
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" kalau aku bilang villa ini untuk kamu sebagai hadiah pernikahan, menurut kamu bagaimana?"
" apa"
Kiara berbalik tiba-tiba saat mendengar perkataan dirga, tentang villa hadiah pernikahan dengan raut wajah kaget.
" apa Maksudnya ga?" tanya kiara, masih dalam keadaan kaget.
" gila, walaupun kaya tujuh turunan nggak perlu juga lah beli sesuatu yang nggak penting begini" batin kiara nggak habis fikir
Melihat respon kiara yang sesuai ekspektasi nya, tentu dirga sudah memiliki alasan dan jawaban untuk menjawab pertanyaan kaget dari istri bawel nya.
Sebelum menjawab dirga tersenyum dan membawa kiara ke arah jendela besar yang manampilkan view laut yang luas agar suasana nya sedikit rileks, dan kemudian memeluk lagi kiara dari belakang.
" aku bilang, villa ini aku beli untuk kamu sebagai hadiah pernikahan dear" ujar dirga lembut, menjelaskan sekali lagi apa maksudnya dengan pelan agar kiara bawel yang memang bawel banget jika menyangkut uang dan pemborosan bisa mengerti.
" tapi ini...."
" ssstt.... Ini nggak ada apa-apa nya kalau untuk kebahagiaan kamu , uang bisa di cari sayang selagi kita bekerja dan berusaha.
Dan juga aku sudah mikir jauh tentang ini, kedepan nya selagi kita nggak menempati villa ini bukan nya masih bisa kita sewakan dan mendapat kembali uang yang kita keluarkan untuk membeli nya hemmm? " ujar dirga menjelaskan dengan sabar agar kiara mengerti
Kiara terdiam memikirkan ucapan dirga yang benar apa adanya, mereka sama saja dengan menyelam minum susu?.
" lalu... Kalau ada yang menyewa, uang nya untuk apa? " tanya kiara bingung, kelihatan sekali ia sadar jika dirga tidak perlu lagi uang yang jumlah nya tidak seberapa dari penyewaan villa.
" terserah kamu, kan kamu yang punya villa" jawab dirga santai, tanpa beban seakan akan ia bilang " dibuang juga ora opo opo"
( bangke, lama lama kesel juga denger nya, elahh thor candaan doang kali)
" Kamu bisa sumbangin ke panti asuhan atau orang yang butuh dear kalau kamu bingung" lanjut dirga, saat kiara belum membalas perkataan nya.
" Ehhh... Bener juga yaaa, tapi emang boleh kan villa nya punya kamu juga?" ujar kiara, lalu bertanya, yang di jawab dirga dengan kekehan ringan
" Kan dari awal ini hadiah untuk kamu, yang artinya villa ini real punya kamu pribadi, tanpa ada sedikit pun bagian aku dear " ujar dirga menjelaskan sekali lagi, sehingga kiara lagi lagi berbalik menghadap nya melepas pelukan darinya kemudian melotot tidak percaya.
" Eehh... Maksud kamu ini punya aku sekarang? " tanya kiara terkejut yang di balas anggukan kepala singkat dari dirga
" hmm.." gumam dirga mengiyakan pertanyaan kiara tadi.
" Kamu serius sayang?" tanya kiara sekali lagi
" Iya sayang" balas dirga sabar
" tapi ini apa nggak kelewatan? Ini terlalu mahal sayang?" tanya kiara beruntun
" Sudah aku bilang, uang bisa di cari.
Ini rezeki kamu dear, nggak baik di tolak loh" ujar dirga gemas.
Oh... Ayolah, jika hanya 1 unit villa seperti ini ia masih mampu membelikan kiara.
Bahkan jika bintang ada sertifikat kepemilikan Mungkin ia juga bisa beli, mungkin loh yaaa... Tapi karena itu mustahil jadi apa boleh buat.
" eumm.. Oke deh , terima kasih banyak sayang" ujar kiara senang tersenyum lebar lalu memeluk dirga dengan terjangan maut nya, sehingga dirga pun harus rela jatuh tersungkur dengan kiara di atas nya yang kini sedang terkekeh dengan gurih nya saat melihat ia jatuh.
