
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Seminggu kemudian
Siang ini, Kiara dan Si buntal Gav berencana untuk mengunjungi Daddy Toyyib, yang Lagi-lagi meninggalkan Gav bermain hanya dengan Sang Mommy.
Di atas ranjangnya, ada Si buntal Gav. Menunggunya sabar, dengan tatapan polosnya saat ia hilir mudik, memakai pakaian ataupun memoles wajahnya di depan cermin Meja rias.
Si Gav, sudah bisa duduk. Namun, belum mampu untuk duduk tegap jika tidak ada seseorang menahan punggungnya. Ia meletakkan Gav dengan posisi tengkurap, sehingga Ia sendiri kadang terkekeh, saat melihat wajah Anaknya yang nyungsep di kasur ataupun kembali tegak, dengan liur yang menetes di dagunya.
Tu tu nenn dha
" Iya, iya, nanti Mimi tutu" sahut Kiara, yang sedikit mengerti jika sudah ada kata Nenn yang di sebut oleh Si buntalan di atas ranjangnya.
***** bhuu
" Senang yah? Dasar, Gavnya Mommy emang paling bisa yah!" ujar Kiara, saat mengangkat Gav ke pangkuannya dan memulai ritual Mimi tutunya.
Sekitar 20 menit kemudian, Kiara turun dengan Gav di gendongannya, di bawah Ia melihat Asisten rumah tangganya sedang sibuk, membersihkan Guci ataupun pajangan di rumahnya.
Kiara melihat dinding, dimana ada Foto keluarga formasi lengkap terpanjang, mulai dari Foto awal pertemuannya dengan Sang Suami, Pra Wedding hingga pernikahannya. Bahkan foto Maternity juga ada, tidak ketinggalan foto perkembangan Gavnya dari kelahiran hingga Gav sekarang.
Dirga sengaja, menyediakan dinding dengan cat berbeda dari dinding lainnya, untuk menggantung Foto Mereka, agar tidak lupa dengan moment bahagia Mereka. Di salah satu foto, ada moment saat Gav pertama kali bisa tengkurap dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
Kiara melangkahkan kakinya, ke arah dapur. Dimana ada Bi Titin, sedang memasak untuk makan siang Asisten rumah tangga lainnya.
" Masak apa Bi Titin?" tanya Kiara, mendudukan bokongnya di kursi ruang makan, sedangkan Gav sedang di gendong oleh Anita.
" Tumis Pakcoi Nyonya" sahut Bi Titin, menoleh ke arah Kiara yang mengangguk mengerti. Ia juga sudah bilang, tidak makan di rumah.
Ngih Bhuu bhuu
" Nanti yah, Tuan kicik" ujar Anita, yang mengerti kalau sudah ada kata Ngih dari Gav, yang saat ini meronta ingin pergi.
" Nanti dulu yah sayang, Mommy siapin Tutu buat Gav Mimi di kantor Daddy dulu" sahut Kiara, Ia sendiri yang menyiapkan Breast milk Freze untuk di minum Anaknya. Ia memasukan beberapa kantung, untuk di bawanya keluar.
" Bi, tolong botol yang di box di masukin ke dalam Tas yah!" seru Kiara, meminta tolong kepada Bi Ana, yang baru saja masuk ke dalam dapur.
" Nggih Nyonya" balas Bi Ana, segera melakukan perintah dari Kiara.
" Anita, kamu ajak Gav main ke depan dulu, sekalian bilang ke Pak Anto, siapkan mobilnya"
" Iya Nyonya"
Anita segera berlalu, dengan Gav yang ada di gendongannya. Ia melihat ke arah wajah Tuan Kiciknya, yang saat ini tertawa senang saat Ia membawanya keluar.
" Padahal Bapak Kamu dingin banget sama Aku, tapi kok kamu manis banget sih. Nggak apa-apa deh, nggak bisa deket sama bapaknya, yang penting bisa peluk kamu" gumam Anita senang, ikut mencium pipi Anak dari majikannya, seperti sedang mencium Daddy Si Gav .
Perlakuan Dirga masih sama, seperti pertama kali mereka bekerja. Mungkin juga karena jarangnya Dirga di rumah, sehingga Asisten rumah tangganya menganggap Dirga Galak, padahal Dirga hanya tidak tahu cara menyampaikan rasa terima kasihnya. karena bagi Dirga, jika kebutuhan seperti gaji selesai maka selesai juga masalahnya.
Skip
Kiara akhirnya sampai, di lobby kantor Daddynya Gav. Ia berjalan dengan Gav di gendongan depan, sapaan ramah mengiringi setiap langkahnya yang Ia balas tak kalah ramah. Tidak sedikit pula, karyawan di sini yang memekik gemas saat melihat tingkah lucu anaknya.
" Ada Tuan Dirganya, kembang?" tanya Kiara, saat Ia sampai di meja reseptionist.
Meskipun Ia adalah Istri seorang Direktur, di perusahaan keluarga Suaminya. Kiara masih tetap bertanya, jika sedang berkunjung. Ia takut kedatangannya mengganggu atau mungkin Suaminya sedang melakukan Meeting.
" Ada Nyonya, masih ada Meeting di ruangan Tuan. Tapi Beliau bilang, kalau Nyonya datang boleh masuk." ujar Kembang, membalas pertanyaan dari Istri Bos Uhuynya.
Da da ngih bhuu
" Iya sayang, sebentar lagi kita ketemu Daddy." Sahut Kiara gemas, sedangkan Kembang sendiri terpekik girang, melihat sendiri saat Gav meronta tidak sabar.
" Ya ampun, lucu banget. Bulan ini 5 bulan kan Nyonya Kiara?" tanya Kembang, dengan tangan di pipinya menahan gemas.
Meskipun wajahnya 1000% turunan dari Sang Bos Uhuy, tapi melihat tingkah menggemaskan serta pesona dari Gav membuat semua karyawan, yang tadinya bekerja fokus mengelilinginya saat ini.
" Iya, Gav buyan inyi, ima buyan Cance"
__ADS_1
( Iya, Gav bulan ini, lima bulan Tante )
Kya ... Kya ...
Hiks khik huwee owaa huhu
Seketika, pandangan polos dari Gav menjadi tangisan keras.
Saat mendengar pekikan gemas yang bersahutan, dengan mata memerah dan linangan air mata, serta tangisan membahana. Gav sukses membuat karyawan yang tadinya menampilkan raut wajah gemas, menjadi horor saat Anak dari Setan berupa Bosnya menangis karena ulah mereka.
Owa .. Hu ..
" Nyonya maafkan kami" seru Mereka kompak, membuat Kiara terkekeh dengan tangan menepuk-nepuk paha kecil buntat milik Gav yang masih sesegukan.
Hik Bhuu hiik da da
Bila sudah ada kata da da, artinya anaknya sedang memanggil nama Daddynya. Kiara hanya tersenyum maklum tidak menyalahkan, Gav masih belum terbiasa dengan pekikan dari dekat, Ia akan kaget dan berujung dengan mengeluarkan senjata andalannya, apalagi kalau bukan menangis.
" Hahaha ... Nggak apa-apa, Gav emang belum biasa. Ini pertama kali Gav main ke kantor, kalian nggak usah takut gitu." ujar Kiara, di sela-sela kekehannya.
Mereka menghela nafas lega, karena yang melihat mereka adalah Sang Nyonya. Coba saja kalau yang menggendong Bos setannya, alamat di khek leher mereka.
" Ya sudah, kalian kembali bekerja. Bye bye cemuana, Gav ke Daddy duyu yah" seru Kiara, kemudian melanjutkan lagi langkahnya, dengan seorang Bodyguard yang membawakan Tas milik Gav.
Ting
Lift yang mengantar Kiara naik ke lantai atas akhirnya terbuka, Ia melangkahkan kaki dengan semangat, ia juga sesekali menyahuti celotehan anaknya yang tidak bisa diam.
Da da nguuh hi hi
" Ini bentar lagi sampai sayang, nggak sabar yah ketemu Daddy?" tanya Kiara, kemudian berhenti berjalan. Membiarkan Bodyguardnya mengetuk pintu, lalu ada Dani yang membukanya dan tersenyum ramah.
" Nyonya Kiara, silakan masuk. Kebetulan Meetingnya sebentar lagi selesai." Seru Dani, dengan tangan sigap mengambil alih Tas milik Tuan Kiciknya.
" Terima kasih Dani." balas Kiara, dengan senyum lebarnya.
Sebelum masuk, Kiara berbalik melihat ke arah Bodyguardnya yang setia berada di belakangnya.
" Bim, kamu pulang sama Pak Anto. Nanti, saya pulangnya sama Tuan!" ujar Kiara, memerintah Bima yang mengangguk paham.
Di dalam, Dirga sedang melakukan perjanjian kerja sama, untuk pembangunan gedung perusahaan baru milik PT. Bumi indah. Sebuah pabrik sabun dan kebutuhan pokok, yang baru ingin beroperasi. Kali ini, bagian konstruksi Wijaya di percaya untuk membangunnya.
" Terima kasih atas kepercayaannya Tuan Reno, kami akan berikan yang terbaik." ujar Dirga mengakhiri sesi kesepakatan kerja sama mereka.
" Kami yang berterima kasih,perusahaan besar mau menerima proyek ini. mohon kerja samanya juga Tuan Dirga" balas Reno dengan senyum bisnisnya.
Mereka bersalaman dengan bibir saling melempar senyum bisnis, lalu saling berbasa-basi. Hingga celotehan yang sangat di kenal Dirga, memasuki indra pendengarannya. Membuat senyum bisnisnya, berubah menjadi senyum lebar berseri-seri. Ini perdana Si buntal Gav main ke kantornya, maka jangan salah membuat senyumnya terbit tanpa bisa di kontrol.
Da da Bhuu hi hi
Dirga menoleh ke arah pintu, dimana ada Istri serta Anaknya yang meronta tidak sabar, dengan tangan terulur minta di gendong olehnya.
" Kiciknya Daddy dateng, senangnya daddy jadi semangat kerja deh." seru Dirga semangat, Ia menyongsong Gav yang sedang di lepas dari gendongan monkeynya.
Da da hi hi tu yuu yu
" Sebentar sayang!" sahut Kiara, saat kesulitan membuka pengait belakang.
Dirga membantu melepasnya, memperlakukan Istrinya dengan lembut. Sehingga Reno, yang melihat adegan langsung dari Orang yang di anggapnya Arogan dan dingin, mengangkat alis takjub. Ia kira berita di media, hanyalah gosip tentang Dirga yang takhluk akan kecantikan Sang Istri. Tapi melihat langsung begini membuatnya percaya, apalagi berita tentang kecantikan Wanita milik Wijaya, bertambah percayalah Ia.
" Pantas saja, selalu menolak barang yang di tawarkan" batin Reno.
" Gav mau main yah sama Daddy, maaf yah Daddy Lagi-lagi sibuk." ujar Dirga sedih, mengecupi pipi sang Anak yang terkekeh girang, tadi pagi Gav masih bobok tamvan jadi nggak sempat melihat Daddy Toyyibnya.
Da da bhu
" Hem, hem, Daddy juga senang kok!" balas Dirga, mengerti sebab ada kata da da yang special untuknya.
Dirga lupa akan daratan, bahkan Istrinya sibuk dengan Tas, melipir menjauh pun Dirga tidak sadar. Tapi deheman dari seorang klien di sofa sana, membuatnya kembali ke kenyataan. Dirga tersenyum salah tingkah, meminta maaf singkat, lalu melangkahkan kakinya mendekat ke arah Reno, yang memandang berbinar ke arah Anak Buntalnya.
" Maaf saya suka lupa diri, kalau ketemu Si buntal ini." ujar Dirga menunjuk anaknya dengan kecupan ringan, yang di balas senyum maklum dari Reno.
" Nggak apa-apa Tuan Dirga, saya juga suka lupa diri kalau sedang bersama dengan Princess saya." balas Reno, dengan senyum kecil saat mengingat Anak perempuannya yang sekarang usia 4 bulan, selalu tersenyum lebar menyambutnya pulang.
" Wah, Tuan Reno juga punya Baby? " tanya Dirga terkejut, tapi ekspresinya sama sekali tidak berubah tetap datar.
__ADS_1
" Iya, umur 4 bulan" balas Reno singkat.
" Sayang, apa Aku sama Gav ganggu kalian Meeting?" tanya Kiara, setelah meletakkan ASI beku, di mesin penghangat khusus.
" Nggak apa-apa, sudah selesai juga. Kamu sini dulu, kenalan sama Relasi bisnis aku." sahut Dirga, memerintah Kiara yang segera di laksanakan.
" Kenalkan, ini Istri saya Kiara Arya wijaya." ujar Dirga, memperkenalkan keduanya.
" Salam kenal Nyonya Kiara, saya Reno Desmon. Senang berkenalan dengan Nyonya, saya juga punya anak seumuran dengan anak anda." seru Reno dengan maksud.
" Senang berkenalan dengan anda Tuan Reno, wah Babynya umur berapa?" tanya Kiara ramah, tidak seperti Dirga yang hanya menanggapinya santai.
" Sudah umur 4 bulan Nyonya, perempuan. Lucu sekali dan tentu saja cantik" balas Reno promosi.
Kiara hanya menanggapinya biasa, beda dengan Dirga yang mengetahui maksud dari ucapan Reno, yang saat ini sedang menampilkan senyum mencurigakan.
" Sepertinya ada yang salah" batin Dirga, dengan kadar kepekaan tinggi.
Mereka mengobrol santai, tidak lama Reno pun pamit undur diri. Karena akan menghadiri Meeting lainnya, serta kunjungan ke beberapa Sponsor lainnya.
Setelah kepergian Reno, Gav segera dengan tidak sabar meminum minuman spesialnya. Dengan Dirga yang memegang botol, di sofa tempatnya tadi ngobrol.
" Yank" panggil Kiara, Ia saat ini sedang memegang tangan Gav yang tidak bisa diam, ingin menggapai botol di tangan Dirga.
" Em?" gumam Dirga, melihat Istrinya yang juga melihat ke arahnya.
" Kamu, ngerasa nggak sih ada yang aneh sama kata-kata Tuan Reno?" tanya Kiara, dengan kening berkerut lucu.
Dirga terkekeh, saat Istrinya baru Ngeh sama percakapan antara mereka bertiga tadi. Padahal sudah jelas sekali di matanya, jika Pak Reno sedang mempromosikan Anaknya untuk di jadikan pasangan dari Anak buntalnya. Tapi Ia hanya diam, menurutnya ini hanyalah guyonan semata. Lagian masalah jodoh Ia tidak mau memaksa, Ia tidak mau kejadian sepertinya terulang dan di alami Anaknya.
Dan juga demi Keong ajaib, Anaknya baru berusia 5 bulan, seminggu yang lalu tepatnya. Tentang sekitar saja masih belum mengerti, apalagi Baby Girl yang tadi di promosikan Relasi bisnisnya.
" Emang edun, anak Gue pesonanya nggak main-main" batin Dirga sumringah.
" Ini baru anak pertama, gimana anak kedua, ketiga, kelima, kesepuluh Gue nanti?" Lanjutnya masih dalam batin, tentunya dengan fikiran erornya.
" Kok kamu ngekek sih yank, Aku nanya bener-bener geh." sewot Kiara, Ia sedikit merinding saat Dirga, bukannya memberikan jawaban malah melihatnya dengan tawa mencurigakan.
" Hahaha ... Kamu baru paham, arah obrolan tadi? Heum ... " balas Dirga, di sela-sela kekehannya.
" Ih, ya Aku kan nggak mikir sampai sana loh yank. " Seru Kiara, dengan pipi menggembung lucu.
Dirga mencubit pipi Istrinya dengan gemas, setelah mendudukan kembali Anaknya yang selesai Mumu tutu di pangkuannya.
Gyut
" Bawel, jadi menurut kamu. Apa yang mau Dia sampaikan, melalui kata-kata melipirnya? " tanya Dirga gemas, setelah melepas cubitannya. Karena saat Ia mencubit pipi Mommynya, sang anak menampol tangannya seakan mengerti perbuatan jahatnya.
Tu tu Bhuu
" Yah, kok Daddy di tampol sih sayang? " tanya Dirga, membawa anak kehadapan wajahnya. Lalu melihat, senyuman riang dari Sang anak yang senang saat melihatnya.
" Oh ... Si buntal cari perhatian". Batin Dirga geli.
Hi hi bhuu
" Gav iri yah, Mommy yang di perhatiin sama daddy? Gitu heum?" tanya Kiara mengerti, menuai kekehan Gav, saat Dirga menciumi leher Anaknya dengan gemas.
Bhu ha ha
Akhirnya, Kiara melupakan rasa curiganya terhadap tamu Relasi bisnis Suaminya. Mereka bercanda dengan Gav yang tertawa bahagia, seharian di pangku Sang Daddy Toyyib.
" Mungkin hanya perasaan aku saja, lagian anakku kan masih kecil, masa mau di jodohin segala macem sih?" batin Kiara lalu mengangkat bahu acuh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nb. Barang yang di tawarkan maksudnya hadiah wanita sebagai pelicin kerja sama.
Ikuti terus kisahnya yaa...
Jangan lupa kirim komentar serta klik jempolnya ....
Vote dukunganya juga ...
Sampai babai
__ADS_1
Terima kasih