
Maaf atas typo nya
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara menunggu Dirga, dari ia tiba di lapangan sampai Ia selesai mengikuti semua kegiatan persiapan Festival. Namun, hingga sekarang Dirga belum juga menunjukan batang hidung nya.
Kiara khawatir dengan keadaan Dirga, ingin Menelpon namun Ia tidak membawa handphone nya dan menyesal pun akan percuma.
" Padahal hari ini rencananya mau ngabisin waktu sama Dia, tapi kenapa Dia nggak kesini ya?" gumam Kiara, yang saat ini sedang melihat lagi berbagai persiapan Festival untuk besok.
Kiara manyun, sedikit kecewa karena tidak adanya sosok Dirga yang selalu menjahilinya, bahkan kelapa muda di tangannya pun Ia abaikan.
" Dirga nggak pernah kasih tahu aku Dia tinggal dimana, Ra Ra ... Katanya udah mulai suka,masa hal sepele gini aja nggak tahu, dasar payah" Dumelnya pada diri sendiri,
Pak Teguh yang melihat Nonanya ngeromel sendiri pun heran
" Kenapa Non? " Tanyanya penasaran
Kiara melihat Pak Teguh lama, kemudian menimbang-nimbang apakah Ia perlu bertanya atau tidak, tentang dimana Dirga tinggal saat ini.
Setelah Ia rasa perlu, Kiara pun meletakkan dulu kelapa mudanya di meja yang ada di depannya.
" Pak ... Boleh tanya? " ujarnya, yang di jawab anggukan kepala oleh Pak Teguh.
" Boleh Non. " jawab pak teguh singkat
" Ummm ... Pak Teguh, tahu tidak di mana tempat Dirga tinggal ?" tanya Kiara ,
Pak Teguh yang di tanya pun mengernyitkan dahinya heran.
" Gimana sih Tuan muda ini, bukannya Non Kiara ini calon istrinya? kok nggak ngasih tahu di mana Tuan tinggal sekarang?" batin Pak Teguh heran sendiri.
" Tentu saja Saya tahu" lanjutnya masih di dalam hati.
Melihat Pak Teguh yang hanya diam, belum menjawab pertanyaan darinya. membuat Kiara menanyakan ulang pertanyaannya.
" Gimana Pak, tahu nggak?" Tanyanya lagi.
Pak teguh berdehem
" ehemmm..."
__ADS_1
Kemudian berfikir, apakah tidak apa-apa jika Ia memberi tahu Nona Kiara. sedangkan Tuannya sendiri tidak memberitahu tempatnya tinggal.
" Duh ... Gimana ini" batinnya bimbang
" Non masa nggak tahu, dimana Den Dirga tingga? l" tanya balik pak teguh,
kiara cemberut, mendengar pertanyaannya di jawab dengan pertanyaan lagi oleh Pak Teguh.
" Is .. Gimana sih Pak, kalau Kiara tahu buat apa nanya lagi sama Bapak" ujar Kiara mengembungkan pipinya ngambek, sedangkan Pak Teguh sendiri masih bimbang
" Terserahlah, kalau Tuan muda marah tinggal minta maaf aja" putus Pak Teguh, kemudian memberitahukan dimana Dirga tinggal saat ini.
" Bapak tahu sih Non , emang Non mau ngapain kalau udah tahu?" jawab dan tanya Pak Teguh .
" Eh ..." Kiara bengong lalu memikirkan apa yang akan di lakukannya, jika Ia tahu tempat tinggal Dirga saat ini
" Iya juga yah... Kalau udah tahu mau ngapain ya" Batinnya bertanya pada diri sendiri.
" Non mau ke rumah den Dirga sehabis dari sini?" tanya Pak Teguh tiba-tiba, yang membuat Kiara kaget, lalu cepat-cepat menggeleng membantah pertanyaan Pak Teguh.
" Nggak Pak, cuma mau tahu aja" jawab Kiara cepat. Yang membuat Pak Teguh tertawa kecil, merasa lucu dengan ekspresi yang di keluarkan Nonanya.
" Kerumahnya juga nggak apa-apa kok Non, nggak ada yang larang, Hahaha ... " ujar Pak Teguh usil dan tertawa di akhir kalimatnya, Kiara salah tingkah.
" Jadi gimana ni non, mau ke rumahnya Den Dirga atau pulang ke penginapan? " tanya Pak Teguh masih menggoda Kiara .
Kiara terdiam sebentar kemudian menundukkan kepalanya
" Mau sih" Bisiknya kecil yang masih terdengar di telinga Pak Teguh,
" Dasar anak muda, malu malu kucing" batin Pak Teguh geleng kepala
" Mau kan? " tanya Pak Teguh membuat Kiara kaget buru-buru melihat ke arah Pak Teguh yang sedang menahan tawanya.
" Ih ... Kok bapak ikut-ikutan usil sih, tapi.... boleh deh Pak, hehhe" Lanjutnya, kemudian terkekeh malu, nggak nyangka dirinya jadi Wanita tsundere malu-malu tapi mau.
" Aihhh ... Malu" batinnya.
" Oke deh... Yuk Non kita berangkat" ajak Pak Teguh kemudian, yang di jawab anggukan semangat oleh Kiara
" Yuk .." Jawabnya singkat.
Akhirnya sisa hari ini, Kiara putuskan untuk mengunjungi tempat Dirga tinggal sementara. Jantung Kiara berdebar, sepanjang perjalanan memikirkan ekspresi Dirga. saat melihatnya nanti ada di depan pintu penginapannya dan itu membuat Kiara gelisah.
__ADS_1
" Apa nggak apa-apa ya, kalau Aku main ke tempatnya" tanya Kiara pada diri sendiri.
Perjalanan yang lumayan jauh serasa sebentar, karena perasaan kiara yang gelisah saat ini. Membuatnya tidak fokus dengan apa yang di lewatinya, yang Kiara tahu suara Pak Teguh yang memberitahukannya, Jika Ia sudah sampai di tempat tinggal Dirga saat ini.
Kiara turun dari kereta, kemudian melihat sekitar tempatnya berdiri. Di depannya ada pagar terbuat dari kayu setinggi dadanya dan di belakang pagar tersebut, ada Bangunan yang selama ini bisa Ia lihat dari Balkon kamarnya. Bangunan yang menurut Kiara adalah penginapan, untuk tamu spesial tentu saja Harga sewanya pun mahal.
Kiara berbalik badan menghadap pak teguh yang ada di belakang nya
" Ini nggak salah Pak , beneran ini tampat tinggal Dirga? " tanya Kiara gak percaya, tapi Pak Teguh menjawabnya dengan yakin
" Iya bener Non! " jawab Pak Teguh.
" Sugoi! " gumam Kiara yang tidak di mengerti oleh Pak Teguh
"Bahasa apa itu" batin Pak Teguh kemudian mengangkat bahu acuh.
" Masuk Non ... Oh iya, nanti mau di tinggal atau di tungguin Non? " tanya Pak Teguh
" Bapak pulang aja, deket ini ke panginapannya. Nanti Kiara jalan sendiri bisa kok" jawab Kiara, kemudian menyuruh Pak Teguh untuk pulang duluan.
" Baik Non, kalau gitu bapak permisi dulu non. Sempai jumpa besok lagi" pamit Pak Teguh dan pergi setelah Kiara menjawab " Oke " pelan.
Sekarang Kiara sendiri, di depan pagar penginapan Dirga.
Kiara memutuskan untuk masuk atau tidak, Ia akhirnya memegang pegangan Pagar dan mendorong untuk membuka lebih lebar , agar Ia bisa masuk kedalam lalu berjalan perlahan, sambil memikirkan kalimat apa yang akan Ia keluarkan dahulu, jika Dirga ada di depan menyambutnya datang.
" Sebaiknya Aku bilang hai.. Halooo atau hmm.. Apa ya? " Fikirnya dalam hati.
Sampailah Ia di depan pintu berwarna coklat, terbuat dari kayu kualitas terbaik
Kiara Menarik nafas, kemudian menghembuskan pelan. Lalu Ia mengangakat tangan dan mengetuk pintu.
Tok ... Tok ... Tok
Dan..
\=\=\=\=\=\=\=\=
😁 Jangan kemana-mana ya
Terus ikuti kisah nya, jangan lupa jempol serta komentar nya
Terima kasih
__ADS_1