
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Siang ini kiara ada janji meeting dengan investor, di salah satu restoran terkenal di kota S.
Kiara tampil sederhan namun anggun di saat yang bersamaan.
Dengan blouse chiffon berwarna putih yang transparan di bagian lengan nya, serta di padukan dengan rok pendek lovely flare di atas lutut berwarna hitam.
Kali ini rambut panjang nya ia gelung menyisakan anak rambut di sisi kiri dan kanan wajah cantik nya, membuat tampilan kiara semakin sempurna.
Melangkah dengan pasti, kaki nya yang panjang memakai sepatu wedges shoes tujuh centi berwarna hitam cocok untuk kulit putih nya.
Tidak heran jika sepanjang jalan hampir Semua mata memandang ke arah nya,
Tapi sayang sekali yang di pandangi cuek bebek dan dengan santai nya tetap melenggang menuju tempat pertemuan nanti.
Kiara sampai di restoran tempat meeting akan di adakan.
Biasa nya ia akan di temani oleh papa nya ralat maksudnya menemani.
Tapi kali ini kiara di percaya oleh sang papa untuk menangani meeting kali ini sendiri tanpa campur tangan nya
" masa kayak induk ayam dan anak ayam nya ngebuntut terus, mulai sekarang kerja sendiri."
Itu kata papa nya sewaktu ia bertanya tentang meeting kali ini
" huh... Dasar papa durhaka, jadi batu baru tahu rasa nyoh" gumam kiara kesal.
( ngawur kamu ra... Diem aja thor)
Sekitar sepuluh menit kemudian datang lah investor yang kiara tunggu, kali ini ia akan bertemu dua orang tapi seperti nya satu nya lagi belum sampai.
Kiara berdiri dari kursi nya untuk menyambut kedatangan investor tersebut.
Kiara mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan yang di sambut baik oleh investor yang kini ada di hadapan nya.
" selamat siang pak. Wirawan" sapa kiara sopan
" selamat siang nona wicaksono" balas nya ramah
" ah.. Bapak bisa panggil saya kiara" pinta kiara sopan yang di tanggapi anggukan kepala mengerti oleh pak Wirawan.
" kalau gitu nona bisa memanggil saya adiya" balas adiya dengan senyum nya
" baik kalau begitu" tanggap kiara sopan
" seperti nya kita belum bisa memulai karena kebetulan masih ada yang belum datang, bagaimana kalau kita pesan minuman terlebih dahulu pak. Adiya" lanjut kiara dengan nada tidak enak
" tidak masalah nona kiara, santai saja" balas adiya maklum
Pak. Adiya Wirawan memiliki bisnis dalam bidang jasa perjalanan pariwisata ( travel biro ) terbesar di kota Y.
Kiara mengajukan kerja sama untuk cabang hotel nya yang ada di kota Y,
Yang kebetulan akan segera di bangun.
Dan satu nya lagi dari sutomo, sebenarnya ia agak sangsi dengan nama keluarga ini, karena ia sendiri tidak pernah mendengar nama keluarga sutomo
" tapi kenapa cukup familiar ya" batin kiara penasaran.
Sehari sebelum meeting.
Di gedung kantor milik keluarga wiratmadja,
Kaisar yang di temani Ronald sedang berdebat dengan kepala keluarga wiratmadja alias papa dari kaisar mengenai kerja sama perusahaan wiratmadja dan wicaksono.
" kenapa saya tidak tahu kalau ada kerja sama antara wiratmadja dan wicaksono" amuk papa darius kepada kaisar yang hanya memasang wajah datar saat melihat nya yang sedang emosi.
" lalu apa urusan nya" balas kaisar datar tidak perduli tepat nya
" ck.. Ngabisin waktu aja"
Batin kaisar lebih memilih melihat laporan di meja nya dari pada mendengar amukan dari orang tua kolot di depan nya.
" kurang ajar kamu, di mana sopan santun kamu" balas papa darius
" papa tidak mau tahu, batalkan kerja sama nya atau..." lanjutan kalimat dari darius terpaksa terhenti karena tiba-tiba kaisar menggebrak meja nya dengan keras.
Brakk..
" atau apa hum..." sela kaisar dingin
" ingat ini pak tua, saat ini yang memegang penuh kuasa atas perusahaan ini adalah saya, jadi apapun kerja sama yang akan di lakukan baik anda setuju atau tidak, saya tidak perlu izin dari anda dan saya tidak perduli " ujar kaisar emosi
" sekarang anda keluar dan kerjakan apa yang menjadi tugas anda" lanjut kaisar masih dengan suara dalam menahan emosi nya.
Ronald yang ada di tempat kejadian sebagai saksi hanya bisa terdiam, entah harus sedih atau tidak perduli untuk pak darius.
__ADS_1
Tapi Ronald hanya tahu jika karma itu akan berlaku.
Jika dulu kaisar di posisi tertindas, maka sekarang roda sudah berputar pak darius lah yang di tindas.
" cih..." tidak bisa membalas perkataan kaisar yang memang benar apa adanya,
pak darius pergi meninggalkan ruangan kaisar dengan meninggalkan debaman pintu kuat.
Brakk
"brengsek lu kira beli pintu pake daun hah pak tua" teriak kaisar emosi saat darius pergi dengan tidak sopan nya dan membanting pintu ruangan nya kuat.
(ckckc... Itu bapak mu loh nak)
" kai, apa nggak keterlaluan" tanya Ronald hati hati
Kaisar menatap tajam Ronald, dengan tangan yang mengepal kuat.
" khe... Keterlaluan?" beo kaisar
" ini bahkan nggak ada apa-apa nya dengan rasa sakit yang gue terima, cih" lanjut kaisar marah di akhiri dengan decihan nya.
" serah lu dah" gumam Ronald pasrah.
" besok kita meeting dengan kiara dan wirawan" lanjut nya menjelaskan
" oke... Pastiin waktu nya nggak bentur, kalau perlu kosongin jadwal besok" balas kaisar dengan perintah nya yang seenak udel.
" nggak bisa, kita ada meeting dengan perusahaan lain" tolak Ronald tegas
" gue bilang kosongin ya kosongin, gue nggak mau tahu" balas kaisar keras kepala.
"huuufttt.... Sabar ron" batin nya sambil menghela nafas.
" oke.... Gue kosongin" jawab nya pasrah
Menuai senyum kecil dari kaisar
" good" gumam kaisar senang.
" gue keruangan gue dulu, gara gara lu agenda yang gue susun berantakan lagi, brengsek,Fak,Shit " umpat Ronald ikut ikutan emosi
Kaisar alih alih marah malah terkekeh mendengar umpatan dari sahabat sekaligus asisten pribadi nya yang ngedumel tentang diri nya.
" oi... Gue denger lu lagi maki maki gue, mau gue pecat lu " ujar kaisar main main
Tapi Ronald malah membalas nya dengan satu jari tengah mengacung di sertai umpatan lainya
" bodo amat, di pecat juga nggak rugi" balas Ronald sedeng kemudian benar benar pergi meninggalkan ruangan kaisar.
" punya anak buah ngelunjak sama bos nya, khe he..."
Gumam nya tidak habis fikir di sertai sisa kekehan nya
" lucu banget sih" lanjut nya bergumam.
Saat ini di restoran tempat meeting.
Kiara dan pak adiya yang sedang asyik mengobrol akrab sambil menunggu perwakilan sutomo pun kompak menoleh saat sapaan sopan memasuki indra pendengar mereka.
" selamat siang, maaf saya terlambat" ucap nya menyesal
" selamat si.... Ang" ucapan kiara terputus di gantikan dengan ekspresi shock nya
"nggak mungkin" batin kiara shock
Sedangkan pak adiya segera berdiri dan menjabat tangan dari orang yang tadi menyapa nya.
Pak adiya cukup tahu siapa orang di depan nya saat ini, jadi ia pun segera memperkenalkan siapa ia kepada orang di depan nya.
" selamat siang pak. wiratmadja, senang bertemu dengan anda, perkenalkan saya adiya wirawan" balas pak adiya ramah
Sedangkan kiara, hanya bisa diam dengan wajah shock nya.
tentu saja mengundang tanda tanya di kepala pak adiya yang melihat nya.
Puk
" nona kiara tidak apa-apa" tanya pak adiya khawatir dengan tangan menepuk pundak kiara pelan.
Kiara akhirnya sadar dari rasa shock nya, kemudian ikut berdiri dan balas menyapa.
Dan dengan gerakan kaku ia mengulurkan tangan kanan nya untuk menjabat tangan orang di depan nya.
" selamat siang pak. Wiratmadja" sapa kiara kaku
Sedang kan wiratmadja di depan nya yang melihat kiara mengulurkan tangan segera menyambut nya dengan semangat bahkan pada saat kiara ingin melepaskan nya pun tidak ia biarkan terlepas.
" panggil aku kaisar" pinta nya lembut dengan senyum yang dulu sangat di sukai oleh kiara.
Ya... Di depan nya saat ini adalah kaisar wiratmadja, dengan mengganti nama menjadi sutomo nama dari keluarga alm. Ibu nya kaisar bisa mendapatkan kesempatan kerja sama dengan wicaksono.
