Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Double sial


__ADS_3

Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


" Jangan kapok nongkrong bareng Kita lagi ya! " ucap Raka, pada saat mengantar Kiara untuk pulang. Mereka saat ini sedang ada di depan pintu keluar, menunggu Dirga yang sedang mengambil Mobilnya di Basement.


" Oke ... Hehe." balas Kiara, kemudian terkekeh manis membuat Raka hampir saja lupa daratan


" Uhuk ... Sadar oy" Ujarnya dalam hati memperingati diri sendiri, agar tidak termakan bujukan Saiyton yang terkutuk, walaupun Dia Playboy tapi punya Temen nggak boleh maen sikat itulah Prinsipnya.


" Lain kali Kita main ke Desa, kamu masih lama liburannya" tanya Faro ikut nimbrung di obrolan antara Raka dan Kiara.


" Akhirnya kebagian dialog juga.... Berasa jadi pajangan doang"


(maaf ya faro... Nggak lagi lagi deh),


" Emh ... Nggak tahu juga sih, maunya sih tinggal selamanya di Desa tapi takut di pecat, nggak lucu dong di pecat sama Papa sendiri, hehe" balas Kiara, masih dengan kekehan di belakangnya.


Tidak lama kemudian, mobil yang di bawa Dirga pun sampai di depan mereka, Dirga turun dari mobilnya menuju Kiara dan sahabatnya yang sedang mengobrol akrab. Dalam hati Dirga merasa bersyukur, melihat orang yang berharga dalam hidupnya bisa langsung akrab. Yah tapi tidak heran sih, siapa juga yang mampu menolak Energi Positif dari Kiara, pembawan Kiara yang ceria membuat suasana nyaman


"Calon istri Gue tuh" batin Dirga bangga.


" Yuk Ra ..." ajak Dirga, sambil menarik Kiara kesampingnya nggak rela bagi-bagi.


( Bahasa mu Ga .... Lu kira Kiara makanan yang ada iklan di tv hemm)


Dirga kembali memasang wajah Keramatnya, membuat Raka dan Faro yang melihat tampang Dirga yang hampir menyerupai Saiyton pun memasang wajah lempeng.


"Dasar posesif" batin Mereka berdua kompak.

__ADS_1


" Kami pulang dulu ya, bye bye" ucap Kiara berpamitan kepada Raka dan Faro, yang di sambut dengan senyum Oleh yang bersangkutan.


Sedangkan Dirga yang melihat Reaksi alay dari Sahabatnya , diam-diam mengumpat merutuki nasib sialnya karena kejadian hari ini


" Kencan gagal, makan siang berduaan gagal, di tambah liat muka bikin eneg Duo curut di depan Gue . Ya lordY..... Nikmat mana lagi yang ku Dustakan" batin Dirga berusaha bersabar atas cobaan dari Gusti Nu Agung yang berkuasa.


" Balik dulu Bro, mudah-mudahan lain kali nggak ketemu" pamit Dirga yang di hadiahi tampolan sayang dari Kiara, saat mendengar ucapan Dirga kepada dua temannya


" Ih ... Apaan sih kamu Ga , nggak boleh gitu donk" ujar Kiara. lalu tersenyum manis ke arah Duo curut, yang kini memasang wajah mengejek ke arah Dirga.


" Ya udah, sampai jumpa! " lanjut Kiara menaiki Mobil lewat pintu yang tadi di bukakan oleh Dirga ,


brak...


Pintu pun tertutup, menyisakan Dirga yang menghadap lagi ke arah sahabat teruWuuunya lalu tersenyum setan.


" Udah ah, Gue balik dulu" ucap Dirga kemudian mengadu tos dengan Raka dan Faro , sebelum benar-benar meninggalkan tempatnya saat ini, Dirga menghentikan langkahnya menoleh ke belakang dan mengucapkan kalimat yang membuat Raka dan Faro terdiam kaget.


" Wanjir .... Gitu ternyata! " seru Mereka setelah proses Loading di Otak Mereka komplit.


Saat melihat mobil yang di kendarai Dirga sudah sampai di ujung jalan, Raka menolehkan kepalanya melihat Faro yang sedang melihat ke arah Jam Tangannya.


" Kira-kira, Kiara bakal ngamuk nggak yah kalau tahu cerita yang sebenarnya? " tanya Raka ke faro, yang hanya bisa mengangkat Bahu karena tidak tahu.


" Entah ... Yang penting apapun yang terbaik buat mereka berdua, kita cukup mendoakan" balas Faro membuat Raka terdiam.


" Ya ... Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk mereka berdua" batin Raka berdoa.


puk....

__ADS_1


Faro menepuk pundak Raka , menyadarkan Raka yang sedang melamun.


" Gue cabut juga, ada urusan penting" ujar Faro mengingat lagi, jika Ia ada janji dengan salah satu Kliennya.


" Ne ... Pergi sana hush-hush, apa perlu Aku anter ke Mobil hemmm? " balas Raka, lalu menggoda Faro dengan tingkah Absurdnya, tidak lupa suara yang di buat sok manis membuat Faro merinding seketika.


" Geli njiw, jijik tahu nggak" balas Faro kemudian melenggang pergi, meninggalkan Raka yang sedang tertawa edan karena bisa menggoda Faro , seperti nya sudah lama Ia tidak menggoda Faro dan Dirga.


" Hari yang menyenangkan" batin Raka berjalan memasuki Lobby Perusahaannya dengan siulan gembira.


Dirga dan kiara sampai di perbatasan Desa menjelang petang, sekarang sudah pukul 6 sore kurang , nggak kerasa ternyata sudah hampir satu jam setengah Mereka berdua menghabiskan waktu untuk perjalanan pulang.


Dirga menepikan Mobilnya, untuk sejenak melihat Matahari terbenam dari atas Bukit yang akan mereka lalui nanti. Suasananya yang sepi, karena memang jarang ada Mobil yang lewat, mendukung indahnya pemandangan saat ini.


Kiara turun dan memekik takjub, dengan Lukisan Tuhan di depannya saat ini. Tempatnya yang tinggi membuat pemandangan di bawahnya sebuah hamparan hutan terlihat seperti laut berwarna hijau


"Indahnya..." batin Kiara senang.



Saat merasakan pelukan di bahunya dari samping, kiara kali ini lebih terpesona dengan seseorang di sampingnya.


"Tampannya" batin Kiara, di ikuti warna semi merah di pipinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tetap di sini


Sampai babai

__ADS_1


__ADS_2