
Selamat membaca
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Sebelum membuka pintu ruangannya, Dirga menghadap ke arah Dani dan melihat tangan kanan kepercayaan dengan wajah bersahabat.
"Thank, Dani!" lanjut Dirga dengan senyum tulus.
"Sama-sama, Dirga," balas Dani dengan senyum tidak kalah tulus.
"Oh ya, hari ini Gue nggak bisa cek bangunan Mall kota S, yang mau ada rencana pembugaran. Besok atau lusa depan baru bisa, tolong Lu atur ulang jadwalnya!" seru Dirga memerintah.
"Oke, tapi Lu mau kemana?" tanya Dani penasaran.
Dirga tersenyum tipis saat membayangkan acara setelah ini, lalu Ia menepuk bahu Dani dua kali dan membuka pintu dengan perlahan.
"Entah ... Mereka semua mengajak Kami ke suatu tempat,katanya mau mengadakan perayaan ulang tahun Gavriel pribadi. Jadi bagaimana bisa Gue nolak ide mereka!" seru Dirga, menoleh ke arah Dani dengan senyum tipisnya.
"Oke deh," balas Dani ikut tersenyum.
"Sip, jangan lupa!" ujar Dirga mengingatkan.
"Iya ... Langsung Gue atur deh,"
"Thanks!"
Ceklek!.
Blam!
Sepeninggal Dirga masuk kedalam ruangan di depannya, Dani melihat pintu tersebut dengan kening berkerut.
"Berapa kali Dia bilang terima kasih? Entahlah," gumam Dani mengangkat bahu acuh.
Ia pun berbalik badan, memunggungi pintu ruangan Dirga.
"Keturunan yah," gumam Dani dengan senyum kecil.
"Sepertinya Gue harus cepat lamar Si Ros deh!" lanjut Dani semangat.
Dani pun meninggalkan ruangan Dirga menuju Devisi keuangan, tempat Ros bernaung.
"Bulan madu kemana yah??" gumam Dani sinting sebelum pintu lift tertutup.
(Sepertinya ada yang mulai halu. Dani kelamaan jomblo Thor, maklum aja!)
Di saat bersamaan
Kiara yang saat ini sedang memperhatikan tingkah laku Sang anak, hanya bisa menggeleng kepala pelan ketika Gav yang sudah bisa berjalan, dengan heboh mengeksplor ruangan milik Sang Daddy.
"Momm, hi-hi. Lan-alan,"
Sepanjang Gav berjalan, Ia selalu berhenti untuk melihat ke arahnya, seakan pamer jika sekarang Ia bisa berjalan tanpa bantuan lagi.
"Sombong sekali, mentang-mentang sudah bisa berjal-
Ceklek!
Kiara menghentikan kalimatnya, saat mendengar pintu ruangan terbuka dari luar. Ia menolehkan wajahnya ke arah pintu dan menemukan Sang suami sedang menjawab pertanyaan entah siapa.
Keningnya mengernyit heran saat melihat ekspresi senang dari Suaminya, hanya segelintir orang yang bisa membuat Suaminya tersenyum, berarti yang saat ini sedang mengajak Suaminya berbicara adalah orang kepercayaan atau juga Dani.
Blam!
Pintu tertutup dengan Dirga berjalan ke arah Kiara, yang saat ini sedang duduk di sofa.
Brugh!
Dirga mendudukkan dirinya di sofa bersisian dengan Sang istri, yang saat ini sedang melihatnya dengan ekspresi bertanya.
Ia tersenyum lembut, lalu mengusap pipi Istrinya pelan.
"Ada apa?" tanya Dirga lembut.
Kiara menggelengkan kepala pelan, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Tegap Suaminya.
"Tidak ada, karena Aku tahu Kamu saat ini sedang senang, iya kan?" balas Kiara bertanya.
Dirga terkekeh, saat mendengar pernyataan dan pertanyaan dari Sang Istri yang benar adanya.
Ia mengecup dan mengusap kepala Kiara sayang, lalu menggela nafas lega.
"Huft ... Untuk sekarang Aku yakin, tidak akan ada yang mengganggu Kita kedepannya. Tapi walaupun begitu, Aku akan selalu menjaga Kalian," ujar Dirga lembut, lalu Ia terkekeh saat melihat Sang anak sedang berjalan maksudnya merapat di dinding tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Hey Kid, apa yang Kamu lakukan?" lanjut Dirga bertanya dengan nada geli.
Kiara juga melihat ke arah Gav berada, yang memang sedang merapat di dinding dengan tangan terbentang lebar.
"Yung-uyung, Momm!"
Seketika tawa keduanya pecah, saat mendengar perkataan lucu dari bibir Sang putra.
"Ha-ha-ha ... Uyung? Apa itu Uyung?" tanya Dirga di sela-sela kekehannya.
Kiara yang juga tertawa, menggeleng kepala tidak habis fikir. Bagaimana bisa Anaknya cepat mengingat hal seperti itu, padahal biasanya memori anak seumuran Gav masih jangka pendek, apalagi sudah lewat terlalu lama saat mereka tadi melihat burung.
"Ha-ha-ha .... Uy- ... Ha-ha!"
Kiara bahkan tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya, membuat Dirga heran sendiri. Biasanya Ia dengan mudah mengartikan apa kata ambigu dari Sang anak, tapi saat ini Ia hanya bisa memandang Gav dan Kiara bergantian.
"Come to Daddy, Kid!" seru Dirga dengan tangan terayun.
Gav yang tadinya bertransformasi layaknya burung, berjalan dengan semangat ke arah Daddy Dirga dan hampir terjatuh jika Sang Daddy tidak sigap menangkap tubuh buntalnya.
"Huwa-
Hup!
"Hampir saja," desah Dirga saat Sang anak sudah ada di dekapannya, sedangkan Gav yang tadi hampir jatuh malah terkekeh senang.
__ADS_1
Puk! Puk! Puk!
"Dadd, hi-hi!"
Gav terkekeh dengan tangan menepuk-nepuk pipi Sang Daddy semangat, membuat Dirga mendengus geli saat rasa khawatirnya di balas dengan kekehan polos.
"Kamu hampir jatuh, tapi malah terkekeh. Dasar!" seru Dirga gemas.
Ia membawa Gav duduk di pangkuannya, lalu menghadap ke arah Kiara yang tadi cemas kembali terkekeh.
"Dasar, anak siapa sih?" sahut Kiara di sela-sela kekehannya.
"Hi-hi!"
Pertanyaan dari Sang Mommy di balas dengan kekehan senang, membuat Kiara mendengus lalu mencium pipi Sang anak gemas.
"Iya tahu ... Kalau Kamu bisa berbicara nanti, pasti bilang anak Daddy. Mommy di lupakan!" seru Kiara setelah melepas kecupannya.
Ia pura-pura cemburu, membuat ekspresi wajah ngambek yang membuat Gav menatapnya polos dengan kekehan ringan.
"Dadd, Momm!"
Kiara tersenyum lebar saat namanya turut di sebut Gav dengan ceria.
Ia mencolek gemas hidung mungil Gav, lalu terkikik bersama dengan Anaknya.
"Nah .... Itu baru benar, he-he!!".
"Hi-hi!"
Dirga menggelengkan kepala pelan, saat melihat interaksi dua orang kesayanganya. Lalu mengernyit keningnya, masih penasaran dengan kata yang di ucapkan Gav tadi.
"Jadi ... Bisa beri tahu Aku, apa maksud dari ucapan Gav tadi?" tanya Dirga dengan ekspresi penasaran melihat ke arah Kiara dan Gav bergantian.
Kiara lanjut terkekeh sedangkan Gav hanya berkedip-kedip polos,Ia tidak tahu jika ucapan darinya membuat Sang Daddy toyyib, merasa perlu membeli kamus bahasa Bayi segera.
"Yah ... Kenapa lanjut tertawa?" tanya Dirga gemas.
Ia mengapit hidung mancung Sang istri, yang semakin terkikik geli.
"Ha-ha-ha ... Kamu masih penasaran, sayang?" tanya Kiara di sela-sela. Kekehannya.
"Pinisirin bingit, siying!" balas Dirga gemas.
Sambil meredakan kekehannya, Kiara menepuk-nepuk pipi Sang suami sama seperti biasa Sang anak menepuk pipinya.
"Uyung dadd, Uyung. Ha-ha-ha!!!"
Bukannya menjawab pertanyaan penasaran dari Dirga, Kiara malah semakin menggoda Suaminya dengan logat sama seperti Gav.
Dirga yang gemas, di tambah Sang anak yang ikut bertepuk tangan heboh menampilkan senyum gelinya, saat melihat dan mendengar kekehan renyah dari Sang Istri.
"Ck ... Bahagia sekali lihat orang penasaran, heum!" seru Dirga pura-pura ngambek.
Akhirnya Kiara mencoba menormalkan kikikannya, dengan berdehem beberapa kali lalu melihat Sang suami dengan pandangan jenaka.
"Karena melihat Kamu yang penasaran itu menyenangkan, iya kan sayang?" ujar Kiara senang lalu bertanya kepada Sang anak yang terkikik polos, padahal tidak tahu apa maksud Mommy.
"Oh sudah bisa ikut panggil sayang yah? Pintar sekali!" seru Kiara ceria, saat mendengar Gav mengulangi kata belakang darinya.
"Pintarnya Gavrielnya Daddy," sahut Dirga.
"Mulai sekarang Kita harus hati-hati, Gav sudah mulai merekam dan mengikuti, apa yang Kita lakukan dan ucapkan, sayang!" seru Kiara menatap Suaminya serius.
"Iya .... Aku tahu," balas Dirga mengangguk paham.
"Jadi, bisa beri tahu Aku arti yang tadi?" lanjut Dirga bertanya masih dengan pertanyaan yang tadi.
Akhirnya mau tidak mau, Kiara menjawab pertanyaan simple namun membingungkan untuk Suaminya.
"Uyung itu burung sayang, sudah kan?" balas Kiara lalu tersenyum lebar saat melihat kening Suaminya berkerut.
"Kapan lihat burung?" tanya Dirga penasaran.
"Sewaktu Kamu meeting," balas Kiara singkat.
Dirga pun mengangguk kepalanya paham, lalu teringat akan janjinya dengan Sang sahabat, Ia memberi tahu perubahan rencana membuat Kiara mendengus kesal.
"Rencana di batalkan, Kit-
"Loh kok bat-
"Belum selesai, sayang!" lanjut Dirga gemas meyela perkataan Kiara.
Kiara terkekeh saat mendengar nada gemas dari Sang suami.
"He-he ... Sorry, sayang!"
"Hn," dengus Dirga geli.
"Jadi rencana awal sebenarnya itu, Aku mau mengajak Kamu ke gedung mall yang mau di renovasi. Tapi ... Ternyata sewaktu Aku mau jalan ke ruang pertemuan, Raka dan Faro kirim pesan. Mereka berdua mengajak Kita untuk merayakan pesta sederhana, pesta yang isinya hanya kita-kita saja. Bagaimana, apa Kamu mau?" ujar Dirga menjelaskan lalu bertanya yang si jawab semangat oleh Kiara.
"Tentu saja mau sayang, dimana-dimana?" ujar Kiara senang lalu bertanya dengan heboh.
"Belum tahu, mereka bilang nanti shareloc. Lalu Aku iyakan saja," balas Dirga apa adanya.
"Oke, oke, Aku mau. Yey ... Pesta lagi untuk Gavriel!" seru Kiara semangat membawa tangan mungil Gav kedalam genggamannya untuk di ajak menari kecil.
"Bertemu Queene dan Ez lagi, hip-hip ... Horay!" seru Kiara heboh, membuat Gav yang menganggap Sang Mommy mengajaknya bercanda terkikik lucu.
"Hi-hi, Momm!"
"Baiklah, bagaimana kalau Kita berangkat sekarang, setuju?" ujar Dirga tidak kalah semangat.
"Setuju, lets go!" balas Kiara senang.
Akhirnya mereka meninggalkan gedung perusahaan Wijaya, menuju lokasi yang di bagikan oleh Faro melalui aplikasi talk-talk.
Di dalam mobil yang di kendarai oleh Dirga, tidak henti-hentinya dua mahluk beda umur dan jenis kelamin di sampingnya, bernyanyi dengan semangat.
__ADS_1
Mulai dari naik-naik ke puncak menara epel,
(Naik-naik kepuncak gunung Dirga ganteng, nah itu maksud Gue thor)
Mulai dari naik-naik ke puncak gunung, pelangi-pelangi, sampai burung nenek muda di nyanyikan dengan semangat oleh dua kesayangannya.
Membuat suasana mobil menjadi ramai, apalagi Gav yang akan tiba-tiba melonjak senang saat melihat baliho gambar Sang Daddy, terpampang mejeng dengan tampan tanpa ada cela di dalamnya.
"Dadd!"
Gav berseru senang saat melihat Daddy Dirga ada di luar sana, membuat Kiara tidak hentinya menyahuti apa yang di tunjuk oleh Sang Putra.
"Itu Daddy? Lalu yang di sebelah Kita siapa?" sahut Kiara bertanya.
Gavriel menoleh ke arahnya lalu ke arah Dirga yang fokus menyetir, dengan bibir bergetar menahan tawa.
"Dadd!"
Gavriel mengedip-ngedipkan matanya polos, melihat ke arah Kiara dan Dirga dengan tatapan penasaran yang terlihat lucu di mata mereka.
"Jangan-jangan, yang di samping kita hantu!" seru Kiara meledek. Lalu Ia menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Sang anak yang terkikik geli.
"Ih seram!!" lanjut Kiara pura-pura takut.
"Lam, hi-hi!"
Dirga tertawa kecil saat mendengar candaan Sang istri, dengan tangan sebelah yang bebas Ia menggapai kepala Sang istri dan mengacak rambut Istrinya gemas.
"Jahad, masa tamvan seperti ini di bilang hantu. Gigit nih!" seru Dirga mengancam.
Kiara terkekeh lagi saat mendengar ancaman berupa gigitan dari Sang suami, Ia merapihkan rambutnya yang berantakan lalu melihat ke arah Suaminya.
"Kamu gigit, Aku gigit balik. Bleee!!" seru Kiara membalas ancaman main-main Sang suami, lalu menarik kantung matanya meledek Suaminya, yang semakin terkekeh.
"Gigit di tempat lain mau, mau banget malah!" balas Dirga menggoda Kiara yang langsung menampol lengannya manja.
"Mesum," ujar Kiara sewot.
Ia menatap Suaminya dengan tatapan malu, membuat Dirga tertawa lepas lebih dari sekedar terkekeh.
"Duh ... Manisnya, yang masih malu-malu. Ha-ha-ha!" ujar Dirga meledek Kiara dengan tawa menyebalkannya.
"Ih .... Males ah,"
"Males ih,"
"Dirgaaa!!"
"Oit ... Di sini kok, nggak kemana-mana!" sahut Dirga meledek.
"Yah ... Ngeselin,"
"Iya, Aku juga cinta Kamu!"
"Siapa yang bilang seperti itu?" sembur Kiara dengan wajah merona malu.
"Cie .... Ada yang merona malu,"
"Daddy!"
"Iya, Mommy!"
"Huemb,"
"Ha-ha-ha .... Kalah yah, kalah aja deh," ujar Dirga semakin menggoda.
Kiara melengoskan wajahnya malu, saat kalah debat dengan Sang suami.
Di pangkuannya, Gav yang melihat keduanya dalam diam, menepuk-nepuk lengan Sang Mommy minta di notice.
"Ya .... Ada apa sayang?" tanya Kiara membawa Gav ke hadapannya.
Puk! Puk! Puk!
"Hi-hi, Momm, Dadd,"
"Tidak Kamu, tidak Daddy Kamu. Semuanya selalu cari perhatian, dasar pasangan kompak," ujar Kiara melihat Anaknya dengan mata menyipit pura-pura marah.
"Karena Kita adalah pasangan yang kompak, iya kan Gavriel Wijaya?" sahut Dirga bertanya kepada Sang Putra.
"Hi-hi, syang-asang!"
"Iya pasangan kompak, humb!" dengus Kiara lalu mencium pipi Sang Putra sayang.
"Pasangan kompak kesayangan Mommy, he-he!" gumam Kiara gemas.
"Dan kalian pasangan Mommy dan Kid yang serasi, karena kalian belahan jiwa Daddy yang paling berarti!" sahut Dirga menimpali perkataan Sang istri.
Mereka tertawa bersama, menghabiskan sisa perjalanan dengan suasana yang ceria dengan obrolan tanpa henti.
Gav yang berceloteh, Kiara yang menyahuti dan Dirga yang akan tertawa saat mendengarnya.
Butuh waktu sekitar empat puluh menit, untuk sampai di tempat yang sudah di shareloc oleh Faro.
Lokasi yang agak jauh, tidak membuat keluarga kecil Dirga kesal, justru semakin lama membuat mereka merasakan indahnya kebersamaan.
Kiara tahu, setelah ini Suaminya akan kembali ke kesibukan dan ke rutinitas kantor yang sudah beberapa pekan di lewati oleh Suaminya.
Jadi untuk saat ini biarlah mereka menghabiskan waktu, hingga sampai di tempat tujuan dengan saling berbagi tawa dan senyum gembira.
Yang jelas apa pun itu Kiara tahu, segala jenis usaha yang di lakukan Suaminya, hanya untuk menjamin masa depan Gav dan calon adiknya Gav nanti.
"Setelah ini mau anak perempuan/cewek!" batin Dirga dan Kiara dengan harapan yang sama.
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah selanjutnya ....
__ADS_1
Baliho adalah suatu sarana atau media berpromosi yang memiliki unsur memberitakan informasi event atau kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat luas, selain itu baliho juga digunakan untuk mengiklankan suatu produk baru.