Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
(NOT) THE LAST HONEYMOON ~ketemu dia


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail)


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Hari ini seharusnya hari terakhir dirga dan kiara berbulan madu, tapi sayang nya bawel kesayangan dirga merayu dengan tatapan puppy eyes yang sungguh menggoda iman dirga sehingga dirga tidak tahan dan menuruti apa mau bawel nya, alhasil kepulangan mereka pun di undur Hingga lusa nanti.


Saat ini dengan wajah berbinar binar senang, kiara sedang menyeret nya ke salah satu tempat pembelanjaan di itaewon.


Sangking senang nya jalan jalan kiara sampai lupa Membelikan oleh oleh untuk kedua mama dan sahabat nya, itulah mengapa kiara minta perpanjangan waktu.


" Maka nya kalau lagi seneng jangan lupa sama yang di belakang" ujar dirga, pada saat kiara sibuk memilih barang unik untuk di bawa ke kota S sebagai buah tangan.


Bahkan di kedua tangan nya saat ini sudah ada berkantong kantong barang yang kata kiara baru seperempat nya saja.


" Hehe.... Suruh siapa kamu buat aku bahagia terus, jadi lupa deh sama yang di belakang" ujar kiara di ikuti kekehan polos nya.


Nggak tahu aja lagi lagi kata katanya membuat ia tidak bisa membalas perkataan manis bin polos dari nya.


Oke... Jadi dirga sekarang menyerah, dan hanya diam mengikuti kiara dari belakang jaga jaga takut kiara terpisah lagi dari nya dan kemudian tersesat.


Kiara melihat sekeliling nya dan mengernyitkan dahinya kaget tidak yakin saat melihat siluet seseorang yang baru baru ini menjadi kenalannya.


" Eeh.... Bener kok, Itu kan faya yah..." batin kiara setelah merasa yakin jika yang di lihat nya adalah orang yang telah menolongnya.


Kiara pun memutuskan untuk menghampiri nya, setelah lagi lagi menyeret tangan dirga yang saat ini penuh dengan kantong belanjaan, sehingga dirga kaget akan perbuatan kiara yang tiba-tiba.


" Sayang ada apa, kenapa kamu seret aku nggak bilang bilang sih" tanya dirga Penasaran, namun tetap mengikuti langkah kiara di depan nya yang hanya bisa tersenyum minta maaf.


" Hehe... Maaf sayang, tadi aku lihat faya.


Takut keburu lagi" balas kiara di ikuti kekehannya, tidak tahu jika dirga yang tadi nya masih mengikuti nya terdiam dan kiara pun melepas tangan nya saat tiba di belakang faya yang keget karena tiba-tiba di tepuk pundaknya dari oleh kiara.


Faya side


Saat ini faya sedang berbelanja untuk di bawa pulang untuk oleh oleh rekan kantor nya, di saat ia sedang fokus memilih barang unik, ia merasakan tepukan pada bahu nya di susul dengan suara perempuan yang ia rasa tidak asing di telinganya.


Puk


" faya..." sapa seseorang dari belakang,


" Yaya..." seru faya kaget pada saat ia menoleh kepala ke arah si penepuk bahu, yang ternyata adalah orang yang ia tolong saat berada di kawasan masjid itaewon .


" Benar kan ini kamu, tadi aku lihat kamu dari toko sana. Aku kira siapa, eh.. Pas aku lihat lagi ternyata benar faya... Hehe... Kamu kenapa waktu itu hilang tiba-tiba, padahal aku mau kenalin kamu sama suami aku" ujar kiara panjang lebar sehingga Faya pun yang mendengar nya pusing mendadak.


" Errr.... Yang harus aku jawab yang mana dulu nihhh" tanya faya dengan nada kaku nya, dengan satu jari menggaruk pipi nya bingung.


" Ehhh... Ahahaha... Maaf maaf, aku emang gini orang nya.


Aku biasa kalau ngomong nggak pake rem" ujar kiara terkekeh salah tingkah karena perkataan nya yang panjang tanpa memberi jeda sedikit pun sehingga membuat lawan bicara nya bingung.


" Ah... Nggak apa-apa" balas faya maklum


" Aku kenalin dulu sama suami aku, say... Eh.. Kok malah diam di situ?" ketika kiara berbalik dan ingin mengenalkan dirga kepada faya, suami nya tidak ada di belakang malah berdiri sedikit jauh dari nya dengan pandangan mata yang ia tidak mengerti.


" dirga kenapa? " batin kiara bertanya


" sayang.... Kok berdiri di situ, sini dong aku kenalin sama orang yang waktu itu nolong aku" seru kiara ceria, memanggil dirga yang akhirnya merespon dan berjalan mendekat ke arah kiara berada.


Dan membuat faya, yang melihat dengan jelas sosok dirga di depan nya merasakan deg degan, di tatap dirga dengan ekspresi yang ia sendiri tidak tahu apa artinya.


Tap...


Dirga pun sampai di hadapan kedua wanita yang menampilkan ekspresi berbeda di depan nya.


Kiara yang tersenyum senang, dan faya yang salah tingkah saat melihatnya.


Kiara pun bergeser, berdiri di sisi dirga dan memeluk lengan dirga dengan erat sebelum mengenalkan dirga kepada faya yang juga sedang melihat dirga.


" Nah... Faya, ini suami aku... Nama nya dirga dan sayang kenalin ini yang kemarin nolong aku nama nya fayana tapi aku manggil dia faya" ujar kiara semangat, ia belum menyadari suasana apa yang tercipta saat ia yang dengan ceria mengenalkan satu sama lain saat ini.


Faya yang pertama kali membuka suara, menyebutkan nama dengan nada gugup.

__ADS_1


" hai.... Aku faya, salam kenal" ujar nya gugup, dengan tangan terulur untuk bersalaman


" dirga" balas dirga singkat, tanpa menyambut uluran tangan faya, sehingga faya pun malu dan menarik lagi tangan kanan nya yang terulur, kemudian tersenyum canggung.


" sayang, kalau ada yang mau bersalaman harus di terima dengan baik. meski tidak menjabat tangan" ujar kiara menasihati dirga tanpa lihat kondisi.


" Nggak apa-apa yaya, hehe.." ujar faya dengan kekehan canggung nya.


Faya melihat ke arah dirga yang hanya menampilkan wajah flat, yang sudah ia hafal dan sering ia terima waktu dulu mereka pacaran.


" sayang..." panggil kiara pada saat dirga diam, dengan aura dingin yang menguar dari tubuh dirga dan memandang faya yang di depannya dengan datar tanpa menanggapi panggilan nya.


" sayang..." panggil kiara lagi, kali ini di ikuti dengan menyentuh lengan dirga pelan sehingga dirga pun tersadar dan cepat menoleh ke arah kiara lalu tersenyum saat melihat kiara yang menatap nya khawatir.


" Hmm... Maaf ya tadi aku sedikit nggak fokus" ujar dirga lembut di ikuti aura dingin nya yang berangsur angsur menghilang.


Melihat dirga yang berubah saat menghadap ke arah kiara, membuat faya mengepalkan tangannya emosi.


" kenapa lu dulu nggak seperti itu ke gue" batin faya kecewa.


" fay... Faya...."


" Ahh.... Ada apa" seru faya kaget, saat kiara memanggil nama nya berulang.


Ia tidak sadar sempat melamun saat melihat pemandangan romantis di depannya tadi.


" Aku tanya, kami mau nggak makan siang sama kita berdua? Hitung hitung sebagai ucapan terima kasih aku. Bagaimana Nggak apa-apa kan sayang?" ujar kiara menjelaskan kepada faya yang melihat nya kaget, lalu bertanya kepada dirga yang di jawab anggukan kepala singkat dari dirga tanda mengizinkan.


" Eh... Aku nggak usah deh, aku ikhlas kok nolong kamu" tolak faya halus, saat ia melihat dirga yang memandang nya datar dan hampa.


" No.. No.. Pokoknya kamu harus mau yah, soalnya besok aku sudah harus pulang ke kota S . Aku takut kita nggak bisa ketemu lagi" ujar kiara keras kepala memaksa faya agar menuruti nya.


" Tapi..."


" Kamu ikut aja, istri bawel aku nggak akan berhenti merengek kalau belum di turuti" sela dirga dengan nada datar, menegaskan jika faya harus ikut tanpa menolak.


Kiara yang mendengar perkataan suami nya tentu saja protes tidak terima.


" Hei... Aku nggak bawel dan suka merengek yah tuan dirga yang terhormat" pekik kiara kesal, mencubit pinggang dirga sayang yang membuat dirga pun mengaduh kesakitan.


" kenapa lu beda kalau dengan cewek yang sekarang jadi istri lu ga?" batin faya kecewa.


Tidak tahan dengan pemandangan yang membuat hati nya terasa di tusuk pisau, ia pun berdehem, membuat kiara dan dirga yang sedang asyik bercanda berhenti dan melihat ke arah nya dengan ekspresi yang berbeda.


Kiara yang tersenyum salah tingkah dan dirga yang kembali ke ekspresi awal yaitu datar dan dingin.


" Ehehe.... Maaf ya faya, abis si garong reseh banget sih" ujar kiara salah tingkah, ia lupa diri jika sudah bercanda dengan sang suami yang selalu membuat nya kesal dan bahagia di saat bersamaan.


" Nggak apa-apa, kalau gitu kita mau makan di mana?" tanya faya, memutuskan untuk menerima ajakan kiara meski hatinya tidak ikhlas.


Seenggaknya jika ia menerima ajakan makan siang bareng, ia ada kesempatan untuk melihat dan siapa tahu bisa ngobrol dengan dirga.


" Oh iya yah..... Hehehe.. " balas kiara dengan kekehan salah tingkah nya,


" kita makan di mana yank?" lanjut nya bertanya, menghadap dirga yang ada di sebelah nya dengan binar senang.


" Restoran Turki kemarin , bagaimana menurut kamu sayang?" balas dirga lembut saat kiara bertanya kepada nya dengan ekspresi kesukaannya.


" Boleh juga, kalau gitu kita makan siang di sana aja, nggak apa-apa kan faya?" balas kiara menyetujui kemudian bertanya kepada faya yang hanya tersenyum kecil.


" Its oke...." balas faya singkat.


Akhirnya mereka pun pergi bersama, dengan kiara yang mengandeng lengan faya erat meninggalkan dirga sendiri di belakang, membawa kantong belanjaan milik kiara yang untung nya tidak bertambah lagi.


"gue harap lu nggak macem macem" batin dirga waspada, melihat ke arah depan dimana kiara yang asyik bercerita sedangkan faya hanya menanggapi nya dengan pura-pura.


Sesampainya mereka di restoran Turki rekomendasi dari dirga, ketiga nya pun duduk dengan melingkar.


Dirga menyewa ruang vip, ruang bebas rokok agar kiara nyaman dan juga tidak berisik dengan obrolan pengunjung lainnya .


Untunglah bawel nya nggak protes dengan tindakannya kali ini karena kiara juga ingin memberikan yang terbaik untuk faya.


Mereka memesan makanan seperti Kebab pilihan faya, Baklava untuk nya dan Manti untuk dirga.


Kiara itu penggemar manis jadi ia memilih Baklava, roti manis yang dalamnya berisi kacang madu dan sirup

__ADS_1


Sedangkan dirga, karena kiara tahu jika suami nya menyukai dimsum jadi Manti adalah pilihannya yang tepat, Karena Manti ini sendiri masih sejenis dengan pangsit dengan isian daging.


Di tengah tengah acara makannya, kiara meminta izin kepada dirga untuk ke toilet.


Meninggalkan dirga dan faya yang masih fokus menyantap makanan pilihan masing masing.


Faya sendiri melihat ada kesempatan pun segera menggunakan dengan semaksimal mungkin, seenggaknya ia ingin bisa ngobrol bebas dengan dirga tanpa di tatap dingin seperti itu oleh dirga.


