Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Epy Besdey Tav


__ADS_3

Selamat membaca


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Aquariums park Seaworld


Suasana Aquariums yang semakin ramai, membuat tiga pasangan ini semakin semangat.


Para Daddy yang senantiasa menunjuk dan menjelaskan hewan laut, membuat para balita tertawa dengan binar ceria.



Jika tadi ikan pari yang unjuk gigi dengan gerakan renangnya, kali ini lebih banyak hewan laut, yang membuat mereka semua melihat dengan mata berbinar senang.



"Uwoo ... Kuya-kuya!" seru Dirga antusias, saat berjongkok dengan Gav di dekapannya.


"Uya-uya, hi-hi!"


"Kura-kura sayang, hewan laut dengan tempurung paling kuat sebagai rumahnya. Got it?" sahut Kiara membenarkan. Ia memandang Suaminya dengan mata melotot, saat anak mereka di ajari dengan logat cadel.


"Hi-hi!"


Gav dan Dirga kompak terkikik, membuat Kiara kesal dengan bibir mencebil lucu.


"Ketawa sampai kompak gitu, heumb!" lanjut Kiara mendengus pura-pura kesal.



"Lihat itu ada ikan hiu, besar sekali!" seru Faro yang ada di sebelahnya.


"Lihat itu, ada kerbau berenang!" Sahut Raka kemudian cengengesan, saat mendengar suara surakan dari istri dan sahabatnya.


"Huuuw!!!"


"Apa sih, sewot aja. He-he!" balas Raka tanpa dosa.


"Lagian mana ada kerbau di dalam sana, ada juga mujair berenang gaya bebas!" seru Dirga setelah puas menyoraki sahabat Kampretnya.


"Ikan mujair adanya di pasar, dodol. Nggak pernah belajar ilmu memasak yah?" sahut Faro tambahan ngawur.


"Huuuwww!"


Kali ini giliran Faro yang jadi bahan sorakan, saat perkataan absurd darinya yang semakin ngaco.


"Ikan mujair adanya di penggorengan Bang, enak di makan pas selagi panas!"


Kali ini jawaban ngawur dari istri Raka yang terdengar, di ikuti suara telapak tangan mengadu serta kikikan setelahnya.


"Huuuwww!!"


Sorakan demi sorakan dari mereka membuat suasana hangat semakin terjalin.


Mereka mentertawai pasangan Raka dan Amira, yang selalu punya cara sendiri menjalin hubungan.


Lihat saja saat ini mereka melihat pasangan tersebut saling mendukung, padahal tadi Amira juga ikut menyuraki Suami kampretnya.


"Ha-ha-ha!!!"


Tawa dari mereka terdengar semakin kompak, membuat para bayi melihat ke arah mereka dengan kening berkerut dan mata bulat polos.


"Mujair tinggal di perairan payau,dasar kalian ini!" ujar Elisa dengan kepala menggeleng pelan.


"Mommy normal di sini ternyata ada juga, kir-


"Yah ... Abang Dirga mau bilang Am tidak normal yah? Jahad!" sela Amira cepat. Ia memandang Abang sepupunya dengan mata melotot dan wajah dengan ekspresi ngambek di buat-buat.


"Dih ... Sok tahu!" balas Dirga dengan alis terangkat sebelah.


"Iya aja!" seru Amira cepat dan menuntut.


Dirga terkekeh saat melihat wajah ngambek pura-pura dari adik sepupunya.


"Suudzon mulu sama abang sendiri, dosa loh!" seru Dirga santai. Ia memasang wajah meledek, ke arah Amira yang mencebilkan bibir balik meledek abang sepupunya.


"Reseh, bleee ..." ledek Amira dengan menjulurkan lidah.


Terbiasa dengan pertengkaran antara adik sepupu dan abang sepupu di depannya, membuat mereka hanya bisa menghela nafas di ikuti dengusan, sama sekali tidak heran dengan pemandangan di depannya.


"Setelah ini mau kemana lagi?" tanya Faro menengahi. Ia memandang satu per satu sahabatnya, dengan pandangan bertanya membuat mereka semua saling pandang dan mengangkat bahu tanda tidak tahu.


"Enaknya kemana dulu? Ada taman bunga dan taman bermain. Pilih yang mana?" ujar Kiara balik bertanya.


Mereka pun berfikir lagi, kemudian serempak memilih taman bunga sebagai lokasi tujuan selanjutnya.


"Taman bunga?" ujar Elisa bertanya.


Mereka hanya mengangguk, lalu bersiap untuk keluar dari wahana Seaworld dan berjalan ke arah taman bunga berada.


"Lets go Kid**!" seru Dirga semangat, sehingga Gav yang ada di gendongannya terkekeh senang.


"Hi-hi, too!"


Berjalan dengan sesekali berhenti untuk melihat lagi hewan laut, Gav melambai dengan heboh ke arah Aquarium dengan kikikan senang.


"Bha-bha, tan!"


"Emb ... Bhabhay Ikan, pintar!" sahut Dirga kemudian membawa tubuh Gav ke dalam gendongannya,mengikuti jejak sahabatnya yang sudah ngacir meninggalkan dirinya di belakang.


"Sayang, buruan!" seru Kiara saat tidak melihat Suaminya di samping.


Ia terlalu fokus dengan Queene, yang mengajaknya bercanda dengan celotehan tidak jelasnya.


"Iya, Mommy!"


"Mom-mom, ya!"


Keduanya lalu saling mengadu dahi, saat melihat Sang Mommy geleng kepala ke arah mereka.


"Dasar!" gumam Kiara lucu sendiri.


Kiara dan Dirga jalan berdampingan, dengan sesekali Kiara melihat ke arahnya untuk bertanya ini dan itu.



"Jadi yank, bisa kasih tahu Aku, apa arti dari sakau yang tadi?" tanya Kiara dengan penasaran saat mereka berjalan memasuki area taman bunga.


Mereka jadi pasangan terakhir, berjalan perlahan menikmati pemandangan bunga-bunga cantik, seperti mengingat saat mereka pertama kali bertemu.


"Ugh .... Lagi-lagi ingat saat dulu," batin Kiara malu.


Dirga menahan kekehannya, saat Sang istri bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang tadi. Sepertinya Istrinya benar-benar penasaran, hingga masih saja bertanya tanpa kenal menyerah.


"Mau tahu banget yah, lucu deh kalau penasaran gitu!" balas Dirga balas meledek Kiara.


Ia membalas dendamnya saat di kantor tadi, saat Ia kebingungan mengartikan kata-kata ambigu dari Anaknya.


"Ih ... Kok aku merasa ada yang balas dendam yah?" ujar Kiara menyindir.


Ia mendengus kesal, apalagi saat Suaminya terkekeh dengan tangan iseng mengacak rambutnya.


"Tahu aja sih, cenayang yah?" balas Dirga pura-pura kaget.


"Cenayang? Bukan kali tapi penyihir cantik!" seru Kiara bercanda.


Dirga memasang wajah kaget di buat-buat, menjurus ke lebay nan alay membuat Kiara tertawa kecil, lalu memukul pelan lengan Suaminya yang ikut tertawa.


"Woow ... Jadi selama ini Aku punya istri penyihir? Emejing!" seru Dirga sambil terkekeh.


"Kasih tahu yank," rengek Kiara.

__ADS_1


"Di rumah saja, oke?" balas Dirga berjanji.


"Oke!" balas Kiara semangat.


Dan akhirnya mereka sampai di area depan taman bunga.



Hijau, merah, ungu dan warna-warna cantik menyambut mereka, saat mata mereka melihat sekeliling.


Dengan semangat Para Mommy melangkahkan kaki, sejenak meninggalkan Para Daddy dan anak saat melihat dengan jelas keindahan taman bunga di hadapan mereka.


"Woah ... Ini indah sekali!" pekik Elisa kagum.


Ia dengan segera menghadap ke arah Sang suami, meminta agar dirinya di foto dengan background bunga di belakangnya.


"Baba ... Tolong foto Mami!" seru Elisa semangat.


Faro yang mendengarnya mengangguk dengan senyum tampannya.


