
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
Nb. Tulisan miring "yayaya" dalam hati/batin
Tulisan tebal " yayaya " tempat atau waktu
Dalam kurung ( author dan chara)
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Deg
" jantung gue"
" oi... Ngapain bengong, kesambet lu?" tanya dirga seenaknya, saat melihat kaisar yang diam dengan mata melirik kiara dan amira dari awal hingga mereka berdua tidak terlihat di pandangan mata.
"....."
" ck... Gue di cuekin, bangke ni orang" ujar dirga sewot
" ron... seret nuh bos lu, ada tamu lain yang mau salaman.
Oh.. apa mau gue yang nyeret paksa? " lanjut dirga menyuruh Ronald seenaknya jidat nya yang di kerjakan Ronald segera, sebelum setan berupa pengantin baru ngamuk karena acara nya berantakan.
" akh... Kok gue di seret ron, gue kan mau.. "
" mau apa? Mau bikin setan adem jadi setan panas lagi heh? Lagian bukan nya kasih selamat malah ngajak berantem, udah nya bengong di pelaminan lagi" ujar Ronald ngeromet, kesal dengan kelakuan kaisar yang berubah semenjak lepas dari jaring laba laba gila.
" tapi siapa ya cewek tadi? " batin kaisar Penasaran
Setelah melihat lagi arah kepergian kiara dan cewek asing (amira), kaisar berbalik dan Kemudian meninggalkan pelaminan, di mana ada dirga yang masih melihat nya dengan tatapan curiga.
Di sisi lain
" eh mba kiara, yang tadi di pelaminan siapa sih? Cakep juga" bisik amira Penasaran, ia menyempil di samping sepupu dari pihak nya dan pihak kiara
" yang mana?" balas kiara berisik, ia tersenyum saat fotografer dadakan bilang chees
" yang pake jas biru tua" bisik amira memperjelas pertanyaan nya.
" oh... Itu Kaisar, kenapa?" balas kiara berbisik kemudian menoleh ke arah amira dengan wajah Penasaran nya.
" cakep.. Hehe" ujar amira jujur lalu terkekeh kecil
" cie... Suka yaa? Coba aja kenalan" ujar kiara menggoda amira namun amira hanya membalas apa ada nya tanpa beban
" nggak minat, suka nya tipe tipe baddas, yang stres, bisa di ajak gokil dan ganteng bukan cakep. hehe... " balas amira dengan nada riang nya
" dasar..." gumam kiara menggeleng kepala nya pelan saat mendengar pacar idaman dari amira.
" kalau kak faro masih single sih boleh aja, tapi sayang yah udah ada mba elisa "
Di pelaminan
" loh pengantin nya sendirian aja?" ledek mama putri menghampiri dirga yang duduk sendiri meski ada raka di samping nya sambil bercanda.
" amira reseh mah, belum genap 3 jam ketemu istri , ehh.. udah di culik lagi" balas dirga menggerutu tentang kelakuan ajaib sepupu nya yang selebor nya luar biasa.
" gila aja baru juga bisa pegang pegang udah di bawa kabur lagi" batin dirga kesal
" hi.. hi.. Jangan marah gitu, biar mama yang temani" ujar mama putri, tekikik saat melihat raut wajah dirga yang kelihatan sekali kesalnya.
" em..raka ke depan dulu ya mah, ada daddy mommy dateng. Kasian nggak ada yang kenal" ujar raka menyela obrolan dirga dan mama putri yang di balas anggukan singkat dan senyum dari mama putri.
Setelah kepergian raka, dirga dan mama putri mengobrol panjang lebar tentang ini dan itu.
Obrolan yang menarik, karena jujur saja sejak dirga kuliah dan di percaya memegang perusahaan cabang wijaya yang ada di kota Y, mereka jarang bahkan hampir tidak ngobrol akrab layak nya ibu dan anak.
Meski masih sering bertelpon ria tapi beda jika ngobrol langsung seperti ini.
" jadi rencana nya kamu mau ngajak kiara honey moon kemana sayang?" tanya mama putri semangat plus kepo nya, ia memandang dirga dengan tatapan berbinar nya.
" rahasia dong mah, mau tahu aja" balas dirga usil, gantian membalas perbuatan mama nya sewaktu ia dalam masa pingitan.
Dirga tersenyum lebar saat melihat wajah mama nya yang di usia segini masih terlihat cantik sedang manampilkan raut wajah kesal.
" anak durhaka, sama orang tua sendiri pelit gitu" gerutu mama putri yang membuat dirga terkekeh.
" mam..."
" mami..." seru kiara menyela ucapan yang ingin di katakan dirga
Dirga dan mama putri menoleh ke arah kiara yang kesulitan berjalan, meski sudah di bantu amira memegang gaun bagian belakang nya.
" sudah selesai sayang, kalau gitu mami balik duduk sama mama, papa, papi dulu ya" ujar mami putri mengecup pipi kiara sayang saat kiara sampai di hadapan nya dengan dirga yang sigap membantu kiara berjalan.
" oke mih " balas kiara ceria
Sebelum benar-benar pergi meninggal kan dirga dan kiara berdua di pelaminan, mama putri membisikan sesuatu kepada kiara yang membuat kiara memerah malu dan salah tingkah namun tidak bisa membalas.
" kenapa sayang?" tanya dirga khawatir karena kiara hanya diam dengan muka merona sejak kepergian mami nya dari pelaminan tempat mereka duduk.
" Em... Ng.. Nggak apa-apa" balas kiara gugup dan pelan masih dengan wajah merah nya.
Melihat kiara yang seperti salah tingkah dan malu, tentu saja membuat dirga Penasaran dengan apa yang terjadi.
emang sih tadi ia melihat mama nya membisikan sesuatu sama kiara, tapi emang nya apa yang bisa membuat kiara salah tingkah begitu.
" wah...jangan jangan mama ngisengin kiara nih" batin dirga curiga kemudian melihat ke arah mama nya yang berbincang dengan tamu undangan lainya dari meja satu ke meja lain nya.
__ADS_1
" oh iya sayang, tadi malam lagu kiriman aku udah kamu dengerin belum?" tanya dirga melihat kiara yang mengangguk semangat menjawab pertanyaan dari nya.
" aku denger kok, malah semalaman aku putar ulang sampai aku bobok" balas kiara jujur
" segitu nya kangen aku yah? Boleh aku cium nggak nih?" tanya dirga dengan nada jahil nya menggoda kiara yang terkekeh menampol lengan nya main main.
" dihh... mesum, dasar nggak tahu malu" balas kiara di sela tampolan nya menuai kekehan renyah dari dirga.
Mereka asyik dengan dunia nya tanpa mengindahkan tamu undangan yang hadir dan menyaksikan kemesraan mereka, bahkan pers dan fotografer yang melihat nya tidak bosan mengambil gambar kedua nya.
" ehemm... Candaan aja.
serasa dunia milik berdua, yang lain pada ngontrak ye, sampai tamu nya pada baris tuh takut ganggu kalian yang lagi di mabuk cinta"
Ujar seseorang dengan nada reseh nya
" Eeehh...." pekik kiara kaget saat melihat antrian tamu yang sudah memanjang hingga tak tekira menunggu mereka dengan senyum dan kekehan menggoda, hingga kiara pun tak kuasa menahan malu di sertai rona merah di wajah nya.
" dasar pengantin baru" ledek pelaku yang ternyata adalah fandi mertua dari dirga, kemudian tersenyum minta maaf dan ikut menerima salaman dan ucapan selamat dari tamu yang datang.
Kiara berdiri dengan garakan dan senyum kaku di susul dengan dirga yang memasang wajah tanpa dosa nya.
" papa jahil banget"
Hari Semakin siang, semakin ramai pula tamu yang berdatangan.
Keluarga besar dari sahabat dirga dan orang tua dari elisa bahkan hadir dan ikut berfoto bersama.
" tes tes... 1, 2 ,2, 1" gumam seseorang mengecek mic berfungsi atau tidak.
" selamat siang semua, selamat datang dan selamat menikmati santap siang dan bagi yang sudah ingin pulang hati hati di jalan.
Saat ini saya berdiri di panggung, di acara pernikahan sahabat kita dirga dan kiara, ingin mengajak kedua mempelai untuk bernyanyi bersama apa hadirin semua setuju dengan usulan ini? " ujar seseorang di jawab seruan
" setuju " dan siulan tanda setuju
" baiklah karena semua setuju bagaimana kalau kita paksa kedua mempelai kita untuk naik ke atas panggung dan menyumbangkan suaranya untuk menghibur kita semua di sini.
Nah... Untuk dirga dan kiara silakan waktu dan tempat di persilahkan " ujar seseorang tadi dengan semangat, tidak tahu jika kiara dan dirga yang di panggil sudah menampilkan ekspresi yang berbeda.
Di pelaminan sana dirga yang mendengar nama nya dan nama kiara di panggil untuk naik ke atas panggung tentu saja terkejut.
Sahabat edan nya ternyata benar-benar sesuatu.
" sayang, ayok.. Aku mau denger suara kamu lagi" ajak kiara dengan semangat, ia ingin sekali mendengar dirga menyanyi seperti saat dirga melamar nya
" tapi..."
" nggak ada tapi, nanti aku kasih hadiah kalau kamu nyanyi buat aku" paksa kiara tak terbantahkan kemudian menyeret dirga menuju ke arah panggung di mana berada.
" bangke... Liat abis ini"
Batin dirga kesal, ia melihat raka yang cengar cengir senang bisa membuat ia nyanyi di hadapan tamu yang ia sendiri saja tidak tahu itu siapa, meski ada beberapa yang ia kenal sebagai relasi nya.
" jadi, pengantin kita mau nyanyi apa?" tanya raka dengan nada jahil nya.
" ayok yank mau bawain lagu apa?" ujar kiara ikut bertanya dengan antusias nya tidak melihat dirga yang sudah pasang wajah malu nya.
" tapi yank.." gumam dirga pelan sehingga hanya kiara saja yang mendengar.
" ayolah... " rengek kiara dengan puppy eyes nya melihat dirga dengan wajah imut nya
" sial.... Mana malem masih lama"
" yah.. Yah..." lanjut kiara merengek menggoyangkan lengan dirga manja
" huft... Oke.." balas dirga pasrah kemudian menatap raka yang bersiul pura-pura tidak melihat jika ia kalah hanya karena rengekan kecil dari kiara tadi.
" bangke..."
" khi.. Khu.. Khu... Rasakan" batin raka memandang dirga dengan senyum penuh kemenangan nya.
Dirga mengambil mic dari tangan raka dengan mata menatap raka tajam seakan bilang " tunggu saja pembalasan gue" yang membuat raka bukan nya takut malah balas memberikan senyum masa bodo nya seakan bilang " aku tunggu wahai mas bro.. Wkwk"
Dirga membisikan sebuah judul lagu di balas tanda oke dari band yang nanti mengiringinya bernyanyi.
Tepuk tangan dan siulan menggoda datang bersahutan sehingga dirga pun harus tahan untuk tidak kabur saat ini juga,
Grep..
Kiara memegang tangan nya yang lain kemudian tersenyum dengan cerah nya, senyum yang membuat dirga mengeyampingkan rasa malu, dan balas tersenyum tak kalah cerah dari kiara dan tentu saja perbuatannya menuai pekikan histeris dari tamu yang datang di acara nya saat ini.
Jika di dengar dengan seksama, Ternyata bukan hanya pekikan histeris yang terdengar, ada juga beberapa teriakan seperti
" nikahi aku" atau " jadikan aku selingkuhan mu" dari tamu perempuan yang membuat dirga mendadak merinding.
" njieerrr...."
Musik mulai terdengar dan dirga pun memulai menyanyikan lagu yang akan di bawakan nya.
Lagu dari anji - dia
Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu🎶
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Semua itu karena dia🎶
Dirga menyanyikan lagu dengan tangan saling bertautan mesra dan juga di temani oleh senyum lebar istri baru nya
__ADS_1
Oh Tuhan, kucinta dia🎶
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia🎶
Di bagian reff dirga memandang kiara dengan sayang dan membawa tangan kiara untuk di kecup nya saat berhenti untuk menunggu bait selanjutnya.
Pekikan dari tamu dan siulan semakin ramai karena hal yang ia lakukan, dirga sebenarnya tidak sadar, Ia hanya mengikuti insting nya saat melihat wanita yang di cintai nya memandang nya dengan pandangan penuh cinta.
Kyaaaaa kyaaa.... (prok.. Prok.. Suit suit goyang bang )
Shu.. Du.. Du.. Du. 🎶
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia 'ku merasa sempurna🎶
Semua itu karena dia
Oh Tuhan, kucinta dia🎶
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia🎶
Selesai menyanyikan lagu, terdengar seruan tidak tahu diri, dari sahabat nya yang sengaja memprovokasi tamu yang sial nya malah pada setuju.
Lalu kalian Jangan tanya tentang istri bawel nya, karena tanpa ia melihat pun ia tahu bagaimana ekspresi nya saat ini.
" ugh....raka kampret, bangke.. rajungan"
Dirga memandang ke arah raka yang saat ini cengengesan dengan santuy nya.
" kira kira berapa tahun penjara yah kalau ngilangin nyawa curut kampret?"
Yah... dengan begini Tidak perlu di jelaskan lagi nasib dirga yang habis habisan di kerjain oleh raka, yang saat ini sedang ber-tos ria dengan faro dan dani di ujung sana.
Lebih baik kita liat apa yang sedang di obrolkan oleh dua sahabat strong dirga dan dsni serta elisa di ujung sana.
" ahaha... Liat muka pasrah orang songong, lihat nya menderita bahagia juga ya ternyata " ujar raka dengan santuy nya.
Dani ngekek, karena jujur saja walau ia takut setelah ini riwayat hidupnya terancam dan akan tamat, tapi biar lah hari ini ia menikmati indah nya saat mentertawai bos setan nya sendiri.
Sedangkan faro dan elisa hanya bisa menggeleng, tidak habis fikir dengan kelakuan dari raka yang tidak pernah habis bahan untuk membully dirga di panggung sana.
" tapi hari ini lancar juga yah, apalagi tamu yang datang rame banget" ujar elisa melihat kiara yang bahagia di panggung sana dengan tatapan yang juga bahagia.
" hum... Tentu saja, meski keluarga wicaksono tidak se-terkenal wijaya, tapi relasi nya nggak bisa di katakan sedikit loh" ujar faro membalas perkataan elisa.
" tapi yang jelas aku bahagia liat sahabat aku bahagia" ujar elisa ceria yang membuat tiga laki-laki di dekat nya tersenyum ikut merasakan bahagia juga.
Skip
Hari sudah menjelang sore, kiara bahkan sudah merasa kaki nya dan tangan nya akan terlepas, sangking lelah nya menyalami tamu undangan yang datang.
bahkan bibir nya pun ikut kaku karena seharian tersenyum.
Belum lagi sepatu heel yang di pakai nya tinggi sekali sehingga harus 2 kali menahan rasa pegal nya.
" aku aja kaku gimana dirga yah yang jarang tersenyum" Batin kiara khawatir
" capek yah?" bisik dirga pelan di sela sela kegiatan menyalami tamu nya.
" um.." gumam kiara mengganggukkan kepala pelan
" sabar ya, sebentar lagi selesai kok" ujar dirga lembut menghibur kiara di sertai senyum menenangkan nya.
" eum... Tentu saja, aku masih semangat kok" balas kiara menunjukan senyum ceria nya lagi, agar suami nya tidak khawatir dengan keadaannya.
Entah berapa banyak lagi tamu yang hadir tapi yang pasti waktu telah menunjukan pukul 5 sore, tapi belum ada tanda tanda akan berakhir nya kedatangan para tamu.
(thor bisa nggak di skip aja, kasian lah sama bini gue. Nggak bisa loh ga, ini lumayan amplop nya. Eh.. Bangke nanti gue kasih cek lebih kalau masalah amplop mah. Bilang aja nggak sabar, udah diem aja napa lanjutin salamannya nyoh, jangan banyak protes)
" kalian lelah?" tanya mama sarah saat melihat dirga yang memijat pundak kiara dan kiara juga memijat pundak dirga saling berhadapan.
Kiara mengangguk lelah sedangkan dirga hanya bergumam menjawab pertanyaan sarah.
" tunggu ya sebentar lagi juga selesai kok" ujar mama sarah lembut membuat dirga dan kiara menghela nafas lega
" yaahhh... Kira kira sampai jam 12 malam nanti" lanjut nya santai menggoda pengantin baru, kemudian melenggang pergi dengan kikikan kecil nya, saat ia mendengar pekikan histeris dari anak dan menantu nya di pelaminan sana.
" hohoho....jadi ini rasanya ngejahilin anak sendiri ya, ternyata seru juga" batin mama sarah senang, berjalan menuju suami dan kakek nya yang sedang istirahat lelah menyambut tamu yang ternyata melebihi ekspektasi mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Amplop nya belum banyak, mungkin besok baru kelar pesta nya...
Ikuti terus kisah nya yaaa
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih