
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" Kita kencan, jadi apa kamu sudah siap kencan. Sayang ku? " tanya Dirga lembut, memandang ke arah Kiara. Untunglah momentnya pas, sedang lampu merah. Sehingga membuat Dirga, bisa melihat wajah Istrinya yang berseri-seri.
" Siap sayang" balas Kiara, mengangguk kepala semangat. Mengulas senyum lebar, sehingga lesung pipi serta gigi kelincinya terlihat jelas.
" Okay, berangkat." Seru Dirga semangat
" Berangkat, cus yank" seru Kiara tidak kalah semangat.
Sepanjang perjalanan, Mereka berdua menikmati kebersamaan dengan senyum di bibir. Kiara Mengingat jaman dulu, waktu mereka masih berpacaran. Dirga tidak berubah, masih sama seperti dulu saat mereka bertemu.
Kiara melihat ke arah samping, dimana Suaminya sedang fokus menyetir. Suaminya semakin tampan, jika sedang fokus dalam hal apapun.
" Kenapa liatin aku segitunya?" tanya Dirga tiba-tiba, membuat Kiara tersenyum lebar.
" Kamu tampan sayang, apa Kamu suka tebar pesona di luar sana?" balas Kiara menggoda Suaminya, yang saat ini malah terkekeh tampan.
" Tanpa Aku tebar pesona, memang semua akan terpedaya sayang." balas Dirga dengan pedenya.
Kiara tidak menampik, Ia dengan senyum gigi kelinci malah menggoda Suaminya.
" Iya deh percaya, Aku yakin kok tanpa kamu umbar. Pesona Kamu emang nggak bisa di anggap remeh, sampai-sampai ....
" sampai-sampai apa, heum? " sela Dirga, saat mendengar nada mendayu dari Sang Istri, seperti menggodanya.
" sampai-sampai, Si Anu juga suka sama kamu. Hehehe ..." lanjut Kiara, mengucapkan kata ambigu di akhiri dengan kekehan renyahnya.
Dirga ikut terkekeh, senang saat Sang Istri terlihat gembira. Ia mengusap sayang rambut Kiara, lalu berubah menjadi usapan gemas.
" Bawel, rasakan ini." Seru Dirga, menuai protesan dari Kiara.
" Yah sayang, acak-acakan nih."
" Biarin, nanti Kamu jadi jelek. Nggak ada yang lirik Kamu, bewel gendut." Seru Dirga tidak perduli, tangannya setia mengacak-ngacak rambut Istrinya bar-bar.
" Yah, Aku gigit nih."
" Gigit yang lain aja sih yank." Sahut Dirga, menggoda Kiara yang auto memukul lengannya main-main.
" Mesum ih." Seru Kiara sewot, Ia menggembungkan pipinya kesal. Membuat Dirga tertawa senang, kemudian menusuk-nusuk pipi gembil milik Istrinya dengan iseng.
" Ahahaha ... Lucunya, Istri siapa sih ini. Boleh di karungin nggak yah!" seru Dirga. Membuat Kiara tertawa, mendengar celetukan lucu dari Suaminya yang kini tertawa senang.
" Emangnya kocheng oyen yank?" balas Kiara, di sela tawanya.
" Emang, kocheng gemuk kesayanganya Daddy." balas Dirga santai.
" Yah, jahat banget."
" Ahahahaha ... Kocheng gendut ngamuk"
.
Skip
Perjalanan yang panjang menjadi singkat. saat ini, Pasangan Suami Istri yang sedang kencan, sampai di depan gerbang masuk Taman Hiburan Dupan. Sesuai apa mau Istri bawelnya, bahkan di sepanjang perjalanan, Kiara berceloteh ingin menaiki rollercoaster dengan semangat.
Dirga tidak perlu mengantri, saat memasuki area wahana bermain. Membuat Kiara curiga, jika lagi-lagi Sang Suami memiliki sesuatu di sini.
" Kenapa?" tanya Dirga, berjalan beriringan dengan Kiara, yang sepanjang jalan melihat ke arahnya dengan tatapan curiga.
" Kenapa kita nggak antre?" tanya Kiara curiga, menatap Suaminya dengan mata memicing.
Gyutt
" Ciwit bingit ( cerewet banget )" ujar Dirga gemas, tangannya mencubit kedua pipi Kiara kuat.
" Akh, sakit yank." rengek Kiara, pipinya sakit loh. Suaminya Jahad sekali, nggak kira-kira waktu mencubitnya.
