
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Mendengar pertanyaan dari Kiara, tentu saja Dirga kaget. Namun, Ia juga senang saat Ia sadar, jika pertanyaan Kiara termasuk pertanyaan sensitif bagi Perempuan , jika menyangkut kepemilikannya saat ini
" Emang bukan yang pertama sih, tapi Gue jujur ini yang paling nikmat menurut Gue. Di saat cewek lain pasrah minta gue acak-acak, Lu malah harus Gue perjuangin dulu, cuma untuk sebuah ciuman" batin Dirga mengingat bagaimana kelakuannya dulu, dengan perempuan di sekitar.
Sudah di jelaskan bahwa Dirga, bukan pria brengsek yang gemar menebar benih di setiap tempat. Dirga itu mahluk cuek, dengan yang namanya Betina, satu-satunya cewek yang pernah Ia sentuh intim adalah Mantannya dan yang kedua adalah calon istrinya saat ini.
Baginya Bibir dan apapun yang ada di Tubuhnya itu, harus benar-benar di berikan kepada seseorang yang Ia cinta. Ia bukan Raka, yang gemar One Night Stand dengan sembarang cewek, mau itu Pacar atau Siapapun. Atau pun Faro, yang suka mencium Cewek padahal bukan pasangan.
Dirga berbeda, Ia anti jika ada Mahluk yang namanya Betina jika ada di sekitarnya. Jika saat mereka sedang kumpul ada seorang Wanita penghibur, maka jangan salahkan Ia, jika Ia lebih memilih pergi ketimbang berkumpul dengan Perempuan Bolong.
Dirga mengusap kepala kiara, yang sekarang ada di dadanya dengan sayang.
" Satu " jawab Dirga Singkat, membuat Kiara yang sudah sedikit reda rasa emosinya pun bingung dengan ucapan Dirga yang ambigu
" Satu apa? " tanya Kiara, melihat ke arah Dirga yang saat ini sedang melihat Langit-langit kamarnya. karena tadi, sedang mengingat kembali sesuatu, yang tidak perlu di ingat akibat pertanyaan Kiara.
" Kamu tadi nanya apa? " tanya balik Dirga, membuat Kiara mengernyitkan kening bingung.
" Ah ... Pertanyaan itu! " pekik Kiara saat mengingat pertanyaannya, yang tadi sempat Ia lupakan, akibat usapan sayang Dirga pada rambutnya.
Gyutt....
" Ouchh .. uhh... Iya iya maaf lupa! " pekik Kiara sakit, karena pipinya di tarik Dirga. kemudian, Ia meminta maaf atas ingatannya yang sedikit buruk, jika tidak mau di bilang pelupa.
" Hn " jawab Dirga singkat, kemudian melanjutkan usapannya, pada rambut Kiara yang terasa lembut dan harum baginya.
" Jadi enak kan." batin Dirga meresapi kebersamaannya kali ini dengan Bawel kesayangannya.
" Jadi maksud kamu, cuma satu perempuan yang pernah merasakan ciuman Kamu? " tanya Kiara memastikan
__ADS_1
" Hn " jawab Dirga seadanya
" Boong ih.." ujar Kiara, sambil tiba-tiba mencubit bawah ketiak Dirga, membuat dirga kaget dan memekik sakit, akibat cubitan yang di sertai pelintiran dari Kiara, yang membuat nyeri serta geli secara bersamaan.
" Akh ... Sayang kok di cubit? " tanya dirga
" Aduh akhh ... Aduduh.. Sakit Ouchh! " Lanjutnya, saat Kiara ternyata tidak berhenti, malah semakin menjadi.
"Rasakan, rasakan" ujar Kiara tidak perduli dengan rintihan sakit, yang di dengarnya saat ini
" Kamu bohong ih ... Masa cuma satu, pasti mantan kamu banyak kan?" tanya Kiara di sela-sela kegiatan mengasyikkannya saat ini,
" Ouchh ... Kan kamu nanya, itu Aku jawab loh ... Akh ... Salah Aku di mana?" tanya Dirga di sela-sela rasa sakitnya
"Ampun dah Lord ... Punya calon istri doyan nyiksa Gue gini" batin Dirga nalangsa
" Ya, tapi jawaban kamu itu pasti ngawur" elak Kiara belum puas, dengan jawaban yang Dirga berikan
" Akh ... Aku jujur sayang, udah stop sakit ih ... Akh ... Atau Kamu mau, Aku buat mengerang, mendesah lebih dari tadi?" ancam Dirga yang membuat kiara spontan berhenti, menegang secara bersamaan.
" Don't do that! " pekik Kiara beringsut menjauh, namun kembali di tarik Dirga masuk kedalam pelukannya
" Jangan Dirga .. No! " ujar Kiara kembali meronta, melepaskan pelukan Dirga saat ini.
" Sssttt ... Jangan bergerak ... Bisakah Kamu mendengarnya?" tanya Dirga, membawa kepala kiara ke atas dadanya, meminta agar kiara berhenti meronta dan mendengar detak jantung Dirga saat ini, membuat Kiara berhenti, lalu meletakan Telinganya, tepat di atas dada Dirga .
Kiara terkesiap, saat mendengar detak Jantung yang berlebih, berasal dari jantung Dirga
" Ini sama seperti waktu itu" batin Kiara, mengingat lagi betapa cepatnya detak jantung Dirga, pada saat mereka makan malam dulu.
" Jantung kamu? " ucap Kiara menggantung. Bingung, dengan apa yang akan Ia katakan selanjutnya
" Em ... Jantung Aku, Berdetak lebih cepat, dan kamu tahu karena apa?" jelas dan tanya Dirga yang mendapat gelengan kepala dari Kiara sebagai jawaban.
Dirga Tersenyum tipis, lalu membawa tangan Kiara yang ada di atas dadanya, untuk di kecupnya lama.
__ADS_1
" Karena kamu dan itu jelas" jawab Dirga setelah melepas kecupan, pada punggung tangan kiara tadi.
" Percaya nggak percaya, tapi Kamu itu Perempuan pertama yang mampu buat Aku lepas kendali, jadi Aku harap kamu nggak uji Kekhilafan Aku, dengan Pose Kamu yang seperti tadi. Nggak di hadapan Aku , apalagi di hadapan orang lain. Apa Kamu sekarang paham? " jelas dan larang Dirga, pada kiara yang saat ini sedang menatapnya, dengan raut wajah kaget campur terharu
" Benarkah aku yang pertama? " batin kiaraY bertanya.
" Apa kamu sungguh-sungguh, dengan ucapanmu Ga ?" tanya Kiara
" tentu" jawab Dirga cepat dan mantap.
" Dan Kamu belum berjanji , untuk tidak menampilkan raut wajah seperti tadi, kepada orang lain sama Aku sayang?" lanjut Dirga mengingatkan, Kiara agar berjanji Kepadanya.
" Meski pun Aku nggak tahu raut wajah seperti apa, tapi Aku janji nggak akan ada Lelaki lain selain kamu Ga." balas Kiara tulus, kemudian tersenyum malu, karena Kiara baru menyadari posisinya dan Dirga bagaimana saat ini.
" Ga ... Bisa kita duduk aja? " tanya atau lebih tepatnya ajak kiara
" Masa iya tiduran seranjang, pake acara pelukan lagi" batin Kiara malu
" Nggak bisa, Aku maunya kayak gini" balas Dirga cuek, dengan kaki yang sekarang ikut melilit kaki Kiara, sehingga kini kiara sudah mirip dengan
" Bantal guling paling nyaman" batin Dirga , Iya ... mereka saat ini sedang tiduran berdua, di Ranjang dengan posisi berpelukan, di tambah kaki Kiara yang di belit, oleh kaki panjang Dirga. Maka sekarang, Kiara sudah mirip seperti guling hidup milik Dirga pribadi.
" Tapi kakinya jangan kayak gitu, berat tahu nggak sih! " bujuk Kiara, membuat Dirga mendengus.
" Oke, Aku singkirin kaki aku ... Tapi Kamu juga jangan cemburu ya, sama siapa dulu aku bersama atau berkencan, karena bagi Aku sekarang Kamu yang Aku cinta" ujar Dirga menjelaskan, agar Kiara tidak lagi bertanya tentang masa lalunya.
" Iyah ..." jawab kiara pasrah
" Terus kok kamu nggak tanya Aku, udah pernah ciuman belum sama lelaki lain sih, kamu nggak penasaran?" lanjut Kiara bertanya, membuat Dirga tersenyum bahagia. karena tanpa bertanya pun, Ia yakin jika ia adalah Cowok pertama dan mungkin saja jadi yang terakhir untuk Kiara
" Nggak perlu, Kamu kan udah kasih tahu Aku, waktu ciuman pertama Kita! " balas Dirga telak, membuat Kiara malu sendiri
" Ih ... Kok gitu sih, emangnya kamu yakin Aku nggak bohong waktu itu humm? " tanya Kiara tidak mau kalah.
" Percaya dong, masa masalah yang gini aja aku nggak percaya. Apalagi nanti, kalau kita ada masalah serius" jawab Dirga menggantung
__ADS_1
" Oh iya ... Ra.. Dari awal Aku mau nanya sih, tapi aku baru inget sekarang. Aku boleh kan nanya sesuatu? " Lanjutnya bertanya membuat Kiara penasaran.
" Apa? " balas Kiara singkat, kemudian memucat setelah mendengar pertanyaan Dirga yang Tiba-tiba.