
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" pagi semua" sapa kiara ceria, ia mengandeng lengan dirga yang hanya mengangguk kepala menyapa anggota keluarga nya.
Di ruang makan keluarga wicaksono, sudah berkumpul anggota keluarga mulai dari kakek hingga sepupu selebor nya yang ikut ikutan menginap di kediamanan wicaksono.
" pagi juga sayang gimana tidur nya, nyenyak?" tanya mama putri mengedipkan mata menggoda pasangan baru kita.
" nyenyak kok mah, hehe..." Balas kiara polos, tidak mengerti maksud kedipan dari mami mertua nya.
Dirga geleng kepala saat melihat mama dan mama mertua nya kompak terkikik geli, sedang para ayah dan kakek berdehem pura-pura tidak mendengar.
" dasar mau tahu aja kegiatan anak muda" batin dirga heran dengan kelakuan mami dan mama nya, untung saja kiara istri bawel nya nggak ngerti akan pertanyaan ambigu dari mama nya.
" nggak tahu aja anak tampan nya harus puasa dulu" lanjutnya masih dalam hati, karena jika ketahuan oleh pihak luar sudah pasti ia habis kena bully, memikirkannya saja sudah membuat ia bergidik ngeri apalagi sampai ketahuan.
Dirga dan kiara duduk bersisihan, menghadap papa fandi, mama sarah serta papa dan mama nya.
sedangkan di sebelah kiri nya ada amira dan kanan nya kiara.
Dari tempat nya duduk ia bisa melihat tatapan kepo yang berasal dari mama tercinta nya, kelihatan sekali semangat nya saat mata nya tidak sengaja bertatapan dengan mata milik sang mama.
Glek...
Dirga menelan slavia nya gugup di pandang mama nya seperti itu,
" ya lord.... Punya mama kok kepo banget ya, boleh di tuker nggak?"
" nah... Kita sarapan dulu, setelah itu siap siap mengantar dirga dan kiara ke bandara" ujar kakek bagus yang di balas anggukan kepala setuju dari semua anggota keluarga yang hadir makan pagi bersama.
Seperti biasa, percakapan dan obrolan ngalir begitu saja.
Berbeda dari biasa nya, jika di kediamanan wijaya mungkin tidak akan se-ramai ini karena memang anggota keluarga nya hanya mama putri sendiri yang pasti di rumah dan yang lainya pagi hari sudah harus berada di kantor.
Skip
" sudah di cek lagi perlengkapan yang di bawa sayang?" tanya mama sarah kepada kiara yang berdiri melihat asisten rumah tangga memasukan koper milik mereka di bagasi mobil.
" eum... Sudah mah, kemarin kan elisa bantu packing" balas kiara ceria, akhirnya ia bisa berlibur ke pulau jeju.
" sudah selesai semua nya" tanya fandi saat melihat dirga yang sudah siap di samping mobil lamborghini milik nya.
"sudah pah, tinggal nunggu kiara nya" balas dirga kalem, melihat ke arah kiara yang sedang berdiri sisi mama dan mama nya, seperti nya sedang di beri siraman qalbu.
" ayok, kita berangkat" seru kakek bakrie, membuat kiara dan para mama berjalan ke arah di mana mobil terparkir.
Dengan membawa 3 mobil, yang isi nya masing masing pasangan akhirnya berangkatlah mereka menuju bandara untuk mengantar kiara pergi Honey Moon.
Di perjalanan, dirga membawa mobil nya santai dengan sebelah tangan menggengam tangan kiara erat.
Di sebelah nya kiara tersenyum cerah, sepanjang perjalananan tidak henti nya bercerita sehingga perjalanan mereka terasa singkat.
Sesampai nya di bandara, dirga lebih dulu keluar, membukakan pintu mobil untuk kiara lalu mengambil koper nya di bagasi mobil.
Sambil mengandeng tangan kiara, tangan sebelah nya lagi ia gunakan untuk menyeret koper menuju di mana keluarga serta sahabat nya menunggu.
" masih ada 2 jam lagi, kamu check-in dulu aja ga" ujar papa hendri mengingatkan, maklum keseringan menggunakan jet pribadi membuat ia lupa apa yang harus di lakukan sebelum naik pesawat.
" iya pah" balas dirga singkat, kemudian meninggalkan kiara bersama anggota keluarga nya menuju konter maskapai penerbangan yang ia pakai.
" kamu hati hati ya sayang, jangan ke pisah sama dirga di sana" ujar mama putri menasihati menantu satu satu nya.
" iya mah" balas kiara tersenyum bahagia
" jangan lupa hubungi kami jika sudah landing pesawat nya" ujar mama sarah menimpali nasihat besan nya.
" oke, mah..." balas kiara patuh
Dirga selesai check - in, seenggak nya ia tidak harus mengantri saat petugas memberikan jalur khusus untuk nya.
" sudah selesai, masih ada waktu sebelum take off" ujar dirga saat ia ada di samping kiara, yang sedang berbincang dengan sahabat nya elisa.
" kita tunggu di sini aja ya yank" ujar kiara, masih belum mau meninggalkan mama, papa, kakek dan sahabatnya.
" oke..."
Dirga menghampiri raka dan faro yang sedang kumpul dengan para lelaki agak jauh dari para perempuan.
" udah selesai ga?" tanya fandi saat dirga sampai di tempat duduk yang mereka jadikan tempat ngobrol
__ADS_1
" sudah pah, kiara minta nunggu di sini aja, dari pada di tempat boarding first class lounge" balas dirga
" oh..."
Skip
30 menit sebelum take off
Sudah saat nya Dirga dan kiara untuk masuk ke bagian imigrasi untuk pengecekan paspor dan periksa barang bawaan .
" kalian hati hati ya" ujar mama sarah, ia tidak bosan menasihati putri dan menantu nya yang akan melakukan perjalanan jauh.
Kalau dirga sih nggak usah di tanya, ke korea mah sudah biasa.
(sombong kali kau anak mudo)
" yaya bawel have fun yaaa" ujar elisa ceria ia lalu memeluk kiara dan membisikan kata kata yang seketika membuat kiara terkekeh dan merona malu.
" apa sih, dasar cece sipit" balas kiara pelan, menggembungkan pipi sebal menuai kekehan gemas dari sahabat sekaligus calon istri dari faro yang saat ini juga sedang berpelukan ala laki-laki dengan dirga.
" have fun bro" ujar faro bahagia
" jangan lupa yang Hot di video-in" timpal raka reseh, berbisik di samping dirga sehingga hanya mereka bertiga saja yang bisa mendengar.
" in your dream, bangke" balas dirga kejam mengikuti candaan trio strong yang saat ini sedang terkekeh kecil.
Dirga lalu menghampiri kedua kakek yang masih nyentrik di usia nya yang sudah masuk usia lanjut, kemudian menyalami punggung tangan mereka masing-masing
" jaga diri kalian, jangan sampai ada apa-apa" nasihat kakek bagus yang di angguki kepala mengerti oleh dirga.
Sedangkan kakek bakrie memeluk dan membisikan kalimat yang sama persis seperti mama nya saat tadi ia berpamitan.
" jangan lupa yang kakek katakan, kalau bisa dua sekaligus, bisa kan?"
" iya kek" balas dirga singkat padat dan pasrah nya saat melihat dua kakek nya sedang melakukan tos merayakan kebahagiaan mereka .
Dirga geleng kepala pusing, dan cuma bisa cengar cengir saat mendengar nya.
lagian ia kan nggak tahu apa bisa sekali brojol 2 biji sekaligus, sedangkan mereka tidak punya gen kembar dalam silsilah keturunan.
" mau gue juga sekali keluar 5 kek, dasar... Belum juga gol udah di todong cicit udah itu minta nya kembar lagi" batin dirga kagum dengan permintaan penguasa negara api berupa kakek nya tercinta.
(fix... Gue rasa nih kakek dua ada yang salah dengan otak nya, apa karena kebanyakan uang yah sehingga rada geser otak nya?)
Ini penerbangan perdana dirga selain dinas, apalagi di temani cewek cinta mati nya.
Asyiiikkk....
Di pesawat
Tidak banyak yang di lakukan mereka berdua di pesawat, hanya berfoto dan juga mengobrol tentang kegiatan apa yang akan mereka berdua lakukan nanti di sana.
Sepanjang perjalanan juga kiara tidak melepas gengaman nya pada lengan dirga, pokok nya nempel layak nya perangko dan surat.
Dan juga karena kelas yang mereka ambil adalah kelas satu yang memiliki fasilitas lengkap dengan pelayan yang melayani mereka.
" yank, kok first class cuma ada kita dua sih?" tanya kiara merasa heran, walaupun mahal nggak mungkin dong nggak ada yang membeli tiket untuk pelayanan first class
" nggak tahu sayang, mungkin memang nggak ada" balas dirga cuek dengan lancar meski sedang berbohong.
( iya... Iya... Sultan mah buebas)
" alamat di kurangin jatah harian gue, kalau ketahuan, ssst... Jangan kasih tahu ya yang pada baca)
" Oh gitu, sama aja seperti pesawat milik pribadi yank kalau gini mah" ujar kiara dengan bibir mengerucut lucu.
Cup
" jangan gitu bibir nya, nanti ada yang kelepasan" ujar dirga menggoda, setelah mengecup bibir kiara cepat
" ih... Nakal, malu tahu di liat sama awak kabin" bisik kiara dengan tangan mencubit lengan dirga gemas
" ouchh.. Kok di cubit sih yank, kan aku cium kamu seharusnya balas cium juga dong. Nggak adil nih" ujar dirga pura-pura kesal, tangannya ia usap berulang ke arah lengan nya yang di cubit mesra oleh kiara.
" Ye .... Itu sih emang mau kamu, hehe" balas kiara dengan kekehan renyah nya.
"emang mau aku kok" balas dirga santai yang membuat kiara membalas dengan tangan mencubiti pinggang dan lengan dirga lainya dengan gemas.
Ia heran, kemana sikap songong bin arogan yang biasa orang luar sana terima dari dirga? Kenapa yang ada hanya si mesum, nggak tahu malu dan juga romantis di hadapannya saat ini?
" yah... Sayang kok cuma di pinggang sih, auch.. Ha.. Ha.. Kenapa nggak bagian yang lain?" tanya dirga jahil di sela sela kegiatan menghindar cubitan dari istri bawel nya.
" Ee.. Kamu mau di bagian mana lagi yang mau aku cubit?" tanya kiara tidak menyadari maksud jahil dari suami nya
__ADS_1
" masa nggak tahu? " tanya dirga sok dramatis menuai balasan berupa gelengan imut dari kiara.
Gyut...
" sini aku bisikin" ujar dirga dengan tangan menarik pipi kiara gemas, yang akhirnya di turuti dengan segera oleh kiara yang memang mudah Penasaran
" cubit di paha bagian dalam ke atas dikit juga boleh" bisik dirga , kemudian meniup pelan telinga kiara membuat kiara gelisah ( geli geli basah) saat merasakan hembusan nafas hangat yang berasal dari dirga.
" yak... Dasar mesum" pekik kiara saat mengerti apa maksud bisikan dirga.
Kemudian lanjut menampol lengan dirga menuai kekehan senang dari dirga.
Dirga terkekeh, ia senang bisa bercanda dengan istri nya tanpa ada pelototan legendaris dari papa mertua nya.
" nikmat nya kehidupan ini" batin dirga bahagia.
Perilaku manis dan romantis kedua nya membuat, awak kabin merona salah tingkah saat melihat nya.
Bahkan saat ingin memberi minum saja mereka takut, iya... Takut akan mengganggu moment romantis yang di suguhkan.
Sehingga akan membuat jiwa gersang mereka tambah gersang, bila kekurangan asupan romantis sedetik saja.
Skip
Tidak terasa penerbangan mereka sudah berlangsung selama 6 jam yang artinya 15 menit lagi pesawat akan landing di bandara internasional incheon korea Selatan.
Pengumuman pun mulai terdengar, dirga pun memakai kan kiara kembali seat belt saat akan landing ( pesawat mendarat) untuk mengurangi efek guncangan.
Saat ini dirga sudah ada di gate arrival, menunggu jemputan yang akan menjemput nya...
Lalu tidak lama ia melihat, nama nya yang di tulis di papan dengan seorang tour guide memegang dan mengangkat nya tinggi.
" yuk yank... Sudah sampai tuh jemputan nya" ajak dirga kemudian menggengam tangan kiara untuk mengikuti nya berjalan menuju orang yang di maksud.
" haloo... Tuan wijaya, selamat datang di bandara internasional incheon. Perkenalkan nama saya farhan, saya yang akan menjadi pemandu anda selama di pulau nanti. Bagaimana perjalanan anda?" sapa farhan dengan panjang lebar dan ramah, yang sebenarnya orang dari negara nya juga, tapi bekerja di korea.
" hn... Panggil saya dirga, dan ini istri saya kiara. Perjalanan yang menyenangkan" balas dirga singkat padat dan jelas, namun cukup di mengerti bagi farhan yang mendengar nya.
" Anyeong.... Saya kiara, salam kenal" sapa kiara ramah yang di balas ramah juga oleh farhan
" anyeong, salam kenal juga nyonya kiara" balas farhan dengan senyum lebar nya.
Kemudian farhan pun membawa dirga dan kiara ke arah di mana mobil nya terparkir, lalu mengantar ke bandara gimpo yang akan mengantar mereka menuju pulau jeju dengan menggunakan pesawat terbang.
Sebenarnya bisa saja pergi dengan kapal ferry tapi dirga lebih memilih pesawat terbang di banding kapal laut karena lebih cepat sampai.
Tiga jam setelah nya, setelah perjalanan dari bandara gimpo akhirnya dirga dan kiara sampai juga di bandara jeju.
Di sana, sudah menunggu mobil yang akan mengantarkan mereka ke Luxurious Luston Villa.
View nya yang langsung menghadap laut tentu saja yang menjadi nilai plus selain kemewahan nya.
" selamat istirahat tuan dirga dan nonya kiara" ujar farhan sebelum pergi, meninggalkan kiara dan dirga di depan villa milik dirga.
Ada beberapa unit, dan dirga membeli nya 1.
Dirga dan kiara pun masuk, di sambut oleh pelayan kamar untuk membawakan koper mereka menuju villa nya berada.
Akhirnya setelah perjalanan panjang dirga pun sampai di dalam villa yang mewah dengan segala macam fasilitas nya.
Kini hanya ada dirga dan kiara di dalam villa mereka,
Kiara melihat sekeliling dengan pandangan takjub, ia puas dengan segala yang ada di dalam villa sewaan nya?
Grep...
Saat sedang mengagumi villa nya, seseorang yang ia kenal siapa memeluk tubuh nya dari belakang saat ini.
" Gimana, suka sama villa nya? Tanya dirga berbisik di samping telinga kiara,
" umm... Aku suka, makasih yah sayang" balas kiara dengan senyum lebar nya.
" kalau aku bilang villa ini untuk kamu sebagai hadiah pernikahan buat kamu, menurut kamu bagaimana?"
" apa"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya yaaa...
Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya yaaa
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih