
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Di balik panggung
" Oi ... Lu udah siap? " Tanya dirga kepada raka yang saat ini sedang melihat lagi kotak cincin yang tadi di belinya.
" Siap nggak siap " Balas raka usil lalu menampilkan cengirannya saat dirga mulai siap memberikan tampolan uhuy untuknya.
" Jangan bercanda Bangke ... Awas lu malu maluin gue di panggung nanti " Ancam dirga seram dengan gerakan tangan seperti sedang memotong leher, di sertai mata melotot tajam .
" Elah Ga serem amat lu ... Tenang aja gue sudah siap kok " Balas raka serius membuat dirga tersenyum puas
" Inget tetep stay calm ka , apapun yang terjadi lu fokus sama amira aja nanti, okey?" ujar dirga menyemangati.
" Sip bro ... Thanks bantuannya " ujar raka tulus
" We are brother , remember it " balas dirga dengan senyum tipis, tapi raka tahu jika sahabat songongnya tulus dan juga senang.
" Of course bro ... " seru raka dengan cengiaran lebarnya kemudian mengadu tos nya bersama dirga yang di sambut semangat oleh dirga.
Drt ... Drt ...
Raka mengambil handphone saat Merasakan getaran pada saku celananya, lalu melihat pesan yang di kirim oleh sahabat strongnya yang saat ini sedang menemani istrinya periksa kandungan.
" Siapa ?" tanya dirga singkat
" Si geblek " balas raka kemudian tersenyum saat melihat isi pesan dari sahabatnya yang tidak bisa ikut membantu melaksanakan rencananya hari ini.
___________________
From : geblek
Good luck mpret bro ...
Jangan lupa makan-makannya
🐣
Siap-siap punya ponakan baru wkwkwk
_____________________
" Bangke ... Belum juga di terima udah minta teraktiran aja " gumam raka
" lagian apa coba maksudnya Emot burung baru netes? " lanjut raka terkekeh dengan kepala menggeleng nggak habis fikir.
" burung gue kan emang udah netes dari jaman baheula" batin raka edan
" Si geblek salah kasih Emot , Lu kan emang udah lama pecah telor nya cuma nggak netes netes aja tuh burungnya " sahut dirga santai saat ikut mengintip isi pesan yang di kirim faro untuk raka.
" Itulah guna nya karet pengaman bangke " balas raka nggak perduli.
" Permisi Tuan dirga , panggungnya sudah siap " seru seseorang menginterupsi obrolan antara raka dan dirga yang sedang asyik membahas tentang telur dan menetas, obrolan yang ngaco tapi bagi mereka malah asyik untuk di bahas .
" Oke ... " Sahut dirga singkat, kemudian menghadap Raka yang gugup namun tertutup dengan cengiran edannya seperti biasa saat ia melihat ke arah raka.
" Yuk ... " Seru Dirga mengajak raka menuju pintu masuk panggung yang sudah di siapkan oleh pelayan Restoran tempat mereka makan saat ini.
Panggung
Raka pov
Saat ini gue lagi di atas panggung dan dirga suport gue dari belakang, sumveh bro gue gugup banget.
Ini pertama buat gue nembak cewek pake acara repot gini.
Dulu juga pernah sih nembak cewek, tapi nggak sampe di depan orang ramai gini dan itu juga di tolak, untung banget nggak di tempat ramai bayangin dong betapa malunya gue kalau itu terjadi.
Nah di hadapan gue pas banget meja amira yang duduk bareng mama dan kiara , bukan takdir loh ... Tapi emang si songong yang ngatur tempatnya.
Nggak sia- sia gue punya sahabat yang kekayaannya haqiqi , bisa di manfaatin juga kan? Oit ... Gue bercanda elah jangan langsung mau ngaduin ke orangnya, nanti Bar yang baru mau di bangun di bom lagi sama si songong.
Amira ngeliat ke arah gue dengan mata melotot kaget , mungkin dia berfikir gue kekurangan uang kali yah mau ngamen dimari ... Dih dia nggak tahu aja gue bukan mau ngamen tapi mau ngemis.
Ngemis? Jatuh misquen lu ka?
Sembarangan ... Ngemis cinta loh maksudnya mpok Romlah.
Jangan cuit cuit malu gue cuy.
Ya udah gue mau mulai nih, mohon do'a nya yah sobat ...
Raka pov end
Normal pov
Raka memegang mic dengan tangan sedikit gemetar, saat memandang sekeliling yang ramai dengan berbagai jenis pengunjung melihat ke arahnya.
Deg ...
Jantung raka semakin berdetak kencang saat amira melihat ke arahnya dengan sorot mata kaget , tapi ia sudah melangkah sampai sini itu artinya ia tidak bisa mundur.
" Huft ... Gue pasti bisa " batin raka mencoba tenang kemudian raka menghembuskan nafas nya berulang hingga jantungnya bisa di aturnya kembali.
