Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Sakit Jantungnya Berlanjut


__ADS_3

Happy reading vrohh.....


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara memegang dadanya yang masih berdetak kencang, bahkan ia yakin jika suaranya terdengar sampai ke telingannya.


"Ya ampun,kenapa dengan jantungku?" batin Kiara bertanya.


Wajahnya merona entah karena apa , Kiara hanya berharap Dirga tidak mendengar dan melihat keadaan wajahnya saat ini.


Namun sepertinya Tuhan sedang tidak berpihak padanya, karena pada saat Ia masih memandang ke arah Dirga, tiba-tiba saja Dirga menolehkan wajahnya menghadapnya.


Ded! deg! deg!


"Oh tidak, semoga Dia tidak mendengar suara jantungku," batin Kiara berharap.


Dirga yang melihat wajah merona Kiara pun heran dengan keningnya berkerut.


"Ada apa dengannya, kenapa wajahnya memerah seperti itu? apakah Dia terpesona dengan ketampanan Gue atau Dia kepanasan? tapi bahkan sinar matahari sudah akan terbenam**?" batin Dirga bertanya dengan terselip narsis di dalamnya.


" Ra .... Muka kamu kenapa?" tanya Dirga yang di jawab oleh Kiara gelengan kepala tergesa.


"Aku ... Aku nggak, aku nggak apa-apa kok!" jawab Kiara tergagap. Dengan tangan mengibas di depan wajahnya mengelak.


Mendengar jawaban Kiara yang tergagap baru lah Dirga sadar apa yang terjadi dengan Kiara, Ia pun menampilkan senyum lembutnya sengaja ingin membuat Kiara tambah merona.


"Kamu yakin nggak apa-apa? oke Kamu tunggu sebentar disini yah, Aku mau kasih Kamu sesuatu!" ujar Dirga lembut dan misterius.


Kiara hanya menganggukan kepala tanda paham, selepas Dirga pergi Ia mencoba menormalkan detak jantungnya yang berlebih.


"Oke Kiara ... Stop thinking about him, he is stranger man and only your guide tour here!" gumam Kiara pelan.


Kiara meyakinkan diri sendiri, bahwa apa yang di rasakan saat ini hanya rasa kagum sesaat.


"Tidak mungkin, ini hanya efek karena melihat Dia tersenyum, nggak lebih dari itu!" gumam Kiara menampik.


Beberapa menit kemudian, saat Kiara asik memotret bunga tulip dengan background matahari hampir terbenam.


Kiara di kagetkan dengan sosok Dirga yang mengulurkan setangkai tulip ungu kepadanya.

__ADS_1


Kiara kaget dan merasakan debaran itu kembali lagi.


"Oh tuhan bahkan tadi Aku baru menormalkan detak jantung ini, tidak ini tidak benar Aku tidak mau punya penyakit jantung**!" batin kiara tidak mengerti akan situasi hatinya sendiri.


"Buat kamu Ra!" ujar Dirga lembut. Tangannya menyerahkan setangkai tulip ungu yang di petik nya sendiri untuk Kiara.


Kiara tidak langsung menerima tulip dari dirga melainkan memandangi bergantian antara bunga dan Dirga.


Ia tidak mengerti alasan Dirga memberinya bunga tulip berwarna ungu, dari sekian banyak warna tulip.


Melihat Kiara yang belum juga menerima bunga tulip darinya Dirga sedikit merasa kecewa, namun Dirga meyakinkan dirinya bahwa semua perlu waktu.


Maka dari itu Dirga berinisiatif mengambil tangan Kiara dan meletakkan bunga tulip ungu darinya di gengamam tangan Kiara.


"Untuk kamu Ra ... Di terima yah, anggap saja hadiah pertemanan dari Aku, Kamu mau kan jadi teman Aku?" ujar Dirga lembut.


Sebenarnya Dirga tidak rela saat mengatakannya, tapi untuk bisa selangkah lebih dekat Ia perlu menjadi temannya terlebih dahulu, menjadi orang terdekatnya perlahan namun pasti dan ia akan bergerak untuk mendapatkannya.


Lagian jika Kiara tahu makna dari tulip ungu, maka akan semakin bagus untuk Dirga kedepannya, tapi sepertinya Ia harus kecewa karena Kiara sepertinya tidak mengetahui apa makna dari tulip berwarna ungu tersebut.


" Ahh!!! sudahlah nanti juga Dia tahu sendiri**,"! Batin Dirga mencoba berfikir positif.


Kiara akhirnya menerima tulip darinya dengan senyum lembut, lalu mengucapkan terima kasih dan meng-iya-kan ajakan pertemanan dari Dirga.


Kiara menghirup aroma khas bunga tulip dengan perasaan senang, senyum bahkan tidak luntur dari bibirnya.


"Aku seneng kalau Kamuseneng Ra, Kamu cantik!!" gumam Dirga pelan. Namun sepertinya kiara sempat mendengarnya sekilas, sehingga Kiara bertanya membuat Dirga gelagapan.


" Aku kenapa Ga?" tanya Kiara penasaran saat mendengar gumamnya.


" Nggak ada apa-apa, Aku bilang tulip-nya cantik " balas Dirga mengelak. Ia menghindari pertanyaan Kiara, kemudian Ia mengajak Kiara pulang karena hari sudah menjelang petang.


"Sudah mulai petang, pulang yuk!!" ajak Dirga kemudian.


"Yuk, kapan-kapan mau kesini lagi,he-he-he!!" balas Kiara dengan kakehan senangnya.


"Iya, terserah Kamu aja," ujar Dirga pasrah.


"He-he-he!!!" kekeh Kiara senang.

__ADS_1


"Tapi Kita makan malam dulu yah, Kamu belum makan loh dari tadi siang!!" ujar Dirga lembut.


"Oke, mau makan di mana?" tanya Kiara semangat.


"Giliran makan saja, langsung cepat responnya!" ledek Dirga.


"Emang, bleeee!!!"


"Gendut, tukang makan!"


"Biarin, yang penting enak!"


"Gendut!"


"Yah, ngeselin banget sih!!!"


Akhirnya mereka berdua pulang setelah mampir makan malam di salah satu rumah makan khas desa nuan.


Skip


Dirga mengantar Kiara sampai depan penginapan, lalu membantu Kiara turun dari kereta.


Ia mengulurkan tangannya, yang di sambut segera oleh Kiara.


"Hati-hati!" seru Dirga.


"Terima kasih,Ga!" balas Kiara ceria.


"Tidak masalah, kalau gitu Aku langsung pulang. Kamu juga langsung istirahat, besok Aku tunjukin lagi tempat indah lainnya!" ujar Dirga.


"Oke, selamat istirahat Dirga!" seru Kiara semangat.


"Selamat istirahat, Ra!" balas Dirga.


Mereka pun berpisah, dengan perasaan senang yang mereka rasakan masing-masing.


Bersambung


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Aku juga mau di kasih tulip seperti kiara... Nyehehe


Ikuti terus kisahnya ya ...


__ADS_2