Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Misi menaklukan calon mertua( sukses ?)


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


" jadi si fandi melarang kamu untuk menikahi kiara saat ini dan menunggu beberapa tahun lagi begitu?" tanya hendri papa dari dirga yang kebetulan juga teman sekolah fandi dulu.


Saat ini dirga dan papa hendri sedang duduk santai setelah meeting bulanan.


Anak tampan nya yaitu dirga seperti nya sedang di kerjain oleh fandi teman sekolah yang juga sekarang akan jadi besan nya


" hn..." balas dirga seadanya.


Please deh jangan ingat kan dirga akan hal yang membuat nya jengkel seketika.


Bukan hanya melarang nya sering bertemu kiara, bahkan papa mer


( ehem...inget Masih calon ga, berisik )


Maksudnya calon papa mertua nya itu bahkan menyuruh nya untuk menunda Setidak nya 2 tahun.


" apa kiara nya gue hami.."


( heh anak muda jangan asal jeplak itu bibir)


" nggak nggak.... Ngaco gue"


( nah... Ini baru bener)


Hendri mengeryitkan dahi bingung dengan kelakuan anak nya yang saat ini sedang geleng geleng kepala..


" lah.. Ngapa ni anak gue"


" kamu kenapa? Nggak usah di bawa pusing soal itu, nanti biar papa yang bujuk fandi menerima rencana kamu untuk segera menikahi kiara" ujar hendri


" nggak pah, dirga bisa ngatasin masalah ini.


Papa cukup lihat saja... Dirga sudah punya rencana" balas dirga yakin, senyum nya oh bukan senyum lebih tepat nya seringai nya muncul membuat keringat dingin menentes dari dahi hendri.


" kalau kata kamu bisa di atasi, papa cuma bisa dukung kamu" ujar hendri pasrah


" semoga lancar deh, fandi ini dari dulu nggak berubah " batin hendri heran.


Dengan berakhir nya sesi curhat antar anak laki-laki dan papa yang juga seorang laki-laki, maka dirga pun bersiap untuk memulai rencana nya..


Hari selanjutnya


Seperti yang sudah di rencanakan, dirga mencoba segala cara untuk membuat fandi luluh terhadap nya dan segera menyetujui rencana nya untuk menikah dengan anak kesayangan nya.


Mulai dari mengajak bermain golf dan memancing (sumpah dirga paling malas dengan rencana nya yang ini) , memberi koleksi buku kuno( yang ini apalagi ia bahkan harus mengeluarkan uang jutaan) hingga mengajak papa fandi ke sirkuit balapan mobil (kalau yang ini ia klop dengan fandi, malah fandi seharian menampilkan wajah sumringah) .


Tapi melihat fandi yang belum juga luluh terhadap nya membuat ia pun berpasrah dengan kesempatan terakhir nya .


Maka di sini lah dirga berada di depan fandi yang melihat ia seperti melihat hantu..


" kamu yakin nggak ada kerjaan?" tanya fandi sekali lagi


" iya, nggak ada pah" jawab dirga sabar


Dirga mengingat lagi perkataan kiara waktu mereka makan siang bersama.


" tapi di antara semua itu papa paling suka main catur, dan belum ada lawan seimbang coba kamu ajak main"


Maka dari itu Malam ini ia sengaja ke rumah kiara, ingin mengajak fandi main catur.


" papa ini jago main nya loh, kalau kalah jangan nangis ya" ujar fandi senang.


" tapi kalau papa yang kalah, dirga boleh ya minta sesuatu?" tantang dirga dengan senyum yakin nya.


" hooooo..... Kamu mau nantang, oke kalau kamu menang emang kamu mau minta apa?" tanya fandi Penasaran


" awas aja minta kawin sama anak gue"


" masalah itu bisa nanti lagi pah, yang pasti kita buktikan dulu siapa yang paling jago" balas dirga sombong

__ADS_1


" oke... Kita mulai"


Di ujung ruangan ada mama sarah, kiara serta kakek bagus , sedang mengintip kegiatan yang fandi dan dirga lakukan.


" mereka kenapa sih?" tanya mama sarah Penasaran


saat ini mereka bertiga seperti penguntit mengintip dan melihat dari jauh, padahal mereka bisa saja menghampiri dan ikut menyemangati dirga agar menang ( hoi... Kenapa bukan aku thor)


" papa tuh reseh mah, dirga izin mau kerumah dengan keluarga nya nentuin tanggal pernikahan malah di larang" adu kiara dengan nada jengkel


" emang si pertunangan kamu kan baru sepihak, jadi belum sempat ngomongin tanggal" ujar kakek bagus menimpali perkataan kiara


" nah itu, padahal dirga kan punya etikat baik untuk segera meminang kiara.


Papa gitu banget" ujar kiara tambah kesal


Pipi nya bahkan sudah menggembung lucu dengan mata mendelik ke arah papa nya yang sedang fokus main catur.


" papa kamu cuma belum siap melepas kamu yaya sayang" ujar mama sarah lembut.


Sarah sebisa mungkin memberi pengertian agar putri nya tidak marah terhadap papa nya.


" papa kamu sangat menyayangi mu, ia takut jika kamu akan melupakan nya dan lebih memilih suami mu nanti di banding diri nya.


Apa kamu tahu waktu kamu pergi dari rumah papa mu yang paling heboh bahkan langsung ingin menyuruh anak buah nya untuk mencari mu, tapi karena ada nak dirga yang mencegah akhirnya papa mu tidak jadi dan mencoba mempercayai dirga.


Papa mu yang paling sedih untung mama mu bisa menghibur nya" ujar kakek bagus melanjutkan apa maksud dari menantu nya.


Wajah kiara berangsur angsur berubah dari cemberut menjadi sedih, ia tahu jika papa nya sangat menyayangi nya.


Meski sering bertengkar karena masalah sepele tapi itu adalah cara papa nya untuk bisa tetap bisa berkomunikasi dengan nya.


Papa nya akan berubah menjadi keras jika sudah menyangkut tentang diri nya.


Baru masalah perjodohan ini lah papa nya tidak melawan, karena kiara yakin papa nya tahu seperti apa dirga dan juga sebenarnya setuju jika ia dan dirga menikah.


Dulu sekali waktu ia di sakiti oleh cinta pertama nya, papa nya lah yang memasang badan untuk membuat ia kembali menjadi kiara.


Melindungi nya dari pria asing dengan menyeleksi siapa orang yang akan berkenalan dengan nya.


" yaya juga sayang banget sama papa mah, kek" gumam kiara lirih


Kiara melihat papa nya dan kemudian tersenyum.


" loh.. kamu mau kemana ?" tanya sarah bingung saat melihat kiara berjalan santai mendekati dua pria beda usia yang sedang fokus dengan papan catur di meja.


" mau nyemangatin papa, biar kalah eh maksudnya biar menang hehe..." balas kiara dengan cengiran lebar nya.


" dasar anak itu " gumam sarah pelan namun bibir nya tersenyum


" apa papa mau menonton juga?" lanjut sarah bertanya kepada mertua nya yang saat ini sedang memperhatikan ke tiga orang di ujung sana.


" papa mau istirahat saja, kamu awasi mereka jangan sampai ada kekacauan khekhe " balas bagus kemudian terkekeh saat melihat kiara yang berdiri di belakang fandi dan memijat bahu fandi dengan heboh.


" serah kan kepada sarah, papa sekarang istirahat saja biar di sina sarah yang urus " balas sarah ikut terkekeh.


Sarah kemudian berjalan menuju arah suami, anak dan menantu nya yang sedang asyik bermain, setelah kakek bagus berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai bawah.


Di saat yang bersamaan


" oke kita mulai "


Maka di mulai lah permainan catur fandi VS dirga.


Fandi memulai lebih dulu dengan memajukan pion prajurit nya, di susul dirga yang menjalankan pion juga.


Permainan berlangsung dengan sengit karena baik dirga dan fandi tidak membiarkan lawan untuk memakan pion pion milik mereka.


" papa ayok semangat" seru kiara tiba-tiba membuat dua orang yang sedang fokus memikirkan jalan mana yang harus di ambil pun kaget dan menoleh ke arah kiara yang sedang jalan ke arah mereka.


" loh kok yank, bukan aku yang di suport" ujar dirga ngambek


" tentu saja kiara ini anak saya, pasti lebih mendukung saya ketimbang kamu" balas fandi songong, bahkan fandi memberikan senyum penuh kemenangan nya saat melihat dirgarong ( dirga garong) sebutan dari fandi menampilkan raut wajah kesal.


" rasakan.."

__ADS_1


" betul betul betul.... Papa ku yang paling tampan, mari kita kalahkan dirgaseh" timpal kiara jahil, mata nya melirik dirga dengan kerlingan menantang membuat semangat dirga kembali.


" loh... Bukan dirgaseh sayang, tapi dirgarong soalnya dia ini garong" bantah fandi kemudian tersenyum mengejek ke arah dirga yang dahi nya sudah tercetak persimpangan jalan kesal💢 karena kekompakan papa dan anak di depan nya saat mengejek nya.


" ahh... Papa memang benar sekali dia ini bukan dirgaseh lagi tapi dirgarong hahahah" ujar kiara menyetujui ucapan papa nya.


Fandi dan kiara pun ber tos lima jari mereka kompak meledek dirga di susul dengan tawa renyah kedua nya, tawa kiara sangat mirip dengan tawa fandi dan dirga pun mau tidak mau ikut tersenyum melihat kehangatan dari pasangan anak papa di depan nya.


Melihat nya membuat Ia jadi teringat papa nya di rumah , walau papa nya keras tapi ia tahu jika papa nya sangat menyayangi nya begitu pula mama tersayang nya.


Kiara melirik ke arah dirga yang ternyata sedang tersenyum ke arah nya dan papa nya, kiara pun membalas senyum nya dengan memeletkan lidah meledek membuat dirga pun mengubah senyum tipis nya menjadi senyum seram penuh janji.


" hiyyyyy.... Serem... Mudah mudahan nggak ada hal yang buruk terjadi setelah ini" batin kiara berharap


Sedangkan dirga sendiri membatin dengan aura mesum nya


" ohh.... Ada yang minta di hukum ternyata, enak nya hukaman apa ya"


Kiara kemudian berjalan ke arah punggung fandi untuk memijat bahu fandi dengan semangat .


" ayuk pah, kalahkan dirgarong...." seru kiara heboh.


Mereka asyik dengan kegiatan nya hingga sarah pun menghampiri mereka dan ikut nimburung menyemangati .


" ayok hubby kalah kan nak dirga, semangat" seru sarah tak kalah heboh, ia ikut serta memijat bahu suami nya dengan semangat.


" hey... Curang kenapa aku nggak ada yang menyemangati" ujar dirga berpura-pura kesal.


" rasakan, siapa suruh datang ke kandang singa. Terima lah kekalahan mu wahai anak muda muehehehe...." balas fandi bercanda dalam hati nya ia merasa bersyukur memiliki calon menantu seperti dirga walaupun di kenal orang luar sebagai pria yang sombong dan arogan nyata nya tidak seperti itu.


" oh.... Lihat saja ini wahai papa mertua, akan aku kalahkan engkau dengan jurus lenggendaris ku" balas dirga mengikuti fandi yang berkelakar.


Fandi tidak menyangka seorang dirga yang ia kira sosok kaku mampu membuat suasana ceria, Lihat saja dirga yang memasang raut wajah kesal di buat buat nya untuk menggoda anak nya yang saat ini sedang tertawa bahagia.


" apa boleh buat, seperti nya memang sudah seharusnya mereka disatukan" batin fandi sedikit tidak ikhlas.


"dalam mimpi mu" saut fandi jenaka


Maka sepanjang waktu pertandingan di isi oleh suara suara penyemangat dari kiara dan sarah, gerutuan dirga yang merasa di anak tirikan ataupun fandi yang akan balas mengejek gerutuan dari dirga.


Pertandingan pun di nyatakan remis antara fandi vs dirga karena mereka telah melewati 50 langkah dan belum ada yang terlihat mengalah.


" yah... Ini sudah ke tiga kali nya" seru fandi lesu, ia tidak menyangka dirga mampu mengimbangi nya


" lumayan juga garong satu ini" batin fandi tekjub


" jadi bagaimana ini pah " tanya kiara mewakili dirga,saat ini ia sudah berpindah posisi berdiri di belakang dirga.


" karena tidak ada yang menang berarti taruhan nya juga gagal" balas fandi santuy ia menampilkan senyum sepanjang permainan membuat kiara yang melihat nya ikut bahagia.


" karena saya tidak bisa mengalahkan papa sepertinya saya harus lebih sabar, bagaimana kalau besok kita tanding ulang" ujar dirga belum menyerah


" tidak bisa" balas fandi tegas


" loh kenapa pah" tanya kiara penasaran, jantung kiara sudah dag dig dug saat ayah nya sudah mengeluarkan suara tegas seperti itu bahkan dirga pun mempunyai firasat nggak enak..


" duh... Jangan bilang masih belum di izinin"


Batin dirga galau jantung nya ikut berdetak cepat seiring keterdiaman sesaat dari fandi


" karena...."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Karena apa om? Jangan suka ngegantungin sesuatu lah.


Nggak kasian sama author ya?


Ikuti terus kisah nya ya


Jangan lupa komentar dan klik jempol nya


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2