nya, masa udah gitu aja nggak ada lanjutan nya.
"ohhh... Tidak bisa ferguso "
" kok gantian, kenapa nggak sekalian aja kalau bisa sama-sama mandi nya?" tanya dirga dengan raut wajah mesum mode on nya.
" ih... Mesum" pekik kiara malu, menutup bagian dada nya yang hampir terbuka, karena gaunnya melorot tiba-tiba
" kok mesum, ya nggak apa-apa dong sama istri sendiri" balas dirga pelan, memandang kiara dengan tatapan menggoda nya.
Glek...deg.. Deg..
Jantung kiara berdebar saat melihat dirga yang melihat nya seperti melihat daging steak enak, ia malu dan juga gugup saat dirga mendekati nya pas ia berjalan mundur pelan.
" kenapa mundur?" tanya dirga dengan nada main main nya
" dan kenapa harus di tutupi? Itu sekarang milik aku loh" lanjut dirga memegang tangan kiara yang sedang menahan gaun nya agar tidak melorot ke bawah.
Akan sangat berbahaya jika sampai melorot apalagi di depan masih ada suami nya yang sedang dalam mode garong nya.
Glek. ..
Kiara menggigit bibir bawah nya, menahan rasa aneh dalam hati nya saat menghadapi situasi yang sesungguhnya sudah ia ketahui pasti akan ada adegan seperti ini.
Meski begitu kiara masih malu, apa lagi di tatap seperti itu oleh dirga.
Deg.. Deg.. Deg..
" kenapa sayang, kok nggak jawab pertanyaan aku?" tanya dirga ( lagi) saat tidak mendapatkan jawaban dari kiara,malah saat ini kiara menggigit bibir bawah nya seperti menggoda, membuat dirga pun tidak bisa lagi menahan nya lebih lama akan kerinduan nya pada candu berupa bibir kiara di depan nya.
" sudah aku bilang jangan pernah gigit dan pasang wajah menggoda seperti itu" ujar dirga sebelum membawa kiara dalam ciuman dalam yang menggebu, maklum saja 3 minggu tidak bertemu dan sekali nya bertemu sudah ada sertifikat halal nya.
(Jadi kenapa harus di tunda jika bisa sekarang, iya gak ga? Yoi thor, tumben setuju)
" emhh...."
Kiara tidak bisa untuk tidak mendesah saat dirga mencium nya dengan menggebu, di sini ia bisa merasakan bukan hanya rasa rindu lah yang ia rasa, tapi juga cinta dan posesif yang menggebu di setiap perpindahan posisi ciuman dari dirga.
Kiara menerima, karena jujur saja jika ia pun sangat merindukan nya.
Dengan tanpa di sadari, dirga mengambil alih tangan kiara yang tadi memegang gaunnya ke dalam gengaman tangan besar nya, sehingga gaun putih yang tadi menutupi tubuh kiara meluncur dengan bebas nya, tanpa ada yang bisa mencegah menyisakan short bawahan tanpa bagian atas yang sekarang polos terbuka.
Dirga ikut membuka satu persatu kain di tubuh nya dengan gerakan yang kiara sendiri tidak sadari, ia terlalu menikmati ciuman dalam dan panas dari dirga, sehingga saat ia sadar akan kondisi mereka saat ini, meraka hanya memakai bawahan tanpa atasan yang menutupi tubuh satu sama lain.
" sejak kapan dirga lepas kemeja nya?" batin kiara shok saat melihat tubuh atas yang terbuka tanpa sehelai benang milik dirga.
Abs sixpack nya masih seperti dulu, bahkan sekarang tambah membentuk sempurna.
Kiara memerah saat melihat nya, sehingga ia segera menutup wajah nya tanpa tahu jika milik nya sendiri terekpos dengan mulus nya.
__ADS_1
" ga..."
"hmmmm" balas dirga bergumam,karena saat ini bibir nya sudah nemplok di perpotongan leher dan pundak terbuka milik kiara, mengecupi setiap inci kulit halus milik istri nya dengan tangan berusaha melepas tangan kiara yang menutup wajah karena malu.
" emhh..."
Lagi lagi kiara melepaskan desahan tertahan nya, sehingga dirga pun semakin semangat saat mendengar nya.
" asyik... Bisa dong, jajal 1 ronde?" batin dirga bertanya pada author yang geleng-geleng kepala tidak setuju
Suara kecipak dari ciuman panas nan basah yang di timbulkan dirga dan kiara memenuhi kamar mandi yang untungnya kedap suara milik kiara saat ini, entah berapa lama mereka saling bergulat dengan bibir saling bertaut.
