
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶
Dirga dan Kiara sampai di depan Penginapan menjelang petang, suasana depan penginapan yang di hiasi oleh lampu warna warni kecil di setiap pohonnya, membuat suasana Desa sedikit berbeda dari biasanya.
" Kemarin malam Aku gak liat ada lampu hias di sini deh sepertinya? " tanya Kiara heran, Dirga mengangkat bahu acuh yang sebenarnya pura-pura nggak tahu padahal ini adalah perbuatannya.
" Masa kamu gak tahu Ga?" tanya Kiara lagi
" Nggak tahu bawel, kan kita dari siang udah pergi dari sini, bagaimana aku tahu? " balas Dirga dengan nada sok cueknya
" Uhh ... Tapi ini indah banget loh Ga , seperti melihat taburan bintang di langit sana" ujar Kiara sambil mendongakan kepala ya melihat ke arah langit.
Di mana warna langitnya berupa Gradasi indah antara Orange dan Biru gelap serta hitam, tersusun dengan apik sehingga Kiara dengan sigap mengangkat Kamera di leher nya dan memotret beberapa foto langit petang hari ini.
Bukan hanya satu foto langit petang bergradasi, tapi beberapa foto yang di dalamnya ada cahaya bintang walau masih belum kentara.
Kiara lalu menurunkan sedikt kameranya, kemudian mengarahkan Lensa kamera ke arah Dirga, yang membelakanginya sedang menatap langit petang bersama nya saat ini Melihat moment pas tersebut, Kiara mengambil diam-diam foto Dirga, satu dua Dirga masih belum menyadari jika Kiara saat ini sedang mengambil gambarnya dari belakang. Namun tiba-tiba saja Dirga berbalik ke arahnya dan tersenyum memanggil namanya
" Kiara ..." panggil Dirga
__ADS_1
" Ya." jawab Kiara kaget, karena Ia sedang memotret Dirga diam diam.
Kiara tidak sadar, jika jarinya masih di atas tombol shoot dan tidak menyangka akan menekan tombol shoot, saat tiba-tiba Dirga berbalik memanggil nama
jeprett (bunyi kamera mengambil gambar)
" Kemarilah..." ajak Dirga
" Un ..."
Karena buru-buru, Kiara tidak sempat melihat potret Dirga yang terakhir, foto yang sebenarnya tidak sengaja di ambilnya.
Dirga menariknya ke arah belakang, penginapan ke sebuah semak-semak. Kiara bingung, kenapa Ia di bawa ke belakang tepatnya ke arah semak seperti ini
" Loh kok berhenti Ra ... Kenapa?" tanya Dirga heran
" Kamu ... Kamu ngapain bawa Aku ke semak-semak begini?" tanya Kiara dengan nada takut kentara, Dirga tersenyum jahat yang membuat Kiara semakin ketakutan
" Kerjain lagi ahh... Khukhukhu" Batinnya edan
" Ahhh ... Kenapa cepet banget sih kamu sadarnya" ujar Dirga dengan nada kecewa di buat-buat.
__ADS_1
" Seharusnya kamu berpura pura sedikit lagi, hingga kita sampai di tempat yang mau aku tunjukin nanti. Jadi aku gak perlu memakai cara kekerasan untuk menyeret Kamu dengan paksa, ketempat yang pastinya membuat kamu bahagia seperti di Surga." lanjut Dirga dengan nada mengerikan, melihat Kiara yang sudah berusaha melepaskan cekalan tangannya, membuat Dirga tambah semangat untuk menggoda Kiara.
" Lepasin Ga ... Kamu gila ya? Aku teriak nih biar orang-orang pada dateng ke sini" gertak Kiara masih mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Dirga
" Ohhh ....silahkan, kalau kamu berani. Tapi pada saat itu juga orang-orang juga bisa melihat kamu, yang sudah tidak berpakain utuh lagi,apa kamu suka di lihat oleh-orang banyak tidak memakai sehelai benang pun hummm" ujar Dirga dingin
" Dirga tolong lepasin aku... Aku mohon.. Hiks hikss...." Kiara terisak kecil mendengar ancaman dari Dirga, Ia takut sekali jika Dirga akan berbuat macam macam kepadanya.
Dirga melepas tangan Kiara, dan membuat Kiara mundur menuju semak-semak di belakangnya, sedangkan Dirga semakin maju mendekati Kiara.
Tap tap tap (suara langkah Dirga )
Pada saat Dirga sudah semakin dekat, Kiara besiap membuka mulut
"Aaaa .... Mmpp mmppp"......
\=\=\=\=\=\=
Yupsss.... Apa kah yang akan terjadi penasaran ikuti kisahnya terus yaaa
Jangan lupa klik jempol dan coment nya yaaaa
__ADS_1
Salam hangat dari aku sehangat minyak telon cap manuk kepudang
Ariga thanks