"Oke, Beibh!" balas Faro segera.


Ia menitipkan Anaknya sebentar kepada Raka yang ada di sampingnya, karena kamera yang di bawanya cukup merepotkan.


"Titip Queene sebentar, Mpret!" ujar Faro sambil menyerahkan Anaknya ke pada orang yang Ia panggil kampret.


"Yoi!" balas Raka menerima dengan sigap, bayi amuy kedalam gendongannya.


"Amuy sama ungkel Raka dulu yah!" seru Raka semangat membuat balita satu-satunya perempuan di antara ketiganya bergerak heboh senang.


"Hi-hi!"


"Pintar, mana pipinya tium bental dong!" ujar Raka semangat lalu mengecupi pipi bulat Anak sahabat stresnya.


Faro berjalan ke arah Sang istri, yang sudah bersiap dengan posenya.


"Siap Beibh?" tanya Faro dengan mata sudah ada di view finder. Menangkap objek yaitu Sang istri, yang langsung paham memasang pose andalannya.



"Siap, sayang!" balas Elisa.


Dan


Klik!



Sebuah foto dengan Elisa sebagai modelnya di dapat dengan apik oleh Faro.


Faro tersenyum kecil saat melihat hasil tangkapan lensanya, lalu menghampiri Sang istri yang langsung heboh ingin melihat hasilnya.


"Aku lihat, Aku lihat!" seru Elisa heboh.


Faro terkekeh melihatnya, sisi manis Sang istri yang seperti ini, yang membuat Ia jatuh cinta lagi dan lagi.


"Loisam a ... Yugo emhai-


"Hayah, Ngo loisam. He-he*!" sela Elisa cepat saat mendengar ancaman main-main dari Loukungnya*.


Faro tertawa dalam hati saat Istrinya memasang wajah merayu, Ia pun menepuk kepala Istrinya sayang dan menyerahkan kameranya kepada istrinya, setelah membuka foto tadi agar Elisa bisa melihatnya langsung.


Pekikan senang dan puas terdengar dari bibir Sang istri, membuat Faro bangga karena usahanya tidak sia-sia.


"Bagus banget hasilnya, sayang. Aku suka!" seru Elisa dengan senyum lebar.


"Emkoy sai!" lanjut Elisa kemudian mengecup pipi Sang suami cepat.


Rona kemerahan tampak di kedua pipi Faro, saat menerima reward berupa kecupan dari Sang Istri.


"Kurang, nambah dong!" bisik Faro membuat wajah Elisa ikutan merona, lalu memukul lengannya dengan ekspresi malu.


"Ih ... Ini di tempat umum!" bisik Elisa di telinga Suaminya, karena memang saat ini Ia sedang ada dalam dekapan modus suami sendiri.


(Bisa ae Lu, Iya tuh bisa aja Si stres)


Setelah puas dengan kegiatan melihat foto, mereka kembali ke sisi Raka yang saat ini sedang menggendong dua balita buntal sedikit kewalahan, karena Amira sedang izin ke toilet bersama Kiara.


"Sorry, Mpret," ujar Faro tidak enak. Ia mengambil alih Queene kedalam gendongannya, yang di sambut antusias oleh Sang putri.


"Yoi ... Nggak masalah!" balas Raka santai.


Tidak lama mereka pun datang, membawa sepasang pria dan wanita yang di kenal mereka sebagai sahabat, saat dulu zaman kuliah.


"Reynand tah itu, yang sedang berjalan bersama Amira dan Kiara?" ujar Raka bertanya.


"Iya, Rey tuh!" sahut Dirga menjawab pertanyaan Raka.


"Yo ... Ketemu lagi!" sapa Dirga dengan wajah penasaran. Alisnya terangkat sebelah, saat melihat penampakan seorang wanita asing di samping sahabat sekaligus partner bisnisnya.


"Sepertinya dunia sempit sekali," ujar Faro menimpali.


"Males banget ketemu kalian," balas Reynand dengan nada menyebalkan.


Tapi Dirga tahu sebenarnya bukan itu yang jadi alasan partner bisnisnya menampilkan wajah asem.


"Siapa Rey?" tanya Dirga ambigu.


Ia menepuk kepala Kiara pelan, saat Sang istri meminta Gav untuk di gendong olehnya.


"Nggak apa-apa, biar Aku saja, nanti Kamu lelah!" gumam Dirga dengan senyum kecil.


"Oke!" balas Kiara lalu menjawili pipi Gav, yang langsung terkekeh saat di ajak bercanda oleh Sang Mommy.


"Hi-hi, Momm!"


"Kenalin, ini Kayla. Temen Gue!" seru Reynand memperkenalkan tanpa minat.


Nada tidak semangat yang di pakai oleh sahabatnya, membuat Dirga, Faro dan Raka mengernyit alis mereka bingung dengan kompak.


"Ada yang nggak beres," batin ketiganya kompak.


Mereka melihat Si perempuan dengan nama Kayla, melirik kecewa ke arah Reynand dan itu menambah rasa penasaran mereka bertiga.


"Hai ... Perkenalkan, Aku Kayla. Salam kenal semua!" seru Kayla dengan canggung.


Tidak ingin membuat suasana canggung lebih terasa, ketiganya pun memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih jauh.


"Hn, Dirga, ini istri Gue Kiara dan anak Kami Gavriel Wijaya. Salam kenal juga," ujar Dirga dengan nada biasa.


"Hai ... Kiara, ini Gavriel Onty!" sahut Kiara dengan semangat.


"Gue Raka, ini Amira dan Ezra anak Kami!"


"Faro, ini Elisa dan Queene, ayo ucapin salam kenal sayang!" seru Faro sambil melambaikan tangan Anaknya ke arah Kayla yang terpekik senang.


"Halo semua, lucu-lucu yah anak Kalian. Onty suka dengan anak-anak, semoga Kita juga bisa memiliki anak lucu seperti mereka yah, Rey!" seru Kayla semangat, melirik dan bertanya ke arah Reynand yang melengos.


Kayla dengan wajah canggung, kembali ke hadapan mereka lalu menampilkan senyum cerianya lagi.


"Gavriel yah, yang semalem ulang tahun?" tanya Kayla ke arah Dirga.


"Iya, Onty!" balas Kiara ceria.


"Selamat ulang tahun yah, nanti kadonya nyusul. Oke?" ujar Kayla dengan nada tidak enak.


"Tidak masalah Onty, ucapan selamat dan Doa lebih dari segalanya. Terima kasih!" balas Kiara dengan senyum lebar menggantikan Gavriel yang saat ini terkikik heboh.


"Lucunya, sehat selalu, menjadi pintar dan panjang umur yah, tampan!" seru Kayla senang.


"Oke Bro, Gue duluan yah. Have fun all, Gue masih ada urusan setelah ini. Nggak apa-apa kan?" ujar Reynand menyudahi.

__ADS_1


Dirga mengangguk mengerti, sedangkan Faro dan Raka mengacungkan jempol masing-masing tanda oke.


"Oke, have fun juga Bro. See you next time!" ujar Dirga.


Kemudian mereka berpisah setelah bersalaman layaknya laki-laki dengan laki-laki.


Apalagi kalau bukan mengadu kepala tangan dan menepuk bahu saling mendukung.


"Bye semua!" seru Kayla lalu mengikuti jejak Reynand yang sudah meninggalkan mereka beberapa langkah.


"Aneh sekali," gumam Kiara ke arah Dirga.


"Kamu juga merasa? Kalau begitu jangan di fikirkan, oke?" balas Dirga memandang istrinya serius.


Kiara mengangguk dan merangkul lengan Dirga segera.


"Okidoki, Daddy!" seru Kiara tidak ambil pusing.


"Good girl," gumam Dirga lembut.


Meraka melanjutkan perjalan mereka, menujuk ke arah depan dan menjelaskan kepada anak masing-masing, tentang apa ini dan itu dengan sabar. Terkadang ikut terkekeh saat menyaksikan kehebohan anak mereka, yang memandang depan dengan binar ceria.


Di samping Dirga ada Amira, yang melihat ke arahnya dengan senyum kecilnya.


"Kenapa?" tanya Dirga penasaran.


"He-he ... Nggak apa-apa Bang, galak banget. Enak foto berdua nih Bang, bisa nggak pegang Ezra dulu terus itu biar Bang Faro yang fotoin Kami?" ujar Amira santai nan kurang ajarnya.


Dirga yang mendengarnya Mendungus, tapi tetap mengambil alih Ezra yang saat ini ada di gendongan Raka.


"Ngerepotin aja, sini dah. Untung aja punya Abang baik!" seru Dirga sewot tapi tetap mengambil alih keponakannya, dengan senyum kecilnya.


"Nah ... Jagoan, sama ungkel tampan dulu. Biar Mimi selebor dan pipi kimprit foto duaan, oke?" gumam Dirga yang menuai protesan dari orang yang ledek selebor.


"Bang, Am dengar loh!" seru Amira tidak terima.


"Bodo amat, sengaja!" balas Dirga dengan ekspresi menyebalkan.


"Ih das-


"Buruan foto, elah hayati!" sela Dirga melotot tajam, membuat Amira terkekeh canggung.


"Iya ... He-he!"


"Bang Faro, fotoin Am sama Raka!" seru Amira heboh.


"Iya, cepet!"


"Foto candid, ya Bang!" pinta Amira antusias.


"Oke!"


Dan


Klik!



Sebuah foto dengan Raka yang berpura-pura berjalan dan Amira yang tersenyum lebar, berhasil Faro dapatkan dengan hasil yang membuat Amira kegirangan.


"Yey ...terima kasih, Bang Faro!" seru Amira berseri-seri.


"Iya!" balas Faro singkat dengan kepala menggeleng kecil.


Di belakang mereka, Kiara yang kelelahan meminta agar duduk sebentar.


Dengan Gavriel di pangkuannya, Dirga berjongkok mengusap peluh di dahinya.



"Capek?" tanya Dirga melihat khawatir ke arah istri dan Anaknya.


Kiara menggeleng kecil, lalu tersenyum menenangkan.


"Tidak, Aku sama sekali tidak capek. Hanya saja Aku terlalu semangat, hingga kaki Aku tidak kuat menahan ingin segera berjalan lagi!" seru Kiara mengelak.


Dirga mengusap rambu istrinya pelan, lalu tersenyum tipis.


"Bihing sikili!" seru Dirga, membuat Kiara terkekeh lucu.


"He-he!"


"Hi-hi, pek!"


"Mommy capek sayang, emang Gav tidak capek? Pintar sekali!" sahut Dirga semangat, membuat Gav yang ada di pangkuan Kiara bertepuk tangan heboh.


"Hi-hi!"


"Dasar,"


Di belakang mereka, sahabat mereka membawa kue berukuran kecil, dengan nama Gavriel di tengahnya.


"Surprise!"


Seru mereka bersamaan, membuat Kiara dan Dirga menoleh kebelakang. Meraka melihat ke arah sahabatnya dengan ekspresi terkejut dan terharu.


"Happy Birth Day, Gavriel!" seru Elisa dan Amira kompak.


"Py bes, Tav. Hi-hi!"


"Bes, Tav!"


"Hi-hi!"


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya ....


View finder atau jendela bidik, lubang yang di pakai untuk melihat sasaran bidik oleh si pengguna kamera.


Cenayang adalah orang yang dapat berhubungan dengan makhluk halus.


Loisam a ... Yugo emhai- : sabar ... Kalau tidak-


Hayah, Ngo loisam:iyah, saya sabar.


Emkoy sai:terima kasih banyak.


Loukung :suami


Cast Reynand dan Kayla dari novel Marriage Order.


Sambil menunggu up bang Dirga Silakan mampir juga Kak, di novel teman kesayangan author.


Novel yang di atas dan novel di bawah ini.


- Reinkarnasi Cinta Si cantik Ruby


- Mine


- Love Is Not Bassed on Bebet Bibit Bobot


- Mengagumimu


- Pendekar Elang putih


- Bukan Salahku


Terima kasih.

__ADS_1


Sampai babai ....


__ADS_2