" emhhh... Nhhhh.."
Tangan dirga pun ternyata tidak tinggal diam, dengan satu tangan menelusuri punggung belakang hingga bawah, sedangkan satu nya menekan lebih dalam tengkuk kiara.
" akh... Gue nggak tahan" batin dirga tidak sabar, ia sudah mulai merasa tegang sekali.
Tapi sayang sekali waktu tangan nya turun menuju bagian milik kiara, tangan kiara lebih dulu mencegah nya.
" kanapa sayang?" tanya dirga terengah, ia masih di antara sadar dan tidak saat bertanya, kegiatan ini membuat nya lupa diri.
" umhh... Maafin aku ga" bisik kiara menjawab pertanyaan dirga tapi tidak benar-benar menjawab.
" kenapa hmm?" tanya dirga sabar, ia melanjutkan kegiatan nya, mengecup pipi lalu turun ke leher kiara dengan meninggalkan jejak basah di sepanjang kecupan nya.
" aku..."
"hmmmm?"
" aku lagi..... Em... Datang bulan" lanjut kiara berbisik di telinga dirga, ia malu saat membicarakan hal kewanitaan dengan dirga meski dirga sekarang adalah suami nya.
" hemmm...datang bulan, oh...." gumam dirga, belum konek ia masih menikmati setiap jengkal bahu terbuka kiara.
Dan...
" hah!!!" pekik dirga dengan melepas diri untuk melihat raut wajah malu dari istri nya saat ini yang sudah sangat merah wajah nya.
" tadi kamu bilang apa? "tanya dirga berharap apa yang di dengar nya salah, siapa tahu mau ke bulan iyan kan?
" aku lagu datang bulan " jawab kiara sekali lagi, kali ini lebih jelas dan di akhiri senyum canggung plus tidak enak nya.
Dirga shock, ia mengedip ngedipkan mata nya cepat saat mendengar dengan jelas kenyataan terpahit dalam hidup nya saat ini, apalagi ini adalah malam yang sudah ia tunggu lama sekali.
" sayang..." panggil kiara lagi saat dirga tidak menjawabnya, ia mengusap pipi kiri dirga pelan sehingga dirga pun sadar dari shock tidak elit nya
" ah.. Iya sayang kenapa? "ujar dirga balik bertanya.
" kamu kenapa, kok bengong gitu? " tanya kiara memaklumi perbuatan dirga.
" Oh... Nggak apa-apa sayang" balas dirga canggung
" kamu, nggak marah kan sama aku?" tanya kiara hati hati saat melihat tampang dirga yang berbeda dari saat pertama masuk ke kamar mandi.
" marah?" beo dirga, saat mendengar pertanyaan kiara.
" marah untuk apa?"lanjut dirga bertanya
" aku, kita nggak bisa itu... " ujar kiara, menyebut kata itu dengan bisikan kecil nan malu nya, menundukan kepala takut jika dirga marah dengan nya.
" ya ampun... Malu banget nyebut nyebut gituan" batin kiara gugup
Deg.. Deg...
" ya lord... Bini gue ternyata mikirin gue, dan gue malah kecewa karena suatu hal yang di luar kendali nya" batin dirga saat ia sempat kecewa pas mengetahui kiara sedang dalam masa siklusnya.
Grep...
" kata siapa aku marah, hmmmm?" tanya dirga, ia membawa kiara kedalam pelukan hangat nya. Dan merasakan sesuatu benda kenyal menempel erat di dadanya saat ini.
" akh.... Ini yang nama nya bisa melihat namun tidak bisa menikmati ya?" batin dirga galau saat kembali merasakan sengatan enak dari kulit halus kiara di pelukan nya.
" kamu diem aja, nggak jawab pertanyaan aku?" gumam kiara pelan di dalam pelukan suami nya.
" maaf... aku cuma nggak nyangka aja, di malam pertama kita malah ada tamu tak di undang" balas dirga jujur, ia tidak mau membuat kiara salah paham atas keterdiamannya.
( thor sengaja kan heh? Apa sih ga suudzon aja)
" maafin aku ya, ini memang waktu nya bulanan aku" ujar kiara menjelaskan meski harus menekan rasa canggung nya, membicarakan siklus dengan seorang pria yang baru jadi suami nya.
" nggak apa-apa sayang, aku ngerti" balas dirga lembut
" tapi, kira kira berapa lama?" tanya dirga ambigu, tapi di mengerti oleh kiara yang mendengar nya.
" 4 hari lagi, kalau nggak 5 hari" balas kiara menjelaskan
__ADS_1
" oh..." gumam dirga pelan.
" bangke,gue puasa lagi dari 29 tahun kurang 2 bulan di tambah 5 hari. Kurang ngenes apa lagi coba?" batin dirga bertanya.
" ya sudah kamu mandi, terus itu istirahat yah" ujar dirga lembut dengan senyum maklum nya, kemudian melepas pelukan nya, lalu memungut kembali kemeja hitam yang tadi ia lepas dengan perasaan senang dan berjalan keluar dengan langkah lunglai.
" aku rak popo, 4 hari mah bisa di tahan" batin dirga merana lalu menutup pintu kamar mandi meninggalkan kiara sendiri yang sedang menahan kikikan nya.
Kiara senang melihat raut wajah melas dari suaminya, tapi apa daya yang nama nya bulanan kan nggak bisa di cegah?
" hihi... Kasihan sekali, padahal yang di bawah lagi tegang tegang nya tuh" gumam kiara pelan dengan kekekehan nya.
Kata siapa ia tidak tahu jika dirga dalam keadaan on? No.... Ia tahu dengan jelas saat perut nya mengenai sesuatu yang nggak perlu di jelaskan, dari milik dirga saat mereka berdua menempel berpelukan saat dirga masih belum tahu kenyataan sesungguhnya tentang keadaan ia saat ini.
Dan selanjutnya yang di dengar adalah air berjatuhan dari shower menandakan kiara memulai ritual mandi nya.
Sedangkan di atas ranjang sana, dirga tampan kita sedang duduk dengan kepala menunduk ke bawah melihat adik nya yang tiba-tiba lemas, seperti nya kecewa tidak bisa bertamu karena sudah keduluan tamu yang lain.
" anj....piiiiipppp....bilang nya ora popo, nyata nya apa ini. Sial...."
Batin dirga ngamuk sendiri tanpa bisa melampiaskan perasaan kesal nya.
Sabar ya ga.... Khikikik...
Skip
Pagi hari
Sinar matahari menyapa retina mata nya saat kiara membuka perlahan kedua kelopak mata nya.
Kiara memandang ke arah samping, di mana ada sosok dirga yang masih terbuai di alam mimpi dengan wajah menghadap nya.
Kiara memandangi dengan seksama bagaimana pahatan sempurna dari wajah milik suami nya, dan benar-benar tidak ada cela sedikit pun.
Lihat saja bagaimana alis tabal nya yang terbentuk sempurna.
mata yang biasa memandang lawan bisnis nya tajam kini tertutup bersembunyi di kelopak matanya.
Hidung mancung nya.
Bibir tipis menggoda yang selalu mengecup mesra kening nya.
Dan terakhir dagu dengan rahang tegas milik dirga nya suami nya.
Kiara tersenyum dengan jari menelusuri pipi hingga rahang dirga perlahan
Dan
Grep..
" suka dengan pemandangan indah pagi ini?" tanya dirga dengan suara serak khas bangun tidur, mengagetkan kiara yang kini merona malu
" kamu sudah bangun?" tanya kiara gugup saat ketahuan memandangi wajah tidur nya.
" em... Selamat pagi" balas dirga, tersenyum tampan lalu mencium mesra dan dalam bibir kiara, membuat kiara yang tidak siap hanya bisa bengong dengan ekspresi lucu nya.
Muach...
" morning kiss... besok besok jangan lupa di bales ya,mulai hari dan seterusnya wajib loh" ujar dirga setelah melepas tautan nya, lalu mengerling nakal menggoda kiara yang saat ini wajah nya terlihat imut di pandangan dirga.
" aih... Kenapa ekspresi nya begitu "
Tidak ingin semakin membuatnya dilema, dirga segera bangkit dari tidur nya menuju kamar mandi, untuk mandi menghilangkan efek panas yang di ciptakan kiara barusan.
" sial... Pagi pagi udah gini"
Ceklek... Blam...
Pintu tertutup meninggalkan kiara yang sedang menenggelamkan wajah nya di bantal yang sialnya masih meninggalkan jejak aroma milik dirga yang menjadi aroma kesukaannya.
" kyaaa malu nyaaaa...." pekik kiara malu teredam oleh bantal sehingga pekikan keras nya tidak terdengar.
Pagi pagi udah bikin orang iri aja, dasar pasangan baru anget anget nya
Sekian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah selanjutnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya yaaa...
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1