Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Kabar buruk


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara berhenti mengerikan rambutnya, pada saat mendengar nada dering pada Handphonenya, Terlihat nama Mamanya di layar Handphone.


" Mama ...." gumam Kiara, kemudian menekan tombol hijau menerima panggilan


" Ya mah? "


" Kiara , Kakekmu sekarang di rawat di Rumah Sakit"


" Apa yang terjadi ? Bagaimana keadaan Kakek sekarang? "


" Penyakit jantungnya kambuh, sekarang sudah di tangani Dokter dan sudah masuk Kamar Inap "


" Oke , Kiara langsung pulang "


" Jangan , ini sudah malam. Besok pulanglah"


" Tapi ... Oke, pagi-pagi sekali Yaya berangkat."


"Jangan terlalu di fikirkan, istirahatlah. Oke bye sayang ."


" Baik Mah , Bye "


Klik


" Ya Tuhan , kenapa bisa seperti ini" gumam Kiara, Ia merasa ini adalah akibat Ulahnya


" Hiks .. hiks .. Kakek maafin Kiara " gumam Kiara di sela-sela isakannya.


Penginapan Dirga


Di kamarnya, Dirga baru saja mengakhiri panggilan telpon dari Calon Mertuanya, yang memberi kabar tentang Kakek Bagus masuk ke Rumah Sakit.


" Huuuufff ..... Cepat atau lambat permainan ini harus di akhir" gumam Dirga dengan perasaan resah.


Ini bukan hanya tentang kesehatan Kakek, tapi juga tentang perasaan Kiara kedepannya.


" Kenapa ada Drama seperti ini di kehidupan Gue? " gumam Dirga menahan emosi.


" Di saat Kiara udah membuka hatinya buat Gue . Kenapa Lu dateng lagi Brengsek "


Prang.....


Sebuah Guci yang menjadi korban kemarahan Dirga pun pecah, hancur berantakan.

__ADS_1


Di lihat dari cerita yang di terimanya, Dirga merasa jika Lelaki itu besar kemungkinan memiliki niat untuk mendekati Kiara lagi.


" Sial ..... Gue nggak tahu apa Kiara udah bener-bener move on belum dari Cowok Brengsek itu" ujar Dirga masih dengan emosi.


" Khe ... Mau nantang Gue? coba kita lihat Latar belakang Lu. "


Kemudian Dirga menghubungi Tangan kanannya, untuk mencari informasi tentang keluarga Wiratmadja.


" Jangan harap, apa yang seharusnya jadi milik Gue, bisa lu ambil sesuka hati Lu , nggak ada yang bisa nggak Gue dapetin. "


gumam Dirga dengan Smirk Evilnya.


Beberapa saat sebelumnya


Di sebuah rumah sakit besar milik swasta di kota S , di ruang UGD sedang di adakan Operasi yang di lakukan Tim Medis, untuk menolong nyawa dari keluarga pasien bermarga Wicaksono.


Lampu warna Hijau menyala, menggantikan Lampu Merah dan artinya Operasi telah selesai.


Cklek..


Pintu terbuka, lalu keluarlah Dokter Ahli yang menangani Operasi.


Melihat nya pun Fandi dan Sarah segera menghampiri Dokter tersebut.


" Bagaimana Papa saya Dok? " tanya Fandi, dengan raut wajah khawatir.


" Apa ini dengan keluarga Pasien? " tanya Dokter


" Baiklah , silahkan ikuti Saya . Kita akan membahas mengenai masalah ini dengan jelas di ruangan Saya" ajak Dokter y, ang segera di turuti oleh Fandi,


" Sarah, sabaiknya Kamu jaga Papa! "


" Tapi ..." Sarah ingin membantah, namun segera terdiam saat melihat Suaminya menggeleng melarang.


" Ikut Papa ke Ruang rawat, dan segera hubungi Kiara " perintah Fandi mutlak, membuat Sarah tidak bisa membantah.


" Aku mengerti" balas Sarah , kemudian berbalik untuk mengikuti brangkar Papa Mertuanya, yang keluar dari ruang UGD menuju ruang Inap VIP.


Saat sudah sampai di ruangan Inap Papa Mertuanya, Sarah pun segera mengambil Handphone di Tasnya, lalu menekan nomor Telepon milik Kiara dan segera menghubungi Kiara.


"Jangan terlalu di fikirkan, Istirahatlah sayang. Oke bye"


Cklek....


Pintu terbuka, dangan Fandi yang masuk di ikuti seorang Perawat.


" Sudah telpon Kiara? " tanya Fandi


" Sudah, besok pagi sekali Kiara pulang kemari" jawab Sarah, satu tangan memegang Handphone nya, lalu satu tangan lainnya memegang salah satu tangan Kakek, bagus yang tidak di Infus .

__ADS_1


Melihat Istrinya yang rapuh, Fandi memeluk bahu Sarah erat.


" Papa akan baik-baik saja, Dokter bilang ini tidak terlalu serius" bisik Fandi menenangkan.


" Ya tentu saja, Papa akan baik-baik saja" balas Sarah lirih.


Suasana ruangan pun Hening, hanya ada Bunyi Alat detak Jantung yang terdengar di ruangan tersebut.


Fandi dan Sarah larut dalam lamunan mereka.


" Kita harus beritahu Dirga " ucap Sarah tiba-tiba


" Apa maksudnya Sarah? " tanya Fandi heran


" Ini semua ada hubungannya dengan Dirga, Kiara dan Pemuda itu Hubby! " balas Sarah membuat Fandi, yang mendengarnya bertambah bingung


" Aku yakin jika ini ada hubungannya dengan pemuda itu Hubby " ujar Sarah.


" Pemuda siapa Sarah? apa yang tidak Aku tahu? " tanya Fandi menahan emosi dan rasa bingungnya.


" Kaisar .... Kaisar Wiratmadja " balas Sarah dengan suara berbisik.


Mendengar perkataan Sarah, membuat Fandi diam, dengan emosi yang menguasai hatinya.


" Maksud kamu Remaja tengik keluarga Wiratmadja dulu?" tanya Fandi, menekan nama keluarga Wiratmadja, yang di jawab anggukan pelan dari Sarah di depannya.


" Kenapa kamu nggak tahu aku Sarah? " tanya Fandi dengan Emosi.


" Aku pun bingung harus bagaimana By , Dia datang tiba-tiba dan Kakek menerimanya dengan begitu saja. Dan semuanya terjadi"


kemudian Sarah pun menceritakan, dari awal hingga akhir percakapan antara Kakek dan Kaisar.


" Dan Kakek melarang Kaisar, untuk menemui Kiara lagi tapi Kaisar menolaknya. Hingga Kakek mengusir Kaisar keluar rumah, lalu yang selanjutnya Hiks .. Hiks .." Sarah tidak tahan menceritakan kejadian selanjutnya, hingga isakannya terdengar menyakitkan hati seorang Fandi.


" Maafin Aku , Aku nggak seharusnya emosi seperti tadi" sesal Fandi, membuat Sarah menghambur kepelukan Fandi mencari kenyamanan untuknya.


"Jangan sampai Kiara bertemu dengan Kaisar lagi, apapun alasannya salah tetap lah bersalah" bisik Fandi kepada sarah, yang di jawab anggukan kepala pelan dari Sarah.


" Aku tahu bagaimana dulu Kiara mencintai Kaisar , tapi aku berharap kebaikan untuk anak ku. Aku nggak rela jika Kiara harus jatuh lagi pada Orang yang sama. Satu-satunya jalan terbaik adalah dengan cepat menyudahi permainan ini, dan segera menikahkan Dirga dan Kiara " batin fandi


" Kamu tenang aja, Kiara kita tahu apa yang Baik dan buruk Untuknya" Ujarnya menenangkan Sarah, yang sedang menangis di pelukannya.


" Kita hanya berharap, Kiara akan menerima dan mencintai Calon Tunangannya,sehingga Kakek tidak akan khawatir lagi" Lanjutnya, kemudian memandang ke arah Papanya, yang terbaring di ranjang pasien dengan Alat Medis menempel di Tubuhnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bagaimana iniii....


Nanti kan kelanjutan nya

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejak komentar nya lohhh serta jempol nya yaaa


Ariga thanks


__ADS_2