Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Call Me Baby Gav


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading.


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


" Kalian pada penasaran yah?" tanya Kiara terkekeh senang, senang berhasil membuat sahabatnya memasang raut wajah Penasaran.


" Nggak sabar banget sih, hehe ... " Seru Dirga melanjutkan kalimat Istrinya, lalu terkekeh renyah .


Pasangan yang kompak , maksudnya kompak bikin orang penasaran.


" Lagian kenapa Namanya Di sumputin sih, masa iya Embrio sendiri mau di panggil dengan sebutan Bocil sampai besar nanti! " ujar Raka gemas sendiri.


Dirga terkekeh sebentar, kemudian membuka File Folder kumpulan foto Bocilnya. Lalu memutar layar Laptop menghadap ke arah sahabatnya yang mengernyit dahi bingung gagal paham dengan kompak.


Merekakan minta di kasih tahu nama. Malah di kasih liat Foto slide dengan rangkaian Huruf di setiap fotonya,


" C-A-L-L M-E B-A-B-Y G-A-V....."


Di saat Sahabatnya kompak, mengeja satu per satu Huruf yang tertera di foto slide layar Laptopnya. Dirga berjalan ke arah Box bayi , untuk mengangkat Putranya kedalam gendongannya. Lalu Berjalan kearah Istrinya dan duduk bersebelahan.


" Call Me Baby Gav "


Koar mereka serempak, menoleh kearah Dirga dan Kiara yang tersenyum dengan Bayi di gendong Dirga.


" Haloo Aunty and Uncle, Call Me Baby Gav !" seru Dirga dan Kiara kompak, dengan Baby Gav menghadap ke arah Mereka, yang kebetulan sekali Bocil dengan panggilan Gav tersenyum dalam lelapnya.


" Kyaaaa .... Baby Gav senyum "


" Foto - foto cepetan"


Kiara terkekeh saat Elisa dan Amira dengan hebohnya, mengambil foto Gavnya yang sedang tersenyum meski dalam keadaan tidur.


" Ahaha ... Baby Gavnya Daddy udah punya penggemar yah!" gumam Dirga ceria, mencium pipi gembil Putranya dengan kecupan ringan.


" Cuma Gav saja? Lalu apa nama lengkapnya?" tanya Raka masih belum puas.


" Et dah ... Bikin Orang gemes pengen ngunyah menyan aja nih, Si Songong " batin Raka sewot .


" Yang pasti, Wijaya tersemat di nama belakangnya " balas Dirga songong seperti biasa.


" Amira mau gendong juga!" seru Amira heboh. Berjalan menghampiri Dirga, yang saat ini sedang duduk di ranjang Kiara.


" Boleh , tapi hati - hati ya" ujar Dirga, dengan tangan menyodorkan Baby Gav kehadapan Amira yang langsung terpekik senang.


" Ahh bebi Gav "


Amira menimang - nimang dengan pelan, sesekali mengecup pipi Gav, pipi bekas kecupan Orang Orang yang gemas. Ingin ikut mencium tanpa sepengetahun Dirga pastinya.


Bukannya Dirga tidak suka , hanya mencegah terjadinya sesuatu yang buruk. Virus sedang merajalela, Dirga tidak ingin mengambil resiko buruk untuk Putranya. Meski tidak semua orang yang menjenguk Gav di larang mencium , tapi setidaknya untuk orang terdekatnya Ia masih ada toleransi.


" Pelit banget sih, intip- intip dikit kenapa!" seru Raka masih belum terima alias ngeyel.


" Bang Raka search aja, di mbah- mbah arti dari malaikat bahasa Rusia " balas Kiara iseng. Ia terkekeh, saat Raka malah melengos sebal. Namun, saat Amira membawa Putranya mendekat ke arahnya, Ia segera memasang wajah sumringah seakan lupa kalau sedang kesal.


Mereka bertempat heboh, dengan Baby Gav di pangkuan Elisa. Berganti dengan Amira, yang sebenarnya belum puas menggendong.


Dirga dan Kiara, memperhatikan mereka dalam diam. Bagaimana hebohnya Faro, saat melihat Putra mereka Ngulet, cari posisi wuenak dalam tidur di dekapan Faro sendiri.


Ceklek


" Wah! Pantas saja ramai sekali, tahu - tahunya sedang kumpul." Seru Mami Putri, Setelah membuka pintu dan berjalan masuk. Ia berjalan mendekat ke arah Kiara, yang saat ini sedang terkekeh senang, saat melihat Cucunya di pangku oleh Raka kelihatan pro dalam hal menggendong.


" Raka sudah siap jadi ayah? "tanya Mami Putri, menggoda Raka yang balas dengan senyum maksudnya nyengir lebar.


" Siap dong Mah, Raka demen banget sama Anak-anak " balas Raka jujur. Sudah biasa ngobrol dengan Mami Putri, sewaktu dulu Ia bermain di Mansion Wijaya.

__ADS_1


" Haha ... Kalau Faro? " tanya Mami Putri kepada Faro yang sama saja menampilkan cengirannya.


" Hehe ... Pastinya Mah " balas Faro antusias.


Hari ini jadwalnya Putri. Membantu Kiara dan Dirga, mengurus Cucu pertamanya.


" Cucu tampannya Eyang, mandi dulu yuk " seru Mami Putri, saat Ia menghampiri sofa dimana Cucunya sedang di gilir untuk di gendong Para Sahabat Anaknya .


Raka memberikan Baby Gav. Ke lengan Mama Putri, yang dengan sigap membawanya kedekapan hangat khas seorang Nenek, kemudian mencium pipi Gav dengan gemas.


" Mandi duyu yuk" bisik Mami Putri pelan. Sambil berjalan ke arah pintu keluar ruang inap Kiara , dimana ada 2 orang Perawat yang ternyata berdiri di luar ruangan Kiara .


Setelah 2 orang Perawat membawa Baby Gav pergi untuk mandi, mereka kembali mengobrol ringan bersama Mami Putri. Bercerita dan bertanya seputar kehamilan atau persalinan. Menghabiskan waktu, hingga tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul. 17:00 wks.


" Sudah sore , Kami berdua permisi dulu mah" ujar Raka berpamitan dengan Mami Putri. Mengingat kandungan Istrinya masih muda, dan juga Mertua serta Mama Sambungnya sering mewanti agar tidak bepergian di malam hari. Jadi Raka meski Blangsakan, selalu menuruti wejangan demi kebaikan di kemudian hari. Cieeeh ....


" Iya ... Kalian hati-hati di jalan , lagian nggak baik hamil muda keluyuran malam hari." balas Mami Putri menasihati.


Raka dan Amira mengangguk, lalu pamit dengan semua orang yang ada di ruangan.


Tersisa Faro, Elisa, Kiara, Dirga dan Putri yang melanjutkan obrolan hingga mendengar ketukan dari luar ruangan.


Tok ... Tok ...


Ceklek


" Permisi ... " pintu terbuka, di ikuti oleh suara seorang Perawat membuat mereka semua menoleh ke arah pintu. Perawat itu masuk sambil mendorong Box berisi Bayi dari pasangan Wijaya muda, ke arah Ibu dari bayi yang saat ini tersenyum lebar, senang saat melihat Babynya selesai di mandikan.


" Baby Gav sudah wangi " seru Kiara senang, saat ia melihat anaknya yang sudah di bedong rapih, lengkap dengan wangi khasnya.


Dirga melangkah mendekat ke arah Kiara , setelah perawat undur diri . Lalu ikut melihat, Baby Gav yang tidur nyenyak seakan hanya bisa tidur dan bangun jika lapar saja.


( Kodratnya bayi emang gitu Paijo. Elah thor bercanda)


" Seharusnya ini waktu Baby minum ASI loh sayang! tapi masih asyik bobok, gimana tuh " ujar Dirga bertanya kepada Kiara yang tertawa, lucu sekali seakan Baby mereka memang harus minum sesuai jadwal .


" Kok ketawa sih yank?" tanya Dirga heran, emang ada yang lucu.


Hoekk...


" Dasar , nggak perlu sesuai Jamnya lah Anak tampannya Mama . Bayi baru lahir, memang belum bisa membedakan mana siang, malam atau waktu kapan Ia harus bangun. Lapar juga tergantung sering tidaknya ia buang air. " ujar Mami Putri, menjelaskan bukan hanya untuk Kiara dan Anaknya. Tapi , untuk pasangan yang akan segera menjadi orangtua juga. Elisa dan Faro ikut mendengarkan, untuk di ingatnya dalam otak mereka. Persiapan sebelum Baby girl lahir.


" Gitu yah mah. hehe ... Pantas saja, Baby Gav kerjaannya bobok terus." balas Dirga paham.


Kepalanya mengangguk, melihat ke arah Putranya yang tiba-tiba nyengir seperti ada yang mengajak bercanda, Dirga terkekeh saat melihatnya.


" Lucu banget " batin Dirga gemas.


" Kalau gitu , Faro sama Elisa pulang dulu ya Mah. Sudah hampir malam" kata Faro berpamitan kepada Mami Putri, yang mengangguk dan tersenyum hangat.


" Iya , kalian hati- hati di jalan yah. Elisa jangan lupa asupan Gizinya di perhatikan, lihat kamu kurus begini!" seru Mami Putri menasihati Elisa.


Elisa mengangguk dan tersenyum, sedangkan Faro malah meledeknya.


" Tuh denger, susah nih mah kalau di suruh minum Susu " seru Faro benar adanya, memang Elisa tidak terlalu suka minum Susu.


" Iya Mih! " balas Elisa pasrah. Elisa berjanji, demi Baby girlnya Ia akan rajin minum Susu.


" Haha ... Dasar Kalian ini, ya sudah cepat pulang. Hati - hati di jalan yah " ujar Mami Putri. Ia terkekeh saat melihat raut wajah pasrah dari Elisa, kelihatan sekali memang tidak suka minum Susu.


" Yaya Bawel , Aku pulang dulu yah. " seru Elisa ceria. Kemudian mengecup kedua pipi Kiara gemas, dan beralih mengecup kening Baby Gav yang tiba-tiba tersentak kaget karena merasakan sentuhan Darinya .


" Pulang dulu Bro , Pindahan Rumah nanti Gue bantu" ujar Faro sambil menepuk bahu Sahabat Songongnya pelan.


" Yoi ... Keluar dari sini langsung pindah" balas Dirga balik menepuk bahu Sahabat Geblegnya pelan.


Blam


Pintu tertutup , menyisakan Kiara, Dirga dan Mami Putri. Mereka kembali berbincang seru membahas rencana pindahan Rumah nanti. Tidak lama, saat mereka asyik mengobrol terdengar suara tangisan dari Baby Gav yang sepertinya haus.

__ADS_1


Oek ... Oek ...


Dirga melihat jam di tangannya, sudah lewat 20 menit dari waktu biasa Putranya makan.


" Pantas saja." gumam Dirga. Ia melihat Mamanya yang dengan sigap membantu Kiara , membawa Baby Gav kepangkuan Kiara yang bersiap membuka kancing baj..


Gleek..


Dirga menelan slavianya dengan susah payah, saat melihat Kiara yang membuka dua kancing piyama tidurnya. Memperlihatkan Su..


Bletak


( Anak lu lagi mau minum ASI jangan ngawur ga. Maaf thor udah lama nggak nganu )


Dirga berjalan mendekati Kiara, lalu duduk tepat di hadapan Kiara kemudian memasang tampang pengen.


" Sayang " panggil dirga pelan


" Um?" gumam Kiara menjawab panggilan dari Dirga, tanpa melihat ekspresi yang di keluarkan oleh Suaminya saat ini. Ia fokus menyusui Baby Gavnya.


Dirga mendekat ke arah telinga Kiara, membisikan sesuatu yang membuat wajah Istrinya merona dan terbatuk tiba-tiba.


" Loh , kamu kenapa sayang?" tanya Mami Putri khawatir. Ia tadi sedang memeriksa perlengkapan Popok Baby untuk nanti malam,sehingga tidak memperhatikan apa yang di lakukan Anak mesumnya.


" Nggak apa-apa Mih , cuma perlu minum saja " balas Kiara salah tingkah, membuat Dirga yang mendengarnya terkekeh kecil.


" Minum dulu " ujar Mami Putri, dengan tangan memberikan segelas air putih kepada Kiara dengan polosnya, tanpa melihat ekspresi geli dari anaknya yang terkekeh.


" Terima kasih Mih. " gumam Kiara pelan, meminum air dari Mertuanya dengan mata melotot tajam ke arah dirga yang kekehannya semakin menjadi.


" Kamu kesambet Ga ?" tanya Mami Putri khawatir, kali ini ke arah Dirga yang bahunya berguncang karena kekehannya.


Dirga menggeleng kepala berulang, kemudian berdehem guna meredam kekehan edannya.


" Ehem ... Nggak apa-apa Mah, oh iya ... Dirga ke bawah dulu, ada relasi bisnis dari Luar Negeri kirim paket. Kebetulan tadi kirim pesan paketnya baru sampai, dan di suruh tunggu di lobby Rumah Sakit." ujar dirga mengalihkan pertanyaan Mamanya.


" Oh oke " seru Mami Putri percaya, Kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Dirga mengalihkan pandangannya ke arah kiara yang masih melotot, dengan tangan menutupi area dadanya. Seakan menyembunyikan sesuatu, yang sebenarnya sering Ia lahap.


Iya dong ... Sebelum Anakkan Buapake dulu


" Aku turun dulu yah, mau ambil paket" ujar Dirga, setelah mengecup pipi Baby Gav yang masih meminum minuman khususnya.


" Em oke" balas Kiara singkat , Ia masih memikirkan perkataan Suaminya tadi.


" Dasar mesum" batin Kiara malu dengan rona merah di kedua pipinya. Ia mengikiti setiap langkah Dirga yang sedang berjalan ke arah pintu dan seketika tersentak malu, saat mengerti arti bisikan tanpa suara sebelum Suaminya Benar-benar menutup pintu ruangannya.


Apasih yang di bisikan Dirga sehingga Kiara malu?


" Ughh ... Mesum kuadrat " batin kiara malu, merutuki betapa mesumnya Suami tampannya.


" Baby Gav terus yang di kasih susu Akunya kapan? "


" Jangan lupa sisain"


" Dirga bodoh" gumam kiara kesal


" Kamu ngomong apa sayang?" tanya Mami Putri Penasaran. Tapi sayang Kiara hanya membalasnya dengan cengiran khas gigi kelincinya dan Mami Putri pun mengangkat bahu acuh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya...


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempolnya yaaa....


Serta vote dukunganya...


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2