" Cek ... Cek ... 1... 2... 2 ... 1..." gumam raka mencoba mic yang di pegangnya apakah sudah hidup atau belum, kemudian tersenyum ramah ke arah pengunjung restoran yang mulai besorak tidak sabar ataupun terpekik tentang ia yang ganteng, cool , dan yang lainnya.
__ADS_1
" kya ... Tampan "
" kya ... Jadikan aku wanitamu bang "
" kya ... Bang bang tut "
( yang terakhir bercanda)
" Gile ... Ini baru check sound , belum gue nyanyi " batin raka tersenyum kaku.
" Selamat siang semua , maaf mengganggu sedikit waktu makan siangnya.
hari ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang spesial di hati saya.
Ini ungkapan perasaan saya buat dia , Semoga dia mengerti dan mau menerima saya lewat lagu ini.
Buat amira setiawan, lu dengerin dengan hati yah rasa yang akan gue sampaikan melalui lagu ini " ujar raka panjang lebar melihat ke arah amira yang menutup mulutnya dengan mata melotot terkejut.
Musik mulai terdengar, di mulai dari alunan piano lembut dengan melodi indah nya lalu di susul dengan instrumen lainya.
Raka pun mulai menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan dengan mata menatap lurus ke arah amira yang sudah berkaca-kaca saat tahu lagu apa yang akan ia nyanyikan.
Since i've known you babe 🎶
You brought a light for me
But taste of ur sincerity 🎶
Build me a world to believe
But still there's a doubt 🎶
In u for loving me
Though deep down inside 🎶
U'll see what's in me
Be my lady 🎶
Be the one
And good things will come 🎶
To our heart
You're my lady 🎶
You're my one
Give me a little chance 🎶
( Be my Lady - Sandy Canester )
Lagu selesai di nyanyikan, raka melihat lagi sekeliling kemudian membungkukan sedikit tubuhnya sebagai rasa terima kasih.
" Amira , Cewek selebor yang paling selebor ". Kalimat raka tertunda karena seruan dan sorakan menggoda lebih ramai.
Kya .... Aku bang cewek selebor
Cuit ... Cuit
" Gue bukan orang romantis, jadi gue langsung ngomong intinya aja sama lu" lanjut raka kemudian menghembuskan nafas yakin
" amira ... Mau nggak lu jadi partner hidup gue? "
.
.
Deg ...
" Apa maksudnya ini? Kenapa tiba-tiba bang raka ngelamar gue? Bukannya dia suka dengan fania"
Amira menatap terkejut saat mendengar kalimat sederhana namun penuh makna di hidupnya.
Jantungnya berdetak kencang , Air mata bahkan sudah mengalir dari kedua matanya.
" Amira selebor mau kan jadi partner di saat suka dan duka gue ?" tanya raka saat amira hanya diam melihatnya dengan lelehan air mata
" duh jangan bilang gue di tolak " batin raka gelisah
Puk
" Ami ... Kamu nggak mau jawab pertanyaan raka? " tanya kiara lembut setelah menepuk punggung tangan amira yang hanya diam melihat terkejut ke arah raka.
" Akh ... Ak aku "
" Kamu suka juga kan amira sayang sama raka ? Iya kan ... " ujar mami putri menyela ucapan amira yang wajahnya sudah di memerah dengan hiasan airmata di pipinya.
Deg ... Deg
Pernyataan dari mami putri membuat jantungnya berdetak semakin kencang , ia menatap ke arah mami putri yang tersenyum ke ibuan.
" Tante tahu kok kamu suka nak raka , jadi segera jawab pertanyaan raka dengan segenap hati kamu dan bahagialah " lanjut mama putri lembut dengan tangan menggengam tangan amira erat seakan meyakinkan.
Sedangkan Raka melihat dari atas panggung dengan tatapan gelisah , ia tidak yakin jika amira akan menerimanya.
Terbukti dengan amira yang hanya terdiam , bahkan jika kiara dan mami putri tidak menyentuh tangan amira, raka yakin amira hanya akan terdiam tanpa niat menjawab pertanyaan.
" Sepertinya ini akhir dari perjuangan gue deh " batin raka kecewa
__ADS_1
Pengunjung yang menyaksikan acara lamaran dadakan tiba-tiba terdiam, karena si pelamar menunduk sedih saat lamarannya belum di jawab wanita yang di lamar.
Suasana bahkan menjadi hening , dirga yang berada di belakang panggung bahkan sudah khawatir jika ternyata amira sebenarnya tidak menyukai dan hanya menganggap raka teman.
Dirga melihat ke arah kiara duduk, di mana kiara sedang berbicara dengan amira yang tangannya sedang di genggam oleh sang mama seperti meyakinkan.
Dirga tidak bisa mendengar karena jarak yang lumayan jauh, tapi dari raut wajah terkejut amira di sertai lelehan airmata membuat dirga kembali berfikir positif.
Dari kiara dirga tahu , jika wanita menangis mendapat kejutan lamaran dari pria yang di cintai, air mata adalah tanda jawaban pasti.
Dan kejadian selanjutnya akhirnya bisa membuat dirga bernafas lega ikut merasa bahagia.
" Ah ... Gila gue udah kira bakal nggak berhasil, tahunya berhasil juga " gumam dirga di sertai senyum bahagianya.
Dirga pun segera meninggalkan belakang panggung kembali ke tempat di mana istri dan mamanya duduk.
" Akhirnya ... Semoga lu bahagia bro " batin dirga menoleh ke arah raka yang sedang memakaikan cincin ke jari manis amira dengan senyum yang jarang ia lihat dari sahabat kampret nya.
Sebelumnya
Raka menunduk sedih bersiap untuk pergi dari panggung.
Amira yang melihat raka hendak berbalik segera berdiri dan berjalan cepat ke arah raka berada.
Menaiki panggung dan memeluk punggung raka dengan segera, di ikuti isakan kecilnya.
Grep ...
Deg
" Gue kan hiks belum kasih jawaban, kok udah main kabur hiks .... Aja sih" bisik amira saat sudah memeluk dari belakang punggung tegap milik raka.
Tubuh Raka menegang saat merasakan Pelukan dari amira di susul bisikan gagap di sertai oleh isakan kecilnya.
Raka membalik tubuhnya menghadap amira dan melihat wajah merah dengan air mata menghiasi pipi amira, membuat hati raka sakit.
Baru ini ia merasakan sakit di hatinya saat melihat cewek menangis, ia biasanya tidak terlalu perduli dengan tangisan cewek yang menurutnya sangat merepotkan.
" Ssstt ... Kenapa nangis, gue udah nyakitin lu ya bor ? " tanya raka lembut, kedua jempol tangannya menghapus air mata di sudut mata amira yang ingin keluar lagi.
" Duh gebleg anak orang di bikin nangis sih ". Batin raka menyesal
" Ulangin lagi bang ... " ujar amira tiba-tiba menatap tepat di mata raka yang juga sedang menatap matanya.
" Apa? "
" Tadi lu bilang apa ke gue ? " tanya amira lagi
Mendengar perkataan amira, raka pun akhirnya mengerti , raka mundur selangkah dan menekuk sebelah kakinya di hadapan amira yang juga mundur memberi jarak untuk mereka.
" Gue bilang lu mau nggak amira selebor jadi partner hidup gue " seru raka lembut, dengan tangan menyodorkan sebuah kotak cincin ke hadapan amira yang langsung mengangguk dan menerjang nya dengan pelukan maut.
Brukhh
Raka yang tidak siap tentu saja roboh ke belakang dengan tidak elit, di timpah oleh amira yang semakin menangis di pelukannya .
Hiks ... Hiks
" Kampret edan ... Lu sengaja ya bikin gue patah hati " ujar amira keaal alih alih menjawab pertanyaan dari raka yang sudah pasti jawabnya.
Raka terkekeh saat mendengar gerutuan kesal dari amira karena ulah jahilnya, raka kemudian bangkit dari rebahannya, malu di liatin orang ramai dan kembali berdiri dengan amira yang saat ini ada di hadapannya sedang memasang wajah cemberut .
" Sorry sorry ... Habisnya muka lu yang cemberut itu lucu tau , jadinya gue nggak bisa buat nggak ngerjain lu " balas raka di sela kekehan nya .
" Lalu jawabannya apa ?" lanjut raka bertanya
" Nggak mau bang"
" Ee ..." " Gila gue di tolak"
" Gue nggak mau nolak lu" lanjut amira kemudian terkekeh saat melihat raut wajah syok raka yang terlihat menggemaskan.
" Ka**mpret gue di kerjain ... "
" Lu serius amira setiawan ?" tanya raka kaget belum percaya
" Iya raka kampret , gue mau jadi partner hidup lu selamanya" ujar amira dengan senyum cerah yang terlihat bersinar di pendangan raka.
Grep
" Thanks bor ... Gue cinta sama lu " bisik raka dengan suara bergetar memeluk amira yang balas memeluk raka sama eratnya.
Prok ... Prok ... Prok
Tepuk tangan membuat raka dan amira tersentak kaget , ingat jika saat ini mereka sedang berada di tempat umum.
Seruan bahagia serta tepuk tangan meriah menjadi saksi saat raka memakaikan cincin di jari manis amira yang tersenyum senang.
Sedangkan di meja yang di tempati kiara dan mami putri, mereka berdua melihatnya dengan perasaan bahagia karena akhirnya amira dan raka bahagia.
" Aku ikut senang mih , akhirnya raka memiliki cintanya sendiri " ujar kiara dengan nada senangnya di ikuti air mata yang ada hampir menetes di ujung matanya.
" Iya mami juga sayang , semoga kalian semua selalu bahagia yah . Mami doakan yang terbaik untuk kalian semua anak anak mami yang paling mami sayangi " balas mami putri berdoa dengan tulus, dengan tangan menghapus air mata yang menggenang di sudut mata nya terharu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya ya....
Jangan lupa loh jejak komentar dan klik jempolnya...
Serta vote dukunganya...
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih