Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Asisten Rumah Tangga?


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kediamanan Wijaya Muda


Seperti biasa Para pekerja di Rumah Dirga jam 5 subuh sudah siap, dengan peralatan perangnya untuk bersih-bersih.


Bi Titin, Si pemimpin selalu bertugas pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan fresh. Sedangkan yang lain langsung gercep, membersihkan ruangan-ruangan yang sebenarnya jarang di pakai, apalagi kalau sedang tidak ada kumpul keluarga.


Anita menggantikan tugas sementara Bi Ana untuk mencuci, sedangkan Bi Ana membantu Mang Dana membersihkan selokan depan karena sebentar lagi musim hujan.


Ketika memilah pakaian, memisahkan satu jenis dan lainnya. Tangannya memegang sepotong kemeja kerja dengan harum yang masih menyengat, aroma maskulin kesukaannya.


Ia mengambil kemeja dan di bawanya mendekat ke arah hidung untuk di endusnya.


Snif Snif


" Padahal ini kemeja kemarin, tapi wanginya masih ada aja. Orang tampan mah wangi yah, ya ampun kapan aku bisa ...


" Sudah selesai belum An?"


Sedang asik menghirup wangi khas dari Tuan tampannya, Ia di kagetkan dengan seruan Bi Ana dari luar ruangan untuk mencuci.


" Hih, bikin orang kaget aja." Batinnya kesal.


" Belum, sebentar lagi Mbok Ana. Lagi misahin baju, kenapa Mbok.?" tanya Anita, dengan jantung berdegub kencang takut ketahuan. Ini perdana Ia mencuci, biasanya Bi Ana yang mencuci karena memang tugasnya.


Tap


Bi Ana berdiri di depan pintu, melihat Anita yang sedang memisahkan jenis kain.


" Nanti yang punya Tuan kicik pakai tangan ya An nyucinya, sabunnya di botol khusus itu." Seru Bi Ana, mengingatkan Anita takut lupa.


" Iya Mbok, tenang saja. An ingat kok, emang selokannya sudah selesai Mbok.?" tanya Anita dengan nada biasa, tangannya menyiapkan bak kecil untuk meredam baju milik Gav.


" Belum, baru setengah. Kamu tahu sendiri luasnya nggak kira-kira, berapa tahun yah biar bisa beli rumah segede ini.?" tanya Bi Ana, kemudian terkekeh lucu sendiri, memikirkan hal yang tidak mungkin.


" Kalau rajin menabung, pasti kebeli kan Mbok." balas Anita menyemangati.


" Hehe, emang bisa? Tapi beruntung juga bisa kerja di sini, gajinya gede. Udahnya nyonya baik lagi, meski Tuan cuek." ujar Bi Ana curhat.


Anita tertawa mendengar curhatan Bi Ana, emang sih gaji bekerja di sini 2 kali lipat dari tempat lain. Selain itu majikannya juga ramah, tapi baginya yang lebih menyenangkan adalah bisa melihat Pria yang meski sudah punya Istri dan anak, tapi masih jadi incaran oleh wanita di luar sana.


" Ya sudah, Mbok balik ke depan yah. Kamu jangan lama-lama yo nduk. Harus bersihin ruang main Tuan kicik kan, jangan sampai ada yang berdebu." Seru Bi Ana, sebelum pergi meninggalkan Anita yang kembali ke lamunannya.


" Iya"


Anita akui, jika Ia tertarik dengan majikan lelakinya. Wajahnya yang tampan meski selalu menampilkan raut wajah datar, membuatnya semakin menarik. Padahal umurnya dengan umur Tuannya beda 11 tahun, tapi Ia malah menyukai.


Ia ingat, saat Ia menggendong Tuan kiciknya Tuan Dirga pulang dari kantor. Saat itu nyonya sedang mandi, Tuan Dirga sangat dekat dengannya. Maksudnya Tuannya mendekat karena Ia menggendong Gav, Ia melihat sendiri bagaimana gerakan saat Tuannya melepas Jas dan melonggarkan dasi yang di pakainya. Penampilannya semakin mempesona, apalagi ketika lengan kemeja panjangnya di gulung hingga siku. Tuan suka sekali pakai kemeja berwarna hitam, sehingga Ia bisa melihat otot tercetak di lengan milik Tuannya.


Flasback On


Anita pov


Saat itu kami sedang bermain, dengan Gav yang sedang guling-guling kesana-kemari dikelilingi mainan.


" An, saya mau mandi dulu yah. Kamu ajak kicik main dulu, tapi jangan keluar rumah." ujar Nyonya, bawel seperti biasa dengan rentetan perintahnya. Nyonya sangat kritis jika tentang Gav, tapi tidak untuk yang lainnya.


" Iya Nyonya" Jawabku


Nyonya mengecup kening Gav, sebelum melenggang pergi meninggalkan Aku yang segera membawa Gav, ke ruangan di mana ada dinding dengan ratusan foto Gav terpanjang.


" Kicik lihat itu, itu Kicik waktu pindah kemari. Nanti kalau kic ...