" Maaf yank, kamu sih segitunya curiga sama aku." ujar Dirga, berhenti di tengah perjalanan sebelum memasuki area bermain. Ia menghadap ke arah Kiara, yang saat ini sedang mengusap pipi gembul berhiasakan merah hasil cubitannya.
" Sakit" rengek Kiara manja, memandang ke arahnya dengan Mata berkaca-kaca.
Entah harus terkekeh atau menampilkan raut wajah bersalah, tapi saat melihat Istri manjanya keluar mode unyu, membuat kokoronya tidak tahan untuk sege ...
( Ya Dirga, masih siang. Elah ganggu aja. )
" Maafin Aku yah, nanti Aku jelasin kenapa kita tidak antre deh. Sekarang kita masuk, terus makan siang dulu, baru deh mulai naik wahananya. Bagaimana heum?" ujar Dirga lembut, mengusap kedua pipi Istrinya dengan telapak tangan besar nan hangatnya.
" Eum" gumam Kiara. Ia tersenyum kecil, saat melihat senyum menyesal di bibir Suaminya.
Mereka melanjutkan perjalanan, menuju Restoran yang ada di dalam Area Taman Hiburan Dupan. Menaiki kereta angkut tamu VIP, yang penumpangnya hanya ada Kiara dan Dirga.
Dirga menggengam tangan Kiara, membantu turun dari kereta angkut, yang mengantar mereka hingga depan Restoran.
__ADS_1
Di depan mereka saat ini beberapa Restoran cepat saji, juga Restoran besar dengan ramai pengunjung di dalamnya.
" Mau makan apa?" tanya Dirga singkat, melihat ke arah Kiara yang saat ini, sedang memandang sekitar dengan berbinar-binar.
" Mau makan Cak ...
" Makan yang lain , buat makan siang. Bukan cemilan, nanti aja cemilannya." sela Dirga cepat, saat tahu apa keinginan dari Si maniak manis di depannya.
Kiara ngambek, pipinya yang gembil tambah menggembung mirip seperti ikan buntal. Ia melengoskan wajahnya kesal, saat keinginan sucinya di larang.
" Humb "
" Makan Spaghetti Kuy, nanti boleh pesan Red Velvet deh. Kalau perlu sama Es krim sekalian, apa aja yang Kamu mau. Okay?" Lanjutnya, menuai cengiran dari Istrinya
Yang saat ini memggengam tangannya. Menyeret dengan semangat, ke salah satu Restoran Italy kecil di ujung sana.
" Kuy, bayarin Aku makan loh. Soalnya Aku nggak bawa dompet, cuma bawa diri. " Seru Kiara bercanda , menggoda Dirga yang geleng-geleng kepala.
" Boleh deh, tapi jangan nguras isi dompet aku yah. Soalnya aku harus beli popok, susu dan beras." balas Dirga mengikuti candaan Kiara, yang akhirnya tertawa senang.
" Hari ini siap-siap yah, Tuan Wijaya yang paling kaya. Dompetnya bolong, sampe harus ganti baru. " Sahut Kiara ceria, berjalan dengan Dirga yang segera memeluk bahunya erat.
" Dasar wanita boros"
" Bleee"
Mereka sampai di Restoran, kemudian mengambil tempat duduk di samping jendela. Menghadap ke area bermain yang ramai pengunjung, bukan ramai tapi padat sekali pengunjungnya.
" Ramai sekali ya yank, apa karena Taman ini baru buka yah?" tanya Kiara penasaran, memandang ke arah luar dengan pandangan berbinar senang.
" Heum, mungkin. Lagian kan kalau pertama begini, pakai sistem setengah harga. Jadi sekalian promosi, menarik pelanggan." balas Dirga, matanya melihat buku menu di tangannya. Membolak-balikan buku menu, mencari menu yang di inginkannya.
" Kamu kok tahu yank? " tanya Kiara penasaran. Ia mengalihkan pandangan ke arah Suaminya, yang sibuk melihat buku menu.
" Ini salah satu proyek baru aku, kamu masih nggak ingat yank. Waktu Aku meeting dengan teman kuliah aku, nama PT-nya PT. PRADIPTA. Nah, teman aku Si Reynand ini yang kerja sama, sama aku. Kita berdua Bangun Taman Hiburan ini, pakai jasa konstruksi Aku." balas Dirga santai, tanpa melihat ke arah Istrinya, yang mengangguk kepala saat ingat curcolan mereka.
" Oh ... Yang kata Kamu, punya tunangan tapi belum nikah juga itu kan?" tanya Kiara, saat ingat curcolan di sela-sela malam mereka.
Dirga rajin mendengar cerita, curhat atau apapun dari Kiara. Sehingga Ia pun jadi terbiasa, balik bercerita tentang kejadian sehari-hari yang di laluinya.
" Iya, tapi kenapa malah inget pas bagian itu? Bukan kerja sama yang di ingat? Dasar ... Tukang Gosip." balas Dirga terkekeh kecil, saat Istrinya malah nyengir di ledek tukang gosip.
" Hehe ... Jadi kamu sama, em ... Siapa tadi namanya yank, Rey Rey ...
" Reynand Alex Pradipta"
" Iya itu ... Jadi kalian ini temen satu kuliah dulu, berarti kenal sama Raka dan Faro juga dong?" tanya Kiara, sambil menunjuk menu makanan saat pelayan bertanya pesanan.
" Blackpaper souce jangan pake garlic ya"
Dirga menjawab pertanyaan Kiara, kemudian menyebutkan pesanan.
" Kamu apa yank?" tanya Dirga
" Apa aja, tapi tadi sudah pesan Red Velvetnya. Hehe ..." balas Kiara, terkekeh saat Dirga geleng kepala.
" Cepet banget, kalau Cake." dengus Dirga. Ia heran, dengan kesukaan Istrinya terhadap makanan manis.
Sambil menunggu, mereka juga menelpon Gav yang ternyata sedang tidur siang. Jadi mereka hanya bisa melihat melalui video call, pose luar binasa Anaknya saat tertidur.
" Lucu banget Gav, tadi sudah bisa jalan tapi jatuh lagi."
" Benarkah Mih?"
Kiara sangat antusias, saat mendengar berita dari Sang Mama tentang kegiatan kiciknya.
" Iya, nanti kamu lihat sendiri."
" Okay, Mih. Kalau gitu Yaya makan siang dulu, bye Mih."
" Bye "
Panggilan terputus, bertepatan dengan pesanan datang. Mereka memulai makan siang mereka dengan tenang, di selingi obrolan tentang taman bermain. Lanjut ke acara makan kue untuk Kiara, sedangkan Dirga sedang menerima panggilan dari sahabatnya yang tadi mereka bicarakan.
" Sudah selesai makannya?" tanya Dirga, saat melihat Sang Istri mengelap bibirnya dengan tissue di meja.
" Eum, udah habis semua!" seru Kiara ceria, membalas pertanyaan Suaminya yang kini menggeleng kepala takjub.
" Makannya banyak juga nih Ibu, tapi badannya segitu-gitu aja." batin Dirga kagum.
Biasanya setelah melahirkan, kebanyakan perempuan akan mekar. Karena pola makan yang berubah, tapi Istrinya Lihat saja sendiri. Hanya bagian pipi dan ....
" Yah, mata tolong di jaga. Dasar nggak tahu malu, potong jatah nih." ujar Kiara mengancam, saat Suaminya memandang ke arahnya dengan tatapan menilai.
Dirga terkekeh, mengecup singkat pelipis milik Istrinya.
" Only with you dear" bisik Dirga, membuat Kiara mendengus malu.
" Bleeee"
" Kuy mulai kencannya, mau mulai apa dulu nih?" lanjut Dirga, yang di jawab dengan seger dari Kiara.
__ADS_1
" Roll ...
" Kita baru selesai makan, naik yang lain"
Kiara mendengus, lagi- lagi keinginannya di tolak mentah-mentah oleh Sang Suami.
" Rumah hantu, Bagaimana?" usul Dirga, yang di sambut anggukan kepala antusias dari Kiara.
" Setuju yank, hehe ..." balas Kiara cepat, terkekeh saat Suaminya, menepuk kepalanya sayang.
" Oh iya, temen Aku yang tadi kita bahas. Katanya ada di sini, kamu mau sekalian bertemu?" ujar Dirga, memberitahu Kiara yang hanya mengangguk mengiyakan.
Sekitar 15 menit, orang yang di bicarakan datang. Bersama tangan kanannya, Dia tersenyum ramah saat sudah dekat dengan meja Dirga.
" Yoo Ga, sorry lama." sapa Rey, tersenyum kecil.
" Lama Lu, bini Gue sampe jamuran." balas Dirga bercanda, membuat Rey terkekeh kecil.
" Ini Bini Gue, Kiara namanya. Nah sayang, ini yang namanya Reynand." Lanjutnya mengenalkan satu sama lain.
" Hai, panggil aja Rey. Salam kenal Kiara!" seru Rey ramah,mengulurkan tangannya kehadapan Kiara.
" Salam kenal Rey." balas Kiara ceria,menyambut uluran dengan segera. Senyum lebar menghiasi wajah Kiara, membuat Rey meledek Dirga yang malah terkekeh.
" Pantas saja, di bela-belain repot. Ya nggak Bro?" goda Rey, mengode Dirga yang langsung mengerti. Sedangkan Kiara, hanya memandang keduanya dengan tatapan polosnya.
" Hn" gumam Dirga datar , mendengus ke arah Rey yang terkekeh.
" Apa sih yank? Aku nggak ngerti." ujar Kiara bingung.
Puk Puk
" Nandemonai ( nggak ada apa-apa )" ujar Dirga, menepuk pelan kepala Kiara.
Rey sedikit iri, Saat melihat keharmonisan di depannya. Ia sebenarnya juga ingin seperti sahabat arogannya, yang dulu anti dengan perempuan, sekarang malah sudah punya Istri duluan . Ia memang mempunyai tunangan, tapi sebenarnya Ia mencintai wanita lain.
" Sorry juga yah, waktu kalian menikah Gue nggak dateng. Ada tugas di luar Negeri, nggak bisa di tunda." ujar Rey menyesal, yang di jawab anggukan kepala maklum dari Dirga, sedangkan Kiara seperti biasa heboh.
" Nggak apa-apa, lagiankan pekerjaankan lebih penting. sekarang kan kita bertemu." balas Kiara maklum,menuai senyum kecil dari Rey.
" Oh iya, terus dimana Baby Gav, nggak di ajak?" Lanjutnya bertanya, dari pada jadi nyamuk di antara keduanya.
" Titipin ke Mama dulu, hari ini khusus Mommy dan Daddy. Lain kali deh, kalau udah kondusif Gue ajak kesini." balas Dirga, dengan nada datar tapi Rey tahu, jika Partner bisnisnya menjawab dengan hangat.
" Wah, sayang banget yah. Padahal mau lihat aslinya, kalau sempet nanti mampir ke rumah lu deh Ga." ujar Rey dengan nada sedihnya.
" Hn, kalau mau mampir bilang aja. Gue takut lagi nggak ada di rumah, Gue sibuk banget soalnya." balas Dirga.
" Sip, kalau gitu. Kalian silakan puas-Puasin kencannya, mumpung Gavnya nggak ada." goda Rey, menuai dengusan masa bodo dari Dirga. Sedangkan Kiara, Ia hanya bisa mengangguk malu.
Rey meninggalkan sahabatnya, untuk kembali ke kantornya. Ia kemari, karena ada urusan dengan kepala pengawas, tidak di sangka ternyata ada Dirga juga. Untunglah bawahannya memberi tahu, sehingga Ia masih sempat bertemu dan berkenalan dengan istri dari temannya.
Setelah kepergian Rey, Dirga menggengam tangan Kiara. Membawanya ke arena bermain, dengan tujuan wahana Rumah hantu.
Saat ini, Mereka berdua sedang ada di pintu masuk Rumah hantu. Wajah keduanya menampilkan ekspresi berbeda, Dirga yang biasa saja dan Kiara yang bersemangat.
Saat masuk pintu Rumah Hantu, suasana sepi khas menyambut mereka. Peraturan yang tidak memperbolehkan untuk bersama-sama, membuat suasana semakin mencekam. Karena hanya mereka berdua, yang saat ini sedang berada di bagian ruangan, semacam ruang inap.
Ruangan gelap, dengan perlengkapan khas ruang sakit ini, sukses membuat Kiara takut. Ia bahkan sampai mencengkram erat lengan Dirga, yang saat ini hanya bisa meringis.
" Yank takut" bisik Kiara, menyembunyikan wajahnya di lengan Suaminya.
Dirga sendiri hanya memandang datar, meski sebenarnya, suasana di sini memang sedikit membuatnya was-was. Dari jaman Ia masih sekolah, baru ini Ia masuk rumah hantu. Meski merasakan sakit, saat lengannya di cengkram terlalu erat oleh Sang Istri yang ketakutan. Nyatanya, Dirga masih menampilkan wajah biasa saja.
" Itu cuma bohongan sayang" balas Dirga berbisik.
Hi hi hi hi
" Yank! " pekik Kiara semakin takut. Suara tawa hantu Negara +62 dengan sebutan mbak kunti, mengiri langkah mereka. Membuatnya hanya bisa memejamkan mata, mengikuti setiap langkah Suaminya.
" Ssttt nggak ad ...
Puk
" kyaaaaaaa"
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya....
Jangan lupa kirim komentar serta klik jempolnya...
Serta vote dukunganya...
Spesial untuk Reynand dari " Mariage Order"
Silahkan mampir kakak.
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih