
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Happy reading gaes
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Acara inti pun telah berlalu, kini Wisatawan yang menginap atau Pengunjung yang sengaja datang melihat Festival pun di kumpulkan di tengah Lapangan tempat acara pertama di buka.
Sebelumnya ada Panitia yang berjaga di depan pintu masuk Lapangan, untuk memberikan Satu buah Balon Gas kepada setiap Pengunjung, yang nantinya akan di Lepaskan ke udara Serentak untuk menutup Acara Festival Musim Semi tahun ini.
Tapi bukan hanya sekedar menerbangkan Balon ke udara, Setiap Pengunjung juga di persilahkan untuk menulis catatan kecil yang akan di ikat di Balon tersebut, dengan harapan agar Permintaan yang di inginkan dapat terkabul, yang tentu saja membuat Para Pengunjung dengan semangat menerima dan menulis segera kertas kecil pemberian dari Panitia.
Kiara yang duduk di kursi VIP pun ikut serta, Ia dengan semangat menulis kertas harapan yang tadi di terimanya dari Panitia , sedangkan Dirga sendiri hanya memandang Kiara datar
" Meminta harapan dikabulkan dengan cara menerbangkan Balon? mehhh.... Emangnya kalau minta uang terus nulis dan nerbangin pake Balon uangnya bakal turun dari langit apa, Pengangguran merajalela cuy" batin Dirga merasa geli.
Zaman apa sih sekarang masih percaya dengan begituan?
Kiara menganggkat kepalanya ,melihat Dirga yang diam saja kemudian memajukan Kepalanya mendekati kertas milik Dirga , Namun yang di lihat hanya Kertas masih kosong.
" Ga ... Kamu nggak buat permintaan?" tanya Kiara, kemudian hendak mengambil kertas milik Dirga.
" Jangan nyontek..." ujar Dirga mengangkat tinggi kertasnya dan mendorong kepala Kiara agar menjauh Darinya
" Uh ... Apaan sih, nyontek kaya lagi Ujian aja.... Lagian apa yang di Contek? Kertas aja masih kosong gitu. Bhuuuu" sewot Kiara kemudian menggembungkan pipi sebelah kanannya imut.
" Sengaja ... Biar kamu penasaran" balas Dirga, kemudian menusuk pipi yang menggembung menggunakan jari Tulunjuknya,sehingga membuat Kiara terkekeh geli.
__ADS_1
" Apaan ... Penasaran dari mana? nggak tuh biasa aja, hehe ... " Jawabnya cuek, namun yang namanya Kiara, tetap saja orang yang penasaran.
" Emang kamu mau buat permintaan apa?" tanya Kiara kepo sok pasang muka biasa aja.
(padahal tadi bilang nya nggak penasaran)
" Mau tahu??" tanya Dirga, membuat kiara menggangguk semangat
" Um um.. Mau" jawab Kiara cepat , Dirga menyuruh Kiara lebih mendekat ke arahnya, yang di ikuti dengan patuh oleh Kiara
" Bayar dulu dong" bisik Dirga kemudian Terkekeh, yang membuat Kiara manyun merasa di bodohi.
" Reseh ihh" ujar Kiara, tidak lupa cubitan Mautnya yang kini bersarang di pinggang sebelah kanannya, pinggang yang strategis jadi tempat cubitan Kiara karena memang saat ini Kiara sedang duduk di sebelah kanannya
"ouchhh...." pekik dirga pelan, malu jika kedengeran tetangga yang sebelah,nanti bisa tambah julid aja kalau Ia dan Kiara ketahuan sedang Bermesraan.
Ehemmm ...
" Rasakan ..." Gumamnya kemudian tersenyum dengan Watadosnya.
"Calon Istri Gue seneng banget sih nyubit badan Gue . Dari pada nyubit mending di ehem, kan lebih enak" batin Dirga ngawur sambil mengelus Pinggangnya yang masih nyut-nyutan akibat cubitan sayang Kiara.
Akhirnya mau tidak mau, Dirga pun menuliskan apa yang ada di Fikiran saat ini di kertasnya, lalu Ia gulung dan ikat di balon miliknya dan menerbangkannya bersama Balon-balon milik pengunjung lain.
Tepuk tangan meriah pun mengiringi Balon tersebut terbang ke Angkasa.
Dirga melirik ke samping, Ia melihat Kiara yang saat ini sedang menyatukan tangannya pose berdoa dengan mata tertutup, namun wajahnya menghadap ke atas Langit dengan pandangan sayang.
__ADS_1
Ia bahagia, karena satu hari lagi telah ia lewati bersama dengan Cewek yang saat ini mengisi Hatinya.
Dirga pun mengikuti Kiara, menengadah ikut melihat Langit berwarna Biru yang saat ini di penuhi oleh Balon Gas Warna-warni yang terlihat indah di Matanya.
"Festival tahun ini sungguh berkesan dan itu karena Cewek di samping Gue " batin nya bahagia
" cantik" gumam Dirga pelan, melihat Kiara yang masih melihat ke atas namun sudah membuka Matanya.
" Hmmm iya cantik .... " sahut Kiara mengira jika cantik yang di maksud adalah Pemandangan di atas.
Dirga mendekati Kiara
" Kamu yang cantik" bisik dirga di telinga Kiara.
kemudian berjalan menjauhi Kiara, yang saat ini sedang mematung memegang bagian dadanya, tepat di Jantung yang saat ini sedang berdetak cepat, tidak seperti biasanya di sertai pipi berhiaskan semburat merah
"Kamu yang cantik" bahkan Kiara merasa suara Dirga masih bergema di telinga nya.
Kiara berbalik melihat Dirga, yang saat ini sedang berbicara dengan Seseorang yang tidak di kenalnya. Kemudian menghampirinya, yang saat ini masih diam tidak beranjak dari tempatnya.
" Ikut Aku yuk..." ajak Dirga kemudian menyeretnya pergi meninggalkan tempat Mereka tadi, Kiara hanya pasrah dan mengikuti Dirga dengan senyum mengembang.
Kali ini Ia percaya kepada Dirga, jika apapun yang akan Dirga lakukan nanti adalah hal yang akan Membuatnya bahagia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
😁 Tunggu kelanjutan nya ya
__ADS_1
Jangan lupa komentar dan jempol nya gaes
Sampai babai