" Assalamualaikum "


" Sayang, Aku pulang nih. Nggak ada kecupan selamat datang apa! Gav Daddy pulang loh, mana kecupan basahnya! "


Kalimat Ku terhenti, saat mendengar suara Tuan yang tumben jam segini sudah pulang. Tuan biasa pulang jam 10 malam,di saat Tuan Kicik sudah tertidur.


Aku melirik jam antik, yang berdiri gagah di dekatku.


" Masih jam 5 sore, tumben sekali." Batinku


" Wa'alaikumsalam Tuan, Nyonya sedang mandi." Balasku

__ADS_1


" Sedang mandi?" tanya Tuan singkat memastikan lagi dengan nada datar, beda sekali saat melangkah masuk, lalu Tuan membuka Jas Armaninya dan meletakkan Tas Laptopnya di sofa.


Bhuu da da


" Iya sayang, Daddy cuci tangan dulu." Sahut Tuan, saat Sang anak mengulurkan tangan memanggilnya. Lalu Tuan juga menggulung lengan kemeja hitamnya, sambil melangkah ke arah dapur untuk cuci tangan.


Aku terkesima saat melihatnya, apalagi saat Tuan berjalan dengan tangan membuka ikatan dasinya. Aku bisa melihat jakun dari Tuan yang naik turun menggoda, apalagi saat kancing kemejanya di buka 1.


Jantungku semakin berdegub, saat melihat Tuan melangkah mendekat ke arahku. Samar tercium wangi khas maskulin, membuatku menelan slavia gugup.


" Ya ampun, sudah sore masih wangi aja." Batinku, sambil menjaga sikap agar tahu diri.


Tap


" Daddy sudah cuci tangan, tium duyu muah muah."


Tuan menciumi Gav, dengan Gav yang masih ada di Gendonganku.


" Kenapa aku merasa, jika kami yang 1 keluarga. Aku juga bisa melihat wajahnya semakin jelas, wanginya aduh kenapa selalu wanginya yang pertama kali tercium."


Aku memperhatikan bagaimana sikap lembutnya, Sang Tuan terhadap Gav dalam diam. Aku melamun membayangkan, bagaimana kalau Aku sendiri yang ada di posisi Sang Nyonya.


" Kicik bisa apa hari ini?" ujar Tuan bertanya padaku , sambil mengambil alih Gav ke gendongannya. Membuyarkan lamunan nista ku, Aku tersentak kaget saat Tuan bertanya.


" Ah ... Tuan Kicik bisa sedikit duduk tegap Tuan" Balasku gugup, untunglah Tuan sedang tidak fokus denganku.


" Wah, bisa duduk tegap. Pintar yah Gavnya Daddy, yuk ketemu Mommy. An Tas nya biarkan saja, Jas bawa ke belakang." perintah Tuan sebelum pergi, meninggalkan ku dengan tanganku yang saling meremas karena tadi sempat bersentuhan dengan tangan Tuan .


" Ya Tuhan, kapan bisa begini lagi? " Batinku berharap.


Anita pov end


Flasback Off


Kejadian itu kira-kira terjadi sekitar 3 hari yang lalu, saat keesokan harinya Tuan dan Nyonya pergi ke rumah Tuan Faro.


Saat ini Anita, sedang membersihkan ruang bermain milik Tuan Kiciknya.


Ceklek


Pintu terbuka, di susul dengan Kiara dan Gav yang berceloteh tidak sabar bermain.


" Ee ... Masih belum selesai yah Mba An, kirain sudah beres. Gav mau main nih!" seru Kiara, saat melihat Anita yang masih mengelap pagar mainan di sekeliling matras, tempat Gav biasa guling-guling.


" Dia kira nggak capek apa, nyuci beres-beres segala macem." Batinnya sebal.


" Oke deh, nanti kita kecini agi ya Mba An. " balas Kiara ,dengan logat lucunya. Kemudian Ia menutup kembali pintu ruang bermain, menuju ruang kerja milik Suaminya berada.


" Siap Tuan Kicik " balas Anita semangat, kemudian menjadi dengusan sebal saat pintu tertutup, meninggalkan debaman pintu.


Blamm


" Huh" Dengusnya, kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


.


Skip


Hari ini Dirga ada Meeting di luar, Ia Mampir ke rumah dengan membawa beberapa kotak mainan untuk Si buntal Gav.


" Anita! " panggil Dirga, saat tidak melihat eksistensi Istri serta Anaknya di ruang tamu. Ia buru- buru harus kembali ke kantor.


Anita yang sedang membersihkan sisa kekacauan, menoleh ke arah ujung ruang tamu. Di mana ada Sang Tuan, melangkah mendekat ke arahnya.


" Iya Tuan! " seru Anita, membalas panggilan dari Dirga.


" Di mana Gav sama Mommy?" tanya Dirga, setelah duduk di sofa dan meletakkan kotak di atas meja ruang tamu.


" Tidur siang tuan, baru saja ke atas." balas Anita seperti biasa gugup, membuat Dirga memandang ke arahnya dengan alis terangkat Penasaran.


" Masih belum terbiasa yah, sama tampang Gue." batin Dirga, mengira jika pembantunya takut kepadanya.


" Kamu kenapa? " tanya Dirga datar, melihat ke arah Anita yang semakin salah tingkah.


" Ti tidak Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Anita, mengelak dari pertanyaan Tuannya.


" ... "


Dirga semakin melihat ke arahnya curiga, dan itu membuat Ia gugup.


" Gawat, nanti Tuan curiga lagi." Batinnya takut.

__ADS_1


Dirga menghela nafas, berusaha mengacuhkan kelakuan pembantunya. Ia tidak punya waktu memikirkan kenapa dan ada apa dengan kelakuan pembantunya,lebih baik Ia segera menemui Gav dan Istrinya. Sebentar lagi Ia ada Meeting antar pemilik saham, di salah satu perusahaan di kota Y.


Ia bangkit dari duduknya, melangkahkan kaki menuju lantai atas.


" Kotak mainannya, kamu letakkan di ruang bermain. Sebelumnya kamu lap bersih dulu ya Anita, takut berdebu." perintah Dirga sebelum meninggalkan Anita di ruang tamu, yang di jawabnya dengan anggukan kepala mengerti.


" Baik Tuan"


" Huft ... Hampir saja." Batinnya menghela nafas lega.


Keesokan harinya


Pagi ini Anita kebagian membersihkan kamar utama, jika sebelumnya Mbok Ana atau Bi Titin. Kali ini karena mereka sedang sibuk dan Gav juga pergi jalan-jalan, jadi Ia tidak ada kerjaan tambahan.


Ceklek


Anita Pov On


Aku membuka pintu kamar majikan ku, yang pertama tercium adalah aroma jeruk samar bercampur dengan aroma maskulin. Aroma yang sudah aku hafal, karena saat ini aku sering kebagian membawa Jas orang yang punya aroma.


" Kamarnya luas, bagus lagi." gumamku


Aku melangkahkan kaki, semakin memasuki kamar Nyonya. Sprainya tidak terlalu berantakan, Mbok bilang nyonya suka beresin terlebih dahulu ranjangnya sebelum keluar kamar.


Lalu aku melangkah ke arah kamar mandi, membersihkan Bathtube serta Washtafel lalu terakhir closet dan lantai.


Aku melihat lagi, peralatan kamar mandi yang tertata rapih. Nggak perlu di bereskan. Nyonya orang yang rapih, terkadang kamar pun jika tidak terlalu berantakan jarang benar-benar di bersihkan.


" Sabun mahal, shampo mahal, semuanya serba mahal." gumamku.


Lalu aku ke arah rak handuk dan keranjang pakaian kotor, yang akan aku bawa ke tempat cuci. Lagi-lagi, mataku tidak bisa mengalihkan dari benda kepunyaannya.


Aku menggelengkan kepala, menyingkirkan fikiran iya-iya ku dari kepala berambut hitam ku. Aku bekerja secepat mungkin agar cepat keluar kamar penuh cobaan ini, aku takut kalau terlalu lama Mbok Ana akan mencariku.


" Wah ... Ini minyak wangi Nyonya yah, wangi jeruk. Pantas saja wanginya segar, betah lah Tuan deket-deket Nyonya." gumamku, saat sedang menyapu rambut di bagian kolong meja rias.


Fikiran jelekku muncul, aku membuka lemari tempat penyimpanan baju Nyonya yang tidak di kunci.


Krieet


Pintu ganda lemari, yang terbuat dari Kayu Jati ini terbuka pelan. Aku terpesona saat melihat isinya, benar-benar sesuai pribadi Nyonya.


" Bagus sekali, apa ini harganya mahal?" tanyaku pada diri sendiri.


Aku mengambil sepotong Dress panjang dan mengepasnya di depan tubuh berbalut kaos dan rok lusuh miliku.


" Ya ampun, cantik sekali." Gumamku terpesona, bukan Aku yang cantik tapi Dress perpotongan punggung rendah ini lah yang cantik. Warnanya lembut, ciri khas nyonya.


" Aku cob ...


Tok ... Tok ... Tok ..


" An, sudah belum? Yuk kita ke halaman belakang."


Deg


Buru-buru aku meletakkan Dress Nyonya di lemari, tanpa melihat lagi dan menutup pintu Lemari segera.


" Iy iya Mbok, tinggal di pel saja. Mbok duluan aja" sahutku saat Mbok Ana memanggilku ,Lagi-lagi Mbok Ana mengganggu.


" Yowis, jangan kelamaan yo."


" Iyo"


Aku membalas seruan Mbok Ana, kemudian mendengar langkah kaki yang menjauh, Sehingga aku bisa menghela nafas lega.


" Huft ... Selamat, untung saja tidak sampai masuk ke kamar." Gumamku. Kemudian aku pun memutuskan untuk menyudahi kehaluan berlebihan ku, dengan Cepat-cepat menyapu dan mengepel.


Aku melihat sekeliling lagi, setelah beres rapih dan wangi. Aku pun melangkahkan kaki ku keluar, menutup pintu pelan sehingga menimbulkan bunyi debaman tidak terlalu keras.


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya...


Jangan lupa komentar dan klik jempolnya yaa..


Serta vote dukunganya ...


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2