
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Sarah yang sedang membaca majalah fashion terbaru di ruang tamu merasakan gelagat yang aneh terhadap putri nya.
Ia melihat bagaimana kiara berjalan memasuki rumah bahkan naik ke lantai atas dengan tatapan kosong.
Sarah bingung ada apa dengan putri nya, bahkan panggilan nya pun di abaikan.
Sarah memutuskan untuk mengikuti kiara ke lantai atas menuju kamar tidur kiara.
Di lihat nya kiara yang menguburkan tubuh nya di antara selimut tempat tidur nya.
Sarah mendengar tangisan kiara yang semakin menjadi, serta mengumamkan nama yang ia kenal dengan sangat.
"kaisar.... Ada apa ini? Apa ini ada hubungan nya dengan meeting kemarin" batin sarah bingung.
Tahu dengan tabiat putri semata wayang nya, sarah lebih memilih untuk membiarkan dulu kiara selesai menangis baru menanyakan ada apakah gerangan.
Lalu meninggalkan kamar kiara menuju dapur, membuat sesuatu yang manis,karena putri nya akan cenderung memakan makanan manis setelah selesai menangis atau sedang menghadapi masalah.
Kiara tidak tahu sudah berapa lama ia menangis, yang ia tahu hanya kamar nya yang berubah menjadi gelap pada saat ia membuka selimut yang dia gunakan untuk menggulung seluruh tubuhnya.
" sepertinya aku terlalu lama menangis hingga lelah dan ketiduran " batin kiara.
Kiara berjalan ke arah kamar mandi nya berada,
Di lihat nya pantulan dirinya di cermin kamar mandi.
Super berantakan, rambut nya sekarang mirip sekali dengan sarang lebah, kantung matanya bengkak bahkan jejak dari air mata nya yang mengering masih bisa ia lihat.
" jelek banget... Gimana kalau nanti dirga lihat, pasti aku di ledek abis abisan" gumam kiara dengan wajah cemberut.
Ah.. Ngomong ngomong tentang dirga, ia lupa mengecek handphone yang dari tadi berdering.
" aku yakin dirga yang telponin aku dari tadi, maaf ya ga... Aku lagi kacau dan aku nggak mau buat kamu khawatir" gumam kiara sedih
Kembali melihat pantulan wajah nya di cermin, kiara kemudian memutuskan untuk mandi sebelum keluar dari kamar nya dan menghadapi pertanyaan mama nya yang pasti nya akan bertanya tentang keadaan nya saat ini.
Ia tahu kok mama nya memanggil dan mengikuti nya ke kamar bahkan melihat nya menangis.
" setidaknya mama orang yang paling mengerti aku, aku beruntung punya ibu seperti mama" gumam nya kemudian tersenyum kecil.
Dan selanjutnya seperti apa kata kiara, ia lebih memilih mandi dulu baru menghadapi sang mama tercinta.
Di ruang tamu sudah berkumpul kakek, mama dan papa nya yang sedang ngobrol santai.
Kiara berharap jika nanti tidak akan ada pertanyaan aneh aneh tentang kelakuan nya hari ini.
" malam semua nya..." sapa kiara ceria, walau pun ia tahu suara nya agak serak tapi ia harap tertutup dengan senyuman nya.
Kakek, mama dan papa nya kompak menoleh ke arah nya yang ada sedang melangkah menuju ke arah mereka.
" malam sayang, kita semua udah nunggu kamu dari tadi nih untuk makan malam" balas mama sarah dengan senyum nya yang seperti biasa.
" tau nih tukang makan biasa nya paling awal kalau udah soal makan" ledek papa fandi membuat kiara auto cemberut karena di panggil tukang makan oleh papa nya.
" apa sih, papa tuh tukang makan.
Udah deh sesama mahluk tuhan tukang makan jangan saling bully " balas kiara meledek papa fandi.
" ye... Das.."
" sudah sudah jangan di terusin, yuk kita semua ke ruang makan. Kasian tuh kakek nahan lapar gara gara pertengkaran kalian berdua " lerai sarah menyela kalimat dari suami nya yang senang sekali menggoda putri nya yang emang tukang makan.
" Hehehehe.... Siap bosque " jawab papa dan kiara kompak.
Akhir nya mereka bersama sama berjalan menuju ruang makan, menyisakan kakek bagus yang hanya terdiam menyaksikan keceriaan palsu dari cucu kesayanganya.
" kenapa kiara harus menghadapi masalah yang rumit, apapun yang terjadi jika itu untuk kebaikan dan kebahagiaan kiara aku akan mendukung nya" batin kakek bagus sedih.
Flasback
Sarah yang khawatir dengan keadaan kiara menghubungi fandi untuk menceritakan kejadian yang ia lihat, di sebelah nya ada kakek bagus yang ikut mendengarkan dengan seksama.
" jadi seperti itu" ujar fandi setelah mendengar keadaan kiara dari istri nya sarah.
" iya, jadi aku harap nanti Kita semua jangan ada yang bertanya dulu dengan kiara tentang kejadian yang ia alami hari ini" pinta sarah
" tunggu kiara bercerita, aku yakin kiara akan bercerita cepat atau lambat" lanjutnya meyakinkan.
__ADS_1
" baiklah... Nanti kita bersikap seperti biasanya, seperti itukan?" tanya fandi
" iya... Kita tunggu saja, kiara cepat atau lambat pasti bercerita" ujar sarah mengakhiri pembicaraan nya dengan fandi yang ada di seberang telepon dan papa mertua nya yang ada di samping nya.
Flasback end
Tok.... Tok
Sarah mengetuk pintu kamar kiara yang tidak tertutup sempurna.
Sehabis makan malam kiara langsung pamit untuk pergi ke kamar nya dengan alasan mengerjakan laporan.
" boleh mama masuk" izin sarah kepada kiara yang saat ini sedang duduk menghadap meja kerja nya dengan laptop menyala.
Kiara menoleh kepala nya dan menyahuti suara yang ternyata mama nya.
" masuk mah" balas kiara
" sepertinya memang harus bercerita"
Batin kiara pasrah
Sarah masuk dengan nampan berisi dua mug coklat panas dan cookies coklat di kedua tangan nya
" kerjaan nya di kerjakan besok lagi sayang" tegur ibu nya
" bagaimana kalau kita minum coklat panas bareng, udah lama lohh semenjak kamu pulang dari liburan kamu" lanjut nya lebih memilih kata liburan ketimbang kabur dari rumah.
Kiara menghela nafas kemudian tersenyum pasrah
" oke oke" balas kiara
Tidak ada percakapan di antara ibu dan anak itu, kedua nya sibuk dengan fikiran masing masing.
Kiara yang melamun dengan antara bercerita atau tidak dan sarah yang maklum hanya bisa menunggu sehingga suasana pun menjadi sunyi.
" jadi gimana rasa nya jadi direktur hmm" tanya sarah memutuskan keheningan di antara kedua nya.
" lancar mah, soalnya ada seseorang yang selalu dukung aku" jawab kiara semangat
" jadi inget dirga kan" batin nya bersalah
" ehhhh.... Aku belum chat dirga, ah... Pasti dia ngambek deh" lanjut nya cemas
" oh yang kata kamu pria yang deketin kamu di desa itu ya? Cie cie Ehemmm" goda sarah membuat kiara merona.
" sudah deh... Jujur saja sama mama" ujar sarah memojokan kiara.
Kiara cemberut, keceplosan nggak sengaja ngungkit dirga di hadapan mama nya
" iya deh iya deh...." ujar kiara pasrah
"hahaha kena kannnn" seru sarah senang
"sepertinya dirga sudah masuk lebih dalam di kehidupan kiara, syukurlah" batin sarah senang.
" lalu... Bagaimana hubungan kamu sekarang dengan dia sayang" tanya sarah penasaran
" loh.. Mama nggak marah aku deket sama cowok lain sedangkan kakek ngotot jodohin aku sama cucu dari teman nya mah " cerocos kiara heran dengan tanggapan mama nya yang santuy
" mama cuma mau yang terbaik buat kamu sayang" balas mama sarah dengan senyum hangat nya.
" karena dirga ataupun tunangan mu adalah orang yang sama, asal kan tidak kembali dengan pria masa lalu mu" batin sarah
" makasih mah... Mama yang terbaik" ujar kiara ikut tersenyum kemudian menghambur memeluk sarah.
Sarah membalas pelukan kiara tidak kalah erat, kemudian mengecup rambut kiara sayang.
" putri kecil ku semoga bahagia selalu"
Kiara melepas pelukan nya kemudian melihat wajah mama nya yang masih tersenyum kepada nya.
" mama... Mama nggak mau tanya kenapa yaya tadi siang nggak menyahuti panggilan mama" tanya kiara hati hati
" emang kamu mau cerita?" tanya sarah balik
Kiara terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan dari sarah.
" kalau belum siap berceri..."
" yaya mau cerita mah" ujar kiara cepat menyela kelanjutan kalimat dari sarah
Sarah tersenyum kemudian memggengam kedua tangan kiara erat.
__ADS_1
" yakin??" tanya sarah
" umm...." gumam kiara di ikuti anggukan kepala kiara.
"em... Tadi siang yaya bertemu Ronald temen kaisar dulu mah lalu... Bla... Bla... Bla..."
Kiara menceritakan pertemuan nya dengan Ronald siang tadi, kemudian berlanjut dengan ia yang di bawa ke sebuah panti asuhan dan seterusnya mengalir hingga selesai.
Sarah mendengar nya dengan seksama sebenarnya bukan hanya sarah namun ada dua orang lagi yang mendengarkan cerita dari kiara.
Iya... Dua orang itu adalah fandi dan kakek bagus yang mendengar nya dari balik pintu kamar kiara.
Mereka berdua mendengar mulai dari kedekatan kiara dengan dirga yang sebenarnya adalah tunangan nya lalu berlanjut ke cerita masa lalu nya bersama cinta pertama nya dulu.
Walau mereka bertiga sudah tahu cerita tentang kebenaran dari kaisar tapi bagi mereka kaisar tetap lah salah.
" pah.... Bagaimana selanjutnya? Apa nggak sebaiknya kita cepat cepat memberitahukan kebenaran tentang dirga. Papa tahu sendiri kiara paling tidak suka dengan kebohongan " tanya fandi panjang lebar.
Kakek bagus terdiam, tidak tahu harus berbuat apa.
" pah..." panggil ulang fandi
" semua ada di tangan anak anak fan, jika dirga maju lebih dulu itu akan lebih bagus" ujar kakek bagus kemudian meninggalkan fandi yang hanya bisa diam terpaku.
" apapun sayang, papa hanya ingin yang terbaik untuk kamu" batin fandi mengikuti jejak papa nya meninggalkan kamar kiara.
Brussel, Belgia uni eropa
Sekarang pukul lima sore dirga sedang di kamar bersiap untuk menghadiri pesta keberhasilan kerja sama nya.
Di depan nya ada setelan kemeja tuxedo berwarna hitam merek terkenal dengan harga nya yang selangit teronggok dan hanya di pandangi tanpa niat untuk di pakai.
Ia masih kepikiran dengan kekasih nya yang sampai saat ini belum memberi nya kabar.
Dirga gelisah, cemas dan takut di saat yang bersamaan.
Jelas sekali ada yang salah apalagi ia mendapat laporan jika hari ini kiara di bawa oleh pria yang baru di ketahui nya sebagai teman dari pria masa lalu kiara.
Dirga takut perasaan kiara terhadap nya akan goyah apalagi hubungan nya dengan kiara masih di landasi dengan kebohongan.
Hubungan yang sangat rapuh meski ia yakin kiara sudah mencintai nya.
tapi jujur ia tidak tahu apakah kiara sudah benar benar melupakan cinta pertama nya atau masih mencintai cinta pertama nya.
"ck... Nasib gue gini banget, sekali nya jatuh cinta tapi kayak drama" gumam dirga jengkel
They say oh my god I see the way you shine🎶
Take your hand, my dear, and place them both in mine🎶
You know you stopped me dead when I was passing by🎶
Dering telpon mengagetkan dirga dalam acara melamun nya.
Tertera nama bawel di layar handphone nya membuat raut wajah dirga pun berubah dari muram menjadi ceria.
Buru buru ia mengangkat dengan suara gembira yang tidak bisa ia tahan.
" sayang kamu kemana aja, apa kamu tahu aku cemas banget kamu nggak angkat telepon dari aku. Aku hubungin kamu berulang kali tapi kamu sama sekali nggak angkat aku.. Aku.." cerocos dirga keluar dari karakter tenang nya.
Dirga akan keluar dari karakter nya jika sudah berhubungan dengan kiara.
Di seberang telpon sana kiara tidak tahu harus terkikik geli atau merasa bersalah mendengar rentetan pertanyaan dirga yang beda dari biasa nya.
Kemana dirga nya yang tenang bin narsis bin mesum bin pede nya.
" seperti nya dirga benar benar mengkhawatirkan aku" batin kiara menyesal.
" satu satu sayang... Apa dulu yang harus aku jawab" balas kiara lembut
Dirga menormalkan rasa cemas nya dengan menghirup dan membuang nafas berulang
Dan
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan kemana mana, tunggu kelanjutan nya ya.
Jangan lupa vote dukunganya
Tinggal kan jejak komentar dan juga jempol nya ya gaes
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih