Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
THE WEDDING DAY ( last )


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Pesta selesai pukul 6 sore, meski masih ada beberapa tamu yang hadir.


Dirga dan kiara juga sedang istirahat di meja tempat sahabatnya berkumpul.


( kenapa nggak di kamar sih thor?, masih ada tamu ga, kan sudah gue bilang mayan amplop nya buat.., serah lu thor, heran gue mah sama amplop aja semangat bener, kan isi nya buat gue juga! )


" gila, nggak kelar kelar tamu yang dateng.


Pegel pegel dah lu dua pada" ujar raka heboh, dia aja yang kesana kemari tapi masih bisa duduk tenang pegel banget , apalagi pengantin baru yang nggak kelar kelar, salaman sama tamu yang jumlah nya bikin buku tamu nambah lagi.


" ini mah alamat nggak bisa malem pertama" batin raka memandang dirga kasihan.


" nggak usah sotoy kampret, yang nama nya hak dan kewajiban meski di jalani walaupun lelah melanda " ujar dirga sewot saat melihat tatapan kasihan dari raka yang ia pahami maksudnya apa.


Ckckckck..


Raka terkekeh di ikuti faro, sedangkan dua perempuan di samping nya bingung, tidak mengerti dengan perkataan dari dirga, tentang menyangkut pautkan hak dan kewajiban.


" ngomongin hak apa sih?" batin kiara dan elisa kompak


" ngomongin apa sih yank?" tanya kiara dengan raut wajah Penasaran nya yang terlihat imut, bahkan tangan kiara menarik narik kecil lengannya yang jas-nya sudah ia lepas, sehingga menyisakan kemeja hitam yang membuat nya nampak gagah meski tampan nya sudah semrawut.


" nggak apa-apa sayang, biasa lagi ngomongin soal karyawan di bar" balas dirga mengelak dari pertanyaan kiara, yang sesungguhnya jika di jawab akan menimbulkan pro dan kontra terhadap para mblo ngenes di luar sana.


" malam pertama coy, malam pertama"


" Oh... Kirain aku apa?" ujar kiara tanpa curiga sedikit pun, alhasil raka dan faro yang mendengarnya mesti harus menahan kekekan lanjutannya.


Elisa sih curiga, tapi saat dirga menjawab tentang karyawan ia jadi mengerti, yah.. Meskipun mengerti nya bukan mengerti yang di maksud oleh trio strong kita.


" gajian karyawan kan, hak dan kewajiban juga" batin elisa positif thingking menganggukan kepala mengerti.


Puk..


" kenapa ngangguk ngangguk gitu kepala nya?" tanya faro menepuk kepala elisa yang sedang mengangguk persis seperti boneka yang ada di dashboard mobil milik raka.


( ja'at nya pacar ndiri dikatain boneka dashboard, lah.. Yang nulis kan situ?)


" nggak apa-apa, hehe " balas elisa kemudian terkekeh saat faro iseng mencubit pipi nya


" dasar" gumam faro menggeleng kepela singkat, setelah melepas cubitan di pipi sipit gembil kesayangan nya.


Yang jomblo jangan res...


" terus... terus aja bermesraan se-akan akan gue ini mahluk tuhan paling tampan tak kasat mata" ujar raka sebel saat melihat pasangan pengantin dan calon pasangan pengantin di depannya malah asik bermesraan, tanpa melihat dia yang jomblo tanpa ada yang menemani.


" cewek yang tadi kenalan ada berapa yah?"


Batin raka mengingat lagi jumlah cewek yang sempet main lirikan nakal dengan nya.


(bukannya lu bilang mau tobat ya ka? Rencana nya gitu thor, tapi belum ada yang bisa bikin kokoro doki doki gimana dong?, serah lu ka)


" maka nya cepet cari yang bener-bener pas di hati lah kampret, lu mau kita berdua udah punya cucu sedangkan lu baru nikah hem?" tanya dirga seperti biasa kalau nggak bikin raka emosi bukan dirga nama nya.


" bang...."


" oit....di larang memaki di hadapan ratu istana gue, lu mau jadi gembel hah? " tegur dirga menyela ucapan raka yang pasti nggak jauh jauh dari kebun warna warni nya.


" ck.. Sotoy maksud gue bukan bangs**t, tapi bang oyib nggak pulang pulang udah 3 kali lebaran" ujar raka mengelak pernyataan dirga yang benar adanya, tapi tetap aja nyebutin kata makian nya.


" itu lu bilang bang***t heh bangke" balas faro menampol kepala raka pelan yang di tanggapi raka heboh dengan sengaja.


" akh... Sakit, sendiri nya juga bilang ba****t dasar ban****t , elisa lihat tuh faro ngomong ba****t dan ngomong kasar sama aku, kiara juga liat tuh mamas dirga nya ngebully aku" ujar raka sok menyedihkan, ngadu dengan lebay nya kepada dua perempuan yang malah terkekeh karena obrolan ngaco dari lelaki kesayangan di depan nya.


( heran, kenapa ba****t di bawa bawa sih?).


" dasar... kamu juga sih raka, kan nggak boleh loh ngucapin kata kasar seperti itu" ujar kiara memarahi raka yang langsung cemberut karena merasa tidak di bela


" tapi kan itu cuma contoh" gumam raka ngedumel membuat faro makin ingin menampol kepala raka dengan tenaga dalam nya.


" sama aja bambank, yang jelas nggak boleh memaki kalau ada bini gue di hadapan lu.


Ngerti nggak?" ujar dirga menjawab dumelan raka


" kamu juga sayang, jangan gitu sama sahabat sendiri.


Jangan suka bla. Bla.. Bla.." ujar kiara panjang sekali, sehingga dirga dan semua yang mendengar nya hanya bisa menatap kiara dengan raut wajah pasrah.


" nggak bakal kelar ini pasti ceramah nya" elisa

__ADS_1


" itu istri nya dirga kan?" faro


" mesti cari sesuatu nih buat nyumpel" dirga


Sambil celingak celinguk nyari apa aja yang bisa di pakai buat menyumpal bibir bawel nya.


Yah... Meski ingin sekali menyumpal nya dengan bibir sendiri, tapi melihat penggangu berupa sahabat edan di depan nya yang pasti reseh, jadi ia hanya mampu menyumpal kiara dengan kue yang kebetulan ada di atas meja mereka saat ini.


Dan happ..


Alhasil kiara yang sedang asyik memberikan ceramah nya harus berhenti, dan mengunyah kue yang di suapin dirga tadi.


" nyom.. Nyamm.. Ja'at ih, kan ak.. Nyam..aku"


" telen dulu sayang, baru nanti di lanjut" sela dirga sebelum kiara mengeluarkan lagi untaian kata yang menyejukan kalbu.


Kiara menurut meski cemberut.


Dari mereka berempat hanya raka yang tidak komentar dalam hati, tapi jangan salah meski tidak dalam hati dirga melihat jelas jika raka tersenyum mengejek ke arah nya seakan bilang " emang enak di ceramahin istri sendiri?", membuat dirga pun harus menahan untuk tidak mengeluarkan lahar panas nya untuk menyembur wajah songong minta di gampar milik raka.


Skip


Pukul. 20,35 wks


Acara benar-benar selesai, dan keluarga nya pun sudah tidak menerima lagi tamu yang akan datang.


Kini pasangan pengantin kita sedang duduk santai maksudnya benar-benar santai bersama keluarga besar nya di ruang keluarga yang lumayan luas milik keluarga wicaksono.


Mereka semua sedang mengobrol sambil melepas lelah, hanya keluarga sedangkan sahabat nya sudah pada pulang ke alam masing-masing.


( buka amplop ya? Bukan, amplop mah nanti pas lu udah tidur. Aih... Ja'at nya)


" jadi rencana nya kalian besok langsung pergi bulan madu?" tanya kakek bakrie kepada dirga dan kiara yang duduk rendengan di sofa panjang dan di sampingnya nyempil amira, yang sesekali nyolek tangan dirga menagih janji nya.


" iya kek, lebih cepat lebih baik " balas dirga ambigu.


Semua yang mendengar ucapan tentu saja memiliki pemikiran masing-masing seperti


" lebih cepat lebih baik, lebih cepat punya cucu" para kakek


" lebih cepat lebih baik, lebih cepat masuk kerja" para papa


" lebih cepat lebih baik, lebih cepat bawa oleh oleh" para mama


Dirga mengernyit dahi bingung saat melihat aura yang di keluarkan masing-masing berbeda dari orang yang sedang memandang nya.


" oke, kalau gitu rencana nya mau sampai kapan?" tanya kakek bagus


Berharap agar pulang nanti siapa tahu saja, cicit nya sudah lahir ke dunia, siapa tahu lohhh...


( kek.. nyebut kek, mereka baru aja ijab qobul loh)


" belum tahu kek, tergantung kiara aja.


Tapi kalau dirga sih cuma punya waktu paling lama 2 minggu.


Masih ada proyek yang belum selesai" balas dirga seadanya, sebab kiara dan keinginannya siapa yang tahu, bilang nya 1 bisa jadi 5 jika sudah minta sesuatu.


" hem... Gitu, ya sudah besok kita antar ke bandara" ujar kakek bagus mengerti.


" besok jadi pakai jet nya ga?" tanya hendri, saat dirga punya rencana memakai jet pribadi nya.


" nggak pah, nih si bawel minta yang umum aja, biar seru katanya" balas dirga melirik kiara yang cume bisa cengengesan saat papa nya menanyakan tentang kendaraan mereka nanti.


" iya pah, yaya mau yang biasa aja, biar lebih romantis, hihi" ujar kiara menimpali perkataan dirga yang benar apa adanya.


" ya sudah, tapi kalian harus hati-hati loh" ujar mama putri memaklumi kelakuan menantu antik nya.


Di mana-mana, cewek mau nya yang mewah, nah menantu nya lebih suka kesederhanaan.


" menatu idaman ku "


" baiklah, sudah larut.


Hari ini semua lelah, sebaiknya kita semua sekarang istirahat, karena besok kita juga harus mengantar dirga dan kiara ke bandara" ujar mama sarah menutup pertemuan keluarga di akhir acara pernikahan dirga dan kiara malam ini, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul. 22.35 wks.


Memang yah... Waktu cepat berlalu jika sambil Mengobrol seru dengan keluarga.


Di kamar pengantin


( aih... Bisa ngintip dong gue?, loh thor kok di sini, Katanya mau lihat buka amplop?, emang udah pada di buka amplop nya?, iya tuh di ruang sebelah. Oke... Gue tinggal bentaran ya)


Author ****, mau mau nya di kibulin


Dirga sedang duduk di atas ranjang milik kiara, yang artinya milik ia juga hari ini. Hehehe...

__ADS_1


Sedangkan kiara sedang duduk di depan cermin, sambil melepas satu per satu aksesoris yang ada di kepala dan tubuh nya.


Ketika ia memegang kalung yang ada di leher nya, seketika ia teringat akan cerita di balik kalung ini.


" di jaga yah, ini dari nenek mu dulu. Nenek bilang harus di kasih ke yaya kesayanganya nenek waktu yaya menikah"


Hem.. Benar sekali, ini kalung dari nenek kesayanganya yang di titip kan ke mama tercinta nya.


Grep..


" ada apa hemm?" tanya dirga berbisik, memeluk tubuh kiara dari belakang membuat kiara tersentak kaget, ia lupa jika ada dirga di kamar nya.


" nggak ada apa-apa kok, aku cuma inget nenek, soalnya ini kalung dari mendiang nenek aku" balas kiara pelan, berusaha agar tidak sedih saat mengingat nya.


Melihat kiara yang menahan rasa sedih nya dirga pun semakin erat memeluk kiara, dengan sesekali mengecup pundak kiara berulang dan lembut.


Kiara merasa sedikit geli saat mendapat kecupan di pundak tanpa ada baju yang di menutupi , meski bukan yang pertama di perlakukan dirga seperti ini tetap saja ia malu dan merona.


" mandi dulu gih, terus itu bobok istirahat. Besok kan kita ada perjalanan jauh" ujar dirga lembut, setelah berhenti mengecupi pundak dan leher kiara yang masih tetap harum dengan aroma citrus nya meski sudah seharian berkeringat.


" um... Oke" balas kiara pelan,


Dirga menjauhi kiara, balik menuju ranjang nya sambil melepas dasi yang masih setia melingkar di leher nya.


Kiara berdiri dan menuju kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi setelah membawa pakaian ganti nya.


Blam..


Dan meninggalkan dirga yang saat ini sedang membuka handphone milik nya, melihat beberapa pesan ucapan selamat dari beberapa relasi nya di luar negeri yang tidak sempat datang, lalu juga dari sahabat edan nya yang masih sempat menggoda ia dengan candaan receh nya tentang malam wik wik dan pecah telor nya.


" bangke, bikin orang kepikiran aja" gumam dirga pelan


" ga..."


Mendengar suara kiara yang memanggil nya dari arah kamar mandi, dirga pun mengerutkan dahi nya Penasaran.


" kenapa sayang?" tanya dirga masih di atas ranjang belum beranjak sedikit pun.


" sini dulu ga" ujar kiara, mengundang senyum aneh dari dirga, menganggap ini adalah undangan pelepas dahaga nya selama 3 minggu.


" wah.. Lampu ijo"


" iya" balas dirga singkat menyembunyikan perasaan senang nya.


Tok.. Tok..


Ceklek


Pintu terbuka dari dalam setelah dirga mengetuk nya.


" kenapa sayang?" tanya dirga mengulangi pertanyaan nya tadi.


" bantuin aku" ujar kiara ambigu, membuat dirga menaikkan sebelah alis nya sebagai ganti kata tanya " apa"


" turunin sleting nya" ujar kiara dengan tubuh berbalik membelakangi dirga, menunjukkan apa maksudnya.


" Oh..( Kirain apa) " gumam dirga sedikit kecewa.


Dirga kemudian melangkah mendekati kiara di depan nya yang saat ini sedang memunggungi nya, lalu mengangkat lengan nya dengan jari menarik resleting ke bawah.


Saat jari nya tidak sengaja mengenai kulit punggung kiara seketika dirga ingat dengan kiriman pesan dari amira, yang membuat nya harus rela berolahraga sendiri.


Glek...


Dirga menelan slavia nya gugup saat bisa merasakan sendiri betapa halus nya kulit punggung milik istri nya saat ini.


" *bangke, ini sih bukan halus lagi tapi licin banget"


" emhh....."


Deg*...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Eh... Apa itu?


Wah... Author di tipu dirga, minta di kerjain nih si songong


Ikuti terus kisah nya yaa..


Jangan kemana mana


Jangan lupa juga jejak komentar dan klik jempol nya


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2