Sakit sih... Tapi melihat kiara yang tertawa dengan renyah di atas tubuh nya, membuat rasa sakit nya hilang di gantikan dengan perasaan bangga karena bisa membuat wanita nya bahagia dengan apa yang di miliki nya.
" kamu masih mau tahu kejutan yang lain nya nggak?" tanya dirga tiba-tiba, sehingga kiara yang sedang terkekeh berhenti lalu menampilkan raut wajah Penasaran nya seakan bertanya "apa" pada nya
" kamu masih inget nggak, waktu aku bilang mau beliin kamu pabrik coklat di Belgia tempo hari?" ujar dirga bertanya, kepada kiara yang langsung mengingat lagi memori tentang pertanyaan dari dirga.
" yang waktu, kamu lagi perjalanan bisnis di Eropa itu?" tanya kiara memastikan lagi perkataan dirga.
" hmm " gumam dirga membenarkan pertanyaan dirga, ia mengusap rambut kiara yang saat ini sedang tiduran di atas tubuh nya dengan wajah menghadap ke arah nya dan dahi mengernyit Penasaran.
" Lalu hubungan nya apa?" tanya kiara tidak mengerti
" oke, biar aku tunjukin aja langsung" ujar dirga lalu membawa kiara dalam gendongan ala koala nemplok, menuai pekikan kaget dari kiara akan perlakuan dirga yang tiba-tiba.
Kyaaaa....
" berisik sayang, aku kan belum apa-apain kamu" ujar dirga dengan watados nya, nggak mikir jika saja ia tidak sanggup membawa beban tubuh kiara maka mereka berdua bisa jatuh bersama.
" kaget yank, kebiasaan ih..." balas kiara lalu cemberut
" kalau gitu kamu harus terbiasa" ujar dirga santai, sehingga kiara tidak segan segan menjambak rambut belakang dirga dengan bar bar.
__ADS_1
" akh... Sakit sayang" pekik dirga, namun tetap melanjutkan acara mari kita gendong kemana-mana nya dengan kiara yang memeluk erat leher dirga setelah tadi puas menjambak rambut dirga.
" nyebelin" gumam kiara dengan wajah di antara perpotongan leher dan bahu lebar milik dirga.
" nyebelin tapi kamu cinta kan" balas dirga masih saja menggoda nya.
" yak... Masih mau aku jambak ya?" tanya kiara, menghadap wajah dirga lalu menampilkan raut wajah marah, yang lebih terlihat menggemaskan alih alih seram nya.
" jambak rambut yang lain aja sih" balas dirga usil, dan yah... Sepanjang perjalanan menuju kamar di mana nanti mereka istirahat di iringi dengan candaan dan tawa dari kiara dan dirga,menyisakan koper dan tas tangan yang teronggok di sofa dan lantai, serta dering notif dari handphone milik kedua nya.
Dirga dan kiara sudah membeli kartu untuk di gunakan selama di korea
Ceklek...
Sebuah ruangan, yang berisi spring bed ukuran King size terlihat saat dirga dan kiara yang masih dalam gendongan dirga memasuki kamar tidur.
Lalu ada juga sepasang lampu tidur cantik dan meja nakas serta meja rias terbuat dari kayu kualitas terbaik di ujung kamar.
Di deretan spring bed ada 2 pintu yang belum di ketahui apa, dan juga pintu menuju ke arah balkon.
Dengan lantai berlapis karpet tebal, sehingga jika kita injakkan kaki kita di situ maka kaki kita akan tenggelam sangking lembut dan tebal nya.
" gimana menurut kamu?" tanya dirga saat mereka sama-sama melihat isi kamar tidur mereka saat ini.
" aku syuka, syuka, syuka sekali.... Bisakah aku turun sekarang?" tanya kiara heboh ,kepada dirga yang masih betah menggendong nya bak bayi koala besar tanpa niat menurunkan nya.
" aku berat banget loh, sumveh"
" kalau aku nggak mau?" tantan dirga cuek, ia melangkahkan kaki nya menuju spring bed nya kemudian meletakkan kiara di atas nyacdengan lembut karena merasa kalah.
kalah setelah kiara merayu nya dengan rengekan manja serta ciuman di pipi nya sebagai kompensasi.
Tipe suami lemah terhadap godaan istri yang aduhai.
" terima kasih, sayang" ujar kiara senang saat dirga menurunkan nya dengan tidak ikhlas.
" as your wish, my love" balas dirga lembut kemudian mengecup kening kiara singkat sebelum berbalik dan meninggalkan nya sendiri di kamar, berniat kembali ke ruang tengah dimana ia meletakkan begitu saja koper serta tas tangan nya.
" aku ambil koper dulu" ujar dirga menjelaskan sebelum benar-benar meninggalkan kiara sendiri.
Blam..
Skip.
" jadi maksud kamu, kamu sengaja ikut join menanam saham di pabrik coklat di Belgia sana karena perkataan aku waktu itu?" seru kiara heboh saat ia mendengar penjelasan berupa laporan dari laptop milik dirga yang selalu dirga bawa kemana saja.
" sumpah demi apa, baru ini nemu orang gila bisnis seperti suami nya" batin kiara kagum plus ngeri.
" tapi... Ya ampun sayang, yang benar saja.
Mau berapa lagi bisnis yang akan kamu garap hmm?" tanya kiara takjub.
Inikah yang di sebut kekuasaan yang haqiqi?
Dirga tidak menjawab nya, ia hanya bisa tersenyum saat mendengar pertanyaan takjub dari kiara yang saat ini geleng geleng kepala sambil melihat ke arah nya.
" sumpah ya, ini Honey Moon paling royal yang pernah ada di dunia novel "
Ehh... Maksude, coba ulangi
" sumpah ya, ini Honey Moon paling mengejutkan yang pernah aku denger" gumam kiara habis fikiran.
Dirga terkekeh mendengar gumaman kiara yang terdengar lucu di telinganya, ada ada saja fikir nya.
Puk...
" nggak usah di fikirin loh, jalanin aja selagi yang kuasa memberi aku kekuasaan.
Kalau yang kuasa aja memberi restu artinya di dunia bisnis ini aku harus terus melebarkan sayap aku dong" ujar dirga bijak, Dengan tangan Menepuk kepala kiara sayang.
Kiara melihat nya dengan pandangan tidak mengerti, membuat dirga pun mendengus...
" mungkin benar kata kamu dulu, roda tidak selalu di atas.
Maka dari itu selagi aku masih di atas, aku harus selalu berjuang.
Keluarga wijaya memeliki gelar keluarga terkaya, bukan karena kekuasaan jatuh begitu saja dari langit.
Uang itu benda mati, yang jika selalu di pakai tanpa tahu buat apa pasti akan habis lama kelamaan.
Begitu pula dengan kekayaan yang saat ini keluarga aku punya, itu semua karena kami bekerja keras makanya selalu bertambah dan berkembang .
Dan juga baik aku, papa, mama, kakek nggak ada yang lupa tuh sama orang di bawah kami yang membutuhkan bantuan.
__ADS_1
Kami juga selalu menyisihkan seenggakya 30% dari setiap untung yang kami dapat untuk orang yang membutuhkan uluran tangan kami.
Apa kamu tahu, rata-rata bisnis yang kami punya itu di kelola oleh orang yang malah tidak punya ijazah dan bersertifikat .
Kami memberi bukan berupa uang, tapi memberi berupa pekerjaan yang menghasilkan uang untuk mereka sendiri sehingga mereka tidak jadi pemalas.
Kamu harus tahu... semakin orang di kasih kenikmatan tanpa berjuang, hidup nya akan semakin mundur nggak pernah akan maju.
Hidupnya Hanya akan menunggu belas kasih dari orang, tanpa mau bersusah payah "
Ujar dirga panjang lebar, menjelaskan dengan pelan dan hati hati agar kiara mengerti alasan ia memilih menyelam dalam sekali, di dunia bisnis tanpa ingat batasan.
Meski terdengar kejam di akhir kalimat, tapi kiara yang mendengar nya tentu saja mengerti maksud dari perkataan suami arogan nya.
Ia takjub dengan pemikiran luas dirga, ia memang sering mendengar jika keluarga mertua nya bahkan memiliki yayasan untuk menyantuni orang orang tidak mampu.
Tapi saat mendengar sendiri kenyataan itu dari anggota inti keluarga wijaya, ia semakin takjub.
Ia malu, saat sadar jika sudah mengatakan hal yang pasti menyinggung perasaan suami nya.
" maaf..."
" hmm?" gumam dirga bertanya, tidak mengerti akan permintaan maaf dari istri nya yang menunduk sedih.
" aku seharus nya melihat sekitar, sebelum bilang yang nggak nggak tentang kamu" lanjut kiara, menjelaskan kenapa ia meminta maaf pada dirga.
Dirga tersenyum maklum, emang benar terkesan serakah jika melihat dari satu sisi.
Tapi jika kita sudah tahu sisi lainya, Masih kah kalian akan menjudge ia dan keluarganya rakus akan dunia?
Siapa yang tahu
" kalau gitu, kamu harus belajar banyak tentang aku sayang mulai dari sekarang.
Dan aku juga perlu pendamping kuat,selalu ada di samping aku, yang selalu dukung aku. " bisik dirga setelah ia membawa kiara kepelukan nya.
" hm...,aku berjanji akan menjadi kuat untuk selalu mendukung dan berdiri di samping kamu.
maaf baru sekarang aku perduli tentang kehidupan sebenarnya yang kamu jalanin selama ini yank" ujar kiara merasa bersalah.
Demi apa, ia terlalu mementingkan hubungan tanpa informasi jelas tentang pasangan nya.
Seharusnya ia lebih peka dengan siapa dia berhubungan dulu, apa ini yang di sebut
"cinta itu buta"
"apakah keluarga nya tahu siapa itu wijaya?" batin kiara penasaran.
" Nope.., justru itu salah satu alasan yang buat aku suka sama kamu.
Jadi aku minta selama nya jangan berubah ya" ujar dirga menjelaskan, kiara melihat nya ke arahnya, saat ia bilang alasan suka nya.
" Ehh... Maksudnya?" tanya kiara penasaran
" bawel.... Pelan pelan aja yah, sekarang kamu istirahat. Bukannya besok kamu bilang mau jalan jalan yah?" ujar dirga, mengingatkan akan rencana kiara yang sudah tersusun rapih.
Tapi apakah benar akan serapih sesuai yang di rencanakan? Siapa yang tahu 4 hari kedepan apa yang akan terjadi dengan kiara.
Dirga sabar loh kalau cuma 4 hari, selepas dari hari itu jangan harap kiara akan terbebas dari bahaya kenikmatan dari nya.
Hahaha....
" tunggu aja, liat sampai siklus nya selesai" batin dirga dengan segudang rencana mesum nya
" oke..." jawab kiara semangat, tanpa tahu apa yang akan terjadi kedepan nya.
Kiara melupakan dan mencoba menerima semua kejutan mahal nan mewah dari dirga, lagian ia juga seharusnya bersyukur di beri kenikmatan lebih di saat orang di luar sana harus berjuang dulu baru bisa merasakan.
Maka dari itu, ia hanya berdoa semoga kedepannya selalu hal baik baik yang datang menghampiri keluarga nya, tanpa ada kejadian buruk ikut serta.
Dan juga mulai belajar untuk menjadi salah satu bagian anggota keluarga dari keluarga terhormat, ia harus bisa melihat mana yang baik dan buruk untuk kehidupan nanti kedepannya.
" aku sekarang adalah anggota keluarga wijaya, istri dari penerus perusahaan raksasa wijaya, maka dari itu aku harus cepat belajar bagaimana cara menghadapi kehidupan keras yang akan datang menghampiri aku."
Batin kiara yakin, sebelum jatuh ke alam mimpi, karena terbuai belaian lembut dari tangan dirga di rambut dan punggung nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti selalu kelanjutan nya yaa..
Tinggalkan jejak komentar serta klik jempol nya
Vote dukungan juga janagn lupa yah, agar bisa terus up tanpa menunggu lama
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih