Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Perjodohan calon anak dan si bocil yang sungsang


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Sebulan berlalu


Apartemen dirga


Setelah di terima nya lamaran Raka oleh Amira.


Keesokan nya , Raka segera mendatangi kedua orang tua Amira untuk melamar secara resmi .


Dan Tidak butuh waktu lama bagi mereka menentukan hari pernikahan dan melangsungkan pernikahan dengan meriah yang adakan di kota Y , Di mana kediamanan setiawan berada .


Seperti janji yang di ucapkan antar sahabat strong nya , Dirga membantu segala persiapan acara dan juga menjadi pendamping pengantin.


Tapi kali ini Kiara tidak bisa mendampingi Amira, karena beban di perutnya membuat Kiara cepat lelah.


Pada saat Bulan madu Raka dan Amira tidak meminjam villa miliknya dan tidak mengikuti jejaknya dan faro yang berlibur di pulau jeju, karena mereka mendapatkan langsung hadiah pernikahan dari dirga berupa voucher menginap di Hotel mewah Bintang 5 di Perancis .


Raka senang , Faro ngambek.


Faro bilang ia pilih kasih , kenapa hanya Raka yang di berikan hadiah mewah.


Tapi tenang saja , ngambek nya Faro bukan benar-benar ngambek.


Justru dengan senyum edannya, Faro memberi hadiah tambahan berupa Tiket Pesawat pulang pergi First class untuk Raka yang di sambut tawa edan dari Raka.


Dirga hanya geleng geleng kepala ketika mengingat perkataan edan Raka, saat menerima hadiah darinya dan Faro waktu itu.


" Nggak sekalian kartu gold buat beli oleh olehnya ? Hadiah nya tanggung nih "


Akibatnya Raka harus mendapatkan hadiah tambahan dari Dirga dan Faro, berupa tendangan ladendaris yang membuat Raka nyungsep dengan tidak elit nya .


.


.


Lupakan masalah raka dan ke edanannya.


Saat ini Dirga sedang duduk di sofa apartemennya dengan laptop menyala dan secangkir kopi buatan istrinya .


Cup ...


" Masih sibuk yank ? " Tanya kiara setelah mencium pipi dirga kemudian duduk dengan perlahan mengingat perutnya yang besar sehingga ruang geraknya sekarang sangat terbatas.


" Sebentar lagi sayang, kamu belum bobok ?" tanya dirga lembut , membantu Kiara duduk di sebelah setelah mengatur bantal untuk sandaran Kiara.


" Bocil daddy lagi apa heumm? " tanya Dirga lembut , dengan wajah menghadap ke arah perut buncit Kiara.


" Lagi main bola Daddy , Daddy mau ikut ? " seru Kiara membalas pertanyaan Dirga dengan logat lucu khas bayi.


" Bocilnya Daddy aktif banget , hehe ... " ujar dirga dengan kekehan senangnya.


" Dia aktif banget ya yank ? " lanjut Dirga bertanya, ia mengangkat wajahnya menghadap kiara yang sedang menunduk melihat ke arahnya.


Kiara terkekeh dengan kepala mengangguk imut , bocil kesayangan mereka hanya akan diam jika ia istirahat dan akan sangat aktif jika ada Dirga di dekatnya.


" Aku sampai kewalahan yank , apalagi kalau kamu nggak ada di samping aku . Bocil sepertinya gelisah cari kamu , hehe ... " Seru kiara mengadukan betapa aktifnya bayi di dalam kandungan, jika Dirga sedang bekerja sedangkan ia di menunggu Apartemen.


" Seperti itu Sayang , dasar ... Bocil daddy nggak kasihan sama mami yah ? " ujar dirga menghadap lagi ke arah perut kiara dengan tangan mengusap permukaan perut kiara lembut , Di mana terlihat cap telapak tangan pada kulit perut bagian kiri kiara .


" Kamu sudah siapin nama untuk bocil kita sayang ? " tanya Kiara kepadanya dengan nada Penasaran.


Sedangkan Dirga hanya bisa tersenyum saat melihat ekspresi Penasaran dari Kiara yang menurutnya terlihat menggemaskan .


" Kamu sendiri udah punya calon nama belum? " seru Dirga balik bertanya, yang di balas gelengan kepala tanda belum dari Kiara.


" Aku sengaja nggak cari nama Sayang , aku mau kamu yang kasih nama buat bocil kita nanti " balas Kiara dengan cengiran gigi kelinci seperti biasa.


" Heum ... Aku sih sudah menyiapkan nama untuk bocil kita , tapi apa kamu akan setuju?" seru Dirga bertanya


" Oh yah ... Kasih tahu aku namanya sayang ? " tanya Kiara berbinar Penasaran.


Tuk ...


" Bagaimana kalau nanti aja , waktu bocil kita lahir ke dunia , bagaimana heum ? " ujar dirga setelah mengetuk dahi kiara palan, lalu bertanya dan memandang kiara dengan senyum misterius.

__ADS_1


" Emm ... Oke deh , hehe " balas Kiara setuju terkekeh saat dahinya di ketuk Dirga dengan sayang .


Skip


Keesokan hari nya


Hari ini Kiara dan Dirga sedang berada di RSIA kota S , sedang memeriksa kandungan Kiara yang telah memasuki bulan terakhir.


Seperti biasa Dirga dengan semangat memandangi layar yang menampilkan penampakan wajah dari bocil kesayanganya.


" Posisi kepala nya masih belum turun ke bawah , jika seperti itu bisa-bisa bayi kalian akan lahir sungsang " ujar Dokter Etty menjelaskan kepada Kiara yang menampilkan raut wajah khawatir.


Sedangkan Dirga yang tidak mengerti hanya bisa manampilkan raut wajah bingung, namun saat melihat ekspresi wajah Kiara yang khawatir membuatnya ikut khawatir juga.


" Apa itu bahaya Dokter ?" tanya Dirga berusaha tenang menggengam tangan Kiara yang berkeringat .


" Tenang saja , Tidak perlu khawatir.


Nyonya wijaya hanya perlu sering sujud setidaknya 10 menit sehari.


Lalu juga rajin berenang dan kalau bisa sesekali permukaan perut Nyonya di sinar oleh senter dari atas puncak rahim ke arah tulang belakang ********, sehingga bayi anda akan mengikuti cahaya dan turun ke bawah " ujar Dokter Etty, menjelaskan dengan perlahan sehingga dirga dan Kiara bisa bernafas lega.


" Padahal istri saya rajin olahraga dan senang ibu hamil , tapi ternyata masih seperti itu.


Kira-kira apa sebabnya ya Dokter ? " tanya Dirga Penasaran


" Sepertinya ini karena Plasenta nya tidak di tempat yang benar, sehingga menutup jalan lahir . Tidak perlu khawatir ini tidak bahaya yang penting rajin melakukan yang saya sebutkan tadi " ujar Dokter Etty menjelaskan dan menjawab pertanyaan Dirga.


" Lalu Dokter, kalau sampai HPL-nya masih posisi sungsang apa saya bisa melahirkan secara normal? " tanya Kiara gelisah


" Tentu saja Nyonya , Maka dari itu di waktu persalinan Kondisi kesehatan Nyonya harus fit . Jangan lupa untuk memakan buah dan makanan sehat serta mengkonsumsi vitamin " ujar Dokter Etty menjelaskan dengan sabar.


" Baik Dokter , Kalau gitu kami permisi.


Terima kasih atas penjelasannya, selamat siang dokter " seru Dirga berpamitan dengan Dokter kandungan yang 9 bulan ini memantau kesehatan dan perkembangan kondisi bayi mereka.


" Sama-sama Tuan Wijaya , selamat siang juga . Sampai ketemu di hari persalinan " balas Dokter Etty ramah.


.


Skip


Sejak mengetahui jika posisi bocil mereka dalam keadaan sungsang , kiara menjadi semakin rajin melakukan gerakan yang di sarankan Dokter.


Kiara juga banyak mendengarkan musik, bersama elisa yang kandungan ya telah memasuki usia 5 bulan bulan.


Kiara ingat saat mereka sedang kumpul bersama , menyambut berita bahagia dari Amira yang juga ternyata langsung di beri kesempatan oleh Tuhan untuk memiliki keturunan.


Di situ ada Faro yang dengan bangga mendeklarasikan, jika kelak anaknya akan di jodohkan dengan anak dari dirga.


Iya ... Pada saat elisa memberitahu jika ternyata anak yang di kandungannya berkelamin perempuan, Faro dan Dirga segera membuat rencana yang membuat mereka semua tertawa.


Perjodohan anak yang bahkan belum lahir kedunia.


Ada ada saja


Apartemen dirga


Kiara sedang di atas ranjang dengan dirga di sampingnya yang ikut menemaninya melakukan gerakan sujud selama 10 menit .


" Udah 10 menit belum yank ?" tanya dirga dengan wajah saling berhadapan


" 2 menit lagi sayang , hehe ..." balas kiara dengan kekehan senang nya, karena dirga memang rutin dan selalu mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan saran dari Dokter.


" Kamu pasti capek ? " tanya dirga lembut, tangannya mengusap punggung bawah kiara dengan lembut, memberikan efek nyaman bagi kiara dan bocil di kandungannya.


" Em ... Nggak juga , ini kan perjuangan aku biar bocil nya bisa lahir normal " ujar kiara lembut menjawab pertanyaan khawatir dari Dirga.


" Yuk aku bantu duduk " ujar Dirga saat waktu 10 menitnya telah berlalu.


Dirga pun membantu kiara agar duduk bersandar di kepala ranjang dengan bantal yang telah ia susun rapih.


" Mau minum? Kamu haus nggak?" tanya Dirga sambil memijat betis kaki Kiara yang telapak kakinya membengkak efek kehamilan.


Bengkak yang terlihat lucu menurut dirga.


" Mau jus jeruk !" seru kiara semangat saat membayangkan sensasi segar jeruk mengalir di tenggorokannya.


" Oke ... Kamu tunggu yah , aku ke dapur ambil jus untuk kamu minum " balas Dirga dengan senyum kecil kemudian mengecup singkat pelipis berkeringat kiara sayang, sebelum turun dari atas ranjang dan berjalan menuju pintu keluar.


Ceklek ...

__ADS_1


Pintu terbuka menampilkan Dirga dengan tangan membawa segelas jus jeruk dingin, yang membuat Kiara langsung tersenyum lebar.


" Ini untuk princess mommy bocil nya daddy " ujar dirga dengan tangan menyodorkan segelas jus berwarna orenge kehadapan kiara yang di terima kiara segera.


" toce sai lougong ... ( Terima kasih banyak suamiku)" seru kiara ceria dan segera meneguk jus jeruk tersebut sekali teguk hingga tandas isinya.


" Masih haus ?" tanya dirga singkat, saat melihat kiara yang menghabiskan jus dalam sekali teguk yang di balas gelengan oleh kiara.


" Nggak sayang cukup " balas kiara tersenyum kecil saat dirga mengambil alih gelas kosong si tangannya.


" Beberapa minggu kedepan aku akan sangat sibuk , mungkin aku juga akan pulang larut.


Kamu nggak apa-apakan, kalau malam sendirian?" ujar Dirga bertanya dengan nada khawatir


" Nggak apa-apa sayang , aku bisa telpon mami atau mama biar di temani mereka lewat panggilan telepon " balas Kiara pengertian


" Maafin aku yah ... Nanti juga aku telpon nemenin kamu " ujar Dirga berjanji


" Oke ... " balas Kiara singkat


" Yank ... " lanjut Kiara memanggil Dirga yang hanya bergumam karena ia saat ini sedang berpindah posisi, menaiki ranjang ikut masuk kedalam selimut.


" Kenapa ? " lanjut Dirga bertanya saat ia sudah dalam posisi nyaman di samping Kiara dan menghadap ke arah Kiara


" Main yuk !! " seru Kiara semangat memandang Dirga dengan pandangan menggoda, membuat seringai menawan yang sangat di rindukan oleh Kiara muncul di bibir dirga.


" Boleh ... Jadi kali ini siapa yang lagi kangen ? Bocil atau mommy nya? " tanya Dirga menggoda sebelum mencium Kiara dengan nafsu setelah kiara berbisik sensual menjawab pertanyaan darinya.


" Persiapan minggu depan waktu kamu sibuk , biar bocil kita tidak khawatir dan tentu nya mommy lebih kangen sama daddy "


Dan selanjutnya yang terdengar hanyalah suara desahan bersahutan yang sungguh menggoda, adegan yang di sukai Dirga apalagi melihat tubuh berisi Kiara, membuat ia tidak tahan setiap kali Kiara tidur di sampingnya.


Skip


Beberapa minggu berikut nya


Saat ini Kiara sedang di perjalanan menuju Kantor Wijaya, untuk menemui sang suami yang beberapa hari ini sibuk dengan pekerjaannya.


" Pak , Nanti kita mampir ke supermarket dulu yah! " seru Kiara memerintahkan Pak Anto yang segera mengangguk mengerti.


" Siap nyonya ... " balas Pak Anto singkat.


Kiara sampai di parkiran supermarket kemudian turun dari mobil dengan hati-hati.


Ceklek ... Blam


Kiara menutup pintu mobil dengan kuat sehingga tertutup sempurna , di samping nya ada Pak Anto yang senantiasa mendampinginya setiap ia pergi keluar.


Kiara memasuki Area supermarket , berjalan pelan dengan tangan kiri memegang Tas tangan sedangkan tangan kanannya memegang perut bagian bawahnya.


Kepalanya celingak celinguk, mencari sesuatu yang sedari tadi di inginkannya.


" Ah ... Itu dia " gumam kiara senang.


Kiara segera menuju tempat di mana ia melihat sesuatu yang di inginkan nya dengan langkah senang.


Pada saat Kiara sampai dan hendak memegang benda tersebut , Kiara berhenti dengan tangan memegang perut nya menahan sakit.


" Akh ... Aww ... " Pekik kiara menahan sakit.


Kiara merosot ke bawah dengan tangan senantiasa memegang perut nya yang terasa sakit sekali.


Sesuatu dari bawah mengalir di paha hingga membasahi lantai supermarket.


Pak Anto yang melihat gelagat aneh dari nyonya nya segera menghampiri Kiara yang duduk menahan sakit.


" Nyonya ... Nyonya kenapa ?" tanya Pak Anto panik.


" ..."


Tidak mendapat jawaban dari nyonya pak Anto mencoba kembali bertanya , tapi sebelum ia bertanya matanya tidak sengaja melihat lantai yang basah di sekitar nyonyanya .


Dan selanjutnya adalah Kiara yang pingsan di iringi teriakan panik dari pengunjung supermarket.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus ceritanya...


Janagn lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempolnya yaaa....


Serta vote dukunganya...

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2