Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Mendung di mansion wijaya


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Sebelumnya...


Faya menunggu dengan sabar kedatangan bintang utama dalam skenario indah nya, ia sudah tidak sabar melihat wajah menyedihkan dari cewek yang pernah menunjukan tanda kiss mark dari seorang cowok yang seharusnya menjadi miliknya dengan tanpa tahu malu.


Ia ingin melihat wajah kesakitan dari wajah yang pernah tersenyum manis namun penuh dengan kepalsuan milik cewek yang dulu bertemu dengannya di korea.


Ia akan segera menghilangkan senyum itu dari bibir kiara, si perempuan perebut dirga.


Faya tidak tahu ini obsesi atau apa, ia hanya ingin dirga kembali mengobrol dengan nya seperti dulu, tapi ia juga ingin memiliki dirga tanpa ada kiara di tengah tengah mereka.


Berarti jika kiara tidak ada dirga akan menjadi miliknya lagi


" benar kan seperti itu, iya... Seharusnya seperti itu" batin faya ragu


Ia tidak perduli, sekalipun dirga tidak jadi miliknya tapi juga nggak boleh ada cewek lain yang berdiri di samping dirga.


Jika hanya ingin mendekati saja bisa ia buat celaka kenapa yang istri nya tidak?


6 tahun ia ada di penjara berupa sangkar emas berupa budi santoso, sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar.


Baru beberapa bulan ini ia bisa keluar, itu juga masih harus melayani budi sebagai sekretaris dan tentu saja boneka mainannya meski di kantor sekalipun.


Ini semua karena keluarganya yang menjual dirinya kepada budi sehingga ia tidak memiliki kebebasan lagi, bahkan jika saja ia tidak pintar menjilati sepatu milik budi, mungkin ia juga tidak bisa bertemu kiara dan dirga di korea.


Baginya lebih baik tidak tahu sama sekali dari pada tahu, tapi membuat jiwa lainya bangkit kembali.


Bukan seperti kepribadian ganda, tapi lebih ke arah obsesi seakan hanya ia sendiri lah yang boleh memiliki dirga, jika pun ia tidak bisa memiliki maka yang lain pun demikian.


Padahal faya termasuk wanita cantik dan baik bahkan di kantor pun ia memiliki banyak teman, lalu apa mungkin itu hanya topeng yang jika di lepas maka akan terlihat sosok aslinya.


Sesuai rencana, ia akan menemui kiara sebelum membawa nya ikut masuk ke dalam mobil dengan bantuan anak buah Joe yang akan menghalangi para pengawal dari dirga.


Ia juga sudah menyiapkan obat bius yang ia bubuhkan di sapu tangan yang saat ini tersimpan di saku blazer seragam kantor nya.


Dan saat melihat lagi mobil yang ia hafal milik siapa berhenti tidak jauh dari tempat nya menunggu dan membuat senyum keji terbit di bibir berpoles lipstik merah nya...


Ia menekan tombol terima saat handphone bergetar dengan nomor asing tertera di sana..


Klik..


" halo..."


"....."


" oke...".


Tut tut..


" its show time..." gumam nya lalu keluar mobil dan berjalan menuju kiara.


Ia tidak perlu takut akan penjaga yang di tempatkan dirga sekitar kiara karena anak buah Joe sudah mengurus nya.


Faya melihat kiara di depan nya, sedang tersenyum saat akan membuka pintu toko buku lalu ia pun segera memanggilnya...


" kiara..."


Lalu menutup hidung kiara menggunakan sapu tangan yang sudah ada tambahan obat bius di dalamnya.


Brukh..


kiara pun pingsan.


Saat ini faya sedang memasukan kiara ke dalam mobil nya di bantu oleh anak buah Joe, yang tadi baru saja kembali dari tugas nya melumpuhkan pengawal kiara.


" gimana beres?" tanya faya ambigu namun di mengerti oleh 5 orang berbadan kekar anak buah Joe yang mengangguk menjawab pertanyaan ambigu darinya.


Pengawal kiara berjumlah 2 orang yang mengawasi dari jauh ini di buat pingsan setelah ada perkelahian yang lumayan sengit, untung nya mereka menyiapkan obat bius juga sehingga perlawanan yang seharusnya kalah menjadi berbalik menang.


Mereka tidak menyangka padahal lawan kalah jumlah dan postur tubuh tapi mereka hampir menang.


Mereka akhirnya sampai di gudang tempat faya akan menyekap dan menyiksa kiara di daerah pinggiran pedesaan yang jauh dari jalan raya dan rumah warga, sehingga tidak akan ada yang datang atau melihat kegiatan mencurigakan dari mereka saat membawa kiara yang dalam keadaan pingsan dalam gendongan salah satu pria bertubuh kekar tersebut.


" Tugas kita selesai" ujar salah satu dari mereka saat selesai mengikat kaki dan tangan kiara dalam posisi duduk di sebuah lantai dingin.


" Oke... Kerja bagus, ini bayaran sebagai bonus buat kalian" balas faya puas dan menyerah sebuah amplop tebal berwarna cokelat ke tangan pria yang tadi bicara dan di terima dengan senyum lebar mereka.


" Sip... Kita cabut bro.." balas nya senang dan mengajak teman nya yang lain pergi dari gudang, menyisakan faya yang melihat kiara dengan keji melupakan fakta jika sehabis ini tidak akan ada tempat ia bisa bersembunyi lagi dari kejaran seorang pria yang marah karena miliknya di ganggu.


Bar galaxy

__ADS_1


Deg... Deg.. Deg..


" perasaan apa ini"


" kenapa lu ga?" tanya raka heran saat melihat dirga yang gelisah dengan handphone di tangan nya.


Biasanya dirga bukan orang yang mudah memperlihatkan rasa gelisah nya, tapi ini kelihatan sekali dari kening nya yang mengernyit.


" Ah... Nggak... Nggak apa-apa " balas dirga nggak yakin.


entah lah ia merasa ada yang salah dengan hari ini, mulai dari keberangkatan kiara untuk menemui mama dan mami nya.


Meskipun ada pengawal yang menjaga tapi dirga merasa gelisah.


" Jadi gimana selanjutnya? " tanya dirga berusaha tetap tenang meski ia ingin sekali pergi dan menemui kiara yang saat ini pasti sedang ketawa ketiwi bareng mama mami nya.


" jadi kangen...". Batin dirga sedih


" Jadi nanti kit..."


Drt... Drt... Drt..


" Ehh... Nanti dulu bro... Gue angkat telpon dari pak anto dulu sebentar ya" sela dirga saat faro akan menjelaskan agenda pernikahan nya dengan elisa, masih rencana sih belum matang menunggu persetujuan baba nya elisa lagi.


Klik..


" hn.."


" halo tuan dirga.."


" Iya.. Kenapa?" tanya dirga curiga saat menangkap nada tak biasa dari pak anto di sebrang sana


" Tuan dirga, nyonya kiara...."


Nginggggg..


Setelah mendengar satu kata dari pak anto yang terdengar seperti lelucon di telinga nya, seketika bunyi dengingan menggantikan kelanjutan kalimat selanjut nya dari pak anto sehingga membuatnya tidak bisa mendengar kelanjutan kalimat dari pak anto.


" Tuan... Tuan Dirga apa tuan mendengar saya?"


Sedangkan faro yang melihat dirga terdiam serta raut wajah pucat pasi dengan handphone menempel di telinga nya merasa curiga.


" Kenapa dirga?" tanya faro kepada raka yan mengangkat bahu tidak tahu, namun tetap berjalan menghampiri dirga yang gemetar menahan sesuatu yang ia sendiri tidak tahu apa


" Tuan.."


Ia pun mengambil alih handphone dirga tanpa perlawanan seakan roh nya lepas namun raga nya masih di sini


" halo tuan dirga..."


" pak anto ini saya raka... Ada apa pak?" tanya raka Penasaran namun bunyi pecahan gelas dan botol di samping nya membuat ia terlonjak kaget di susul oleh suara makian dari dirga yang jenis nya bukan warna warni lagi, membuat faro langsung bergegas menenangkan dirga dan ia sendiri masih menunggu jawaban pak anto yang sungguh mengejutkan.


" Nona kiara di culik tuan raka"


" apa... Bagaimana bisa? Sekarang bapak di mana sama siapa?" tanya raka panik melihat antara dirga yang ngamuk dan pak anto di sebrang sana memberitahu informasi jika saat ini sedang bersama


" Nyonya besar putri dan nyonya besar sarah yang pingsan tuan raka "


" An***g..., Sorry pak anto saya tadi kelepasan. oke bapak sekarang pulang ke kediamanan wijaya dulu kita semua nanti kesana" perintah raka yang langsung di turuti oleh pak anto


" Baik tuan raka"


Tut..tut..


" bangke... Anj***g... Ban***t... T**k


Sialan...siapa orang yang berani berbuat begini sama gue, setan...arg..."


Prang... Prang...


Faro dan raka tidak bisa menghentikan dirga yang saat ini di kuasai oleh amarahnya.


Faro sudah mengetahui nya dari raka yang berbisik saat ia kewalahan menahan tangan dirga yang sudah menghancurkan isi kamar dirga sendiri bahkan laptop nya sendiri sudah menjadi pelampiasan dirga.


" ga tenang dulu ga, kita pecahin masalah ini bareng bareng"


" TENANG LU BILANG TENANG? SIAL..


MANA BISA GUE TENANG WAKTU GUE TAHU BINI GUE LAGI DI CULIK SAMA ORANG GILA DI LUAR SANA. HEH.. SIAL..." seru dirga kalap dan emosi saat raka menyuruh nya untuk tenang


Buagh..


Raka yang nggak tahan dengan kelakuan dirga pun memberi dirga bogem nya, sehingga dirga jatuh tersungkur di dekat sofa yang sudah banyak pecahan beling


" BANG***, GUE JUGA TAHU B*GO LU NGGAK MUNGKIN BISA TENANG, TAPI LU JUGA MIKIR ANYING EMANG KALAU LU NGACAK NGACAK INI KAMAR KIARA BAKALAN KETEMU HEH TA*?" balas raka nggak kalah emosi saat dirga hendak berdiri membalas bogem dari nya namun segera terjatuh duduk saat ia menyelesaikan kalimatnya.


Dirga terduduk Di ikuti oleh gumaman dan isakan dirga hingga bahu dirga berguncang

__ADS_1


" kiara... Kiara... Kiara... "


Selama beberapa saat kamar dirga hanya berisi gumaman dirga yang hanya menyebut nama kiara dan faro serta raka yang melihat nya khawatir.


Puk..


" sekarang kita ke kediamanan wijaya,gue udah nyuruh pak anto ke sana, mama sarah juga pingsan " ujar raja lembut menepuk bahu dirga simpati dan dirga pun memandang nya khawatir


" mama sarah pingsan" tanya dirga yang di balas anggukan oleh raka


" Lu nggak usah takut ada kita yang bantu cari dimana keberadaan kiara , kita selalu ada buat lu ga" ujar faro ikut menepuk bahu dirga sebagai bentuk dukungan kekuatan darinya.


" Iya betul kata faro, ada kita yang bantu.


Lu jangan lemah gini ga... Lu harus tenang, dan kita diskusiin dengan keluarga lu dan keluarga kiara sekarang juga" ujar raka tegas membuat dirga akhirnya bisa mendapatkan kembali kesadaran dan ketenangan nya yang sempat hilang saat mendengar berita menyakitkan untuknya.


" berarti perasaan gue nggak salah" batin dirga menyesal


" Oke... Kita berangkat, gue ikut mobil kalian dulu ya" ujar dirga yang di jawab anggukan kepala oleh keduanya


Dirga mengambil handphone nya yang di letakan oleh raka di atas meja yang sudah hampir pecah kacanya, korban amukan darinya dan menghubungi dani untuk mengusut informasi dan mengambil cctv dari mall kota S.


Jika cctv yang di pasang di mall kota S tidak jelas gambarnya dirga berjanji akan menghancurkan dengan tangan nya sendiri bangunan mall itu.


" halo bos****?"


" periksa dan lihat dengan teliti cctv mall kota S di area pojok toko buku sekarang juga, dan dalam waktu 30 menit sudah ada laporan nya di kediamanan wijaya. Kamu juga bersiap melakukan misi" ujar dirga dalam sekali tarikan nafas namun dani yang mendengar nya mengerti


" segera bos"


Tut


Sedangkan di kediamanan wijaya


Saat ini sarah yang masih pingsan sedang di baringkan di tempat tidur di kamar tamu mansion wijaya di jaga oleh putri yang menatapnya khawatir .


Lalu di ruang tamu ada para kakek yang juga sama gelisah nya menanti kedatangan fandi, hendri serta dirga yang katanya sedang dalam perjalanan menuju mansion wijaya.


Tiga mobil datang hampir bersamaan di halaman mansion wijaya


Di mobil pertama turun dirga, faro dan di susul raka sebagai pengemudi lalu di mobil selanjutnya ada hendri kemudian fandi yang sedikit berlari ke arah ke empat pria beda usia yang juga menunggunya.


" Bagaimana bisa?" tanya fandi panik


" Sebaiknya kita bahas di dalam fan, dirga juga kelihatannya kurang paham" balas hendri tenang saat melihat raut wajah fandi panik bahkan dirga pun yang bisanya tenang ekspresi panik nya sampai terlihat.


Wajar sih yang sedang di culik adalah anak, istri dan menantu kesayangan mereka semua.


" Lihat apa yang akan terjadi, sudah berani ganggu ketenangan keluarga kami" batin hendri marah meski di luar terlihat tenang.


Ia harus tenang agar anak nya tidak ikut panik berlebihan .


" kami datang" seru hendri mewakili orang yang datang bersama dan ada di belakangnya saat ini.


" syukurlah kalian cepat datang, kita bahas rencana kita dulu" ujar kakek bakrie lega saat melihat anak dan cucu nya serta sahabat cucu nya datang dengan tampang yang hampir sama.


" Di mana sarah pah?" tanya fandi khawatir saat tidak melihat sarah di ruang tamu


" Di kamar bersama putri, sarah masih pingsan tapi dokter sudah periksa, hanya shock kamu tidak perlu khawatir " balas kakek bagus menjelaskan Sehingga fandi bisa bernafas lega meski masih ada perasaan khawatir saat mengingat jika kiara nya belum di temukan


" Lalu apa kamu sudah tahu dimana dan siapa yang menculik kiara? " tanya kakek bakrie saat mereka berlima duduk di sofa.


" Sebentar lagi dani datang kek, semuanya akan terjawab dengan apa yang di bawa dani" balas dirga tanpa menjawab pertanyaan kakak bakrie.


Sedangkan di gudang di pinggir pedesaan


Faya sedang melihat Kiara yang masih pingsan efek obat bius dari tempat nya duduk dengan pandangan puas.


Akhirnya ia bisa melaksanakan rencana nya, mungkin di mulai dari menggores wajah mulus atau menyayat kulit terawat milik kiara.


Tapi ia tidak ingin sekarang karena tidak akan seru jika tidak di sertai jeritan sakit dari yang punya kulit


" Hahaha.... Mampus lu, gue akan buat lu tersiksa sedikit demi sedikit sampe lu memohon untuk mati secepatnya dari pada lebih lama merasa sakit" ujar faya senang dengan pisau belati milik budi di tangan nya, memainkannya seakan akan itu adalah mainan paling seru di dunia ini.


" dirga... Setelah ini gue pastiin lu cuma buat gua" batin faya edan


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya...


Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol serta vote dukunganya


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2