" ga... Lu apa kabar?" tanya faya memecahkan keheningan setelah kiara pergi ke toilet.


"......"


" Ga... Maafin gue, gue tahu gue salah.


Tapi gue mohon jangan diemin gue kayak gini ga " lanjut faya saat dirga tidak menyahuti nya dan tetap fokus dengan makanan nya.


"......"


" Ga.... Gue mohon, bisa kan ..."


" Cukup.... Gue nggak mau istri gue salah paham, dan gue harap lu jauh jauh dari kehidupan gue. Apalagi coba dekat dekat dengan istri gue" ancam dirga, memandang dengan tajam faya yang ketakutan melihat ekspresi angker nya.


" Bukan gue yang mau deket dengan kiara, gue juga nggak mau deket sama orang yang bikin lu bisa senyum begitu" balas faya keras kepala


" heh..." dengus dirga dengan senyum sinis nya


" jadi lu iri sama istri gue yang bisa bikin gue senyum hah? Gue rasa otak lu geser, kali ini berapa yang lu mau heh? 1M 2M lu sebutin aja.


selanjutnya lu pergi dari hadapan istri gue dan jangan pernah tunjukin muka lu di depan gue apalagi di hadapan istri gue " ujar dirga kejam tanpa melihat faya yang mata nya sudah berkaca kaca


".... "


"...... "


Ceklek...


" sayang maaf ya aku lama.... Ehh.. Kalian kenapa? "kiara yang tadi nya ceria saat menyapa dirga menjadi heran dengan suasana yang tercipta antara faya dan suami nya.


Sebenarnya kiara sudah curiga, saat faya menatap dirga dengan pandangan berbeda.


Tapi karena ia tidak ingin berfikiran buruk terhadap penolong nya maka dari itu ia menampik fikiran ngaco nya.


Kiara pun melangkah kan kaki nya dan duduk di samping dirga, dan saat ia melihat ke arah tangan dirga yang menggengam garpu dengan erat tanpa niat memakan makanan di depan nya, kiara pun mengusap tangan dirga dengan pelan seakan menenangkan.


Dirga rileks kembali saat Merasakan usapan pelan pada tangannya yang saat ini sedang mencengkram erat garpu, lalu ia pun menoleh ke samping di mana ada istrinya yang menampilkan raut wajah khawatir nya dan mata menatap nya seakan bertanya.


" I'm okey dear...." bisik dirga lembut saat mengecup pipi kiara sebagai ganti kata Terimakasih.


Dan kiara yang mendapat jawaban lembut dari suami nya pun mencoba untuk tidak bertanya sampai nanti mereka sampai di hotel tempat mereka menginap.


Bukan waktu dan tempat bagi mereka saat ini, terlebih ada faya yang melihat ke arah nya dengan tatapan yang aneh.


" aku harus cari tahu" batin kiara mengalah.


Tidak lama mereka melanjutkan lagi acara makan mereka, dengan kiara yang mencoba mencairkan suasana antara dirga yang diam saja dan faya yang melihat dirga sedih meski sesekali faya akan melihat ke arah nya dan berbicara Seperti tidak terjadi apa-apa.


" Terima kasih atas ajakan makan siang nya kiara" ujar faya dengan senyum palsu nya.


" Lain kali makan bareng lagi yah, kalau kamu ke kota S mungkin kita bisa ketemu lagi" balas kiara semangat, meski ia tahu ada sesuatu tersimpan di senyuman faya tapi ia mencoba untuk berfikir positif.


" Oke... Bye kiara bye dirga..." ujar faya, kemudian berbalik dan pergi meninggalkan kiara yang melambai tangan kepadanya.


" seperti nya ada yang harus kamu jelasin ke aku sayang" ujar kiara tiba-tiba, saat faya sudah tidak di hadapan mereka lagi


"........"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah nya


Jangan lupa loh tinggal kan jejak komentar dan klik jempol serta vote dukungan nya.


Sampai babai.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2