
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Suasana di kamar dirga hanya terisi dengan suara musik dari speaker Bluetooth milik dirga.
Kiara masih terdiam, sedangkan dirga sedang memejamkan mata dengan wajah mendongak ke atas.
" jadi sayang, ada apa datang menemui ku di sini?" tanya dirga masih tetap di posisi semula
" dani yang ngasih tau nih pasti, sial..."
Batin dirga kesal
Dani yang sedang mengetik sesuatu di laptop nya tiba-tiba meremang,
" ya ampun perasaan ini muncul lagi, apa kah ini cinta ehhh "
Becanda maksudnya bukan begitu.
di ulang ya
" ya ampun sepertinya ada setan lagi ngomongin gue"..
( khiik.... Betul sekali dani)
Dirga kesal bukan karena kiara menemui nya, tapi kesal karena kenapa pula waktu ia ada di sini?.
jika ia tahu kiara mau menemui nya, kiara hanya perlu tekan tombol untuk menelpon nya dan ia akan dengan senang hati menemui kiara di mana pun tempat nya asal jangan di tempat seperti bar ini.
Ia takut sewaktu kiara berkeliaran di bawah dan mencari tentang di mana keberadaan nya, akan ada banyak pasang mata yang melihat kiara seperti melihat daging steak mahal yang terlihat lezat di pandangan mereka.
" kamu tahu dari mana aku di kamar sini?" tanya dirga ( lagi) saat kiara belum menjawab pertanyaan nya.
Dirga berusaha menahan rasa posesif nya, bagaimana pun bar itu tempat kumpul nya lelaki yang butuh hiburan ia tidak mau milik nya di lihat oleh orang lain.
" um... Ada raka di bawah " jawab kiara pelan
" huufft.... Seenggaknya ada raka"
" kamu masih nyimpen nomor aku kan sayang, kenapa nggak telpon aku aja biar aku yang datengin kamu?" tanya dirga dengan nada rendah nya.
" eh... Kok dirga marah"
" kamu nggak suka aku nemuin kamu di sini ga?" tanya kiara sedih.
Mata nya berkaca kaca melihat dirga yang acuh dan bicara pada nya dengan nada rendah seperti sedang menahan marah.
" akh.... Bukan nggak suka sayang, tapi... "
Hiks hiks...
" ya lord kenapa nangis, ck..... Sial"
Kiara yang mendengar nada keras dari dirga saat menjawab pertanyaan nya tidak tahan dan akhirnya menangis..
Hiks hiks
" shit....." umpat dirga kemudian bangkit berdiri menghampiri kiara yang ada di sofa panjang sedang menutup wajah nya dengan dua telapak tangan nya.
Hu hu... Hiks..
Grep
Puk... Puk...
" ssstttttt.... Maafin aku bukan maksud aku bentak kamu sayang, maaf.
Aku bukan nya nggak suka kamu nemuin aku di sini, tapi aku nggak suka kamu ada di tempat seperti ini" jelas dirga lembut
" serigala bentuk manusia lebih mengerikan" , dirga memeluk kiara dengan tangan menepuk dan mengusap kepala serta punggung kiara lembut.
Hiks...
" shhuuusttt.... Udahan dong yank , kan aku sudah minta maaf"
( kenapa lu yang minta maaf lagi ga? Ck... Udah gue bilang cowok tuh makhluk tuhan yang selalu salah)
" kenapa kamu mengumpat?
kamu takut aku mergokin kamu lagi sama cewek lain ya di sini, aku nggak boleh tahu tempat ini biar kamu bisa selingkuh dengan nyaman kan, kamu mau bawa cewek lain biar aku nggak tahu kan, kam... Hmpp enghhh uumhhhhh"
Cerocosan kiara berhenti di gantikan dengan desahan tertahan, karena dirga yang sudah nggak tahan liat tingkah laku bawel kesayangan nya yang sangat ia rindukan ini .
Kiara yang ngeromet panjang lebar nggak akan berhenti sebelum sesuatu menyumpal mulut nya.
Yah.... Berhubung nggak ada kue kesukaan bawel nya di sini jadi jangan salahin Dirga kalau ia menyumpal nya dengan bibir nya sendiri.
Tadi nya mau di sumpal pake tangan sih, tapi sayang banget kan mending bibir nya saja yang kebetulan sudah lama di anggurin yang di gunakan untuk menyumpal bibir manis kiara nya.
( sumpah author padahal sediaan keripik kentang kesukaan dirga loh di meja deket sofa, ini sih pasti akal akalan dirga yang mesum nya nggak ketolongan aja. Wkwkkwkw tau aja thor).
" enghh....."
Dirga mencium kiara dengan ganas, menyalurkan rasa rindu nya dan juga untuk menekan rasa posesif nya.
Tangan nya yang semula ada di punggung merambat naik ke tengkung kiara dan menekannya untuk memperdalam ciuman nya.
Deg deg...
Ah... Ternyata Jantung kedua nya berdetak sama kencang nya.
Kiara menerima ciuman dirga dengan perasaan senang, ia bisa merasakan rasa posesif dari ciuman dirga kali ini.
Boleh kah ia berharap dirga sangat takut kehilangan nya?
__ADS_1
" aku senang jika itu kamu ga yang jadi tunanganku, i love you my arogan fiance"
Seperti biasa jika bukan kiara dulu yang memberi kode, dirga tidak akan melepaskan ciuman nya.
Muaaaahhhh
Bunyi decakan bibir yang terpisah menjadi tanda berakhirnya pergulatan bibir mereka kali ini.
" masih belum biasa yank... Hi hi" tanya dirga dengan kikikan tampan nya, meledek kiara yang sedang meraup O2 sebanyak banyak nya.
Kalau biasa nya kiara akan menampol dirga kali ini tidak,
Kiara melihat dengan senyuman bahagia nya saat melihat dirga yang terkikik senang.
" maafin aku ya ga" ujar kiara tiba-tiba membuat dirga yang sedang terkikik berhenti dan melihat kiara dengan pandangan sayang.
" untuk apa hmmmm?" tanya dirga lembut jari nya ia gunakan untuk menyingkirkan anak rambut di sisi wajah kiara dan ia sematkan ke belakang telinga kiara.
" aku bersikap ke kanakan lagi,
Aku egois karena nggak kasih kesempatan untuk kamu menjelaskan, malah aku ngejauhin kamu"
Ujar kiara dengan nada menyesal nya.
Bibir kiara melengkung ke bawah menatap dirga dengan mata khas nya puppy eyes lebih tepatnya.
"ugh..... Mata itu lagi"
Dirga tidak tahan untuk tidak mencubit pipi gembil milik kiara yang terlihat enak untuk di makan( eh...)
Maksudnya untuk di aniaya (loh)
(ck... Bicik ih)
Gyuuut.
" iya aku maafin" jawab dirga lembut dengan menggerakkan cubitan nya kekanan dan kekiri, membuat senyum kiara terbit dengan indah nya.
" beneran.... Cius" tanya kiara imut
" ne... Cius" balas dirga mengikuti tingkah lucu dari kiara menuai kikikan senang dari bawel kesayanganya.
" eh.... Ini lagu dari Spanyol itu kan?"
Tanya kiara keluar dari pembahasan saat mendengar lagu dengan bahasa asing yang terdengar tidak asing di telinga nya.
" kenapa lagu lagu punya kamu hampir sama dengan lagu lagu di handphone aku?"lanjut kiara bertanya dengan Penasaran.
" iya ini dari Spanyol...., dih... Emang aku suka, aku (nggak) ngikutin tuh" dirga menjawab satu per satu pertanyaan kiara yang malah melenceng dari masalah mereka berdua.
" seenggak nya lu udah bisa balik ke bawel gue yang dulu"
" ini lagu nya makna nya dalem banget loh ga, bagi yang punya cinta sejati cocok deh"
Dan kiara pun melanjutkan celotehan nya tentang lagu ini dan itu.
Dirga bangun dan berjalan menuju handphone nya kemudian menghentikan lagu yang sedang di putar menuai pekikan protes dari bawel cerewet yang dari tadi tidak berhenti bicara.
" yahh... Kok di matiin sih, bhuuuu nggak seru" sebenarnya kiara sengaja mengalihkan pembicaraan keluar dari topik agar suasana mereka berdua tidak terlalu canggung.
Bisa bisa nya mereka berciuman nikmat di saat mereka masih ada salah paham yang belum di luruskan
( ckck.... Apa kata gue, bahas masalah dulu baru nanti bermes..... Beletak... Ber... Ber.. Berisik thor . Aih.... Kiara malu)
"sekarang serius, yuk kita bahas masalah kita dulu" ujar dirga kini wajah nya sudah mulai menampilkan ekspresi serius nya, membuat kiara gugup seketika.
" uh... Oke" jawab kiara
Hampir sama dengan cerita yang di ceritakan keluarga nya, dan kiara mendengar nya dengan perasaan bersalah.
" aku nggak mau maksa kamu, itu sebabnya aku selalu tanya alasan kamu berada di desa. Tapi kamu sama sekali nggak bahas"
Ujar dirga mengakhiri alasan nya berbuat seperti itu kepada kiara.
Walaupun sudah mendengar dari keluarganya tetap saja kiara tidak bisa tidak menitikan air mata dan rasa haru serta bahagia nya.
Dirga nya mencintai nya bahkan sebelum bertemu keluarga dan belum tahu jika ia adalah calon tunangan nya.
" kanapa kamu nggak kasih tahu aku dari awal" tanya kiara dengan pertanyaan yang sama saat ia menanyakan alasan dirga kepada keluarga nya kemarin malam.
" gila aja yank, mana ada lelaki datang tiba-tiba lalu bilang hai aku tunangan mu, mau kan nikah sama aku di hadapan cewek yang sama sekali tidak tahu bahwa sebenarnya lelaki itu adalah benar tunangnya.
Yang ada nanti di gampar" balas dirga panjang lebar
" lagian juga kamu kan nggak setuju dengan perjodohan itu.
kamu emang sih nggak nolak aku sebagai dirga, tapi kamu kan nolak aku sebagai tunangan bahkan sebelum bertemu aku" lanjut dirga sedih
" ngenes nya gue, biasa gue yang nolak nah sekarang gue yang di tolak"
" abis kakek maksa aku ga, coba kakek mempertemukan kita dulu baru bilang mau di jodohin pasti aku nggak akan menghindari.
Aku tuh mau nya kenal dulu baru deh kesana nya terserah yang kuasa" ujar kiara beralasan.
" lalu kalau itu bukan aku gimana?" tanya dirga skakmat membuat kiara diam tidak bisa berkutik.
" ugh.... Kalau itu bukan kamu. Emm" kiara hanya bisa memberikan senyum canggung karena tidak bisa menjawab pertanyaan susah dari dirga.
" laaaahhh.... Kamu sendiri kalau ternyata bukan aku tunangan kamu gimana?" tanya balik kiara nggak mau kalah.
" hayokkk... Mau jawab apa"
" kalau aku sih tetap menghormati keputusan keluarga sebelum menolak nya, walaupun nggak setuju ya nggak sampai kabur dari rumah dan bikin keluarga khawatir segala macem" jawab dirga dengan santai
Jleb
Tapi bagi kiara yang mendengar nya serasa ada tombak menembus jantungnya.
__ADS_1
" kamu ngomong nya santai kok ngena banget ya di hati aku" ujar kiara sewot.
" dih ngerasa..." balas dirga dengan seringai megejek nya.
" khikhuhuhu....dasar bawel"
" pinter ngomong ya.... Dasar" jawab kiara pasrah
" oh iya kamu kan bilang kalau kamu suka sama aku saat pertemuan pertama, kalau misalnya yang bertemu kamu bukan aku gimana, tidak ada insiden hampir nabrak itu bagaimana ? Apa kamu akan menyetujui perjodohan itu?" tanya kiara penasaran.
" emmm.... Sebenarnya aku dari awal emang nggak mau nerima perjodohan ini sih, tapi karena itu kamu aku jadi menerima nya" ujar dirga jujur.
" jadi kalau itu bukan aku kamu bakalan nolak ga?" tanya kiara kaget
" yup.... Bukan nya aku bilang yang aku cintai itu kiara yang aku temui di kota Y, bukan hanya kiara yang di jodohin sama aku" jawab dirga mantap
Deg.. Deg..
" ahhh.. Aku meleleh"
Kiara merona mendengar pengakuan jujur dari dirga.
" apasih" ujar kiara salah tingkah mencubit lengan dirga kuat
" ouchh.... Kok di cubit"
"orang mah di cium ini malah di cubit susah loh bilang kata kata manis seperti tadi"
Dirga meringis merasakan betapa syahdu nya cubitan dari kiara yang saat ini malah memasang wajah cengengesan nya saat melihat ia mendesis sakit.
" abis kamu sekarang udah pintar menggombal" ujar kiara dengan raut wajah masih cengengesan nya.
" cuma untuk kamu sayang" balas dirga dengan nada menggoda.
" ugh.... Hentikan, jangan pasang raut wajah seperti itu" ujar kiara sebal
" wajah seperti apa" tanya dirga menggoda.
Ia memajukan wajah nya ke arah wajah kiara yang sudah merona malu, hingga hanya ada jarak bebarapa cm yang tersisa.
" ugh.... Jangan dekat dekat" ujar kiara.
tangan nya nemplok dengan indah di wajah dirga dan mendorong nya agar menjauhi wajah nya .
" jangan deket deket nanti jantung aku tercyduk sedang berdetak kencang"
Batin kiara.
" hahaha...."
Dirga tertawa atas perlakuan kiara yang manis menurut nya,
" nggak perlu ngejelasin sampe nangis kelojotan seperti di drama, karena ini gue seorang dirga mahesa wijaya bukan seperti tetangga sebelah yang suka ngedrama"
( hei dirga kamu nyinggung siapa? Mau tahu thor? buatin adegan plus plus dulu dong wkwkw)
" jadi kita udah baikan nih?" tanya dirga tiba-tiba serius bahkan tawa nya hilang dalam sekejap.
" um.... Kita baikan" jawab kiara dengan kepala mengangguk imut dengan senyum gigi kelinci nya sehingga lesung pipi nya terlihat jelas.
" makasih ra, kamu mau denger penjelasan aku. Lain kali ingat ya, kita jangan pernah lagi lari dari masalah.
Dan kalau ada salah paham harus langsung di selesaikan .
Aku mau apapun yang terjadi kamu harus terbuka sama aku. Promise." ujar dirga lembut
" ne... Promise " balas kiara cepat.
Mereka terdiam saling lihat dan tersenyum , membuat suasana pun hening.
" wo ai ni ( aku cinta kamu) " ujar dirga tulus
" wo ye ai ni (aku juga cinta kamu" balas kiara juga tulus.
Kiara segera menghambur memeluk dirga sekuat tenaga sehingga dirga pun terjengkang kebelakang
" aih... Untung ngejengkang nya di sofa coba kalau di ranjang... Eh"
( ga.... Tadi nya mau buat adegan plus plus tapi lu nya udah omes duluan jadi males gue. Ya thor jangan gitu dong)
Kiara tersenyum dalam pelukan dirga, kemudian lebih mengeratkan pelukan nya membuat dirga pun terkekeh meski nafas nya sudah sesak akibat pelukan maut kiara.
" makasih dirga ku, aku nggak perlu banyak bicara tapi kamu tahu apa yang aku fikirkan.
Kamu yang terbaik untuk aku, aku harap selama nya kamu ada untuk aku."
" cinta tahu kemana harus pulang"
" aku cinta kamu ga"
" aku cinta kamu ra"
" selama nya"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hati ku Ambyar ga,
Terus ikuti kisah nya ya
Jangan lupa jejak komentar nya dan klik jempol nya ya
Vote dukung aku juga hihi
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1