Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Menghitung hari


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Tiga hari berikutnya


Saat ini kiara dan mama sarah sedang sibuk menulis deretan tamu yang akan di undang saat pesta pernikahan nya nanti.


Kiara sih sebenarnya nggak begitu banyak mengundang tamu, karena jujur saja teman nya memang banyak tapi saat ini entah pada kemana.


jika mama atau papa serta kakek nya berjumlah hampir 3000 undangan kiara mungkin hanya seperempat nya, yah... Kira kira 5000 undangan lah..


( loh... Ra, itu bukan nya lebih banyak ya? Eh.. Iya ya.. Haha maaf maaf salah ketik seharusnya itu...)


Kiara menghapus jumlah pada total tamu yang tadi ia total menjadi 4000 undangan


( jangan bercanda ra, hehe.. Maaf thor abis gugup banget sambil menghitung hari detik demi detik menunggu itu kan menjemukan. Kenapa jadi nyanyi yang serius geh kiara arya acikiwir. Oke siap thor)


Oke sekarang fokus.


Kiara melihat lagi daftar nama teman teman nya, baik yang ada di kantor semasa menjabat jadi staf marketing hingga saat ini menjadi direktur.


Lalu melihat deretan sahabat nya waktu di kampus dan terakhir waktu sekolah TK hingga SMA.


" mah... Tamu undangan aku ada 480 orang nih mah, kebanyakan nggak?" tanya kiara pada mama nya yang juga sedang mengingat nama dari teman arisan dan sosilaita nya.


" standar kok ya, oh iya... Mami mu sudah kasih tahu minta undangan berapa ribu?" balas dan tanya balik mama sarah dengan tangan dan mata yang sibuk melihat dan menulis list tamu di Catatan sementara nya.


"sudah kok mah, mami putri bilang minta 5000 undangan .


Oh iya mami juga bilang suka sama desain undangan nya.


Elegan dan mewah kata nya, jelas aja kan yang milih mami sendiri " ujar kiara menjelaskan saat mami nya memekik senang saat pertama kali melihat hasil desain buatan nya .


Bukan kiara yang buat tapi teman nya yang memiliki usaha percetakan ,ia dan mami putri yang berimajinasi dan teman nya yang mengaplikasikan terus jadi deh desain sesuai keinginan dari mami putri dan tentu nya kiara yang sebentar lagi tersemat wijaya di nama belakang nya.


Ciehhh....


" Selera mami Putri memang waw banget ya apapun harus berkelas ckck... " balas mama sarah saat mengingat jika memang mama dari dirga mempunyai penilaian lebih pada sesuatu yang wahh...


" oh iya... kamu bentar lagi nggak boleh ketemu dirga loh yaya sayang, pamali kata orang dulu " ujar sarah memperingati kiara yang sekarang masih bertemu terus dengan dirga di luar atau kadang di kantor.


" kenapa gitu mah, aku kan juga ketemu karena ada perlu( yah sekalian lepas kangen sih) " balas kiara heran dan melanjutkan dalam hati aji mumpung nya.


" nanti bakal berantem, terus cek cok ujung ujungnya batal loh pernikahannya" ujar mama sarah menakut nakuti anak nya yang sudah memasang raut wajah horor dan lucu di saat bersama.


" ih... Nggak mau mah amit amit" balas kiara cepat dengan tangan yang mengetuk kepala dan meja bergantian.


Sarah terkekeh dengan kelakuan anak kesayangan nya, percaya aja sama apa yang di katakan nya.


" dasar di takutin gitu aja sudah percaya, tapi apa emang bener ya?" batin sarah ikut bertanya.


( lah... Gimana cerita nya sendiri nya yang sok nakuti tapi sendiri nya juga yang nggak percaya, dasar mama aneh)


Skip


Kantor dirga


" bos... Laporan yang kemarin sudah saya selesaikan.


Lalu jadwal bos hari ini cukup padat, nanti ad..."


" kosongkan waktu 2 jam" sela dirga cepat saat dani sedang membaca kan jadwal meeting nya.


" tapi bos"


" udah nurut aja sih napa, liat nih gue lagi apa?" ujar dirga sewot memandang dani tajam


" lah... Lagi nyoret nyoret kertas kan bos?" balas dani bertanya


" ck... Bukan nyoret kertas tapi lagi nulis tamu undangan, liat nih... Lagian mama juga sih udah tahu anak nya cuma punya temen yang kenal banget 5 biji dan ada juga temen relasi bisnis yang artinya temen papa juga, si mama masih juga nyuruh nulis temen yang mau di undang" romet dirga pusing sendiri.


Segitu untung ada sahabat strong nya yang bisa jadi sahabat nya hingga sekarang, aih... Dirga nyesel banget sewaktu sekolah dan kuliah jarang mau gaul dengan sesama .


Meski mereka semua mengenal nya, tapi kan dirga nggak kenal mereka.


Masa iya ia ngundang fans girl nya yang banyak nya dari ujung ke ujung?


(nggak usah narsis ga, apa sih emang iya kok. Semerdeka lu ga maka nya jangan songong jadi orang giliran mau gini aja nyesel)


" mudah mudahan pas gue punya bocah nanti nggak ngikutin sikap sengak gue" batin dirga berharap, sadar akan kelakuan nya dulu.


" ya elah bos, tinggal undang aja.


Pasti dateng... Sekalian acara reuni menjalin silaturahmi.


Dateng syukur kalau nggak dateng yah nasib mu bos" ujar dani santai, heran dengan kelakuan bos nya yang mulai berubah semenjak punya pawang.


" kangen sih sama sikap songong nya, tapi lumayan juga sehari hari terbebas dari hawa kuburan"

__ADS_1


Batin dani entah harus bersyukur atau apa saat menghadapi bos nya yang dalam mode absurd.


" iya juga sih" gumam dirga pelan


" kalau gitu lu aja yang urus undangan punya temen sekolah sama kuliah dulu, kan kita satu angkatan .


Nah...sekarang kosongin waktu 30 menit aja gue ada urusan negara. Oke...." lanjut dirga seenaknya kemudian memberikan kertas yang di pegang nya ke tangan dani sedangkan ia sendiri melenggang pergi entah mau kemana.


" bos... Oi... Yah elahh kenapa jadi gue yang ngurus undangan pernikahan nya.


Tau gitu gue nggak kasih ide " ujar dani menyesali perkataan nya sendiri.


" mending dapet bonus" gumam dani pelan


Dirga saat ini sedang Mengendarai mobil milik nya menuju toko kue langganan kiara, niat nya ingin memberi kue padahal modus biar ketemu.


Mama nya sudah mewanti nya agar tidak sering bertemu apalagi menjelang pernikahan nanti.


Mana bisa begitu dong, kasian kokoro nya yang selalu memikirkan kiara nya yang di sana sedang apa.


Jadi supaya memiliki alasan agar bisa menemui calon istri nya, dirga pun membawa kue untuk kiara juga mama mertua nya.


Kalau di tanya alasan nya tinggal bilang...


" ah... Kebetulan tadi meeting terus liat toko kue sekalian beli dan mampir" ujar dirga cengar cengir sendiri saat melatih alasan konyol nya


( alesan ae lu ga, serah gue dong)


Dan di sini lah sekarang dirga di depan pintu kediamanan wicaksono menunggu orang rumah atau sekalian bawel nya yang membukakan pintu untuk nya saat ini berdiri dengan tidak sabar.


Ceklek..


" den dirga... Silahkan masuk" ujar mbok Wati ramah mempersilahkan dirga masuk


" hmmm.." gumam dirga, kecewa sih tapi nggak apa-apa yang penting nanti bisa ketemu


Dirga memasuki ruangan yang sekarang ini sering ia datangi.


Ruangan utama yang masih sama seperti dulu saat pertama kali ia datang, masih dengan foto yang sama pula terpajang.


" setelah ini akan nambah beberapa foto yang di pajang di sini" batin dirga tidak sabar


" siang mah" sapa dirga ramah saat melihat mama mertua nya sedang sibuk dengan kertas dan pena, sedangkan bawel nya sedang duduk lesehan dengan tangan sibuk mengetik sesuatu di laptop yang ada di pangkuan nya.


" eh.. Nak dirga, ada apa?" tanya sarah terkejut saat melihat kedatangan calon menantu nya.


" anter kue ini mah, tadi pas waktu meeting lewat toko kue jadi sekalian deh beliin ini buat mama dan kiara bawel " ujar nya lancar


" nggak usah mah, aku buru buru" tolak dirga tapi tetap duduk lesehan di samping kiara ikut melihat ke arah layar laptop milik kiara.


tentu saja kelakuan nya menuai seruan kesal


Seperti " geser, ih sempit" " yak.... Layar nya nggak kelihatan" dari kiara yang memang dirga sengaja duduk dan mepetin kiara dengan iseng nya.


Mama sarah geleng geleng kepala melihat nya, padahal tinggal menghitung hari tapi seperti nya baik dirga atau pun anak nya kiara sama sama tidak bisa jika sehari tidak bertemu.


Sarah kemudian berjalan menjauhi dirga dan kiara yang saat ini malah sedang bercanda seakan diri nya tidak ada.


" dasar anak muda, mau nya mesra mesraan terus" batin sarah sedikit iri , ingat sedikit loh yaa...


" bawa kue apa yank?" tanya kiara semangat


" red velvet" jawab dirga singkat, ia membuka pesan singkat dari dani yang memberitahukan akan ada meeting sebentar lagi.


" aku pergi dulu ya, mau ada meeting" lanjut dirga menuai seruan protes dari kiara di samping nya


" bhuuu.... Nggak seru"


" nanti ketemu lagi, hehe" balas dirga senang dengan kekehan nya saat melihat raut wajah menggemaskan dari kiara


" kata siapa kita abis ini bisa ketemu lagi?" tanya kiara dengan gaya sok menantang nya


" loh... Emang kamu mau kemana?" tanya dirga dengan raut wajah bingung nya


" mama bilang kita nggak boleh sering ketemu pamali , apalagi pas menjelang hari pernikahan" gumam kiara sedih, hawa nya yang biasa ceria berubah muram karena memikirkan tidak bisa menghirup aroma maskulin dirga lagi, hingga hari pernikahan mereka nanti.


" kenapa juga harus begitu"


Deg...


" ya lord.... Nggak mama nggak mama mertua kenapa harus kasih wejangan kayak gini sih.


Emang kenapa sih kalau ketemu tiap hari, lagian apa itu pamali apa sejenis makanan yang rasa nya manis manis gitu?"


Batin dirga ikut muram


" emang harus ya?" tanya dirga kepada kiara yang hanya bisa mengangguk lesu


" iya kata nya nan... "


" nanti kalian akan bertengkar kalau sering ketemu terus itu cekcok Lalu marahan.

__ADS_1


Lagian kalian kan hanya tinggal menunggu hitungan minggu, sabar ya sebentar lagi juga kalian akan ketemu setiap hari kok.


Pasangan yang ingin menikah yang tidak bertemu di waktu beberapa hari menjelang pernikahan atau juga bisa di sebut pingitan nanti pas waktu ketemu akan ada perasaan spesial nya.


Mama juga dulu seperti itu, ada rasa yang hanya kalian berdua bisa rasakan nanti.


Percaya deh sama mama" ujar sarah panjang lebar menyela kalimat yang akan kiara katakan dan menjelaskan dengan sabar tentang guna nya pingitan.


Dirga dan kiara yang mendengar nya tentu saja mengerti, apapun perkataan orang tua pasti itu yang terbaik.


Jadi untuk saat ini baik dirga maupun kiara hanya mampu mengangguk kepala mengerti dan mencoba untuk bisa menahan perasaan rindu yang akan mereka berdua rasakan nanti.


" semangat yaya/dirga"


Batin mereka kompak kemudian entah bagaimana bisa mereka saling menoleh kan kepala serempak untuk saling melihat.


Kiara dan dirga terkekeh bersama karena hal yang menurut mereka lucu, kemudian saling memberikan senyum terbaik seakan bilang


" tunggu aku yah, sebentar lagi kok"


Kiara mengantar dirga sampai di Mana dirga memarkirkan mobil milik nya berada, berjalan dengan bergandengan tangan seakan saling menyimpan cadangan energi untuk beberapa minggu tanpa bisa saling bertemu lagi.


" hati hati di jalan ya sayang" ujar kiara dengan senyum manis nya, tapi raut wajah nya yang muram membuat dirga tidak bisa menikmati senyum manis kiara saat ini


( elah ra... Kan bisa video call?)


" iya sayang, sampai nanti ya.


Tunggu aku ngucapin ijab qobul dengan lancar pada saat itu aku berjanji tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita" ujar dirga lebay seakan perpisahan mereka akan memakan waktu lama


( astagfirullah.... Kan bisa video call nggak pada denger ya?)


" aku tunggu yaa..." balas kiara terharu disertai dengan rona merah di kedua pipi gembil nya


Dirga terkekeh melihat nya


" ya sudah aku pergi dulu ya, bye sayang.


I Will be miss you so much dear" ujar dirga mengecup sayang kening kiara kemudian berbalik badan.


Grep..


Baru saja dirga ingin membuka pintu mobil, pelukan di punggung nya membuat ia tersentak kaget tapi tidak lama karena segera di gantikan dengan senyum bahagia saat mendengar gumaman pelan dari orang yang sedang memeluk nya erat yang tentu saja itu adalah bawel calon istri nya.


" i Will be miss you too so much honey"


Dirga membalik badan menghadap kiara lagi dan menemukan wajah kiara yang sedang menahan tangis nya.


" hei dear... Don't cry please....


I can't leave you alone if you cry...


Look at me... Do you listen to me hmm....?"


Kiara akhir nya mengangkat wajah nya saat mendengar perkataan dirga yang lembut saat membujuk nya


" listen it.... Only 3 weeks we not see each other.


And than we Will be together, later and forever.


Do you Believe me hmmmm? " lanjut dirga lembut membujuk kiara yang akhirnya menggangguk dan tersenyum tulus tidak seperti tadi senyum manis tapi tidak sampai di hati dirga.


" ummm.. Believe you " balas kiara cepat


" oke.... Kamu masuk, aku berangkat sekarang"


" tunggu..." seru kiara cepat yang di jawab dirga dengan terangkat sebelah sebagai ganti pertanyaan "apa"


Cup


" bye... Sayang, hati hati di jalan"


Kiara mengecup pipi dirga sayang kemudian ngacir berlari meninggalkan dirga yang hanya mampu tertegun


"eh..."


Dirga kemudian terkekeh dengan kelakuan manis dari kiara tadi, lalu membuka pintu mobil nya dan tancap gas meninggalkan halaman milik keluarga wicaksono menuju kantor nya berada


" dasar...." gumam dirga memegang pipi yang tadi di kecup kiara kemudian tersenyum dengan sumringah nya.


" lumayan stok buat nahan rindu"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah nya


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya yaa....


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2