__ADS_1
Kaisar sangat senang karena akhirnya bisa melihat bahkan memegang tangan kiara langsung.
Meski hanya berjabat tangan singkat namun untuk saat ini bagi nya sudah cukup.
Apalagi ia bisa bebas melihat langsung kiara yang ada di depan nya.
Rasa rindu nya sedikit terobati, ia bahkan tidak sungguh sungguh mendengar pembicaraan mengenai kerja sama saat ini.
Jujur ia memang mendengar suara kiara yang sedang menjelaskan tentang kerja sama, tapi fokus nya saat ini bukan itu melainkan gerakan bibir kiara di saat ia sedang menjelaskan point point Kerja sama.
" serah deh ujung nya gimana, karena bagi gue itu semua nggak penting" batin kaisar eror
" jadi seperti itu, bagaimana menurut pak adiya dan pak. kaisar" tanya kiara setelah selesai menjelaskan isi dokumen dan point penting kerja sama dengan lancar.
Pak. Adiya setuju dengan segala ketentuan kerja sama dan puas dengan penjelasan dari kiara
" saya setuju" ujar nya menuai senyuman puas Dari kiara
" bagaimana dengan anda pak kaisar..." tanya kiara profesional menghadap ke arah kaisar yang melamun sambil melihat nya
Kiara kaku, nggak tahu harus seperti apa menghadapi orang yang sejujur nya tidak ingin ia temui.
Butuh keberanian yang besar bagi nya untuk bisa menjelaskan isi kerja sama di hadapan kaisar yang tidak melepas mata kepadanya.
" pak.. Pak kaisar..." ulang kiara memanggil kaisar yang belum juga merespon nya.
Bahkan tangan nya ikut melambai di depan wajah kaisar.
" akh... Maaf saya sedikit tidak fokus" ujar kaisar tergagap agak malu tercyduk melamun oleh chabi nya.
" dan mengenai kerja sama ini saya setuju" lanjut nya menjawab pertanyaan kiara.
Akhir nya kerja sama selesai di bahas.
Kiara mengajak kedua nya makan siang bersama untuk merayakan keberhasilan kali ini.
Yang tentu saja di sambut dengan semangat oleh kaisar.
Sejujur nya kiara kurang nyaman dengan kaisar namun karena ia harus profesional terhadap mitra nya, maka dari itu mau tidak mau ia harus menahan rasa tidak nyaman nya sebentar.
" siang ini biar saya yang bayar untuk makan siang nya" tawar kaisar namun kiara menolak nya.
" ah.. Biar saya saja yang membayar nya, bukan kah saya yang mengajak untuk makan siang bersama" tolak kiara.
" tidak apa-apa, saya tidak masalah" balas kaisar keras kepala.
Sedang kan pak adiya yang melihat interaksi dari kedua nya merasa heran dengan kejadian yang ada di depan nya.
" terlihat sekali jika pak kaisar tertarik sedangkan nona kiara menghindar" batin pak adiya heran.
" jadi kita mau pesan apa" sela pak adiya menengahi perdebatan antara dua orang beda jenis kelamin di depan nya.
" mentang mentang saya sudah tidak muda, saya di lupakan" batin pak adiya nista.
" ah..." kiara tersadar jika bukan hanya mereka berdua yang akan makan siang.
Kiara pun tersenyum minta maaf kemudian memanggil pelayanan untuk memesan makanan.
Sedangkan untuk kaisar yang merasa menang pun tak kuasa menahan senyuman nya.
Ia senang setidak nya bisa mengobrol ( berdebat) dengan kiara tanpa canggung meski ada pihak ketiga di antara mereka.
" ganggu aja nih bapak" batin kaisar melirik dengan sorot mata tajam nya kepada pak adiya, yang kini sibuk memilih manu makan siang bersama dengan chabi nya.
" kok merinding ya... Hiyyy" batin pak adiya takut.
Pesanan datang, mereka pun akhirnya menikmati makan siang dengan khidmat dan di selingin obrolan basa basi seputar perusahaan dan pribadi hingga makanan pun tandas.
Tiba waktu nya berpisah, pak adiya lebih dulu pulang karena perjalanan nya ke kota Y lumayan jauh dan kiara memaklumi nya
" terima kasih atas kerja sama nya, sampai jumpa dan hati hati di jalan" ujar kiara ramah
Yang di balas senyuman.
pak adiya pun akhirnya pergi meninggalkan kiara serta kaisar berdua dengan perasaan berbeda
" pak. Kaisar / chabi"
Ucap mereka bersamaan
Deg deg deg...
Dan....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tunggu kelanjutan nya.
Jangan lupa dukungan vote nya
Juga tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya ya gaes
__ADS_1
Terimakasih
Sampai babai