Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Bahas Acara tujuh bulan, kok jadinya????


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat.


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kediaman wicaksono


Saat ini kiara sedang main ke rumah nya di temani amira dan mami putri , jangan tanya Kenapa tidak bersama dirga... sebab suami nya sedang asyik bercumbu dengan proyek yang baru.


Kiara ngambek? Nggak kok... Kan hasil nya juga untuk masa depan, paling cuma sedikit kesal saja padahal niat nya ingin membicarakan masalah mandi siraman untuk tujuh bulan yang akan di lakukan di mansion wijaya.


Kok di adakan di mansion, Mama sarah nggak protes? Mama sarah nggak protes kok sebab sudah di bujuk.


Lagian kan sewaktu kiara dan dirga menikah pesta nya di sini, jadi mama sarah mengalah untuk acara tujuh bulanan nanti.


Kiara pusing deh kalau seperti ini, untung saja rumah yang dirga bangun akan segera rampung sebelum bocil mereka lahir kedunia, sehingga tidak perlu di rumah orang tua mereka lagi jika mengadakan acara yang melibatkan tempat besar.


" Sayang udah pernah foto maternity belum?" tanya mami putri semangat, menunjukkan handphone dengan layar menampilkan rekomendasi foto maternity.


" Belum sih mah....tadinya mau janjian sama elisa, tapi sayang banget elisa nya belum terlalu kelihatan masih 2 bulan sih" balas kiara lesu, ia fikir bisa sama sama dengan sahabat nya yang juga sedang hamil muda.


" Eh... Iya elisa juga lagi isi yah, gimana kabar elisa?" tanya mami putri semangat, sahabat anaknya sebentar lagi punya anak juga, dan tinggal 1 biji lagi yang belum laku.


" Elisa lagi payah payah nya tuh mih, drop banget ... Untung aku masih kuat yahh meskipun ngidam nya nggak masuk akal, tapi kalau mual muntah berhenti pas di usia bocil 3 bulan pas trismester pertama lewat" balas kiara mengingat cerita dari elisa ketika ia menjenguk elisa yang harus bedrest malahan di infus karena kekurangan cairan


" Alhamdulillah.... Aku kuat, makasih ya bocil nya mommy daddy" batin kiara bersyukur dengan tangan mengelus perutnya sayang.


" Ahaha... Iya mama masih ingat waktu kamu minta dirga manjat pohon di belakang mansion, ya ampun.... terakhir mami liat dirga manjat pohon ya waktu kabur dari rumah mau main nggak di izinin sama papa kamu" seru mami putri semangat, iya semangat banget kalau udah ngejulid anaknya sendiri.


" Haha... Itu nggak ada apa-apa nya tante sama yang waktu itu kita ke mall, pas mba kiara minta beliin baju lengkap sama manekin nya.


Lihat aja tampang mas dirga melongo nggak elit , mana nggak boleh orang yang bawa manekin nya harus gotong sendiri, eh ujung ujungnya si manekin di buang juga katanya serem pas di liatin lama lama....


Sumpah amira ngekek deh... Udah capek capek gotong kemana mana malah jadi sia-sia yang haqiqi, salut sama mba kiara bisa buat mas dirga nurut, wkwkwk... " ujar amira nggak kalah semangat kalau soal mengejek sepupu songong nya, tapi bang dirga baik juga sih kemarin ia dapat surat kepemilikan saham di salah satu perusahaan di bidang komunikasi tepatnya kartu telepon .


" haha.. Kadang mama suka heran, kenapa sih kamu kayak nya dendam gitu sama dirga? Giliran ngidam ke orang lain malah yang bagus bagus" tanya mama sarah heran melihat kiara yang juga sama herannya.


" Mana aku tahu mah.... Aku juga bingung, semenjak bocil belum di ketahui keberadaannya juga udah gini bawaannya. Mama kan tahu sendiri ceritanya." balas kiara apa adanya.


Kiara aja bingung apalagi yang menyaksikan,kalau udah gini siapa coba yang harus di salahkan?


( tuh author o2n yang sensitif banget sama gue, elah ga... Yang minta kan calon bocil lu sendiri)


" Tapi Mama salut deh sama dirga, sabar banget menghadapi kelakuan unik kamu, ngidam nya nggak kira kira.


Kalau mama nggak salah waktu itu kamu ngidam buah sawo kan? Tapi di cari kemana-mana nggak ada yang jual.


Eh.. Ujung ujungnya dirga rela pergi ke desa nuan cuma buat bawain kamu buah yang jarang di jual di supermarket " ujar mama sarah takjub saat mengingat perjuangan dirga 6 jam bolak balik dari kota ke desa, desa ke kota tanpa istirahat hanya karena kiara merengek minta makan sawo.


Lagian buah yang enak ada, nah si anak sebiji biji kesayangan maunya buah yang nggak umum.


" Udah nya yang di makan cuma setengah buah lagi, terus sisanya di bagi bagiin di kantor mas dirga" lanjut amira menimpali perkataan mama sarah yang memang benar adanya, membuat 4 orang perempuan yang terlibat gosip saat ini tertawa ngekek saat mengingat jika yang di ketawain saat ini adalah orang yang di kenal dunia sebagai orang sombong dan dingin, tapi nyata nya kalah dengan mahluk cantik bernama kiara arya wicaksono ( wijaya).


Ia juga ingat sih kejadian saat itu, padahal suaminya harus memimpin rapat.


tapi ia dengan wajah merengek seperti biasa nggak mau kalah dan keras kepala minta buah sawo harus segera ada, nggak pake orang yang beli atau ambil.


Kiara malu ngekek sendiri mengingat kelakuan absurd nya, suaminya benar-benar mencintai nya hingga apapun yang di minta tanpa perlu menunggu lama pasti ada dan terjadi.


__________


Hattcuuu....


" kenapa bos, flu?" tanya dani kepada bos nya yang bersin mendadak.


" Nggak apa-apa... Lanjutkan meeting nya" balas dirga lempeng padahal dalam hati sudah merinding seakan akan ada orang yang ngegosip dengan ia yang jadi topik nya


" anj....piiipp..siapa yang lagi ngomongin gue". Batin dirga dengan telinga panas seketika.

__ADS_1


____________


" Ya sudah.... mah semuanya, ini mau di lanjutin nggak bahas acara nya?" tanya kiara mengalihkan topik, ia takut telinga suaminya panas karena mereka membahas semua perbuatan nista darinya untuk suami tercinta yang sebenarnya memang sudah panas telinganya.


" Cieee.... Yang suami nya mah di belain yaaa" ledek amira menggoda kiara yang wajahnya sudah merah karena malu.


" Iih... Apasih, nuh di cariin raka. Udah gih jadian aja dari pada kirim pesan terus tapi nggak ada kelanjutan" balas kiara membongkar rahasia nya di hadapan mami putri yang kep...


" Eehh... Serius amira sama raka suka kirim pesan? Wah... Udah deh jadian aja raka baik kok" seru mami putri kepo


Iya... Mami nya dirga yang usil ratu tega ini emang mahluk paling kepo kalau menyangkut tentang keluarganya atau juga 2 sahabat dirga yang sudah ia anggap anak sendiri.


Dulu juga sewaktu sekolah di bangku SMA, ia tidak menyangka anaknya yang dingin dan sombong memiliki sahabat yang syukurnya hingga mereka memiliki usaha bersama tanpa ada perselisihan, meski terkadang kalau berkomunikasi suka pake kosa kata warna warni yang nggak ada di kamus bahasa.


" Ck... Nggak kok tante, apa sih mba kiara sok tahu deh... Kata siapa aku telpon telponan sama bang raka? Ngaco..." ujar amira gugup di sertai rona merah di pipinya, nggak sadar udah bongkar rahasia sendiri alias keceplosan.


" Nah... Siapa yang bilang telpon telponan? Kan aku bilang kirim pesan, wahhhh ketahuan suka telponan. Cieee... " balas kiara skakmat, sudah di bilang jangan debat kalau sama kiara bawel nya dirga yang nggak mau kalah.


" Eeh... Uh.. Kok malah ngebahas aku sih, kan lagi bahas masalah 7 bulan mba kiara nanti " ujar amira malu mengelak pernyataan kiara yang emang benar adanya.


Kiara kira sejak pernikahan bang faro sama mba elisa, 4 bulan yang lalu lah mereka mulai dekat.


" Tapi benar kata mama putri, nak raka baik kok meski sedikit blak blakan orangnya " seru mama sarah menimpali perkataan besan nya, ikut menggoda amira yang kelihatan salah tingkah


" Yaaaah mama sarah kok ikut ikutan.... Ngambek nih" seru amira ngambek membuat ketiga orang lainya yang mendengar nada ngambek tapi malu dari amira tertawa karena merasa gemas.


" Cieee.... Yang malu... Cwiwit... Cwiwit" goda kiara yang di sambut cuitan dari 2 mama kepo ikut serta menggoda hingga mereka melupakan pembahasan yang mau di bahas mengenai acara 7 bulan kiara nanti.


Untunglah masih ada waktu 2 minggu, tapi sebenarnya kakek nyetrik lebih dulu punya wacana untuk memulai acara selamatan nanti yaitu pengajian dan memberi santunan di yayasan sosial milik keluarga wijaya, selebihnya terserah para wanita inginnya seperti apa.


Apartemen dirga


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka dirga keluar dengan tubuh segar berbalut handuk di pinggulnya.


" Kamu lagi apa sayang?" tanya dirga saat melihat kiara yang sedang selonjoran membuka laptop miliknya sendiri.


" Lagi liat foto maternity yank, mami putri untung ngingetin aku tentang foto maternity" balas kiara


" Nggak seru yank, masa pake baju sih.. Kan kalau mau tinggal lepas aja nggak susah" balas dirga lempeng, tapi tetap menuruti apa keinginan bawel nya dari pada nggak di kasih icip lalu belok kearah lemari mengambil boxer seperti biasa tanpa atasan.


Grep


" udah nih, udah pake celana" bisik dirga sambil memeluk kiara dari samping, sedangkan kiara sendiri malah terkekeh kecil saat mendengar gumaman lucu dirga seperti....


" mana peyut nya tium dulu tium bocil daddy "


Dirga mencium berulang perut kiara yang tertutup baju tidur bahan satin berwarna merah maroon dengan ciuman ringan.


" Kamu mau foto maternity di mana?" tanya dirga setelah duduk di samping kiara yang sedang menyender di kepala ranjang dengan laptop di pangkuannya.


" Pantai yuk yank... Mau nggak?" tanya kiara balik dengan nada dan raut wajah berseri seri, memandang dirga dengan penuh harap


" Everything you want Dear..." balas dirga lembut modus mencium pipi gembil kiara yang semakin gembil.


" Yank...." panggil kiara lalu menutup laptop nya,sudah bosan dan juga kelamaan di depan perut nya nggak baik untuk janin, kemudian menghadap ke arah dirga yang juga mulai membuka laptopnya.


" hummm.... Kenapa?" tanya dirga ikut melihat ke arah kiara yang menatap nya serius membuatnya mengangkat alis sebelah Penasaran atau was was takut lagi ngidam yang nggak nggak lagi.


" jangan ngidam yang aneh... Jangan sampe" batin dirga berharap


" Menurut kamu raka gimana?" tanya kiara penasaran, membuat dirga melotot horor saat kiara membawa bawa nama raka di ranjang yang seharus nya hanya ada nama mereka saja apalagi saat sed..


( fokus ga nggak usah mikir yang mesum aja, apa sih thor curigaan aja)


Plak


" Is... Nggak usah gitu juga kali yank ekspresi nya, kamu mikir apa sih?" tanya kiara sewot setelah menampol pipi dirga dengan santai nya.


" Uukhh....pedes yank.."

__ADS_1


" Emang cabe pedes" sewot kiara cepat saat melihat dirga yang mengusap pipi korban tampolan nya dengan raut wajah menahan sakit


" Sakit yah yank.. Maaf yah, abis kamu nya sih... Orang nanya serius ekspresi nya gitu" lanjut kiara menyesal dengan tangan mengusap lembut pipi dirga yang sedikit merah


" abis di tampol paling enak di elus elus.." batin dirga sumringah melupakan pipi nya yang nyut nyutan saat merasakan usapan halus dari tangan kiara.


" Iya maaf sayang.... Kan aku kaget loh, masa tiba-tiba bahas si kampret sih? Aku takutnya kalau kedengaran orangnya nanti narsis karena kita ngomongin dia.


Lalu ada apa dengan raka yank?" tanya dirga setelah seperti biasa nge-julid raka yang langsung bersin di kamarnya sana.


" Nggak loh yank... Aku tuh cuma gemes aja antara amira sama raka, mereka itu sepertinya saling suka tapi nggak ada yang gerak " seru kiara semangat mode makcomblang on.


" Maksudnya?" tanya dirga belum mengerti


" Wah.. Gue ketinggalan berita apa nih?" batin dirga bertanya bin Penasarannya.


" Jadi itu yank bla... bla...bla.. " kiara sedang mengeluarkan jurus congorna bercerita dari awal sampai akhir hingga yang nggak penting juga di ceritain secara gamblang, tentang kedekatan amira dan raka yang terjalin 4 bulan lalu tepat setelah faro dan elisa menikah.


Dirga manggut manggut mendengar cerita kiara yang lebih mirip seperti gosip, karena kebanyakan kata sepertinya atau mungkin serta kata bisa jadi hingga dirga bertanya ini cerita atau pertanyaan kuis karena ada tiga kata pilihan yang di cetak tebal oleh author.


" Jadi gitu ceritanya?" tanya dirga mengerti, setelah kiara selesai bercerita dengan semangat ibu ibu gosip, sehingga dirga ikut jadi bapak bapak gosip.


" Iya yank... Menurut kamu gimana?" ujar kiara mengulangi pertanyaan


" Raka baik kok, meskipun aku tahu gimana bobrok nya dia tapi untuk keseluruhan raka punya nilai plus" balas dirga menurut segi pandangannya sebagai sahabat lama.


" Terus menurut kamu kalau mereka jadian bagaimana?" tanya kiara semangat karena dirga sudah kasih nilai plus.


Gyut...


" Itu semua terserah mereka yang menjalani sayang, kita nggak boleh ikut campur selain mendukung" balas dirga bijak dengan tangan menarik pipi kiara gemas karena rasa kepo istrinya yang hampir sama dengan mamanya tercinta.


" Gue lupa jauhin nyokap gue dari istri imut gue, kan ketularan" batin dirga nggak sadar sudah menjadi anak durhaka.


" Uukhh... Iya iya... Aku ngerti yank, aku tahu kok. Tapi aku cuma mau yang terbaik untuk orang-orang yang berharga buat aku loh yank" ujar kiara mengerti, memcebikan bibir nya lucu saat dirga menarik pipi nya gemas.


" Pokoknya kita boleh dukung, tapi nggak boleh terlalu mendorong jauh. Netral aja yank... Bisa kan?" tanya dirga yang di balas anggukan kepala oleh kiara dengan ekspresi masih menahan keinginan terpendamnya.


" dasar..." desah dirga sambil mengusap rambut kiara sayang, membuat kiara yang di usap pun keenakan, persis seperti kucing bahkan saat ini sudah ngusel ngusel wajahnya pada dada keras milik dirga.


" Hehe.... Main yuk yank..." gumam kiara di sela sela kegiatan mengusel ngusel wajah nya yang saat ini merambat ke ketiak dirga menghirup aroma khas dirga yang membuat bocil di perut nya menendang gembira.


" Eeh... Bocil nendang perut aku dari dalam yank.... Coba lihat " seru kiara heboh segera menyingkap baju tidur nya ke atas memperlihatkan perut dengan cap kaki mungil di permukaannya.


Dirga yang melihat nya segera mengambil handphone untuk di foto dan menyimpan nya segera setelah dapat.


" Kamu seneng yah...tadi denger curhatan mommy dan daddy?" tanya dirga menundukkan kepalan sehingga wajahnya sejajar dengan perut kiara yang sedang ada cap kaki bonus bergerak seperti nya di dalam sana bocil nya dirga sedang main bola karena senang dengan interaksi mommy dan daddy nya


" Uughh... Dia aktif banget, aku sampe kewalahan" desis kiara menahan sakit saat pergerakan bocil nya yang terlalu semangat


" Sstt... Bocil kesayanganya daddy jangan terlalu ubrek yah... Kasian mommy kesakitan" gumam dirga lembut mengusap perut buncitnya sayang


" Bocil bobok tampan aja Yahhh... Mommy juga harus istirahat" ujar dirga antara rela dan tidak rela melepas kesempatan icip icip yang tadi di tawarkan kiara kemudian mengecup perut kiara sekali lagi.


" Okay daddy... Kita bobok dulu yah...met bobok daddy" balas kiara dengan logat lucu khas anak anaknya lupa nawarin icip icip


" Ya sudah kamu istirahat duluan... Aku masih harus ngerjain sesuatu" ujar dirga, mengusap sisi wajah kiara lembut yang di balas anggukan ngantuk dari kiara


" Jangan kemana mana, di sini aja ya yank" ujar kiara manja membuat dirga mengangguk dan tersenyum, lalu mencium bibir kiara lama yang di sambut antusias oleh kiara yang langsung jatuh terlelap setelah dirga melepas ciumannnya .


" Mimpi indah sayang" bisik dirga mencium antara kening dan perut bergantian Dan mulai mengerjakan lagi pekerjaannya yang tertunda karena acara gosip bersama istrinya.


" Nggak jadi icip icip tapi bisa liat si bocil aktif di dalam sana, gue rasa harga yang setimpal..." batin dirga dengan senyum di bibir menutup malam hari ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah selanjutnya....


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya yaaa...


Serta vote dukunganya....

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2